Kisah di paket secara lengkap misteri, hasrat, cinta, kesedihan, amarah bercampur aduk menjadi satu.
karya ini orisinil by eva Hye Seung,yang berani menjiplaknya mati saja ke laut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan diri nya lagi
"Bisa kita mengalihkan pembicaraan?"
ucap Emre cepat.
"Ada apa?"
Tanya nya lagi pada perempuan itu.
"Bisa kau tahan nafas mu Emre?"
Sejenak laki-laki itu menaikkan alisnya.
"Apa ini soal Elis?"
"Aku fikir kita kehilangan Elis lagi"
Perempuan itu bicara begitu lirih, nada sesal tampak terdengar dari balik bibir nya.
"Apa?"
Jelas Emre membulatkan bola matanya.
"Dia lagi-lagi tersesat, orang-orang mu sedang mencari nya"
Lanjut perempuan itu.
"Bagaimana cara semua orang menjaganya? bukankah setiap sudut mansion ada yang menjaga nya?"
Emre jelas berteriak penuh amarah, bola mata nya mulai memerah, rahang nya jelas langsung mengeras.
Elma langsung kaget melihat ekspresi laki-laki di samping nya itu tiba-tiba berubah begitu mengerikan.
Emre tanpa fikir panjang langsung menambah kecepatan mobilnya, melesat menuju ke arah mansion utama.
"Tuan... gila... apa kau tidak bisa melajukan mobil mu menggunakan perasaan?"
Elma jelas membulatkan bola matanya, menatap tidak percaya pada laki-laki itu.
"Diam dan cukup ikut saja, atau lompat sekarang juga"
Emre bicara kesal ke arah gadis itu.
"What?"
Elma jelas menghembuskan kasar nafasnya, menatap tidak percaya laki-laki itu meminta diri nya melompat dari mobil yang melaju dengan kecepatan penuh.
"Gila"
umpat Elma kesal.
laki-laki itu terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, tidak peduli beberapa mobil yang tampak marah karena di salip secara tiba-tiba hingga berkali-kali mobil lain mengeluarkan klakson nya.
Emre jelas cukup panik, kebingungan menghantam dirinya.
Lagi? Elis lagi-lagi menghilang? kali ini kemana lagi?gadis itu selalu lupa bagaimana mencari jalan untuk pulang, padahal dia selalu membuat catatan kecil di tiap sudut mansion agar gadis itu tidak beranjak menjauh dari sana.
7 tahun bukan waktu sebentar untuk nya menjaga gadis itu, bahkan dia kehilangan banyak waktu demi membuat gadis itu bisa hidup normal seperti sebelum nya, bahkan setelah kelahiran Lincoln Junior, mau tidak mau mereka menipu banyak orang untuk kebaikan Elis.
Meskipun pada akhirnya Lincoln harus benar-benar kehilangan sosok Elis di dalam hidup nya, minimal Emre berharap tidak ada yang lebih menderita dari dirinya dalam menjaga Elis.
"Sambung kan aku pada Leona"
Ucap Emre cepat.
"Dia meninggal kan handphone"
jawab perempuan di dalam layar tadi cepat.
"Breng..sek"
Emre memaki kesal, memukul stir mobil nya kesal.
"Dimana terakhir Elis berada? apa dia tidak membawa tas juga handphone nya?"
Perempuan itu menggeleng pelan.
"Maafkan aku Emre, pelayan di mansion kalian berkata, dia masih berada di taman belakang pagi tadi, tapi dalam 1 jam tiba-tiba Elis sudah menghilang entah kemana"
Emre mengerat kan rahangnya.
Terus melajukan mobilnya le arah Utara.
Hingga pada akhirnya, setelah tiba di depan mansion Emre tanpa basa-basi langsung melesat keluar dan berlarian ke arah hutan belakang, meninggalkan Elma sendirian didalam mobil nya.
Beberapa anak buahnya telah menyusuri hutan belakang mansion sejak 1 jam yang lalu, tapi hasilnya nihil.
Emre mengusap kasar wajahnya, dengan jutaan kekesalan dia berlarian ke arah depan.
"Sudah mengecek CCTV?"
Emre bertanya dengan suara menggelegar di sepanjang ruangan depan.
"Mereka sedang mengeceknya tuan"
salah satu bicara dengan nada gemetaran.
Brakkk
Emre mendorong salah satu pengawal nya ke dinding, menekan lehernya dengan penuh emosional.
"Berapa tahun kalian bekerja disini? tidak tahu bagaimana sistem kerja sama sekali?"
"Ma..af..kan a..ku tuan"
Suara laki-laki itu tersengal akibat cekikan Emre.
Buggg
"Susuri sepanjang perjalanan kota Paris, jika hingga malam dia tidak ditemukan, aku pastikan salah satu dari kalian akan mendapat hukuman nya"
Teriak Emre lantang.
Seluruh penjaga dan pelayan rumah tampak semakin panik melihat kemarahan Emre, mereka fikir kali ini kemana nyonya muda mereka menghilang.