NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Rohyati

Lais Labib Adley seorang tuan muda yang kaya raya namun memiliki kekurangan. Ia dipaksa menikah oleh orang tuanya demi kelangsungan keluarga mereka. Namun siapa sangka setelah berkali-kali menikah, ia tak kunjung punya keturunan dan semua pernikahannya berkahir dengan penghianatan yang dilakukan oleh para istrinya.

Aruna, gadis belia berusia 18 tahun, masih duduk di bangku SMA namun harus bekerja keras menghidupi keluarga tirinya semenjak ayahnya meninggal dan harta keluarga disita untuk membayar hutang. Kepahitan hidup tidak membuat Aruna menjadi gadis lemah nan cengeng namun justru menjadikannya gadis kuat, ceria dan penuh semangat hidup.

Kedua insan itu dipertemukan dalam peristiwa yang tak terduga saat Aruna harus melarikan diri dari kejaran para rentenir yang menagih hutang ayahnya. Dengan kebaikan hatinya Lais menampung Aruna di rumah mewahnya dan membantu biaya sekolah gadis itu. Sebagai gantinya Aruna membantu pekerjaan rumah di mansion Lais.
Bagaimana kisah mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keponya Nyonya Robert

"Aruunaa... !" dengan suara renyah Ny Robert memanggil Aruna saat membuka pintu ruang baca Lais. Aruna yang saat itu sedang konsentrasi belajar kaget mendengar namanya diteriakkan senyaring itu Ia menoleh dan langsung berdiri saat mengetahui siapa yang datang dan menyuarakan namanya tadi.

"Nyonya besar!" desis Aruna. Ia memberi hormat pada Nyonya Robert.

"Nih anak... kenapa nggak memeluk mama ha?" tanya Nyonya Robert sambil. merentangkan kedua tangannya. Sejak pertama melihat Aruna, ia sudah menyukainya. Apalagi gadis ini adalah pilihan Lais. Kebanyakan istri Lais adalah pilihan papanya.

"Mama.. " Aruna mengulang perkataan Nyonya Robert.

"Iya, mama. Kamu istri Lais kan? Jadi kamu menantuku. Jangan memanggilku Nyonya besar. Panggil mama!" kata Nyonya Robert sambil mendekat lalu memeluk Aruna.

Aruna diam mematung. Perasaannya campur aduk antara bingung, kaget dan bahagia. Lama Nyonya Robert memeluk Aruna namun tidak mendapat balasan.

"Kamu tidak menyukai mama?" tanya Nyonya Robert sambil melepaskan rengkuhan tangannya pada tubuh Aruna.

"Nggak kok Nyo.. eh.. ma. Aruna hanya kaget saja. Dan belum terbiasa." balas Aruna.

Nyonya Robert tersenyum. Tangannya membelai pucuk kepala Aruna lalu turun merapikan rambutnya. Saat ia menyibak rambut panjang Aruna, mata membesar tatkala melihat tanda merah di leher Aruna.

Mungkinkah?

"Hem." Nyonya Robert batuk kecil untuk menghilangkan rasa kagetnya. "Aruna, boleh mama bertanya sesuatu?" tanyanya lembut.

"Boleh Ma. Tentu saja boleh." jawab Aruna. Ia merasa penasaran akan pertanyaan Nyonya Robert.

"Sebaiknya kita duduk dulu agar bisa mengobrol dengan santai." kata Nyonya Robert lalu menggandeng tangan Aruna menuju balkon ruang baca Lais.

"Duduk sini dekat mama!" Kata Nyonya Robert sambil menepuk bagian kosong di sebelah tempatnya duduk.

"Aruna jujur ya!" punya Nyonya Robert.

"Iya ma. Aruna akan menjawabnya dengan jujur."

Nyonya Robert menatap ke dalam mata Aruna. Ia melihat kesungguhan di mata itu.

"Aruna, apa kau dan Lais sudah saling memberi dan menerima? Maksud mama selayaknya suami istri?"

Aruna menunduk. Mukanya memerah. Perlahan ia mengangguk.

'Oh my god!! teriak Nyonya Robert gembira. Ia memeluk dan mengguncang tubuh mungil Aruna. "Berarti sebentar lagi aku akan punya cucu. " jeritnya riang.

"Tunggu.. tunggu. Emm.. bagaimana performa Lais?" tanya Nyonya Robert sambil memainkan alisnya.

"Maksud mama?" Aruna menatap mertuanya dengan pandangan bingung.

"Ya performanya, apa ia segarang singa, atau selembut bulu angsa, atau seperkasa elang?" katanya dengan mimik penasaran.

Aruna kebingungan bagaimana menjawabnya. Ia memutuskan untuk memilih ketiganya.

"Mmm... tiga tiganya, Ma." jawabnya polos.

"What!!!" Nyonya Robert menutup mulutnya saking terkejutnya, "Dia sebaik itu?" tanyanya lagi.

Aruna semakin bingung dibuatnya. "Dia memang baik, ma." jawab Aruna dengan nada mengambang.

"Ohh aku tak percaya ini. Thanks God, ternyata anakku luar biasa." katanya mengucap syukur. "Apa kau puas?" kembali ia bertanya pada Aruna.

Maksud mama apa. Apa maksudnya aku puas bersuamikan Tuan Lais.

"Puas Ma. Sangat puas." jawab Aruna yang tidak mau mengecewakan mama mertuanya itu.

"Oooo ita so good!" kembali ia memeluk Aruna.

"Coba mama lihat hasil karyanya." Nyonya Robert kembali menyibak rambut Aruna. Ia memeriksa bagian leher yang lain jua bahkan tengkuk Aruna tidak luput dari target operasinya.

"Apa ia juga membuatnya di tempat lain?"

"Membuat apa, Ma?" tanya Aruna.

"Tanda merah-merah itu. Itu bekas ciuman Lais kan? Apa ia membuat bekas juga di tempat lain? Boleh mama melihatnya?" tanya Nyonya Robert penasaran. Ia begitu senang dengan kesembuhan Lais.

"Mama... " rengek Aruna malu. Ia menunduk.

"Katakan ke mama. Jangan malu. Anggap mama ini mama kandungmu." bujuk Nyonya Robert.

Aruna hendak menjawab Nyonya Robert saat ia mendengar pintu penyekat ruang baca dan balkon bergeser. Tuan Robert muncul dengan tatapan tajam ke arah Aruna. Aruna langsung berdiri dan mberi hormat pada tuan Robert.

"Pa.. sini dech! Ada berita bagus." Nyonya Robert menghampiri dan menggandeng suaminya menuju ke tempat duduk yang tadi ia gunakan bersama Aruna.

"Berita apa?" tanya Tuan Robert sambil terus memandang Aruna.

"Lihat nih Pa!" Nyonya Robert berdiri. Ia mendekati Aruna dan menyibak rambut yang menutupi leher putih Aruna. "Ini mahakarya Lais, Pa. Anak kita sudah sembuh. Sebentar lagi kita punya cucu." kata Nyonya Robert senang.

Tuan Robert tersenyum dengan terpaksa. Ia tidak ingin istrinya tahu kalau dirinya tidak menyukai Aruna.

Aku memang ingin punya cucu. Tapi bukan dari wanita kampung ha g sok suci ini. Baguslah kalau Lais sembuh. Aku akan menjodohkannya dengan Arneta. Anak Bagaskara. Kalau kami bisa berbesa, pasti perusahaanmu kian maju. Tapi sebelumnya, rumput liar ini harus aku singkirkan.

"Pa! Kok papa menanggapinya di gin begitu. Bukankah selama ini kita menunggu pewaris keluarga Adley." semprot Nyonya Robert.

"Iya. Papa senang." kata Tuan Robert sambil kembali menghujam kan pandangan penuh kebencian ke arah Aruna. Aruna menunduk. Ia bisa merasakan kebencian Tuan Robert melalui tatapan matanya.

"Lais dimana?" tanyanya basa-basi pada Aruna.

"Tuan Lais masih di kantornya Tuan Besar." jawab Aruna.

Dia memanggilku dan Lais dengan panggilan Tuan, baguslah kalau dia masih sadar akan siapa dirinya.

"Runa sayang... kenapa kau memanggilnya Tuan Besar? Panggil dia papa. Dan Lais suamimu, jangan panggil dia Tuan. Cari panggilan yang mesra untuk nya."

"Tuan adalah panggilan kesayangan saya buat suami saya, ma." jawab Aruna.

Mendengar itu, bibir Tuan Robert melukis senyum sinis.

"Mmm so sweet." Nyonya Robert tersenyum.

"Ayo ma, kita pulang saja. Nanti papa akan menghubungi Lais agar ia datang ke mansion kita saja." kata Tuan Robert sambil berdiri.

Nyonya Robert ikut berdiri.

"Sayang kami pulang dulu. Sampaikan pada Tuan kesayangan mu itu kalau kami datang ya!" Nyonya Robert berpamitan sambil mengelus pipi Aruna. Aruna mengambil tangan Nyonya Robert dan menciumnya.

Melihat itu, Tuan Robert segera melangkah pergi. Ia tidak mau kalau sampai istrinya memaksanya untuk membiarkan Aruna mencium tangannya.

"Yang rajin bikin adonannya ya... biar segera jadi cucu mama." pesan Nyonya Robert sambil mengedipkan matanya lalu bergegas menyusul suaminya.

Aruna mematung mendengar pesan terkahir dari mama mertuanya.

"Rajin bikin adonan? bisa patah pinggangku. Mama nggak tahu sih seperti apa putra mama itu ganasnya." gumam Aruna.

Di kantornya Lais mendapat pesan dari Tuan Robert agar nanti malam datang menemuinya.

"Van. Apa masih ada jadwal. meeting yang harus aku datangi?" tanya Lais pada Revan.

"Tidak ada. Kenapa?" tanya Revan.

Mendengar tidak ada jadwal meeting lagi, Lais memutuskan pulang. Ia berdiri dan merapikan jasnya.

"Kau mau kemana? Jangan bilang mau pulang untuk membunuh rasa sepi istri kecilmu lagi." gerutu Revan.

Lais tersenyum, "Kenapa kamu jadi bawel macam nenek-nenek." balssnya lalu melangkah pergi.

"Lais!" teriak Revan kesal. "Dia yang punya kantor, dia yang punya perusahaan, kenapa aku yang selalu harus kerja keras." gerutu Revan.

"Karena aku membayarmu." jawab Lais yang tiba-tiba masuk lagi. Ia melangkah ke mejanya untuk mengambil kunci mobilnya yang ketinggalan.

"Kerja yang giat, nanti aku kasih bonus." kata Lais sambil menepuk pundak Revan lalu keluar dari ruangannya.

Mata Revan melotot kesal akan ulah bos yang sekaligus sahabatnya itu

...🍃🍃🍃...

**Udah banyak apa masih kurang?

Kali masih kurang, kurangannya besok ya. Ngumpulin energi dulu.....

Jangan lupa jejaknya**

1
Ari_nurin
Munir sadar diri donk .. haddew ngaca sana .. kamu aja ga bs ngebahagiakan Mak nah kok skrg ada yg niat bikin bahagia Mak nah kamu sewot hahaha
Ari_nurin
Halah si Munir bikin masalah aja .. orang Mak Nah aja dh ga gagas dia yg sok sok an mau buka masa lalu.
Ari_nurin
punya suami iblis yg sabar ya nyonya
Ari_nurin
ini yg namanya teman sejati.. bener bener teman si Revan .. hahaha malu tuh di Risa .. sok sok an perhatian tp aslinya mau nikung
Ari_nurin
hahaha pahlawan kesiangan muncul.. haddew jangan sok pahlawan Risa .. teman yg ga dianggap aja sok sok an
Ari_nurin
betul.. aku jg curiga si Robert dalangnya
Ari_nurin
lah kok ga ada yg lapor polisi ya?? heran aku .. dh nyata nyata diculik dg nyegat mobilnya . kok ga lapor polisi
Idhaas
Luar biasa
Nurlela Nurlela
kirain gk dilanjutkan lg, sampai udah lupa ama ceritanya😊
Novi Andra
upnya kok lama,, ditunggu kelanjutannya
Ella Hassan
Sangat menarik dan tidak membosankan
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R. ALICE off
penasaran aruna dan lais liat film apa kok lais langsung praktek😄
Oman Slank
lahh ko beda alir nya sama di apk novel lainya☹️
Putri Nganjuk
mana ni cerita sels selanjutnya lama sekali up nya thor..ditunggu ya 🤗🤗
Juna Dong
luar biasa
hafid nadhif
next
Eka Suryati
Apapun penyakit lais, author akan menyembuhkannya🤭🤭
sepertinya jodoh lais adalah aruna👍🏻👌🏻
Eka Suryati
cerita ini menarik
semoga semenarik cerita anggi dan langit. karya2mu kusuka thor.
Eka Suryati
good aruna👌🏻👍🏻
Eka Suryati
mas soleh e...🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!