Zahra gadis malang yang terpaksa menikah dengan kepala sekolahnya yang kejam karena perintah orang yang sangat di hormati.
Semua angan-angan Zahra untuk menikah dengan pria pujaannya pun Sirna.
Bagaimanakah perjalanan cinta Zahra, akankah dia bisa mencintai pria dingin dan kejam yang bernama Faiz????
yuukkk baca novelku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29
Mendengar perkataan mama mertuanya, Zahra menoleh pada suaminya, menanti jawaban dari Faiz.
Faiz yang mengerti dengan maksud Zahra.
"Kamu boleh pergi sama mama...tapi hati-hati ya..." ucap Faiz mengelus lembut pipi istrinya.
"Ya udah mama tunggu di bawah ya..." ucap Rahayu.
Rahayu pun meninggalkan Faiz dan Zahra.
"Ra..." ucap Faiz lalu mengeluarkan dompetnya. Dan mengambil sebuah kartu debit lalu memberikan kartu itu kepada Zahra.
"Kamu boleh pakai kartu ini sesukamu... pin nya adalah tanggal pernikahan kita..." ucap Faiz pada Zahra.
"iya mas...terima kasih..." ucap Zahra.
"Kamu langsung ganti baju aja, gak usah antar mas ke pintu takut mama kelamaan nungguin kamu..." ujar Faiz dia pun mengecup puncak kepala Zahra.
"I Love You..." bisik Faiz yang hanya terdengar samar-samar di telinga Zahra, membuat Zahra mengernyitkan dahinya.
Melihat ekspresi Zahra, Faiz tersenyum gemas meninggalkan istrinya. Ingin rasanya dia terus berlama-lama beraama istrinya namun pekerjaannya hari ini sangat menumpuk yang mengharuskan Faiz untuk berangkat secepatnya ke sekolah lagi.
Zahra pun masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya. Zahra mengambil tas selempangnya dan memasukkan hp serta kartu debit yang di berikan Faiz tadi.
Zahra tersenyum mengingat Faiz yang mengatakan pin kartu debit itu adalah hari pernikahan mereka, seolah hari pernikahan mereka sangat penting bagi mereka.
Zahra pun melangkah bahagia, saat ini Zahra akan mulai belajar kembali mencintai Faiz sang pangeran hatinya di masa kecil.
Sedangkan Rahayu di kamarnya terpaksa membawa menantunya ke mall karena ulahnya yang ingin tahu permasalahan anak dan menantunya.
Dari pada ketahuan nguping, lebih baik beralasan hendak mengajak Zahra jalan-jalan.
"Pa...mama pergi dulu ya..." Rahayu pamit pada Adrian yang asyik membaca koran.
"Iya...makanya lain kali jangan suka kepo urusan rumah tangga anak...kita sebagai orang tua berdo'a saja semoga mereka bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani" Nasehat Adrian pada istrinya yang telah memceritakan alasan dia pergi ke mall bersama Zahra.
Zahra telah berada di lantai bawah, Zahra berpamitan pada papa mertuanya.
"Pa...Ara berangkat ya..." ucap Zahra pada Adrian.
"Hati-hati ya sayang..." ucap Adrian.
Rahayu dan Zahra pun berangkat menuju mall. Rahayu memang biasa pergi belanja untuk memanjakan dirinya yang hobi shoping.
Selain nelanja, Rahayu akan singgah di salon langganannya untuk perawatan tubuhnya.
Sebelum mereka berkeliling belanja, Rahayu mengajak Zahra ke salon terlebih dahulu. Zahra hanya mengikuti langkah mama mertuanya.
Di salon Zahra mengikuti segala perawatan yang di lakukan oleh mama mertuanya. Zahra yang tak biasa pergi ke salon hanya mengikuti perintah Rahayu, syukurnya salon itu hanya khusus untuk wanita, pria hanya bisa nenunggu di ruang tunggu.
3 jam lebih mereka melakukan perawatan, mulai dari spa, medicure, pedicure dan tak kupa creambath semua fasilitas di salon itu mereka ikuti.
Setelah selesai mereka melakukan perawatan yang mereka inginkan mereka pun keluar dari salon dengan tibuh yang sudah segar, mereka pun berkeliling mall, masuk ke toko satu dan pindah ke toko lainnya.
Rahayu membeli barang-barang yang menarik baginya, namun Zahra bingung mau membeli apa.
"Ra...kamu gak belanja???" tanya Rahayu pada menantunya heran melihat Zahra hanya melihat-lihat tanpa membeli barang yang menurutnya bagus.
"Mhm...gak tahu ma...Ara bingung..." jawab Zahra jujur, karena setiap dia tertarik dengan pakaian atau suatu barang dia berfikir dua kali untuk membelinya. karena harga yang menurut Zahra sangat mahal dia menguringkan niatnya untuk membeli baju atau barang lainnya.
"Kenapa harus bingung kamu tinggal ambil terus mama yang bayarin..." ucap Rahayu santai.
"Nggak usah ma...mas Faiz tadi ngasih Ara kartu debit buat belanja..." ucap Zahra jujur tidak ingin merepotkan mama mertuanya.
"Ya udah kalau gitu kamu tinggal pilih aja..." ujar Rahayu santai.
"Iya ma..."
"Ya udah kalau gitu mama yang carikan pakaian yang cocok buat kamu..." ucap Rahayu.
Akhirnya Zahra pun mengikuti saran Rahayu, setiap baju, hijab, rok atau accesoris yang menurut Zahra bagus langsung di comot mama mertuanya lalu memberikannya ke kasir.
Jam telah menunjukkan pukul 2 siang. Mereka pun merasa kelah dan lapar, akhirnya Rahayu mengajak Zahra untuk makan di food court yang ada di mall tersebut.
Saat mereka Asyik menikmati makan mereka tiba-tiba seorang wanita menghampiri Rahayu dan Zahra.
"Tante..." Sahut wanita itu pada Rahayu, wanita yang tidak asing bagi Zahra, karena baru tadi pagi wanita ini telah membully Zahra.
"Eh...Dahlia...kamu apa kabar...???" sapa Rahayu pada wanita itu.
"Baik tan...tante apa kabar??" Jawab Dahlia dengan ramah dengan senyuman, tampak jelas Dahlia memamerkan kekrabannya dengan Rahayu pada Zahra.
"Tante sama siapa???" tanya Dahlia pada Rahayu pura-pura tidak mengenal siapa Zahra.
"Sama Zahra...kamu lupa ya...??? Zahra kan istrinya Faiz..." jelas Rahayu pada Dahlia.
"Mhm...istrinya Faiz...ya wajarlah tan...waktu acara resepsi dia kan pake make up jadi aku gak kenal sama dia kalau dia gak pake make up..." sindir Dahlia seolah-olah menyatakan kalau Zahra tidak cantik dengan penampilannya yang seadanya.
Rahayu sedikit risih mendengar perkataan Dahlia.
"Walaupun Zahra tidak pake make up wedding, dia masih tetap anggun dengan hatinya yang lembut..." ujar Rahayu penuh penekanan.
Zahra hanya diam mendengarkan obrolan mereka.
Zahra tak mengambil pusing ucapan yang di lontarkan oleh Dahlia walau pun ucapan Dahlia menghina dirinya.
Dahlia merasa Rahayu kesal dengan ucapannya, dia pun mengundurkan diri dari tempat itu.
"Iya tan...oia Aku pergi dulu ya tan...ada teman yang lagi nungguin aku..." ucap Dahlia lalu meninggalkan Rahayu dan Zahra yang masih melanjutkan makan mereka.
Selesai makan mereka pun pulang dengan membawa banyak kantong belanja, saat mereka hendak menaiki eskalator seorang pria berjaket hitam menggunakan Topi, kaca mata serta masker hitam mendorong Zahra hingga Zahra lepas kendali dan Zahra terjatuh terpental ke lantai bawah.
Zahra tak sadarkan diri karena kepalanya membentuk pagar eskalator.
"Zahra..." teriak Rahayu histeris, dia berlari menuruni anak tangga eskalator itu. Rahayu berusaha membangunka Zahra namun dia masih tak sadarkan diri.
"Tolong..."Pekik Rahayu.
Sopir keluarga Adrian yang mengantar mereka mendenar ada keributan, langsung menghampiri kerumunan orang-orang yang melihat kondisi Zahra.
"Ada apa nyonya..???." tanya pak Rudi panik.
"Ayo pak kita bawa Zahra ke rumah sakit..." titah Rahayu pada sopirnya.
Mereka pun membawa Zahra ke rumah sakit terdekat. Sesampai di rumah sakit, Zahra langsung di tangani para perawat jaga.
Di saat Rahayu menunggu Zahra, Dia pun menghubungi Faiz.
Faiz yang mendapatkan kabar buruk tentang istrinya, dia langsung meninggalkan semua pekerjaannya.
Bersambug....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...