NovelToon NovelToon
Salah

Salah

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:201.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Kea membenci Sandi, karena Sandi sudah membuat masa kecilnya suram, begitupun Sandi yang membenci Kea karena Kea lemah dan selalu menjadi prioritas semua orang.

Sandi tak suka orang lemah seperti Kea, selain lemah Kea juga tampak menyedihkan dengan kekurangannya yang tak bisa mendengar. Dan ntah bagaimana rasa kebencian saat anak-anak dulu terbawa hingga mereka dewasa, Sandi senang mengganggu Kea. Tapi Kea yang sekarang adalah Kea yang kuat, egois dan juga mempunyai banyak akal busuk untuk membalas dendamnya.

lalu apa jadinya, jika dua orang yang saling membenci, egois dan penuh dendam itu terjerat oleh ikatan pernikahan yang bahkan mereka lakukan hanya untuk bisa saling menyakiti satu sama lain?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S-1-Balas dendam

Pagi itu dengan tekad yang menggebu, Kea berangkat kesekolah dengan perasaan tak sabar. Ia harus menemui Sandi, berbicara dengan kepala dingin. Dan jika, jika laki-laki sialan itu tak mengakui perbuatannya dan meminta maaf padanya. Kea berjanji ia akan membalas semua dendamnya pada Sandi.

"Sandi!" panggil Kea begitu mendapati Sandi yang baru turun dari motornya. Kea memang menunggu laki-laki sialan itu diparkiran sekolah karena ia tak mau membuat keributan didalam kelas.

Sandi yang baru akan melepas helmnya meliriknya sekilas, lalu seolah tak mendengar apapun, laki-laki itu kembali melanjutkan kegiatannya. bertingkah seolah Kea adalah makhluk tak kasat mata dipenglihatannya.

"Sandi!"

"Geano Sandi!" panggil Kea kesal.

"Heh, pengecut!"

"Banci, brengsek- akh" Kea berteriak ketika rambut panjangnya tersentak kebelakang. Begitupun beberapa orang yang masih ada diparkiran, agak bersorak kaget karena tindakan kasar Sandi.

"Ngomong apa tadi lo?" tanyanya bengis.

"S-sakit San!"

"Woy, santai lo San, cewek berkebutuhan khusus itu!" teriak salah satu orang yang ada diparkiran, Kea tak tau siapa namanya tapi wajahnya tak begitu asing, mungkin satu angkatan dengan mereka.

"Iya San, lepasin dulu itu, Ceweknya Yuda itu kan? jangan cari masalah lah sama anak Ips" celetuk yang Lainnya.

Tapi makin banyak sorakan dan perintah untuk melepaskan jambakannya, Sandi justru kian mempererat jambakannya. Kea meringis saat merasa rambutnya terasa rontok secara bersamaan.

"Akh, sakit San!"

"Tadi lo bilang gue apa?" tanya Sandi dingin,

Kea memegangi tangan Sandi yang ada dirambutnya, mencoba menahan laki-laki itu menariknya kian kebawah. Kea sudah akan menangis, tapi ia tahan karena kali ini ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berani dan tidak akan lemah didepan Sandi lagi, ia akan membalas dendamnya.

"Yang mana? Yang lo pengecut atau lo yang banci- Akh, Sandi!" Teriak Kea kian tak karuan. Sandi benar-benar gila.

"Sandi! Woy!" Teriak beberapa anak laki-laki yang tadi menyorakinya.

"Maju kalian selangkah, gue patahin tangan lo pada satu-satu." ancam Sandi bengis. Dan Perlahan tapi pasti anak laki-laki itu membubarkan diri, ntah memang takut pada ancaman Sandi atau mereka yang memang sudah tak memiliki empati apapun pada orang lemah seperti Kea.

"Tadi lo ngatain gue apa hah, Banci lo bilang?" tanya Sandi dingin.

Kea yang sekarang sendiri mulai merasa ketakutan, air matanya sudah menggenang dan pikiran gadis itu hanya mengharapkan kehadiran Yuda disisinya.

"Iya! Lo emang banci, lo yang uda fitnah gue didepan pak Sohibi waktu itu kan, elo yang buat gue kehilangan beasiswa gue kan, lo yang hiks." Kea tersedak oleh tangisnya sendiri, perempuan itu kecewa, sedih dan juga takut menjadi satu dalam rongga dadanya. Membuatnya tersedak lalu terbatuk-batuk, setelahnya Kea menangis dengan meyayat hati.

Sandi tersenyum kecil, "Kalau emang gue kenapa? Lo mau marah? Ck, udalah Ke, manusia cacat kayak lo itu seharuanya memang gak disini." Ujar Sandi dingin, lalu mendorong Kea sampai gadis itu terjatuh.

Kea memegangi rambut kepalanya, rasanya sakit sekali, Sandi benar-benar menjambaknya sekuat tenaganya.

Sandi menatap tangannya yang masih tersisa beberapa helaian rambut Kea ditangannya, laki-laki itu menoleh kearah Kea, tetangga sekaligus orang yang paling ia benci itu sedang menangis sampai terbatuk-batuk.

"Lemah" desis Sandi hampir berupa gumaman.

Kea mendongak, ia tak mendengar apa yang Sandi ucapkan karena terlalu pelan, tapi ia tau Sandi bergumam sesuatu tadi. Saat tatapan mereka beradu, disana disatu garis lurus pandangan itu, siapapun yang melihat pasti tau seberapa keduanya saling membenci.

"San, kenapa sih lo jahat terus hiks, sama gue?" tanya Kea menangis.

Sandi terkekeh, enggan menjawab, laki-laki itu lalu membenahi sampiran tasnya dibahu, melangkah pergi dengan angkuh.

"Eh banci hiks" teriak Kea kuat.

Sandi menghentikan langkahnya, laki-laki itu menatap Kea dengan bengis, tapi kali ini tak berniat memberi pelajaran, ia hanya menatap Kea dengan dingin.

"L-lo hiks, lo udah ambil beasiswa gue, l-lo uda ambil apa yang gue suka. dari dulu, dari dulu lo yang selalu hancurin hidup gue. hiks, liat aja nanti, gue bakal bales semua kelakuan lo kehal yang lo suka. gue bakal rebut dia dan buat lo mati karena kesedihan asal lo tau itu hiks. uhuk-uhuk." Kea menekan dadanya saat dadanya terasa nyeri. Gadis itu terbatuk-batuk dan kelihatan susah bernapas.

Tapi Sandi hanya menatapnya dengan dingin, "Lakuin aja yang lo suka, emang apa yang bisa dilakuin cewek buta dan tuli kayak lo?"

Kea menatap Sandi dengan tangannya yang mengepal didada sambil berusaha menekan dadanya yang sakit.

"Lo harusnya sadar Kea, apa yang bisa lo-

B**ugh!

"Bangsat," Sandi mengumpat sambil memegangi pipinya yang kram, mungkin pipinya nanti akan membiru.

Yuda, si pemberi pukulan itu gantian yang tersenyum remeh. "Gimana kalau kata-kata lo gue balikin, harusnya gini, 'emang apa yang bisa dilakuin cewek banci kayak lo buat nyakitin cewek gue."

Sandi mengepalkan tangannya, laki-laki itu terus memegangi pipinya dan kini tatapannya jatuh kepada Kea yang sudah dibantu kedua temannya.

"Cuih" Sandi meludah, ia lalu menggerak-gerakkan rahangnya untuk menghilangkan rasa kram dipipinya.

"Sori bro tadi lo bilang-

Bugh

-apa?"

Yuda yang tak siap dengan pukulan Sandi yang tampa ancang-ancang itu tekejut, dan ia langsung tersungkur karena tak siap menahan pukulan Sandi.

"Sori nih Yud, kayaknya gue harus ngakui kalau kalian berdua memang pasangan yang sempurna. Sama-sama lemah!"

Sedetik setelah Sandi berkata demikian, Yuda kembali bangkit dan menghajar Sandi. Akhirnya dua laki-laki pentolan sekolah beda jurusan itu saling memukul, berkelahi dan memaki.

Kea, Sheril dan Nindi saling berpandangan, merasa ngeri akan suara pukulan-pukulan kencang yang mungkin dapat membuat kulit membiru lebam.

"Sher! Na! hiks gimana itu Yuda?" tangis Kea semakin tak menjadi, Sandi adalah manusia setengah iblis yang tak punya hati, Kea takut kekaksihnya akan terluka oleh Sandi.

Sheril memegang bahu Nindi, "Di, lo jaga Kea, gue mau panggil guru. kayaknya sekarang uda pada jam masuk kelas." kata Sheril panik saat ia melihat sekeliling dan tak ada orang disekitar mereka, mungkin karena sudah jam masuk.

Nindi mengangguk cepat, "Satpam aja Sher, yang deket."

Sheril yang hendak berlari kearah bangunan sekolah langsung berbalik arah menuju gerbang, dimana tempat satpam sekolah berada. Gadis itu berteriak panik.

"Pak! Pak Parlin, A-ada yang berantem?"

Pak Parlin, satpam sekolah yang sedang meminun kopinya itu tersedak karena terkejut. "A-apa? siapa yang berantem? mana?" tanyanya sigap.

Sheril menunjuk arah parkiran,

Saat mereka sampai disana, perkelahian mereka tampaknya sudah melebihi batas wajar siswa yang bertengkar karena salah pabam. Keduanya bertengkar seperti harimau buas yang menjaga kekuasaannya.

"Ck, ini Hei, berhenti kalian!" teriak pak Parlin, "Kamu panggil guru sana" perintah satpam itu pada Sheril yang langsung dituruti Sheril.

Kea dan Nindi yang tadi tampak ketakutan mulai lega saat mendaptkan pak Parlin disana. Satpam itu memisahkan mereka , tapi seperti kata Kea tadi, Sandi adalah manusia setengah iblis. Laki-laki itu justru menghajar pak Parlin karena merasa dihalangi.

disaat yang bersamaan guru BK dan pak Sohibi datang, mereka membantu pak Parlin memisahkan keduanya.

Barulah berhasil, Kea langsung berlari dan memeluk Yuda yang babak belur, sedangkan Sandi menepis tangan Pak Parlin yang hendak membantunya.

"Yuda, kamu jangan buat takut hiks" tangis Kea dipelukan laki-laki itu.

Yuda tersenyum, walaupun ia merasa bibirnya perih untuk sekedar meringis, ia lalu merengkuh Kea kedalam pelukannya, tak memperdulikan bagaimana nyeri dadanya karena pukulan Sandi. Ia tetap merengkuh Keanya erat, seolah memberi tau bahwa kekasihnya yang rapuh itu aman bersama nya.

"Maaf sayang, stt uda jangan nangis dong" katanya tersenyum. Dan hati Kea semakin teriris karena ucapan Yuda. Dalam diam, tangan gadis itu mengepal, ia akan membalas perlakuan yang sama untuk Sandi. Ia janji itu.

***

Yuda.. hiks.

1
Nivia Olive
Pertama sekali baca tulisan Author di novel ini. Awalnya sebel dengan jalan ceritanya. tapi karena penasaran, lanjut baca sampai selesai. Saya emang lebih suka baca yang sudah tamat dibanding on going, jadi novel ini kelar bacanya dalam 3 hari.
Awalnya bingung knapa ga minta pindah rumah ato sekolah kl hubungan Sandi n Kea mengganggu mental Kea n mereka saling terluka. Kog bisa2nya ortu Kea tidak seprotektif Sandi mengurus Aiko, membiarkan semuanya terjadi di depan mata tetapi akhirnya mengerti di penjelasan Author terakhir cerita ini. Author berhasil memainkan perasaan saia. Terima kasih untuk pembelajaran hidup di cerita ini 🙏
Nivia Olive
Venesia n Maldives
Nadzila Adriani
mau baca tapi gakuat bangettt😭😭😭😭
ayu aprilia
Luar biasa
fitri _srg
woyy thorr sorry gue mau ngomong kasar cok,, huwaaaa sedih banget anyingg,, mau nangis bacanya tapi gue lagi di rumah sakittt
Kaiso
cerita papa keidran apa judulnya thor
Muhammad Ardi
akuu london, korea, kanada kak hihihi
xoxxucherry
ihh kak tanggung jawab dong😭ak nangis sesegukan inj
city
ngeriny hubunganny 🤧ngalahin berita yg lagi viral lebeh parah kdrt nya
Eci Tri
thanks Thor udah buat aku nagis" sampai orang rumah khawatir semua
Atmosfera: Wkwkwk, Jadi aku harus jawab "Sama-sama"
Atau "Maaf" Nih karena buat kamu nangis dan keluarga khawatir?
total 1 replies
Eci Tri
😭😭😭😭😭😭
Er Mafa
sakit bgt bacanya thor
Er Mafa
aaaahhh Thor nyesek bgt
Anna Rahmawati
terimakasih kak author, ini genre novel yg saya cari2 selama ini. menggambarkan konflik batin dan pola pikir yang ekstrem tp bisa jadi memang ada di dunia nyata sehingga memperluas wawasan. meskipun banyak kata-kata kasar, tp memang diperlukan untuk memberikan gambaran yg utuh. setuju banget tidak ada orang yg bener-bener jahat dan bener-bener baik, dan disitulah menariknya sisi kemanusiaan yg bisa dieksplorasi oleh penulis. semangat terus dan jangan lelah berkarya kak😊👍👍👍
Atmosfera: Yeayy terimah kasih, semoga ada sisi baik yang bisa kamu teima untuk menambah wawasan. dan mari kita perbaiki sisi yang berlawanan. sekali lagi, terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Anna Rahmawati
wah aku penyuka novel yg ga terlalu panjang kak. 70an chapter cukup lah😊😊👍
whayou allchaidart
aq udah baca yg ego Nadira kk.ceritanya bagus
Ilo La
ck, gw kira bakal cerei.
Ilo La
salah kea si tlol, alay bgt beramtem smpai g makan, tlol bgt sm aj dia g syg anak nya g mikirin keadanya yg lgi hamil tlol si. egois bgt nyalahin sandi pdhl awal ny berantem jg gegara dia.
Ilo La: setidaknya pikirin anak ny lh anj klo emg sandi slh krn g mau dengerin penjelasan kea tpi tetap aja seharus nya kea tuh lebih mikirin anaknya jgn tlol samapai g makan dn minum setidaknya walau mereka berantem mereka gk bakal kehilangan anak ny
total 1 replies
Muhammad Ardi
terimakaishhhh kak buatt ceritanyaaaaaaa sanyang bangettttt sama kak authornyaaa tentunya sama tokoh2 ceritanya jugaa akam selali melekat di aku 😭😭😭❤💕
miss lie
trhorr ini crta sngt sedih thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!