NovelToon NovelToon
Always Remember

Always Remember

Status: tamat
Genre:Komedi / Showbiz / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Hidup Mayu Ichihara benar-benar sial setelah ditipu kekasihnya. Keluar dari tempat kerjanya, diusir dari rumah kontrakan, bahkan seluruh uang tabungannya dihabiskan kekasihnya untuk membayar utang judi. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa.

Berkhayal akan bertemu pangeran tampan berkuda putih yang akan menyelamatkannya dari kesengsaraan, yang ada dia malah terperangkap dalam kelompok penipu kelas kakap yang tengah mengincar sebuah batu mulia bernilai fantastis. Benda berharga tersebut, dimiliki oleh seorang penyanyi pop bernama Chiba Yamada. Berbagai skenario pun mereka susun demi mendekati penyanyi pop itu.

Ikuti kisah Mayu dan kelompok penipu handal dalam melakukan aksi penipuan terhadap sang Idola terkenal di Jepang.

Warning! Banyak adegan ciuman dan dewasa. Novel ini setting luar negeri, jadi kalau mau baca pikirannya juga harus ke luar negeri, ya 😊

SPIN OFF NOVEL DON'T FORGET (CHIBA YAMADA'S STORY)

Genre: Romantis Adult, Scamming, action

Alur: maju

setting: Japan


Catatan Penulis ✍️



Tidak menjanjikan novel bagus, baca aja dan nilai sendiri. Memilih bacaan adalah soal selera, kuharap karya-karyaku bagian dari seleramu.

Baca juga bukuku yang lainnya di sini:

Don't Say Goodbye: kisah cinta cowok berandalan pemain biola 🔚

Don't Forget: kisah pembalasan dendam ketua Yakuza terhadap seorang wanita 🔚

Gomen, Aishiteru: kisah pencuri misterius yang mencintai adik polisi. 🔚

©AotianYu, 2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 30 : Ken Ryuu

Wajah pria itu tidak asing bagi Mayu pasalnya, Yuta pernah menunjukkan fotonya saat pertama kali mereka membahas Chiba sebagai target.

"Dia adalah Ken Ryuu, saudara Chiba Yamada. Mereka kembar tak identik. Dan kalian tahu, latar belakang Ken Ryuu adalah mantan Yakuza. Dulunya dia ketua penyerang di geng Akiko. Masih banyak orang yang menganggap Chiba adalah anak tunggal Tuan Yamada. Ini karena kehadiran Ken Ryuu baru diketahui ketika mereka dewasa."

Perkataan Yuta tempo hari membayang di ingatan Mayu saat ini.

Jadi, dia adalah saudara kembar Chiba? Ayahnya Arata?

"Summimasen, aku pikir ... aku pikir ini adalah kamar Yamada-kun," ucap Mayu tergagap sambil menahan rasa sakit di tangannya.

"Apa kau kekasih Chiba?" tanya pria itu sambil memicingkan sebelah mata.

"I–iya, aku datang ke sini bersamanya. Aku sedang membersihkan bajuku yang kotor di toilet. Lalu aku tidak sengaja melihat pelayan keluar dari kamar ini dan menyebut nama Tuan Muda. Kupikir ini adalah kamar Yamada-kun," ucap Mayu dengan nada suara bergelombang. Bahkan, matanya telah berkaca-kaca saking ketakutan.

Pria itu melepaskan tangan Mayu dengan perlahan.

"Mohon maafkan aku atas kelancanganku," ucap Mayu sambil membungkuk. Tak mau berlama-lama, Mayu bergegas keluar dari kamar itu. Namun, pria yang merupakan saudara kembar Chiba itu kembali menghadangnya sambil menyandarkan satu tangan di dinding. Sontak, Mayu pun makin gemetar. Apalagi saat pria itu melempar tatapan tajam ke arahnya.

"Kau masuk ke kamar ini tanpa permisi, kenapa tidak sekalian mampir ke ranjangku," ucap pria itu sambil menciptakan senyum menggoda di bibirnya yang sensual.

Mayu tersentak, tapi tak berani mengangkat wajahnya. "Summimasen, aku tidak paham maksudmu," ucapnya gugup sambil tertunduk dalam.

"Baiklah! Aku akan menyederhanakan bahasaku," ucap pria itu sambil mengangkat dagu Mayu, memaksanya untuk saling berhadapan. "Bagaimana kalau kita berselingkuh untuk malam ini saja?" godanya.

"Eh?" Mayu terbelalak, tapi langsung menyingkirkan tangan pria itu dari wajahnya. "Summimasen, aku telah ditunggu di meja makan," ucap Mayu yang langsung berjalan terburu-buru meninggalkan pria itu.

Saat Mayu telah keluar kamar, raut pria itu berangsur-angsur menggelap. Ia menoleh kembali ke lemari yang sempat hendak dibuka oleh Mayu.

"Sangat mencurigakan! Sudah lama aku tidak di sini, ternyata rumah ini malah kedatangan dua hama," gumamnya dengan sepasang mata yang berkilat.

Mayu kembali ke meja makan dengan wajah yang gugup. Ia masih berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang sedari tadi terpompa cepat.

"Apa nodanya susah keluar?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Chiba membuat Mayu terkejut.

"Eh?"

"Kau cukup lama berada di toilet."

Mayu merasa bingung, apakah harus menceritakan pada Chiba kalau ia baru saja salah masuk ruangan? Tapi, apa reaksi Chiba jika dia memberitahukan itu? Bukankah itu sebuah tindakan yang tidak sopan dan mencurigakan?

"Gomennasai, sebenarnya ... tadi ... aku ...."

"Maaf aku datang terlambat!" Suara seorang pria mendadak terdengar.

Seketika, semua menoleh ke arah pria yang berjalan menuju meja makan itu. Mata Mayu terbelalak seiring kepalanya ikut memutar ke arah pria itu. Pasalnya, dia adalah pria yang baru saja memuntir tangannya.

Mati aku! Apakah dia akan menyinggung soal aku masuk ke kamarnya?

"Ken? Aku pikir kau tidak jadi datang. Mana istri dan anakmu," tegur tuan Yamada sedikit terkejut.

"Tidak membawa Arata ke sini ternyata sebuah keputusan yang tepat setelah aku melihat kau membawa orang asing ke rumah ini," jawab pria bernama Ken Ryuu sambil menarik kursi di samping Mayu, "Kenapa kau suka sekali mengoleksi nenek sihir di rumah ini," lanjutnya seraya melirik ke arah Rinko Sekai yang tampil anggun layaknya nyonya besar di rumah itu.

"Ken, jaga ucapanmu!" tegas tuan Yamada.

"Hah? Aku benar, 'kan? Jika Papa menikahinya, maka dia akan menjadi nenek Arata," tandas Ken dengan santai.

Mendapat sindiran dari Ken, tidak membuat Rinko berang. Ia justru menatap pria itu secara saksama. "Oh, jadi ini yang namanya Ken Ryuu? Mantan anggota geng Akiko? Ternyata wajahnya tidak semenyeramkan yang aku khayalkan. Dia malah terlihat seperti anak kuliahan yang manis," gumam Rinko memandang remeh pria yang sekarang duduk di samping Mayu.

Sebaliknya, Mayu yang mencoba mengintip wajah Ken dari samping, turut bergumam, "Meskipun dia tak kalah tampan dari Chiba, tapi entah kenapa melihatnya membuatku bergidik ketakutan. Padahal biasanya aku sangat lemah terhadap pria tampan. Mungkinkah karena latar belakangnya sebagai mantan anggota gangster? Dia juga memiliki sikap yang berbeda dari Chiba."

"Hajimemashite Ryuu-san, akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Kau pasti sangat sibuk sebagai seorang fotografer yang sedang berada di puncak karir," sapa Rinko melebarkan senyum.

Ken mengabaikan sapaan Rinko, ia justru melarikan pandangannya ke arah Mayu yang duduk mematung di sampingnya.

"Hei, kita bertemu lagi di sini!" tegur Ken sambil tersenyum miring.

Tangan Chiba yang sedang memotong daging wagyu, lantas berhenti bergerak.

"Apa kalian sudah pernah bertemu?" tanya tuan Yamada.

"Summimasen, tadi ... aku tidak sengaja masuk ke kamar Ryuu-san," ucap Mayu terbata-bata.

Ken langsung berbisik di telinga Mayu, "Kenapa kau mengatakannya? Padahal aku mau membantumu merahasiakan yang tadi!"

Bola mata Mayu membesar diikuti bibir yang mengerucut. Baka, jika ingin membantuku, kau seharusnya tidak perlu menyapaku seolah-olah kita sangat dekat.

"Ya, ampun. Ichihara-san, kau masuk ke kamar pria yang telah beristri, bahkan tanpa ada pasanganmu di samping?" sindir Rinko dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat.

Mayu merasa tersudut. ia ingin membela diri, tapi lidahnya terasa kelu. Ia pun menyadari sikap lancang dan cerobohnya dapat meninggalkan kesan yang tak baik di mata keluarga Yamada.

"Menurutku wajar, karena pintu kamar Ken dan pintu toilet hampir mirip. Letak kamarnya juga berdekatan dengan toilet utama," tandas Chiba.

Pembelaan Chiba membuat Mayu langsung menoleh ke arahnya. Namun, detik berikutnya wanita itu menunduk dengan perasaan bersalah.

"Oh, iya, Papa ingin meminta izin pada kalian. Mulai besok kekasih Papa akan tinggal di sini. Bagaimana menurut kalian?" tanya tuan Yamada sambil menggenggam tangan Rinko.

"Aku terserah Papa," jawab Chiba singkat.

"Aku tidak setuju. Rumah ini bukan panti sosial yang bisa menampung orang luar!" tegas Ken.

"Sialan! Sepertinya orang ini akan menjadi penghalang besar misiku." Rinko bergumam dalam hati sambil menatap Ken. Namun, ia masih bisa menyembunyikan kekesalannya dengan langsung tersenyum sambil berkata pada Tuan Yamada, "Jika Ryuu-san tidak mengizinkan, tidak masalah bagiku. Tadinya aku meminta tinggal di sini karena aku mengkhawatirkan kesehatanmu."

Mayu melongo melihat Rinko yang tetap tenang dan bisa memasang ekspresi palsu. Ya, ampun. Dia sangat pandai berakting. Kenapa sainganku seberat ini ....

"Yang dikatakan Rinko benar, akhir-akhir ini pencernaan Papa kurang membaik," sahut tuan Yamada.

"Papa kalian perlu seseorang yang bisa tinggal di sini untuk merawatnya. Oleh karena itu, aku menawarkan diri untuk tinggal di sini sementara waktu. Ya ... meskipun sebenarnya aku juga sibuk," sambung Rinko yang sebenarnya hanya sebuah alasan.

"Kalau begitu Papa hanya butuh dokter, bukan dia!" tegas Ken kembali.

"Kurasa yang dikatakan Ken benar. Aku akan menghubungi dokter dan perawat kita agar dia bisa tinggal di sini menemani Papa untuk sementara. Dengan begitu, kita tidak perlu merepotkan Rinko-san," sambung Chiba sambil melirik ke arah Ken. Sepasang saudara kembar itu saling mengedipkan mata.

Rinko menggertakkan gerahamnya menahan kekesalan. Dia sudah lama membujuk pria tua itu agar bisa tinggal di rumahnya. Sayangnya, kedua putranya malah menolak.

Setelah selesai makan malam, Chiba membawa Mayu ke kamarnya. Kamar itu sama besarnya dengan kamar Ken. Mayu duduk di tepi ranjang sembari menelisik keadaan sekitar ruangan. Ia telah mengecek isi lemari dan nakas, tapi tidak mendapatkan apa pun. Ia pun memikirkan cara agar bisa mencari keberadaan Red Diamond. Meskipun sejujurnya, ia masih takut mengelilingi rumah itu setelah salah masuk kamar.

Chiba baru saja selesai mandi. Masih dalam lilitan handuk di pinggangnya, ia mengeringkan rambutnya yang basah lalu menoleh ke arah Mayu.

"Kupikir kau telah tidur," tegur Chiba sambil mengambil sekaleng minuman soda dalam kulkas mini.

"Aku sudah mau tidur. Tapi selimutnya tidak ada."

"Coba lihat di dalam lemari."

Mayu langsung membuka lemari yang ditunjuk Chiba untuk mencari selimut. Ternyata selimut itu diletakkan di susunan paling atas lemari. Tinggi lemari yang mencapai dua meter, membuat Mayu kesulitan mengambilnya. Perempuan itu berjinjit sembari melompat-lompat. Di tengah usahanya, tiba-tiba sebuah tangan besar mengulur ke atas dan meraih selimut itu.

Menyadari itu adalah tangan milik Chiba, membuat Mayu tersentak dan gugup. Pasalnya, ia terhimpit tubuh pria itu.

"Arigatou," ucap Mayu tanpa menoleh ke belakang.

Keduanya masih dalam posisi seperti itu, tanpa ada yang bergerak. Entah kenapa, tiba-tiba mereka terdiam dan saling memelihara keheningan. Wajah Mayu memerah padam, saat menyadari 'milik' Chiba menekan bokongnya. Bahkan ia merasa tangan Chiba dengan sengaja menekan benda keras itu ke bokongnya.

"Yamada-kun, bisakah kau menyingkir? Aku merasakan sesuatu yang keras dan berdiri tegak di bawah sana," ucapnya pelan sambil menahan napas.

"Keras dan berdiri tegak? Apa itu?" bisik Chiba dengan suara yang memesona.

Apa dia sedang menggodaku? Mana mungkin aku akan menyebutkan benda miliknya. Ini sangat memalukan.

Mayu menutup mata rapat-rapat sambil berkata dengan nada malu-malu. "Aku tidak bisa mengatakannya. Itu terlalu vulgar."

"Kurasa pikiranmu itu yang vulgar. Ini cuma minuman kaleng," ujar Chiba sembari menunjukkan sekaleng soda berukuran panjang yang berada di tangan kirinya. Pria itu kemudian meletakkan selimut di kepala Mayu lalu mengambil piyama untuk dipasangkan ke tubuhnya.

1
Yos3Va
gak mandi sebulan... gimana rasanya itu🤭🤭
Yos3Va
sabun yg gak bakalan kebeli oleh kaum elit-ekonomisyulit🙈
Yos3Va
panggilan kesayangan Arata buat Mayu, Bibi Hantu 🤗🤗
Yos3Va
ternyata ini alasan sebenarnya... tiwas Mayu wis overthinking🤗
Yos3Va
iki meneh... soyo keweden iku Mayu🙈🙈
Yos3Va
wkwk... mlh dapat info yg bikin Mayu makin overthinking🙈🙈
Yos3Va
infonya makin menyesatkan Mayu yang lagi overthinking🙈🙈
Yos3Va
Mayu cari solusi dg sumber yg bikin kacau🙈🙈
Yos3Va
kok aku mlh pengen ngguyu ndelok polahe Mayu ya🤭🤭
Yos3Va
ciri khas-nya Kak Yu... alur maju mundur nyungsep🤭🤭🤭
Yos3Va
so sweet😍😍😍😍
Yos3Va
ini yg membedakan Hana dan Mayu... akhir bahagia untuk Chiba-Mayu🥰
Yos3Va
bahkan sorang superstar+anak konglomerat punya sisi kehidupan yg kelam sampai depresi... urip pancen mung wang sinawang
Yos3Va
ternyata oh ternyata
Yos3Va
owalah... padahal jawabanmu yg asal²an ini ditanggapi serius sama semua orang, termasuk Mayu🤭
Yos3Va
demi cinta, kumis pun kena eliminasi
Yos3Va
demi Nana kamu sampai rela menghilangkan sikat di atas bibirmu,, Manajer Thao 😁
Yos3Va
owalah Ken... jadi kakak kayak ember bocor🤣🤣🤣🤭
Yos3Va
itu karena masa kecil Ken kurang bahagia, jadi inner child-nya muncul klo ketemu Arata🤭🤭
Yos3Va
wooooah ternyata Manajer Thao beneran mantan Yakuza jg... kirain cuma buat menarik perhatian Nana🤗✌🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!