NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: BabyKucing

Xian Yue tewas setelah bertahun-tahun menjadi seorang penyintas di dunia Distopia.

Tapi, bukannya bangkit di alam kubur dan menerima semangkuk sup reinkarnasi dari Meng Po, Xian Yue justru terlempar ke tanah antah berantah.

Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Xian Yue tak tau tubuh yang dimasukinya ternyata sudah dijual sebagai menantu yang menumpang, pada keluarga miskin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 Jejak di Dalam Hutan

"Lari!"

Han Zheng menggenggam pergelangan tangan Lian Yue tanpa sempat berpikir. Keduanya berlari menuruni jalan setapak yang dipenuhi akar pohon. Di belakang mereka, suara ranting yang patah terdengar semakin jelas.

Kraak!

Kraak!

Disusul dengusan berat yang membuat jantung berdegup kencang.

Han Zheng menggertakkan giginya. "Itu babi hutan dewasa! Jangan menoleh!"

Lian Yue mengangguk. Ia memaksa tubuhnya terus berlari meski napas mulai memburu. Beberapa kali ranting semak mencambuk lengannya hingga meninggalkan goresan tipis. Namun ia tidak memperdulikannya.

Di dunia asalnya, luka seperti itu bahkan tidak pantas disebut luka. Setelah berlari cukup jauh, suara babi hutan perlahan menghilang. Han Zheng berhenti di dekat sebuah batu besar. Ia menoleh ke belakang beberapa kali sebelum akhirnya mengembuskan napas lega.

"Syukurlah...Babi itu tidak mengejar lagi."

Lian Yue mengangguk pelan.

Kalau bukan karena peringatan gagak tadi, mereka mungkin sudah terlambat menyadarinya.

Dalam hati, ia diam-diam mengucapkan terima kasih.

.

.

Perjalanan pulang mereka berlangsung jauh lebih hati-hati. Han Zheng tidak lagi berjalan terlalu jauh dari Lian Yue. Sesekali ia menebas semak yang menghalangi jalan menggunakan kapaknya. Saat melewati sebuah pohon tua, telinga Lian Yue menangkap suara lirih.

["Sakit..."]

["Sakit sekali..."]

Ia langsung menghentikan langkah, membuat Han Zheng menoleh. "Ada apa?"

Lian Yue mengamati semak di sebelah kanan.

"Aku... seperti mendengar sesuatu."

Han Zheng ikut mendekat. Di balik rumpun ilalang, seekor anak kelinci berwarna putih keabu-abuan sedang meringkuk.

Kaki belakangnya terluka. Kemungkinan terkena kawat perangkap yang dipasang pemburu. Melihat manusia mendekat, tubuh kecil itu gemetar hebat.

["Jangan makan aku...Aku kecil...Dagingku sedikit..."]

Lian Yue hampir tertawa mendengar kepolosannya. Ia berjongkok perlahan. "Aku tidak akan memakanmu."

Anak kelinci itu membeku. Sepasang matanya membulat. ["...Kau bisa mendengarku?"]

Lian Yue hanya tersenyum. Sementara itu, Han Zheng sudah lebih dulu memeriksa luka di kaki kelinci.

"Lukanya tidak terlalu dalam. Kalau dibersihkan, mungkin masih bisa sembuh."

Lian Yue mengeluarkan kendi bambu. Ia membasahi selembar kain bersih, lalu perlahan membersihkan luka di kaki kelinci. Anak kelinci beberapa kali meringis kesakitan.

Namun tidak berusaha kabur.

["Dingin..."]

["Tapi lebih enak..."]

Setelah luka dibersihkan, Lian Yue membalutnya menggunakan sobekan kain tipis. Balutannya sederhana. Namun cukup untuk menghentikan darah.

Han Zheng memperhatikan semua gerakannya. "Kau pandai merawat luka."

Lian Yue tersenyum kecil. "Di tempat asalku..."

Ia hampir saja melanjutkan kalimat itu. Beruntung ia segera menghentikan diri.

"Maksudku, dulu ada orang yang mengajariku."

Dan beruntungnya Han Zheng tidak curiga. Ia hanya mengangguk pelan.

.

.

Setelah beberapa saat, anak kelinci mencoba berdiri. Awalnya tubuhnya masih sedikit sempoyongan. Namun perlahan ia berhasil menapak dengan tiga kaki.

Lian Yue mengusap lembut kepalanya.

"Nah. Pergilah."

Anak kelinci tidak bergerak. Ia hanya menatap Lian Yue. ["Kau baik.Terima kasih."]

Lian Yue tersenyum. "Hati-hati."

Anak kelinci menoleh ke arah hutan. Kemudian kembali menatap Lian Yue. ["Kalau nanti aku sudah sembuh...bolehkah aku datang bermain..."]

Lian Yue sedikit terkejut. Ia lalu terkekeh pelan. "Kalau kau mau, datanglah."

Mendengar jawaban itu, telinga kelinci kecil langsung berdiri tegak. ["Baik! Aku akan membawa teman!"]

Belum sempat Lian Yue menjawab, kelinci itu sudah melompat pelan menuju semak-semak. Meski jalannya masih pincang, semangatnya tampak kembali.

Han Zheng tersenyum tipis melihat pemandangan itu. "Untung kita menemukannya."

Lian Yue mengangguk. Tapi kemudian dengan tatapan mata jenaka dia bertanya, "Em, ku kira kamu akan menangkapnya dan membawanya pulang?"

Han Zheng tertegun sejenak, lalu tersenyum kecil. "Kelincinya kecil, kalau pun di bawa pulang tidak akan cukup untuk kita. Lebih baik di lepaskan dulu, biar dia besar.." ujarnya.

Lian Yue tertawa, "Semoga dia bisa bertahan, dan cepat tumbuh besar"

Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, suara riuh terdengar dari atas pepohonan. Sekelompok burung pipit berkumpul di sebuah dahan.

["Itu manusia aneh."]

["Dia menyelamatkan kelinci."]

["Aku melihat semuanya."]

Seekor burung yang lebih tua mengepakkan sayapnya. ["Tidak seperti pemburu. Dia berbeda."]

Ucapan itu segera menyebar. Burung-burung lain terbang meninggalkan dahan. Sebagian menuju bagian hutan yang lebih dalam. Sebagian lagi terbang ke arah padang rumput.

Lian Yue memperhatikan mereka sekilas. Ia tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan.

Namun jauh di dalam hutan... Berita tentang seorang manusia yang menolong seekor anak kelinci mulai menyebar dari satu hewan ke hewan lainnya.

.

.

Ketika matahari mulai condong ke barat, mereka akhirnya tiba di rumah. Nyonya Han segera menyambut mereka di halaman.

"Kalian baik-baik saja?"

Han Zheng mengangguk. "Tadi hampir bertemu babi hutan."

Wajah Nyonya Han langsung pucat. "Kalau begitu besok jangan masuk terlalu jauh lagi."

Han Zheng tersenyum menenangkan ibunya. "Aku akan lebih berhati-hati."

Sementara itu, Lian Yue mengeluarkan isi keranjang mereka. Jamur. Pakis muda. Bayam liar. Dan beberapa tanaman obat. Melihat hasil sebanyak itu, Nyonya Han tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.

"Dalam satu hari...sebanyak ini?"

Lian Yue tersenyum kecil. "Hutan masih sangat murah hati."

Namun dalam hati, ia tahu... Bukan hanya hutan yang murah hati. Melainkan para penghuninya. Mereka mulai membuka sedikit demi sedikit rahasia yang selama ini tersembunyi dari manusia.

Dan Lian Yue merasa, ini baru permulaan.

1
tinie
ya kamu harus tau masa lalumu apa hubungmu dgn mereka
sehingga apa yg membuat mereka ingin membuang mu jauh jauh dan dilarang kesana bertemu batu merah
tinie
tetep semangaat 💪💪💪
tinie
kenapa mengulangi faragraf yg sama
dgn diatas
tinie: ok
semangaaat thor
total 2 replies
tinie
ada dgn mereka
apakah mereka sengaja membuang kian Yue .agar tidak mampu membangkitkan ilmunya
makanya dia dilarang bertemu batu merah
Srie Ncii Herdiansyah
aku baru nemu cerita ini, padahal aku pecinta cerita Time travel kok gk muncul awal2 yah?? semoga rajin up thorr
tinie
makin penasaran🤔🤔
tinie
wah apakah itu batu apa

sehingga para burung dan binantang lainnya sangat ketakutan
tinie
ya kecambah pertumbuhanmu sedikit lamban namun pasti
semoga kau bisa menyelamatkan keluarga han
tinie
yang gak tumbuh
mungkin terlalu tua 💪💪
tinie
meskipun dekat dgn gunung ternyata
disaat kemarau juga sama ya kadang tak kunjung datang hujan
tinie
saking baiknya ya keluarga Han
sampai sampai mendoakan kejayaan untk mereka
tinie
apa kalian tidur dikamar sang sama
saling bertanya
deep talk gitu😁😁🤔
tinie
war biasa
bisa mendengar BHS binatang
tinie
h a d i r 💪 💪 💪
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
luar biasa
Fauziah Daud
hadir thor
Anita Rahayu
lebih banya upnya thor👌👌👌👌👌👌👌
Ailurophile 🐯: Oke kakak 👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!