Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Hari pernikahan pun tiba, pernikahan di laksanakan pada malam hari pukul 20.00 Wib.
Alex renacana nya akan datang hanya di temani oleh Agus, sedangkan dari pihak keluarga nya ada Chandra dan Sigit yang mewakili serta istri dan anak mereka.
Ibu Kiki yang tadi nya ingin menyaksikan pernikahan putra bungsu nya, tidak di beri izin oleh suami nya itu dan Bu Kiki pun hanya bisa mendoakan kebahagiaan putra nya itu. Sementara Tuan Yoga masih tidak merestui pernikahan Alex, bahkan tuan Yoga pun melarang Liana menginjakkan kaki di rumah nya itu.
Sebelum berangkat menuju rumah tante Amih, Alex pun menghubungi Novi memberi kabar tentang pernikahan nya itu.
"Aku menghubungi mu cuma ingin memberi kabar hari ini aku akan menikah dengan wanita pilihan ku, dan ku harap kau mengerti karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima perjodohan dari Ayah!!!'
" ucap Alex dengan sangat detail pada Novi
"Tega sekali kamu Lex, menghubungi ku hanya untuk memberi kabar pernikahan mu saja!!" jawab Novi dengan ketus
"Seandainya perjodohan kita terjadi, apa kau bisa menerima ku yang tidak akan pernah bisa mencintaimu??? Dan semua itu akan berakhir dengan perceraian Nov,sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa menerima mu" ucap Alex menjelaskan
"Beruntung sekali wanita yang kau nikahi itu, karena sudah mendapatkan cinta yang sangat besar dari mu dan itu membuat ku iri kepada nya" ucap Novi sambil menitikkan air mata nya
" Maaf kan aku Nov, semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik dari ku" ucap Alex sambil menghibur nya.
"Yah aku akan mendapat kan suami yang lebih tampan dan lebih baik dari mu" ucap Novi sambil tersenyum
"Sudah dulu ya terima kasih atas pengertiannya" ucap Alex sambil menutup panggilan nya itu.
Novi yang mendengar kabar dari Alex hanya bisa menangis, karena laki-laki yang ia cintai selama 7 tahun itu telah memilih untuk menikah dengan orang lain.
Tapi Novi bahagia karena penantian nya selama ini sudah terjawab sudah, karena sampai kapan pun Alex hanya akan mengganggap nya sebagai teman nya tidak lebih.
Sementara itu Alex pun langsung bersiap-siap menuju rumah tante Amih, sebelum berangkat ia pun tetap berpamitan kepada orang tua nya.
Sesampainya di rumah tante Amih, keluarga Alex di sambut dengan baik oleh keluarga Liana.
Akad nikah pun berjalan dengan sangat lancar Alex dan Liana pun sudah sah menjadi suami istri, di mata Agama maupun Negara setelah acara selesai Chandra dan Sigit pun pamit pulang.
Sedangkan Alex dan Liana langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
"Akhirnya kita resmi juga ya sayang" ucap Alex sambil memeluk Liana
Liana hanya menjawab nya dengan senyuman.
"Besok kita langsung tinggal di koss'an aja ya, sekarang nginep di sini dulu karena sudah malam" ucap Alex sambil membelai rambut Liana.
"Iya mas aku juga berpikiran seperti itu, setelah rumah tangga lebih baik pisah tidak tinggal bareng orang tua biar mandiri!!" ucap Liana menjelaskan ia tidak ingin tinggal bersama Tante nya karena pasti akan selalu ada masalah.
"Baik lah, kita nengokin Dede yuk!!!" ucap Alex sambil menggoda istri nya itu.
"Maaf mas nanti aja ya aku lelah" ucap Liana sambil menutup tubuh nya dengan selimut.
Alex pun langsung tersenyum melihat tingkah laku istri nya itu, lalu ia pun ikut tertidur sambil memeluk Liana.
Keesokan hari nya.
Liana sudah bangun seperti biasa ia selalu mengalami Morning Sickness, setelah selesai mandi ia pun tak lupa membantu tante nya memberes kan rumah.
"Kamu tuh bisa enggak sih tiap pagi enggak AEO kayak gitu??? ucap Tante Amih sambil marah
"Maaf tante, aku merasa sangat mual" ucap Liana yang baru keluar dari kamar mandi.
"Tante ko aneh si orang lagi hamil pasti seperti itu ya kan" jawab Septi membela Liana.
"Udah de, kalo bisa kamu jangan gitu enggak enak kita udah numpang" ucap Liana mengingat kan adik nya.
Liana merasa tante nya itu masih marah pada nya, karena dari tadi tante nya itu marah-marah enggak jelas membuat kepala Liana menjadi tambah pusing.
"Lebih baik cepat-cepat pindah agar kepala ku tidak terlalu pusing" gumam Liana dalam hati.
Setelah mereka selesai sarapan, Alex dan Liana pun berpamitan karena mereka akan langsung tinggal di koss'an.
Saat Alex sedang mengemasi barang-barang, ia melihat wajah istri nya itu sangat pucat.
"Sayang wajah kamu kok pucat??? kamu enggak papa kan??? tanya Alex sambil memeriksa kening Liana.
"Enggak papa kok mas cuma sedikit pusing aja" ucap Liana menjelaskan sambil masuk ke dalam mobil Alex.
"Kak nanti jangan sampe kecapean ya, terus nanti kalo libur aku main ke sana" ucap Septi pada Liana
"De ini ada sedikit uang buat kamu, terus yang ini tolong kasih buat Tante ya!!" ucap Liana sambil memberi 2 amplop vpada Septi.
"Bukan udah di aimpan aja, Kakak kan sekarang udah enggak kerja lagi!!" ucap Septi
"Enggak papa de, karena itu uang gaji kerja terakhir kakak" jawab Liana sambil menghirup aroma minyak kayu putih
"Kamu baik-baik ya, kalo bisa jangan melawan omongan Tante terus!!!" ucap Liana menasehati adik nya itu.
"Iya kak, kakak juga awas jangan capek-capek!!" ucap Septi memperingati kakak nya.
Liana dan Alex pun berangkat menuju koss'an mereka, selama di perjalanan Liana berapa kali meminta berhenti hanya untuk memuntah kan isi perut nya itu.
"Kasian kamu sayang, pasti cape ya dari tadi muntah terus?? tanya Alex sambil mengusap rambut Liana.
"Sayang yang nurut ya, kamu jangan buat mama kamu capek kasian" lanjut Alex sambil mengelus perut Liana.
"Mas cari yang kualan bubur kacang hijau yuk!!! Aku lagi pengen makan itu" ajak Liana.
"Kita ke koss'an aja dulu ya, kamu istirahat aja biar aku yang nyari bubur nya ya" ucap Alex sambil menggenggam tangan Liana.
Setelah sampai koss'an Liana pun langsung masuk ke dalam kamar, sementara Alex pergi lagi bersama Bapak tukang kebun mencari bubur kacang hijau pesanan Liana.
Berkat bantuan Bapak tukang kebun pesanan Liana pun langsung di dapat kan, saat akan perjalanan pulang ia menerima telepon dari Agus yang memberi tau bahwa sedikit kekacauan yang terjadi di kantor.
"Maaf tuan posisi tuan ada di mana??" tanya Agus yang sedikit panik.
"Aku di koss'an ada apa??" Jawab Alex singkat.
"Baik lah saya akan ke sana saja, ada beberapa hal yang harus saya laporkan tuan" ucap Agus dari sana.
"Baik lah ku tunggu kedatangan mu" ucap Alex singkat sambil menutup panggilan telepon nya itu.
Lalu ia pun segera kembali ke koss'an untuk memberi kan bubur kacang hijau pada Liana, dan ia pun menunggu kedatangan Agus di luar kamar agar tidak menggangu Liana.