NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:614
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: CEMBURU BUTA SANG TUAN MUDA

Atmosfer di dalam kamar utama mendadak membeku. Plastik bekas kemasan obat di jemari Arsen tergenggam erat hingga remuk tajam.

Arsen tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia melangkah menuju sudut ruangan, menyambar tas sekolah milik Clara yang tergeletak di atas sofa, lalu membalikkan posisinya dan menumpahkan seluruh isinya ke atas lantai marmer.

BRUK!

Buku-buku, tempat pensil, dan perlengkapan sekolah berserakan. Dan di antara barang-barang itu, tumpukan berkas catatan tangan yang rapi serta dua strip obat penambah darah dosis tinggi dari keluarga Dion terkapar terbuka di depan mata Arsen.

Manik mata Arsen berkilat liar, dipenuhi kegelapan gila dan kecemburuan yang membakar habis akal sehatnya.

"Apa... ini?" tanya Arsen, suaranya terdengar sangat pelan, namun bergetar hebat menahan amarah yang meledak-ledak.

Clara membeku di tepi ranjang. Napasnya tercekat, dadanya naik turun diliputi kepanikan luar biasa. "Arsen... dengarkan aku dulu—"

"AKU TANYA APA INI, CLARA?!" teriak Arsen menggelegar, menghantamkan telapak tangannya ke meja rias hingga kaca tebal di atasnya retak membentuk pola jarum jam.

PRAK!

Clara tersentak hebat, menutup telinganya seraya terisak ketakutan. "Itu... Dion yang memberikan obat dan catatan itu lewat Bi Inah! Tapi aku tidak memintanya, Arsen! Aku tidak ada niat untuk—"

"Tapi kamu menyimpannya!" potong Arsen murka. Langkah kakinya menerjang mendekati Clara, mencengkeram kedua bahu gadis itu dan mengangkatnya berdiri dari atas tempat tidur. Matanya yang memerah menatap langsung ke dalam manik mata cokelat Clara yang basah oleh air mata. "Kamu menyembunyikan barang dari pria lain di kamarku! Kamu menerima niat baiknya di belakangku!"

"Karena kamu mengurungku seperti binatang!" teriak Clara balik, meluapkan seluruh rasa sesak, frustrasi, dan penderitaan yang ia pendam selama ini. "Dion cuma kasihan padaku! Dia cuma ingin membantuku bebas dari utang 50 juta itu! Apa salah kalau ada orang yang memperlakukanku seperti manusia?!"

Kata 'bebas' dan nama 'Dion' yang keluar dari bibir Clara seperti menyiramkan bensin ke dalam kobaran api amarah Arsen.

"Bebas?" Arsen tertawa getir, suaranya sarat akan kerapuhan dan kegilaan yang mengerikan. Cengkeramannya di bahu Clara makin mengetat hingga jemarinya memutih. "Kamu mau bebas dari aku, Clara? Kamu mau pergi ke pelukan pria itu?!"

Arsen mendorong tubuh Clara hingga punggung gadis itu menabrak dinding dingin di samping ranjang. Wajah Arsen terkunci begitu dekat, deru napas hangatnya yang memburu menghantam kulit pucat Clara. Tangan tegap Arsen terangkat, melayang tinggi di udara dengan jemari mengepal keras—terdorong oleh naluri kegelapan dan emosi yang tak lagi terkendali.

Clara memejamkan matanya rapat-rapat, meremasi bajunya dan pasrah menunggu gertakan atau hantaman fisik yang mungkin menimpanya.

Namun, hantaman itu tak pernah sampai.

Tangan Arsen membeku di udara, tepat beberapa senti dari wajah Clara.

Saat melihat tubuh kecil Clara yang gemetar hebat, menyusut ketakutan dengan air mata yang mengalir tanpa suara, ada rasa sakit tak kasat mata yang tiba-tiba menusuk dalam-dalam ke ulu hati Arsen. Sebuah resleting penolakan batin yang dahsyat menghantam kesadarannya.

Tidak... aku tidak boleh menyakitinya.

Dia penawarku... dia darahku...

Kepalan tangan Arsen bergetar hebat. Rasa benci pada dirinya sendiri karena hampir saja membahayakan gadis di hadapannya mendadak menguasai seluruh pikirannya.

Brak!

Arsen membalikkan badan dan menghantamkan tinjunya ke dinding beton tepat di sebelah kepala Clara. Dinding semen itu sedikit terkelupas, dan buku-buku jari tangan Arsen memar serta mengeluarkan darah segar yang menetes pelan ke lantai marmer.

Napas Arsen memburu hebat. Ia melangkah mundur beberapa tindak, menatap jarinya yang berdarah lalu beralih menatap Clara yang masih terisak membisu.

"Jangan pernah..." bisik Arsen dengan suara serak yang bergetar, membelakangi Clara seraya mencoba mengontrol ketakutan dan amarahnya yang saling beradu. "...jangan pernah berpikiran untuk meninggalkanku, Clara. Kalau kamu pergi... aku tidak tahu kegilaan apa lagi yang bisa kubuat pada dunia ini."

Arsen menyambar kunci kamar, membalikkan badan, lalu melangkah keluar dan membanting pintu utama dengan keras, meninggalkan Clara sendirian di dalam kamar bersama keheningan dan bercak darah segar di dinding.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!