NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

“Tar emang tamu lo jadi dateng tadi?” Tanya Rey dengan fokus menyetir.

“Dateng” singkatnya.

“Oh dateng? Jam berapa ? Kok gue ga liat”

“Lo udah liat,cuma lo gasadar aja” ujar Althara di belakang sana.

Aku melirik kaca spion di atas dan terlihat Althara masih saja menatap ku. Aku mendelikan mata ku ketika mata kami bertemu.

“Tamu penting lo Mas Affandi yang pelukis terkenal dari Jogja itu kan?”

“Bukan”

Althara masih saja menatap ku.

“Dia seorang bintang” Ujar nya seolah menyindirku.

Aku hanya menghela nafas dengan malas dan terus menatap keluar jendela tak memperdulikan percakapan mereka.

“Bintang? Artis maksud lo?”

“Bukan”

Semakin jauh pertanyaan Rey hanya semakin membuat Althara senang untung membahasnya.

“Euh Rey,kita mau makan kemana ?” Tanya ku berusaha mengakhiri percakapan mereka.

“Kita mau makan sushi,kamu suka kan ?”

“Tempat favorit kita?” Sengaja aku membahas kedekatan ku dan Rey di hadapan Althara agar dia tahu sejauh mana aku dan Rey saling kenal.

“Iya tempat biasa kita makan”

“Oke”

Sekarang Althara yang mendelikan mata nya dan raut wajah nya terlihat sekali dia kesal. Aku senang jika dia merasa demikian, agar dia tahu bahwa aku bisa baik saja tanpa nya.

Tidak tahu kenapa,malam itu terasa begitu panjang. Aku tidak pernah menyangka dan mengira jika akhirnya aku akan di pertemukan lagi dengan Althara di keadaan seperti ini. Kenapa harus dengan jalan seperti ini ?

Sampai kami di tempat makan itu,kami semua duduk di meja panjang,Rey sudah pasti duduk di samping kiri ku dan sialnya Althara memilih duduk di sebrang mejaku. Dia benar-benar membuatku muak.

“Kita cheers dulu dong” Rey mengangkat minuman nya yang berisikan minuman soda di dalam gelas wine.

Semua ikut mengangkat minuman nya.

“Untuk suksesnya acara pameran lukisan Althara” ujar Rey memberikan selamat kepadanya.

Aku melirik Althara yang begitu bahagia bisa di apresiasi oleh seluruh teman nya itu.

“Thank guys” ucap nya sedikit tersenyum.

Lalu kami semua mengetukan gelas wine bersamaan dan meminum nya.

“Ya walaupun acara nya sangat mendadak” ujar Fadil.

“Oh ini acara dadakan?” Tanya seorang perempuan di samping Fadil yang adalah kekasihnya.

“Iya sayang,acara ini dadakan banget. Asal nya acara pameran dia itu di jadwalkan bulan depan, tapi pas minggu kemarin dia baru pulang dari Jerman dia malah minta acara nya di majuin hari ini”

Aku hanya mendengarkan mereka bercerita tanpa aku mengerti.

“Emang gila dia tuh” tambah Sam.

“Gue kan udah bilang,ada orang penting yang harus gue pastiin” lagi-lagi Althara melirik ku.

Aku semakin khawatir ada orang yang memperhatikan dia.

“Nah gue kira cewe lo dateng tar,ternyata ga ada juga kan ?”

Aku tersedak mendengar ucapan Sam. Rey segera memberikan ku minum,dan aku langsung meminumnya. Syukurlah tak ada yang menyadari bahwa aku sudah terkejut dengan ucapan Sam.

“Cewe gue dateng kok”

Dia membuat semua teman nya penasaran saling melempar pandang.

“Serius lo? Kenapa lo ga bawa kesini kenalin sama kita”

Althara mengeluarkan sesuatu dari balik baju nya. Dan lagi-lagi aku terkejut melihat sebuah kalung separuh bintang yang ternyata masih di pakai nya.

“Dia ada disini” semua tertawa terbahak bahak.

Bahkan perempuan disana pun berusaha menahan tawanya melihat halusinasi Althara.

Althara pun ikut tersenyum bersama teman-teman nya. Dia menertawakan kekonyolan nya sendiri.

“Udah gue bilang kan,cewe dia tak kasat mata,dari dulu dia sering banget cerita tentang cewenya tapi ga pernah nunjukin fotonya,aneh kan?” Ya,apa yang di katakan Fadil memang aneh.

“Kalo gue liatin foto nya sekarang,kalian pasti ga akan percaya”

Aku merasa panik dengan percakapan mereka ini. Althara sedang mempermainkan aku,dia berusaha membuatku takut,seolah dia menantang ku untuk membongkar siapa diriku untuk nya sekarang. Aku hanya bisa terus diam dan berusaha terlihat untuk tenang.

“Tapi kok gue ngerasa ga asing ya sama bentuk bintang itu,kayak pernah liat juga tapi dimana ya?” Rey berusaha mengingat sesuatu dengan bintang yang tergantung di leher Althara.

Aku menurun kan tangan ku,dan segera melepaskan gelang yang terasa begitu sulit melepaskan nya,karena aku mengikat nya terlalu kencang. Rey menatap ku dan melihat leher ku yang sudah kosong tak ada perhiasan yang menggantung di leher ku saat dia perhatikan.

“Liat dimana?” Tanya ku berusaha tenang, dan terus menyembunyikan tangan ku di bawah meja.

“Aku lupa deh,pokok nya pernah liat aja” lalu Rey kembali menyantap makanan nya. Dan aku berhasil melepaskan gelang itu ,aku langsung memasukan nya kedalam tas ku dengan sembunyi sembunyi.

Althara terlihat menyunggingkan senyuman nya,seolah dia senang dengan kepanikan ku.

Fadil mengangkat tangan nya kepada seorang pelayan yang sedang berjalan.

“Mas!” Teriak nya.

Pelayan itu segera menghampiri dengan sopan.

“Ada yang bisa saya bantu?”

“Mas,saya kan lagi ulang tahun temen saya ini ada yang mau kasih persembahan buat saya,dia mau main piano di depan”

Rey dan Sam menahan tawa mereka,dan aku tidak mengerti kenapa mereka sebahagia itu.

“Sini deh kuping mas nya” Fadil langsung membisikan sesuatu di telinga sang pelayan itu. Dan pelayan itu hanya mengangguk dan segera pergi.

Lalu semua teman nya melepas tawa mereka dengan senang nya. Aku hanya mengerutkan kening ku tak mengerti dengan pertemanan mereka ini yang terlalu banyak kode.

“Sialan lo” ujar Sam sambil terus tertawa.

Althara hanya menggelengkan kepala melihat tingkah semua teman nya,seperti dia sudah tahu apa yang telah di bisikan teman nya itu kepada pelayan tadi.

Pelayan tadi tampak menghampiri panggung kecil di depan dan berbisik kepada seorang penyanyi yang sedari tadi mengisi makan malam kita dengan nyanyian akustik nya.

“Oh ternyata ada yang berulang tahun malam ini. Selamat ulang tahun untuk Mas Fadil yang duduk di sebelah sana” ucap penyanyi itu kepada Fadil yang sudah mengangkat tangan nya.

“Kita beri tepuk tangan untuk bertambah usianya Mas Fadil di malam hari ini” semua tamu yang ada disana bertepuk tangan untuk Fadil. Dan Fadil berdiri lalu mebungkukan punggung nya untuk berterima kasih atas tepuk tangan yang di berikan kepadanya.

Sam dan Rey terus tertawa melihat kelakuan teman nya itu. Mereka tak bisa menahan tawanya sehingga terus tertawa tak terkendali.

“Dan Mas Fadil meminta untuk teman nya agar menaiki panggung memberikan kado terindah untuk nya. Kita panggil Mas Althara,ya kita beri dia tepuk tangan lagi”

Aku terkejut mendengar nama Althara di panggil untuk menaiki panggung.

Althara menarik nafas nya dengan berat dan menggelengkan kepala nya seolah berkata ‘lo ada ada aja’

“Ayok kak Althara gak apa apa kasih persembahan yang terbaik untuk teman baik nya”

“Kebiasaan lo!” kesal Althara sambil melemparkan serbet kepada Fadil yang masih saja tertawa. Namun walaupun seperti itu Althara tetap berdiri dan menuruti permainan teman-teman nya.

Dia terlihat berbicara kepada semua pemain band di depan nya,entah apa yang di bicarakan nya.

“Kenapa sih Rey?” Tanya ku akhirnya penasaran.

“Kamu inget kan,kita pernah makan di Caffe waktu itu”

“Inget,terus kenapa?”

“Kita itu di traktir Fadil karena dia ulang tahun Al” ujar Rey membuat ku mengingat kejadian bulan lalu.

Barulah aku mengerti. Teman-teman nya ini hanya menjahili Althara dengan berbohong Fadil tengah berulang tahun hari ini padahal tidak. Pantas saja mereka tertawa puas dan Althara terlihat kesal.

Pemain band di atas panggung semua terlihat bubar dan turun dari atas panggung kecil itu membiarkan Althara sendiri dan duduk di belakang piano.

“Dia jago banget main piano Al” ujar Rey.

Aku kembali teringat masa dimana 7 hari aku bersama Althara. Hari dimana aku mengenal dia lebih dalam. Dan 7 hari yang membuat aku jatuh cinta kepadanya.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!