NovelToon NovelToon
PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Wanita Karir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Mikhasa tidak pernah menyangka jika cinta bisa berakhir sekejam ini. Dikhianati oleh pacar yang ia cintai dan sahabat yang ia percaya, impian tentang pelaminan pun hancur tanpa sisa.

Namun Mikhasa menolak runtuh begitu saja. Demi menjaga harga diri dan datang dengan kepala tegak di pernikahan mantannya, ia nekat menyewa seorang pelayan untuk berpura-pura menjadi pacarnya, hanya sehari semalam.

Rencananya sederhana, tampil bahagia dinikahan mantan. Menyakiti balik tanpa air mata.

Sayangnya, takdir punya selera humor yang kejam. Pelayan yang ia sewa ternyata bukan pria biasa.
Ia adalah pewaris kaya raya.

Mikhasa tidak bisa membayar sewa pria itu, bahkan jika ia menjual ginjalnya sendiri.

Saat kepanikan mulai merayap, pria itu hanya tersenyum tipis.

“Aku punya satu cara agar kau bisa membayarku, Mikhasa.”

Dan sejak saat itu, hidup Mikhasa tak lagi tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART TIGA PULUH SATU

Mobil melaju tenang menuju restoran pilihan Axel.

Pria itu mengambil ponselnya, membuka kamera, lalu perlahan mengarahkannya ke wajah Mikhasa yang terlelap damai di bahunya. Satu bidikan. Lalu satu lagi, dan lagi, kali ini menampilkan wajah mereka berdua dalam satu bingkai.

Mikhasa adalah wanita kedua selain ibunya yang tersimpan di galeri ponselnya. Axel menunduk, memperhatikan hasil fotonya. Pandangannya tertahan pada wajah Mikhasa yang tampak begitu tenang, tanpa beban.

Dalam hati, ia bertanya pada dirinya sendiri, kenapa ia ingin menyimpan foto gadis ini? Apakah karena Mikhasa mirip Liora? Atau karena tingkahnya yang kadang lucu? Atau karena keberaniannya membantahnya tanpa rasa takut? Atau… mungkin karena ia memang ingin saja. Entah.

Mobil mulai memasuki area restoran.

“Parkir di sisi kanan. Cari tempat yang nyaman,” perintah Axel pelan pada sopirnya.

“Baik, Tuan.”

Mobil mewah itu berhenti dengan tenang. Axel tetap di tempatnya, tidak bergerak. Tidak ada niat sedikit pun untuk membangunkan Mikhasa. Ia membiarkan gadis itu terlelap.

Setelah beberapa saat, Mikhasa menggerakkan kepalanya. Dia mengerjap pelan, lalu tersentak kaget dan spontan menjauh dari Axel . Pria itu menoleh menatapnya dengan senyum. Sementara Mikhasa semakin mundur. Ia menoleh ke samping dengan cepat, memperhatikan sekitarnya dengan waspada.

"Kita ada di parkiran restoran italy," ucap Axel segera menjelaskan.

Mikhasa diam sejenak, tangannya terangkat, meraih kerah bajunya dan merapatkannya tanpa sadar, gerakan kecil yang memperlihatkan pertahanannya.

"Mau minum?" Tanya Axel rendah perhatian.

Mikhasa menoleh pada Axel. Menatap tajam pria itu dengan penuh kewaspadaan tingkat tinggi.

“Kenapa aku bisa tidur di bahumu?” tanyanya tajam.

Axel mengangkat bahu santai. “Kenapa tanya aku? Kan kamu sendiri yang tiba-tiba tidur di bahuku,” jawabnya, tanpa melepaskan pandangan dari Mikhasa.

“Masa?” Mikhasa mengerutkan kening, jelas tak percaya. “Mana mungkin.”

“Gimana?” Axel menyeringai tipis. “Nyaman, hm?”

Mikhasa mendecak. “Gila. Mana mungkin aku nyaman.” Ia segera membuka pintu mobil. “Ayo, buruan makan. Aku lapar.”

Axel tertawa kecil. “Wah, kemajuan yang lumayan,” gumamnya. Biasanya, mereka harus melewati perdebatan panjang sebelum sepakat soal makan malam.

Axel keluar dari mobil, menyusul Mikhasa yang sudah lebih dulu melangkah. Dia menatap punggung Mikhasa yang terlihat sedikit terburu-buru dalam langkahnya.

Dia ingat, Mikhasa pernah berkata bahwa gadis itu menyukai makanan apapun, itu adalah bentuk syukur dan menghargai makanan. "Bagaimana pola hidupnya selama ini. Kecil ikut dengan bibi, seseorang yang mungkin tidak memberinya kasih sayang selayaknya ibu."

Dia juga ingat laporan dari Maura bahwa pekerjaan dengan gaji besar adalah impian Mikhasa. Semua orang mungkin memang menginginkan itu, tapi menanggung hutang seratus juta?

"Apakah gadis itu menanggung hidup keluarga bibinya?"

Pikiran itu membuat langkah Axel sedikit melambat, sementara matanya tetap mengikuti sosok Mikhasa di depannya.

Tak lama, Mikhasa berhenti dari langkahnya. Dia membalik badan menatap Axel. Menunggu pria itu sampai padanya.

"Kenapa?" Tanya Axel, ia berdiri di depan Mikhasa.

"Kalau jalan sendiri, rasanya nggak pantes masuk ke restoran mewah ini," jawab Mikhasa jujur

"Lalu?"

"Cocoknya sama kamu," jawab Mikhasa spontan. "Kalau aku masuk lebih dulu, pasti kelihatan salah tempat."

"Kalau bareng aku," Axel mengulurkan tangannya, dan Mikhasa menerimanya dengan mudah. "Jelas ini adalah milikku."

"Aku nggak ngerti kamu ngomong apa," Sahut Mikhasa.

“Bagus. Kalau kamu ngerti, aku malah khawatir.” Axel meliriknya sambil tetap melangkah, mengenggam tangan Mikhasa.

Kini Mikhasa juga meliriknya, "terdengar seperti rencana jahat." Gumam Mikha.

Pelayan menyapa mereka dengan sangat sopan. Mengarahkan pada meja dan memberikan buku menu.

Ritmenya selalu sama. Pulang bareng, makan malam bareng, dianterin ke apartemen palsu lalu kembali naik taksi untuk sampai ke kontrakan. Tempat sesungguhnya di mana Mikhasa tinggal.

Mikhasa langsung mandi. Pekerjaannya sekarang tidak bisa membuatnya santai-santai sambil scroll tik tok atau sekedar nonton drachin.

"Oh my God. Aku pasti udah ketinggalan banyak episode." Gumamnya diantara sabun mandi.

Mengingat itu, tiba-tiba ia mengingat Axel. Pria palayan yang ternyata adalah pewaris.

"Aku nggak tahu, harus sedih atau bahagia tiba-tiba masuk kedalam kehidupan keluarga Mercier."

Mikhasa segera menyelesaikan mandinya, lalu mengganti baju dan duduk di meja kecil untuk merampungkan file-file kerja.

Dia tidak berani menelfon bibinya karena bahkan hingga sekarang ia tidak bisa mencari uang seratus juta itu.

"Apakah bibi akan marah malam ini?" Mikhasa menghela nafas berat. Ia menggeleng pelan, mencoba tidak memikirkannya dan fokus pada tablet yang menyala di depannya.

🍀🍀🍀

Di sana, di kediaman Axel. Pria itu baru datang dan menyadari jika ada seseorang di dalam unit penthousenya. Seorang wanita cantik dengan senyum penuh wibawa dan kehangatan.

"Kenapa tidak mengabari dulu kalau mom datang," ujar Axel.

Wanita yang di panggil mom itu berdiri dan memeluk putranya singkat.

"Do I need to make an appointment to visit my own son’s unit?" (Apa aku perlu membuat janji untuk mengunjungi unit milik putraku sendiri?"

Axel duduk di sofa berseberangan dengan ibunya. "No. I just would’ve come home earlier if you had told me.” (Tidak. Aku hanya akan pulang lebih awal kalau Mom memberi tahu sebelumnya.”

“Kau ingin makan apa? Mom akan membuatkannya untukmu,” tanya Nyonya besar Mercier-Isabelle Mercier.

“Aku sudah makan. Terima kasih, Mom.”

“Oh ya?” Beliau tersenyum hangat, khas seorang ibu. “Sepertinya belakangan ini kau makan lebih teratur. Dokter juga mengatakan kondisimu stabil.”

Axel mengangguk pelan. “Ya. Bagaimanapun juga, aku harus tetap melanjutkan hidup dengan baik.”

Kedua sudut bibir Nyonya besar Mercier terangkat membentuk senyuman lebar penuh yang sarat syukur.

Begitu banyak perubahan pada Axel sejak ia bertemu Mikhasa. Dulu, setelah tragedi itu, Axel kehilangan kemampuan untuk merasa bahagia. Dia seolah tidak memiliki rasa bahagia sama sekali. Emosi itu lenyap begitu saja dari hidupnya. Hal-hal yang pernah ia sukai tidak lagi menarik perhatiannya, dia bahkan cenderung membencinya. Energinya menguap tanpa sebab, tubuhnya mudah lelah, pikirannya kosong, lalu ia bisa pingsan begitu saja.

Axel memiliki gangguan tidur yang ekstrem. Pola makannya berantakan. Keputusasaan menjadi teman sehari-hari, dan kehancuran terasa seperti keadaan normal baginya.

Kini, meski masih bergantung pada obat, Axel mulai tidur dengan pola yang lebih teratur. Ia bisa bangun pagi dengan semangat yang pelan-pelan kembali, dan hal kecil yang rasanya dulu mustahil. Dia juga sarapan dengan baik.

Energinya perlahan pulih. Ia seolah kembali menemukan cahayanya. Mungkin Axel sendiri belum menyadarinya tapi seorang seorang ibu, Nyonya besar Mercier selalu tahu.

"Kau tidak pulang tiga hari ini, jadi Mom mencemaskanmu," ucap Nyonya besar Mercier lembut, namun jelas ada kekhawatiran di matanya. "Kau tentu tahu bagaimana Mom memikirkanmu."

Axel menatap ibunya dengan teduh. "Thank you for always being there, Mom. If it weren’t for you, I might have followed Liora a long time ago.” (Terima kasih sudah selalu ada, Mom. Jika bukan karena kamu, mungkin aku sudah menyusul Liora sejak dulu.")

"Tidak, justru Mom yang harus berterima kasih padamu, Dear. Karena bagaimanapun keadaannya, kamu tidak kalah dengan dirimu sendiri. Terima kasih sudah bertahan sejauh ini," ucap Nyonya besar Mercier penuh kelembutan.

Beliau menatap Axel lebih dalam. "Karena di kehidupan ini, ditinggalkan untuk selamanya adalah ketakutan terbesar Mom. Mom sudah kehilangan Daddymu, jadi Mom harap, kita akan bersama lebih lama. Mom, kamu dan adikmu."

1
Ky2 SSC 💖
penasaran siapa adiknya axel ya, kok ga pernah di ceritain
Ky2 SSC 💖
berarti axel ga punya foto liora dong
Author.N.: wanita kedua selain ibunya. berarti ibunya ga dihitung beb 😅 Pertama Liora lah tentu... kedua Mikhasa 😅 gini ngitungnya
total 1 replies
Ky2 SSC 💖
kenapa feeling ku berkata mereka ini saudara kembar yg terpisah, eh tpi ga tau juga sih hanya author yg tahu wkwk
Nunuk Bunda Elma
perasaan asing yg aneh itu namanya cinta
Ky2 SSC 💖
wkwkwk ga jadi damainya deh sabar ya mik 🤣🤣🤣
Ky2 SSC 💖
jangan" bener liora itu kembaran mikhasa, entahlah kita liat aja
Ky2 SSC 💖
waduh siapa nih
Ky2 SSC 💖
kalau aku jadi kmu aku udah ga peduli lagi sama bibi kmu anggap aja ga punya keluarga 🥺🥺 terkesan jahat sih tapi sakitt ga kuat 😭😭
Nunuk Bunda Elma
stop over thinking Mikhasa
Ky2 SSC 💖
baru ngeh kalau bu Maura itu ternyata psikolog
Nunuk Bunda Elma
sepertinya memang Liora dan Mikhasa saudara kembar yg terpisah
Nunuk Bunda Elma
pokoknya percuma jadi mending diterina ajah ya Mik
Nunuk Bunda Elma
aihhhh...manisnya
Ky2 SSC 💖
jadi tuan maunya gimana? debat salah ramah juga salah 🤣🤣🤣
Ky2 SSC 💖
ada harta paling berharga ya mik 😂😂 harus dijaga sebaik mungkin 🤭🤭
Istri Leo J
ya Allah gusti tibake isine kacamata Axel yg 3 milyar to🤣🤣

ciee..yg udh mulai suka sama Axel,mulai senyum senyum walaupun kesel
taju gejrot
apartemen fasilitas lengkap, mewah dan luas,seremm kalau di huni sendirian, udah nikah aja sama Axel biar ada yg nemenin.mending bobo di temenin sosok ganteng Axel daripada ditemenin sosok menyeramkan 🤭😂
Nabila Syakib: nxebelin tpi suka😍😍
total 1 replies
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋
Wkwkwkw gimana ga ngamuk anak orang 🤣
Mmh dew
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!