setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan helmi
Tasya menangis di kamar sambil memikirkan kenapa dia bisa melayangkan tangan pada Helmi, dan saat dia tengah menangis kepalanya tiba tiba menjadi pusing, matanya juga berkunang-kunang
"Pusing sekali" gumam Tasya. Seperti melihat makanan yang busuk, Tasya berlari ke kamar mandi dan muntah muntah
Tiba tiba perutnya bergejolak dan merasa mual. Jantung nya berdebar sangat kencang, dia sedang memikirkan apa yang di pikirkan oleh seorang wanita
"Tidak mungkin"ucap Tasya lalu berlari ke kamar dan melihat kalender untuk memeriksa kepan terkahir kali dirinya datangan bulan
Dia terkejut bukan main ketika melihat nya, matanya terbuka lebar sambil memegangi perutnya
"Sudah terlewati 1 bulan" ucap Tasya. Hari itu juga Tasya pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kan dirinya
Dan benar saja, setelah di periksa dokter mengatakan jika dirinya tengah mengandung
"Usianya baru 1 bulan, jadi tolong berhati hati karena masih rawan" ucap sang dokter sambil tersenyum. Tasya hanya terdiam mendengar kan perkataan sang dokter
Sambil berjalan meninggalkan ruangan, terbesit rasa takut yang tiba tiba ia rasakan ketika tau jika dirinya tengah mengandung
Sementara di sisi lain di hari yang sama itu, Helmi bertemu dengan Ifan di sebuah tepat, hanya berdua saja mereka bertemu tanpa di temani oleh bawahan mereka
Setelah turun dari mobil, Helmi langsung menghampiri Ifan dengan amarah yang begitu besar di matanya, tangannya langsung menarik kerah baju milik Ifan sambil berteriak akan namanya
Ifan hanya terdiam tak bergeming menatap rendah ke arah Helmi
"Beraninya kau memanfaatkan Tasya!" Ucap Helmi penuh amarah
"Apa kenapa? Dia sendiri lah yang jatuh hati padaku. Aku hanya berbaik hati sedikit padanya dan dia sudah menempel padaku seperti lem" jawab Ifan tersenyum miring
"Ifan!!" Teriak Helmi semakin marah padanya
"Jangan salahkan aku jika kau akan sengsara seumur hidup. Lebih baik cepat menjauh dari kehidupan Tasya jika tidak akan aku hancurkan dirimu" mereka saling menatap satu sama lain, Ifan segera menepis tangan Helmi dari dirinya
"Coba saja jika mampu. Dan walaupun aku meninggalkan Tasya, dia tidak akan bisa menerima nya. walaupun dia tau segalanya dia juga tidak bisa berbuat apa apa selain mengikuti perkataan ku. Kau pikir aku tidak menyiapkan segalanya, hahaha sejak awal aku sudah memegang kartu AS milik Tasya, dia tidak akan bisa melawan walaupun dia mengetahui segalanya" Helmi langsung menghajar Ifan, memukul nya berulang ulang kali tapi anehnya Ifan tak membalasnya sedikit pun
"Aku akan membunuhmu!" Teriak Helmi
"Hentikan!" Teriak Tasya lalu segera menghampiri mereka dan mendorong Helmi. Helmi terkejut saat melihat Tasya berada di sana, ifan menyeringai melihat ke arah helmi. Ternayata ifan sengaja diam tak membalas pukulan helmi karena dia melihat Tasya tengah berdiri di belakang nya
Ifan merentih kesakitan, dia terkapar di tanah
"Apa kau gila, kenapa kau menghajarnya. Kau ingin menghabisi nya benar! Benar kan!! Maka lakukan, lakukan!!" Teriak Tasya sambil menangis. Helmi hanya terdiam membisu melihat Tasya yang begitu menghawatirkan Ifan dan lebih mempercayai nya
"Uhukk.... Uhukkk... Tidak papa, biarkan saja. Aku sudah berusaha berbicara padanya dengan baik baik. Tapi dia tak mau mengerti" ucap Ifan sambil merintih kesakitan, Tasya langsung membantu Ifan berdiri. Dia menangis melihat luka di wajah Ifan
"Mas kau tidak papa" ucap Tasya
"Tidak papa, aku baik baik saja" rintih Ifan
"Jangan dekat dekat dengannya Tasya, dia hanya memanfaatkan dirimu. Pria gila ini hanya memanfaatkan mu" ucap Helmi
"Sudah cukup!!! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kau menghajarnya habis habisan walaupun dia tak melawan. Aku tak percaya itu Helmi, aku tak percaya kau bisa berbuat seperti ini" Helmi membisu melihat Tasya, dia tak habis pikir kenapa Tasya bisa menutup matanya
"Pergi dari hadapan ku, aku tidak ingin melihat wajah mu lagi" ucap Tasya
"Tidak Tasya, dia sudah aku anggap sebagai Kaka mu, kau tidak boleh seperti itu, ughhh..."
"Tidak mas aku membencinya! Aku tak menganggap nya seperti kakak lagi. Tidak ada yang namanya seorang Kaka yang ingin menghancurkan kebahagiaan adiknya sendiri" Helmi terus berusaha meyakinkan Tasya, dia bahkan sampai rela memohon padanya agar dia meninggalkan Ifan namun dengan bodohnya Tasya malah mengabaikan perkataan Helmi dan lebih percaya dengan Ifan yang tengah berpura pura di hadapannya
"Pergilah aku membencimu" seperti tersambar petir, Helmi membisu saat Tasya mengatakan jika dia membencinya, sambil membantu Ifan berjalan, Tasya meninggal helmi seorang diri
Perasaan Helmi sangat hancur ketika Tasya lebih memilih Ifan daripada dirinya yang sudah bersama dengan nya sejak lama
"Apa kau yakin membenci ku dan tak ingin bertemu lagi denganku. Apa kau tau, aku kembali ke sini demi dirimu, tapi kau malah lebih memilih dia daripada diriku yang sudah lebih lama bersama mu" air mata Helmi mengalir begitu saja dari matanya. Tasya yang tengah berjalan tiba tiba berhenti mendengar ucapaan Helmi
"Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak menaruh hati padaku" ucap Tasya
"Pergilah, jangan pernah datang lagi menemui ku" Helmi langsung tertawa, dia mengusap air matanya ketika tau jika Tasya sadar akan perasaan nya
"Keterlaluan, kau sangat keterlaluan Tasya. Walaupun kau tau dan sadar akan perasaan ku tapi kau diam saja. Baiklah, aku tidak akan menemui mu lagi, aku tidak akan perduli lagi pada mu" ucap Helmi lalu berbalik dan pergi menjauh
Tasya menangis mendengar ucapaan Helmi
Dia tak tau kenapa bisa terjadi hal seburuk ini
Ifan melepaskan tangan Tasya, sambil merintih kesakitan dia meminta Tasya untuk meninggikan dirinya
"Jika kau mencintaiku, maka lakukan ini untuk ku. Tinggal kan aku dan pergi lah bersama Helmi, uhhh.... Aku akan baik baik saja" mendengar ucapaan Ifan, Tasya langsung menggeleng kan kepalanya dan berkata jika dia tak mau meninggalkan Ifan
Dia ingin hidup bersama dengannya
Lalu sambil tersenyum Ifan menyentuh pipi Tasya dan memeluk nya
"Terimakasih karena sudah percaya padaku" ucap Ifan sambil memeluk Tasya dan tersenyum puas di belakang nya
BERSAMBUNG.....
Jan lupa like komen vote and pavorit nya😊