Aksa Putra Nugroho, anak pertama dari pasangan Clarisa Andriani dan Sbastian Alex Nugroho.
Clara Wijaya Saputri, anak pertama dari pasangan Reno Saputra dan Vivian Wijaya.
"Gua gak ngerti lagi sama orang tua sekarang. Emang nya masih ada gitu yang namanya jodoh jodohan di zaman modern gini."
"Aku gak sabar untuk menikah dengan kak Aksa kesayangan aku."
Entah bagaimana rumah tangga yang akan mereka bina nanti, jika di antara mereka hanya ada satu orang yang mencintai.
Happy ending kah ? atau Sad ending ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diani Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjijihkan
Sore hari di kediaman Alex dan Clara sudah ramai dengan para anak buah Leon yang selama ini bekerja untuk nya. Tak lama Andri pun datang bersama dengan Leon yang segera menuju ke halaman belakang rumah menantu nya.
"Selamat sore semuanya" sapa Andri
"Sore tuan"
"Silahkan kalian nikmati acara sore ini sebagai rasa terimakasih saya atas loyalitas kalian semua terhadap keluarga saya. Untuk bonusnya, segera di transfer oleh suami kesayangan anak saya." jelas Andri
Alex yang saat itu baru saja selesai mandi, membulatkan mata nya dengan sempurna mendengar ucapan mertua durjana nya.
"Bisa banget emang lo"
"Udah sih mas, kasih aja sih sekali - kali. Yang penting acara hari ini papah yang bayar," ucap Clarisa menengahi
"No ... semua suami kamu yang bayar"
Alex hanya bisa menarik nafas dengan kasar melihat seringai licik di wajah papah mertuanya. Tapi dia pun tidak mempermasalahkan atas apa yang di ucapkan oleh Andri. Sudah sepantasnya dia memberikan bonus untuk orang - orang yang berada di balik layar kehidupannya.
"Anak - anak kemana ini mom, gak keliatan satu pun batang hidung nya." tanya Alex
"Aksa tadi katanya nganterin Clara dulu, soalnya tadi Clara ke kantor nya anterin makanan. Kalo Aksa tau deh, kan dia sekantor sama daddy, masa daddy gak tau dia dimana. Nah kalo princess kamu itu lagi sama Rio, kata dia sih bentar lagi sampai."
"Adeeh, kalo gini ceritanya princess daddy bakalan ngebet kawin juga deh."
"Yakin mau ikhlas nih incess nikah sekarang"
Pertanyaan yang datang tiba - tiba dari Alisha yang baru saja datang bersama dengan Rio. Tentu saja kedatangan Rio membuat mata elang Alex menajam seketika.
"Sore om, tante, tuan Andri, tuan Leon" sapa Rio
"Sore Rio, ayo duduk"
Clarisa mempersilahkan Rio untuk duduk bersama di sofa yang tersedia di halaman belakang rumah Alex. Sementara Alisha sudah menempel erat dengan sang daddy yang sedari tadi sudah menekuk wajah nya.
"Kenapa sih dad, kalo kaya gini keliatan tua nya tau dad." goda Alisha
"Emang daddy udah tua cess, tapi tenang aja mommy kamu gak akan pernah berpaling dari daddy. Semakin tua semakin menawan,"
BUK
"Sadar udah tua masih aja alay" ucap Andri setelah melempar bantal sofa ke arah Alex
"Opah kena aku ih, huuuh daddy ... opah jahat banget sih, opah gak sayang sama aku."
Air mata kodok yang Alisha keluarkan, serta tangan yang di eratkan di lengan Alex semakin membuat drama keluarga terlihat begitu menjiwai.
Sementara Andri sudah menepuk jidatnya sendiri, karna sudah lupa jika dia berbesan dengan sahabat nya yang seorang pendrama handal.
"Kenapa juga gua bisa satu keluarga sama king drama"
"Kakak mandi sana, baru nanti gabung kesini lagi ya. Rio nya juga gak akan kabur kok," goda Clarisa
Rona merah terlukis begitu tebal di pipi Alisha, wanita yang selama ini terlihat manja jika sedang bersama keluarga nya, nyatanya sudah merasakan jatuh cinta.
Setelah kepergian Alisha yang hendak membersihkan diri, Mobil yang Aksa bawa baru saja sampai di parkiran rumah nya. Tak lama, mobil saudara kembaran nya Aska pun ikut menyusul nya.
"Sama siapa tuh bocah"
"Waduuh" ucap Aksa saat melihat seseorang yang di bawa oleh Aska
"Ngapain, masuk sana, emak lo bentar lagi pasti nelfon nih perjaka nya belom ada yang muncul."
Dengan rasa penasaran, Aksa mengikuti Aska dan Marisa yang sudah berjalan masuk terlebih dahulu.
"Mommy mana bik" tanya Aska
"Di halaman belakang bang sama daddy dan bapak"
"Alisha mana bik" tanya Aksa mendahului Aska yang saat itu sudah membuka mulutnya untuk bertanya
"Di kamar bang, tadi kata nya non Alisha mau mandi."
"Lo ke belakang duluan gih, gua gerah banget. Clara juga paling bentar lagi sampai, tensin gua kalo dia dateng masih bau begini." ucap Aksa
Aska pun mengiyakan dan segera membawa Marisa ke halaman belakang rumahnya, tempat pesta barbeque diadakan.
"Sore semua" sapa Aska
"Sore"
Semua orang yang ada di sofa menatap Aska dan Marisa bergantian. Tentu saja mereka heran dengan anak dan cucu nya, kenapa harus membawa Marisa. Sampai akhirnya Aska sadar dengan kecanggungan yang terjadi.
"Semua bawa pasangan jadi abang ajak Marisa gak apa dong"
"Abang kalo belum mahir sama dunia percintaan, sini belajar sama opah. Jangan sama daddy, nanti jadi nya kaya Aksa tuh. MESUM ..." ucap Andri dengan melirik Alex
BUK
"Si Aksa hari - hari nya tuh sama lo, sekarang - sekarang aja dia di sini semenjak terima perjodohan sama Clara." kesal Alex setelah melayangkan bantal sofa ke arah Andri
Memang ya, dua sahabat yang kini sudah menjadi sepasang menantu dan mertua itu tidak akan pernah berhenti berdebat. Apalagi jika menyangkut anak dan cucu mereka.
"Udah ih, berantem mulu, heran deh Risa sama kalian. Sadar gitu kalo udah tua, nanti kalo tau - tau encok kan Risa juga yang repot." kali ini doro ayu ikut menimpali dengan kekesalannya
"Sana kamu mandi dulu bang, Marisa anter ke kamar Alisha aja. Takut dia gak nyaman di sini" bisik Clarisa di telinga perjaka kedua nya
Aska pun pamit untuk membersihkan diri, dia juga mengikuti saran mommy nya untuk mengajak Marisa ke kamar Alisha.
"Jangan di bawa ke kamar Ka, takut khilaf si Smith" goda Leon
BUK
Kali ini giliran Leon yang mendapatkan lemparan bantal dari dua orang sekaligus, siapa lagi jika bukan Alex dan Andri.
"Kak kasih tau lah si Aska, suruh cari cewek lain gitu. Kenapa harus Marisa sih kak" pinta Andri
"Kenapa emang, kan kemarin juga dia udah ngaku kalo video itu bukan punya dia. Dia juga udah bilang ke aku, sampai sumpah - sumpah kalo dia gak pernah ngelakuin hal kotor kaya gitu."
"Terlepas dari masalah itu yank, tapi aku beneran kurang setuju aja gitu kalo Aska sama Marisa." kali ini Alex yang menimpali dan di angguki juga oleh Andri
Tanpa mereka sadari, Marisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Tadi saat akan menaiki tangga, Marisa melihat ART rumah Alex membawa minuman untuk di bawa ke halaman belakang. Dia pun menawarkan untuk menolong nya dengan membawakan nampan berisi minuman tersebut. Namun, saat hampir mendekati pintu dia mendengar jika namanya di sebut.
"Menjijihkan" ucap Marisa setelah melihat pantulan dirinya di lemari kaca
Dia pun menetralkan kembali perasaannya, dan berjalan keluar untuk kembali mengantarkan nampan berisi minuman yang sudah di pegangnya sedari tadi.
"Om, tante, ini minumannya"
Semua orang yang ada di sofa seketika terdiam dengan mata yang saling pandang. Berharap Marisa tidak mendengar perbincangan mereka.
Marisa mau aku jodohin sama chef barbeque di rumah Om Alex gak ? Eh, canda chef ✌