NovelToon NovelToon
Presdir Bucin

Presdir Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Contest
Popularitas:876.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ritsmi

Terlempar kembali pada saat ulang tahunnya yang ke 19 tahun, Deena Prameswari Bakara atau yang sering di sapa Deena itu harus menelan kenyataan yang membuat hatinya bagai tertusuk belati berkarat, perlahan tapi menyakitkan.

Penghianatan, hinaan, dan kehilangan orang terkasih membuat dendam dalam hati tertumpuk, gadis itu bersumpah akan membalas lebih menyakitkan pada mereka yang telah menyakitinya.

Bertemu dengan sosok Hanska Regantara Alzavier, seorang presdir sekaligus mafia kejam berdarah dingin yang dengan menatap matanya saja membuat musuh bergetar. Namun satu hal, Hanska itu bucin jika sudah cinta, possesive setengah mati, membuat yang baca pada ilfeel.

hati-hati gregetan,
mengandung beberapa bawang,
ingin jitak kepala pelakor,
bawaannya kesemsem..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ritsmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan

Lanjut👇🏻👇🏻

Hati hati typo. Happy Reading 💜

_______________

Kedua orang tuanya langsung menoleh serentak, lengkap dengan tersedak liur mereka sendiri.

"Hah.. tau dari mana kamu? Emang kurang ajar si Bakara itu, beraninya dia nawarin anak yang sudah bersuami." Ucap Yoko kesal.

"Emang di sembunyiin sama Deenanya pa, secara suaminya dia itu Hanska." Jawab Dion yang sebenarnya masih heran, kenapa dirinya tak tahu sama sekali.

Kedua orang tuanya membelalak kaget. "Hustt.. ngaco kamu! sejak kapan Hanska punya istri? deket sama wanita aja ogah ogahan dia."

Nyinyir Silya memutarkan matanya jengah.

"Iya ma, tadi pas di taman belakang, tuh cewek ngasih tunjuk cincin limited milik keluarga Alzavier kok ke Dio, aku aja kaget liatnya." Jelas Dion menjeda.

"Ada ukiran nama mereka juga di bagian dalamnya." Tambah pria itu.

Silya melepas gelanyutan manjanya pada Yoko, menggeser duduk mendekat dengan bangku Hanska.

"Hah..? Yaampun, ini kamu ga salah lihat kan nak?" Tanya Silya memastikan lagi.

Dion mengangguk mantab. "100% ma." Jawabnya percaya serius.

Disisi lain.

"Tuan yakin kita tak perlu menjemput nona saat ini?" Tanya Arga memancing perhatian Hanska lagi.

Hanska menoleh tajam dari balik kursi kebanggaannya, mata setajam elang itu menatap Arga yang saat ini berdiri menghadap dirinya dengan raut santai.

Lain hal jika itu adalah orang lain, sudah pasti nyali mereka akan menciut seketika. camkan itu.

"Kau tak lihat? Aku sedang sibuk Arga." Tolak Hanska lagi, sudut bibirnya berkedut menahan kesal.

Heran Hanska melihat kecerewetan Arga hari ini.

Tapi walau begitu, Arga tak berhenti membujuk tuannya, dan hal itu sudah terlaksana sejak Deena melangkahkan kakinya keluar gedung.

Yah.. jika dihitung, sepuluh jari pun masih kurang, melihat seringnya Arga mengkode Hanska agar menjemput istri tuannya itu kembali.

Semua itu Arga lakukan demi kesejahteraan seluruh karyawan tuannya. Iya, pasalnya sudah berulangkali Hanska hampir memecat karyawan teladan hanya karena sebuah kesalahan kecil.

Jelas sekali terlihat bahwa tuannya itu sedang kesal seharian ini, masalah sepele saja tak bisa di toleransi.

Contohnya, hanya karena typo pada peletakan huruf kapital saja, karyawan itu sudah di bentak-bentak oleh bibir pedasnya dan di pecat dengan sadis, tentu Arga tak membiarkan hal itu terjadi.

Arga datang lagi meletakkan secangkir kopi di hadapan Hanska, membuat pria itu teralih sebentar dari laptop di hadapannya.

"Saya dengar.. nona sering di bully habis sama keluarga Bakara ya tuan? duh kasihannya." Tuhkan bener, Arga pun tak mau kalah membujuk Hanska.

Pria itu terlihat kesal lagi. "Hey, cerewet sekali kau hari ini, mirip emak emak yang lagi belanja di pajak." Jawabnya pedas sambil menautkan alis.

Arga tak peduli itu, kata-kata yang sudah biasa tertancap dalam telinganya.

"Tuan tau? yang paling kejam itu saat nona pernah di kurung dalam ruangan gelap di bawah tanah, hmm memang berat hidup nona, saja jadi prihatin, kasihan ya tuan." Kompor Arga dengan ekspresi yang, Hanska sendiri juga heran entah sejak kapan, tangan kanannya itu peduli dengan hal seperti ini.

Mata Hanska menyipit curiga. "Sejak kapan kau peduli dengan hal beginian?" Tanya pria itu intimidasi.

Betapa songongnya wajah tak berdosa Arga itu, menatap Hanska yang sudah kesal setengah mati.

Cetakk.

Pria itu mendengus kesal menaruh kembali cangkir kopinya diatas lepekan piring.

Arga tersenyum samar.

"Saya sudah menyiapkan mobil anda tuan." Arga menunduk mempersilahkan jalan bagi tuannya.

"Hey Arga, ini kau yang memaksaku." Elak Hanska melangkahkan kakinya dengan pancaran aura intimidasi. Diikuti Arga di belakangnya.

Walau begitu, dalam hati Hanska sudah ketar-ketir juga, membayangkan gadis mungilnya jika sampai di siksa seperi perkataan Arga tadi.

Drrtt. Drrttt.

Getaran di ponselnya mengalihkan pandangan Hanska menatap keluar jendela mobil.

Tertera Nenek Muda 🖤 is Calling.

"Hal.." Belum sempat Hanska menyapa, sudah di potong telak suara dari sebrang sana.

"Hey cucu nakal! sudah tak menganggap ku ini nenek mu ya?" Terdengar kesal teriakan namun lembut dari Silya.

Iya, Silya Wiyoko adalah nenek kecil Hanska, lebih tepatnya adik kandung dari Diajeng Sukmawati.

Pria itu mengernyit. "Ada apa nek?"

"Kesalnya aku, kamu menikah ga ngasih kabar, ga ngundang nenek dan kakek juga huh." Sewot kedengarannya, tapi bisa Hanska bayangkan, wajah neneknya saat ini pasti sedang memanyunkan bibirnya cemberut.

"Bukan gitu nek, nenek paham betul kelakuan mama dan papa yang absurd itu, dini hari jam tiga udah boyong penghulu cuma buat nikahin kami doang." Jelas pria itu menghela napas jengah.

Terdengar tawaan dari sebrang telpon. "Ehemm.. huh, kali ini ku maafkan, pokoknya harus ada pesta megah tujuh hari tujuh malam di kapal pesiar." Deal neneknya itu tanpa mau di nego.

Hanska memijat pelipisnya. "Dia tak akan senang nek." Dalih Hanska.

Dirumah Bakara.

Dadang sudah berlari keluar gerbang demi meminta pertolongan dari kekejaman tuannya itu, kali ini sudah begitu kejam Bakara menghukum Deena, bahkan istrinya yang ikut melindungi nona mereka itu pun ikut terkena imbas.

"Tak tahu diri!"

Cetasss. Cetasss.

"Aaaah.. am..pun pa hikss a..ampun." Mohon Deena memelas dengan sesenggukan.

"Inilah hukuman bagi pembangkang!" Ucap Bakara tanpa mau mendengar suara menyakitkan dari Deena.

Kondisinya saat ini sudah kacau dengan tangannya terikat, sedangkan punggungnya habis di cambuk tanpa perasaan oleh Bakara.

Laras dan Ratih yang melihat puas bukan main, inilah yang mereka nanti-nantikan.

"Mampus tuh anak tau rasa." Bisik Ratih di telinga anaknya.

Laras balas terkikik pelan. "Iya ma, rela deh kena tampar dikit sama papa demi lihat nih anak di siksa sampe mampus."

Cetasss.

Kali ini giliran si mbok yang kena cambukan itu, Deena tak kuasa menahan tangis.

"Biar D..Deena aja pa, ja..jangan mbok." Ucap gadis itu bergeser membentengi tubuh bi Marni. Walau tak bergeming, pembantunya itu tampak bergetar dengan darah yang terus mengalir dan tubuh yang terlihat luka cambukan.

Bi Marni menatap Deena dengan iba, dia sudah pasrah mengingat usianya yang tak muda lagi, walaupun mati setidaknya masih memegang amanah dari sang majikan.

Sedangkan nona mudanya? masih sangat muda, tapi bebannya sudah melebihi orang tua, mata sayunya menatap mata teduh Deena.

"Non bi..ar mbok yang ganti..kan ya, ka..kalau mbok ga ada, non ja..jangan pulang, ting..galin aja rumah ini.." Deena menggeleng pelan mendengar ucapan lemah Marni.

Matanya terpejam merasakan kulitnya terasa nano-nano, antara pedas, perih, kebas hampir mati rasa, dan panas.

Cetasss.

"Hans? istrimu hampir aja nenek comblangin sama om mu loh, kalau aja Deena ga jujur dia bersuami, behh.. udah nenek gas dah tuh." Ucap Silya teringat alasannya menelpon cucu dari kakaknya, mengabaikan tolakan Hanska tadi.

Yoko menggeleng terkekeh melihat betapa antusiasnya sang istri.

Alis Hanska bertaut. "Asal kamu tau Hans, kami barusan aja dari rumah Bakara bicara in soal perjodohan, karna perusahaan mereka hampir gulung tikar, pas banget iklan nenek nyari jodoh untuk om Dio muncul nak." Jelas Silya, terlihat Dion kesal lagi melihat betapa gabutnya sang ibu mempromosikan anaknya sendiri.

Hanska mengetatkan rahangnya, seketika tatapannya menghunus entah untuk siapa.

"Hanska yang narik investor dari perusahaan mereka nek. Istriku masih kuliah awal, dan lagi pula mereka bukan keluarganya." Jawab Pria itu, Silya refleks mengangguk memaklumi tindakan cucunya.

Tak ada yang bisa meragukan keputusan Hanska, bila dia berkata iya, maka iya, bila tidak ya tidak.

To Be Continue >>>

1
Ayoen Nian
nih cerita udh SE abad Thor ..knp kagak d terusin sii , padahal pengen banget baca ending ny author ku yg baik hati dan tidak sombong.../Grin/
Ayoen Nian
Luar biasa
Ayoen Nian
aduh Thor...kurang setia apa aku sampe ku baca lagi dari awal ceritanya
Ayoen Nian
untuk kesekian kalee ...kangen dehans ampe baca lagi ini cerita Thor
Ayoen Nian
kapan nih next lagi cerita ny ...pliisss Thor , udh berape purnama nih nungguin cerita deena sama hanska ny
Ayoen Nian
author ku sayang...lanjut lagi ya , jgn bosen
Tri Wati
kok gk up thour ....bagus ceritanya .semangat dong
Edo Kurnia
lanjut thor
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
baca nya suka banget . maaf thuor klaw jarang komen . tapi terus aku tunggu up nya
Sulis Tyowati
bagus lanjut Thor👍👍
Anya Lya
masih lumayan oke belum tau ending ya memuaskan atw biasa aja
amanda
luar biasa
Gustie Cibby
bukanx Dee minum obat penunda hamil y sblom balas dendam trcapai bee belom mau punya debay
lanjut kak ceritanya
Triple baby belum lahir
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
rasakan pelakor
epifania rendo
good dena hempaskan pelakkr
epifania rendo
dasar setan jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!