NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Jaring Labah-Labah di Balik Bayangan

Bagian 1: Kediaman sang Tirani

Langkah kaki Elena de Winter bergaung pelan di atas lantai marmer hitam Kediaman Grand Duke Killian. Tempat itu tidak seperti istana kekaisaran yang berkilau dengan emas palsu dan kemunafikan. Di sini, setiap sudut memancarkan aura dingin, tegas, dan mematikan—sangat mencerminkan pemiliknya.

Malam telah larut, dan kabut tipis mulai merayap masuk melalui celah-celah jendela besar yang menghadap langsung ke hutan utara. Elena merapatkan jubah beludru birunya. Di kehidupan pertamanya, ia tidak akan pernah berani menginjakkan kaki di tempat terkutuk ini. Rumor mengatakan bahwa siapa pun yang masuk tanpa izin ke wilayah Killian tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi. Dia adalah "Tirani Berdarah Dingin", pedang kekaisaran yang memotong tanpa belas kasihan.

Namun, Elena yang sekarang bukan lagi domba naif yang bisa ditakut-takuti. Dia telah mati sekali di dalam sel penjara bawah tanah yang membara, mendengar gelak tawa suaminya, Gavin, dan adik tirinya yang berkhianat. Rasa sakit akibat kulit yang melepuh dan hancurnya kepercayaan telah membakar habis rasa takutnya.

"Anda terlambat dua menit, Nona Elena," sebuah suara berat dan rendah memecah keheningan.

Elena mendongak. Di balik meja kerja kayu ek yang besar, Duke Killian sit Von Valerius sedang duduk dengan santai. Kemeja hitamnya kancingnya terbuka sedikit di bagian kerah, memamerkan garis rahangnya yang tegas dan sepasang mata merah pekat yang tampak menyala di kegelapan. Di tangannya, sebilah belati perak berputar dengan kecepatan yang konstan dan mengerikan.

"Kereta saya mengalami sedikit 'masalah' di perbatasan barat, Yang Mulia," jawab Elena, suaranya tenang tanpa getaran. Ia membungkuk hormat dengan keanggunan seorang bangsawan tingkat tinggi. "Tampaknya tikus-tikus milik Gavin mulai mengendus pergerakan saya lebih cepat dari perkiraan."

Killian menghentikan putaran belatinya. Ujung senjata tajam itu tertancap kuat di atas permukaan meja, tepat di atas peta wilayah kekaisaran. "Gavin? Pangeran kedua yang tidak berguna itu?" Killian mendengus, nada suaranya penuh penghinaan. "Jika kau bahkan tidak bisa menghindari mata-matanya yang amatir, aliansi apa yang sedang kau tawarkan padaku, Nona? Aku tidak menampung beban."

Elena tersenyum tipis. Senyuman yang tidak lagi mengandung kehangatan masa muda, melainkan kepahitan yang pekat. "Jika saya adalah beban, saya tidak akan membawa dokumen ini ke hadapan Anda."

Ia melangkah maju, mengeluarkan selembar perkamen segel rahasia dari balik jubahnya, lalu meletakkannya di meja, tepat di samping belati Killian.

Bagian 2: Kartu As yang Tersembunyi

Killian melirik perkamen itu dengan sebelah alis terangkat. Dengan gerakan malas, ia mengambil kertas tersebut dan membacanya. Detik berikutnya, kilatan ketertarikan yang langka muncul di mata merahnya yang dingin.

"Rute pasokan besi hitam ilegal di wilayah selatan," gumam Killian, matanya menyipit saat menatap rincian angka dan nama-nama bangsawan yang tertera di sana. "Ini adalah fondasi finansial tersembunyi yang digunakan Gavin untuk menyuap para ksatria ordo suci. Dari mana kau mendapatkan ini?"

"Dari masa depan," ingin rasanya Elena menjawab jujur, namun ia tahu itu terdengar gila bagi orang yang belum pernah merasakannya. Di kehidupan lalunya, Gavin pernah dengan bangga menunjukkan dokumen ini kepadanya, mengira Elena yang naif tidak akan pernah paham. Gavin menggunakan pengaruh keluarga Elena untuk menutupi jejak kotor ini.

"Saya memiliki mata dan telinga di tempat-tempat yang tidak pernah Anda bayangkan, Duke," jawab Elena misterius. "Gavin sedang mencoba membangun pasukan pribadi di bawah hidung Kaisar. Dan coba tebak siapa yang akan dia kambinghitamkan jika penyelidikan kekaisaran mencium hal ini?"

Killian mencondongkan tubuhnya ke depan, menopang dagunya dengan kedua tangan. Aura intimidasi yang kuat menekan ruangan, membuat pelayan biasa pasti akan berlutut ketakutan. Namun Elena tetap berdiri tegak, menatap langsung ke mata sang tirani.

"Dia akan mengarahkan telunjuknya ke wilayah Utara. Kepadamu, Killian," lanjut Elena berani. "Dia ingin menjatuhkanmu agar jalurnya menuju takhta tidak terhalang oleh monster terkuat kekaisaran."

Keheningan melanda ruangan selama beberapa saat. Hanya suara detak jam dinding kuno yang terdengar. Killian menatap Elena seolah sedang menilai apakah wanita di depannya ini adalah pion yang berguna atau ancaman baru yang harus segera dimusnahkan.

"Kau sangat berbeda dari rumor yang beredar, Nona de Winter," kata Killian akhirnya, sudut bibirnya terangkat membentuk seringai tipis yang berbahaya. "Rumor mengatakan kau adalah gadis bodoh yang tergila-gila pada Pangeran Gavin hingga rela memberikan seluruh harta keluargamu. Tapi wanita di depanku ini... lebih mirip penyihir yang haus darah."

"Rumor bisa diubah, Yang Mulia. Sama seperti takdir," balas Elena dingin. "Jadi, apakah dokumen ini cukup untuk membeli aliansi Anda?"

Killian mencabut belatinya dari meja, lalu mengarahkannya tepat ke dada Elena, hanya berjarak beberapa inci dari jantungnya. Elena bahkan tidak berkedip.

"Aliansi disepakati," ucap Killian dengan suara rendah yang berbahaya. "Tapi ingat ini, Elena. Jika kau mengkhianatiku, aku tidak akan hanya membunuhmu. Aku akan memastikan seluruh nama De Winter terhapus dari sejarah kekaisaran."

"Kesepakatan yang adil," jawab Elena tanpa ragu.

Bagian 3: Jamuan Makan Malam yang Beracun

Dua hari setelah pertemuan rahasia itu, Elena harus kembali mengenakan topengnya sebagai Nona Muda yang lembut. Hari ini adalah hari perayaan kemenangan turnamen berburu, dan istana mengadakan jamuan makan malam besar.

Elena berdiri di depan cermin besar kamarnya. Ia mengenakan gaun sutra berwarna merah marun yang kontras dengan kulit putih pucatnya. Rambut pirangnya ditata dengan rumit, dihiasi dengan permata delima. Penampilannya malam ini sangat mencolok—jauh dari gaun-gaun berwarna pastel polos yang biasa ia kenakan dulu hanya karena Gavin menyukai wanita yang terlihat "polos dan penurut".

"Nona, Pangeran Kedua telah tiba di aula depan untuk menjemput Anda," lapor Maria, pelayan setianya, dengan nada cemas. Maria tahu ada yang berubah dari nyonyanya sejak beberapa hari lalu, namun ia tidak berani bertanya.

"Baiklah. Mari kita temui 'calon suamiku' yang terhormat," ucap Elena dengan nada sarkastis yang disembunyikan dengan sempurna.

Ketika Elena turun ke aula, Gavin sudah menunggunya. Pria itu tampak tampan dengan seragam formal kekaisaran berwarna putih dan emas. Wajahnya yang rupawan selalu berhasil menipu semua orang di kehidupan lalu, membuat Elena percaya bahwa pria ini adalah malaikat pelindungnya. Namun sekarang, melihat wajah itu hanya membuat perut Elena mual karena jijik. Di samping Gavin, berdiri Mya, adik tiri Elena. Mya mengenakan gaun merah muda dengan senyum malu-malu yang tampak sangat polos, namun Elena tahu betul bahwa di balik senyum itu, Mya adalah ular berbisa yang membantu Gavin membantai putranya.

"Elena, kau tampak... sangat berbeda malam ini," kata Gavin, matanya sedikit tertegun melihat pesona Elena yang lebih berani dari biasanya. Namun, ada sedikit kilatan ketidaknyamanan di matanya. Pria seperti Gavin lebih menyukai wanita yang mudah dikendalikan.

"Apakah Anda tidak menyukainya, Pangeran?" Elena tersenyum manis, memiringkan kepalanya dengan manja yang dibuat-buat.

"Tentu saja aku menyukainya, Kakak," potong Mya cepat sebelum Gavin menjawab. Suaranya terdengar sangat riang. "Hanya saja... gaun itu terlihat sangat dewasa untukmu. Bukankah Pangeran Gavin lebih menyukai warna yang lembut?"

Elena menatap Mya dalam-dalam. Di kehidupan lalu, kalimat seperti ini akan membuat Elena langsung panik dan mengganti gaunnya demi menyenangkan Gavin. Tapi sekarang?

"Selera seseorang bisa berubah, Mya. Sama seperti posisi seseorang di rumah ini," jawab Elena tenang namun tajam.

Senyum Mya membeku sesaat, mendeteksi sindiran tersembunyi bahwa dia hanyalah anak dari ibu tiri yang statusnya jauh di bawah Elena. Gavin segera menengahi, merasa atmosfer menjadi aneh. "Sudahlah, mari kita berangkat. Kita tidak boleh terlambat menghadiri jamuan Kaisar."

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!