NovelToon NovelToon
38.000 Langkah Ke Hatimu

38.000 Langkah Ke Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Time Travel
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Yanto Hl

Aurora kira pertemuannya dengan Bima cuma kebetulan. Tapi semakin dekat, semakin dia sadar cowok itu menyembunyikan banyak hal — dia tahu hal-hal yang belum pernah diceritakan siapa pun, dan selalu bicara soal "38.000 langkah" yang belum selesai.

Saat Bima akhirnya berjanji akan datang menemuinya, justru kabar kecelakaan yang datang. Bima pergi, meninggalkan sebuah kotak misterius. Dari sana Aurora mulai menelusuri jejak Bima, dan menyadari bahwa pertemuan mereka sama sekali bukan kebetulan. Bima sudah berjalan jauh, melewati banyak hal berat, cuma untuk sampai ke hatinya.

Walau tak bisa bertemu lagi, cinta Bima sudah sampai tujuan di hati Aurora, selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanto Hl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Langkah yang Menjadi Cerita Orang Lain

Waktu terus berjalan dan hari-hari berlalu dengan tenang. Bukan berarti semuanya selalu mulus dan menyenangkan. Masih ada hari yang terasa berat dan kadang rindu datang tiba-tiba saat aku melihat sesuatu yang mengingatkan aku pada Bima. Tapi rasanya sudah berbeda. Rindu itu tidak lagi terasa seperti luka yang perih. Dia terasa seperti teman lama yang datang berkunjung sebentar lalu pergi lagi dengan damai, meninggalkan pesan supaya aku terus berjalan dengan baik.

Suatu hari aku dikunjungi seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah. Dia datang dengan membawa sebuah buku catatan yang sudah penuh tulisan. Dia bilang dia ingin menulis juga suatu hari nanti. Dia terinspirasi karena cerita sederhana seseorang yang berjalan jauh demi cinta ternyata bisa mengubah pandangannya tentang hidup. Dia pikir cerita hebat itu harus penuh petualangan yang luar biasa. Tapi sekarang dia tahu cerita yang paling hebat justru cerita tentang ketulusan hati seseorang yang sederhana. Kita duduk di teras rumah sambil menikmati teh hangat dan mengobrol tentang hal-hal kecil yang ingin dia lakukan di masa depan. Saat dia pamit dia bilang terima kasih sudah menunjukkan bahwa aku juga berharga dan ceritaku juga penting untuk ditulis suatu hari nanti. Melihat dia pergi dengan langkah yang lebih percaya diri hatiku terasa hangat banget. Bima, lihat kan? Satu cerita bisa menumbuhkan banyak cerita baru. Kamu nggak pernah tahu seberapa banyak orang yang akan terinspirasi hanya dari kebaikan kecil yang kamu lakukan.

Beberapa minggu kemudian aku mendapat kabar bahwa taman kecil di bukit itu sekarang jadi tempat yang lebih dikenal oleh orang-orang dari desa sekitar. Mereka sering datang ke sana bukan untuk berduka saja, tapi juga untuk berbagi cerita dan harapan. Anak-anak desa membuat papan tulis sederhana di sana tempat siapa pun boleh menulis pesan pendek untuk orang yang mereka rindukan atau harapan yang mereka miliki untuk hari esok. Papan itu penuh dengan tulisan tangan yang beragam bentuk dan warnanya. Semoga ibu tenang di sana. Aku akan belajar lebih rajin mulai besok. Terima kasih untuk hari yang sederhana tapi indah. Aku berani sekarang. Setiap tulisan itu adalah langkah kecil yang diambil seseorang untuk berani melangkah lagi.

Aku pergi ke bukit itu sore itu bersama Dimas. Kita duduk di tempat yang biasa sambil membaca satu per satu tulisan di papan itu. Dimas tersenyum dan bilang Bima pasti senang sekali melihat tempat yang dulu jadi tempat beristirahatnya sekarang jadi sumber semangat bagi begitu banyak orang. Aku mengangguk setuju. Bima selalu percaya bahwa tempat yang sederhana bisa menyimpan harapan yang luar biasa besar. Dan dia membuktikannya.

Saat matahari mulai terbenam kita berdiri dan berjalan turun perlahan. Di jalan setapak itu aku menyadari sesuatu yang indah. Cerita kita tidak akan pernah berakhir selama masih ada satu orang yang teringat akan kebaikan yang pernah kita sebarkan. Cerita ini bukan milikku saja dan bukan milik Bima saja. Cerita ini sekarang milik siapa pun yang butuh tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mereka. Bahwa kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Bahwa mencintai seseorang tidak berarti kamu harus berhenti hidup saat dia pergi. Bahwa kamu boleh bahagia lagi dan itu bukan pengkhianatan. Bahwa langkah yang diambil dengan tulus sekecil apa pun akan selalu sampai ke tujuannya.

Malam itu aku menulis halaman terakhir di buku catatan yang sudah menemani aku dari awal perjalanan ini. Halaman yang sederhana tapi bermakna banget buatku.

"38.000 langkah yang Bima tempuh dulu akhirnya sampai bukan cuma ke hatiku, tapi ke hati begitu banyak orang yang belum pernah dia temui. Itulah keajaiban dari ketulusan. Dia berjalan jauh tanpa terlihat oleh siapa pun, tapi dampaknya terasa oleh semua orang yang membutuhkannya. Bima tidak mengajarkan aku cara agar tidak pernah kehilangan orang yang dicintai. Dia mengajarkan aku bagaimana tetap mencintai mereka meski mereka sudah tidak ada di sampingku. Bukan dengan menangis setiap hari, tapi dengan hidup sebaik mungkin supaya kebahagiaan yang dia inginkan untukku terwujud. Dia tidak berharap aku menunggunya di tempat yang sama selamanya. Dia berharap aku membawa semua yang dia berikan kepadaku dan membagikannya ke mana pun aku pergi. Dan itulah yang akan aku lakukan selama aku masih bisa melangkah."

"Kalau kamu sedang membaca cerita ini dan kamu sedang merasa berat untuk melangkah, aku ingin bilang kepadamu bahwa tidak apa-apa untuk berjalan pelan. Tidak apa-apa untuk berhenti sebentar dan bernapas. Tidak apa-apa untuk menangis sebelum akhirnya kamu berdiri lagi. Yang penting jangan menyerah. Ada orang yang menunggumu tersenyum lagi. Ada kebaikan yang menunggu kamu bagikan. Dan kamu berharga lebih dari yang kamu kira. Teruslah berjalan dengan tulus. Langkahmu juga berarti bagi seseorang yang belum kamu temui."

Aku menutup buku itu pelan dan meletakkannya di rak paling atas di kamarku. Bukan untuk disimpan dan dilupakan. Tapi sebagai pengingat dari mana aku berasal dan siapa yang membawaku sampai ke titik ini. Di luar jendela langit terlihat luas dan jernih. Angin malam berhembus lembut menyentuh wajahku. Aku tersenyum pelan ke arah langit yang gelap itu. Terima kasih untuk 38.000 langkahmu Bima. Kamu tidak akan pernah dilupakan. Tapi kamu juga tidak akan pernah menahanku di sini. Karena kebaikanmu memberiku sayap untuk terbang lebih tinggi dari yang pernah aku bayangkan. Selamat jalan. Sampai bertemu lagi di pertemuan yang tidak ada perpisahannya.

Dan sampai saat itu tiba, aku berjanji akan terus berjalan, menanam kebaikan di setiap tempat yang aku singgahi, dan menyapa siapa pun yang terlihat berjalan sendirian. Karena aku tahu, setiap langkah yang tulus, sekecil apa pun, akan selalu sampai ke hati yang tepat.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!