NovelToon NovelToon
Istri Sang Iblis

Istri Sang Iblis

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Wanita perkasa / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ashly Garcia

Selama sepuluh tahun, Kayana Wiratama mengabdikan segalanya untuk satu pria. Ia menyusun setiap kontrak, memenangkan setiap pertempuran bisnis, dan mengubah "anak papa" bernama Kevin Santoso menjadi seorang raja korporat—hanya untuk dicampakkan, ditampar, dan dipermalukan di depan seluruh kalangan atas demi seorang perempuan berwajah malaikat. Malam itu, hati Kayana mati. Tapi seorang perempuan yang jatuh dari puncak selalu punya dua pilihan: hancur, atau bangkit sebagai sesuatu yang jauh lebih menakutkan.

Di balik topeng "tunangan terbuang" yang dikasihani semua orang, tersembunyi kebenaran yang tak seorang pun berani bayangkan: otak paling cemerlang di negeri ini, seorang perempuan dengan kecerdasan yang mengerikan dan masa lalu yang berdarah. Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Darian Adiwangsa—pria yang dijuluki "sang Iblis", penguasa dunia yang dingin, mematikan, dan tak tersentuh—dunia mulai berubah.

Di mata semua orang, Darian adalah momok yang membuat kota gemetar. Tapi di hadapan Kayana, iblis itu rela berlutut. "Cukup minta, dan seluruh dunia akan kuletakkan di kakimu." Semakin dalam Kayana terseret ke dalam kehidupannya, semakin banyak rahasia terkuak: pengkhianatan keluarga yang membesarkannya, sebuah "kecelakaan" yang menyembunyikan cinta masa kecil yang terlupakan, dan ingatan yang sengaja dirampas darinya.

Sementara para mantan dan pengkhianat menuai balasan setimpal satu per satu, Kayana harus memilih: terus melarikan diri dari masa lalunya, atau merebut kembali takhta, nama, dan hati yang pernah dirampas darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashly Garcia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Menuju Mansion

Setelah mencari taksi untuk pulang, Kayana teringat sudah waktunya kembali menyetir sendiri. Sejak kecil ia menganggap konyol memiliki sopir yang mengikutinya ke mana-mana, meski Hartono, kakeknya, kerap menyarankan dan berusaha menyediakannya. Kayana selalu menolak mentah-mentah.

Di tengah perjalanan, Kayana memutuskan mampir ke rumah Hartono untuk memasakkan beberapa hidangan lezat. Maka ia berbicara pada sopir untuk mengubah rute, dan mengirim pesan pada Sandro agar memberi tahu kakeknya untuk pulang lebih awal malam itu.

Hartono adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan berdedikasi pada pekerjaannya. Ia praktis tak pernah meninggalkan ruang kerjanya sebelum semua masalah terselesaikan; ia pria yang cerdik dan selalu selangkah lebih maju.

Ketika Kayana lahir, sang nenek, istri Hartono, telah meninggal, memilih beristirahat dalam damai. Hartono memuja cucunya, yang pada usia enam belas tahun berhasil masuk Harvard, dan pada usia sembilan belas lulus dengan predikat kehormatan. Berkat itu, Kayana bisa dengan mudah mengelola Santoso Corporation, perusahaan raksasa itu.

Meski selalu mengawasinya, Hartono belum juga menyadari bahwa Kayana punya perusahaan investasinya sendiri.

"Nona, saya hanya bisa mengantar sampai di sini," ujar sopir saat tiba di gerbang mansion Hartono yang dijaga sangat ketat.

"Tak apa," jawab Kayana. Ia membayar taksi lalu berjalan menuju gerbang. Ia menggunakan kode khusus, sidik jari, serta pemindaian retina untuk masuk. Ini adalah mansion utama Hartono, dan orang-orang yang bisa memasukinya bisa dihitung dengan jari satu tangan.

"Nona Kayana, apa kabar?" sapa Pol, kepala pelayan keluarga, dengan ramah. Keluarga Wiratama adalah keluarga yang kekayaannya diwariskan turun-temurun, begitu pula para pegawainya.

"Sudah lama sekali aku tak melihatmu, Pol," kata Kayana, senang bertemu dengannya. Pol adalah kepala pelayan kepercayaan keluarga.

"Benar, sudah lama sekali. Dan Nona akan selalu menjadi gadis termanis yang pernah saya kenal." Ia membungkuk hormat. "Nona masih ingat prosedurnya?"

Untuk mencapai pintu utama mansion, Kayana harus melewati tiga lapis pengamanan. Kepala pelayan itu menunjukkan mobil mana yang harus ia tumpangi.

"Terima kasih banyak, Pol," ucap Kayana, membuat kepala pelayan itu terkejut. Ucapan terima kasih adalah hal yang jarang terdengar di kalangan keluarga Wiratama.

Perjalanan berlangsung lancar, dan hanya dalam tujuh menit Kayana sudah berada di dalam mansion. Seperti yang sudah diduga, seluruh pegawai menyambutnya dengan hangat.

"Nona, selamat datang kembali di Mansion Wiratama," sapa mereka.

"Nona, udara dingin. Silakan masuk dan buat diri Anda nyaman." Mereka membantunya melepas mantel, memperhatikan kantong-kantong sayur dan menyimpulkan bahwa Kayana berniat memasak.

"Saya akan memanggil para pembantu, dapur akan segera disiapkan," lapor salah seorang pegawai.

"Tuan baru saja memberi kabar bahwa beliau akan tiba di mansion beberapa menit lagi, Nona," tambah pegawai lain.

"Kau memang malaikat, Pol. Terima kasih sudah begitu perhatian," ucap Kayana.

"Nona, tak perlu berterima kasih," jawab Pol sambil tersenyum, membuat para pegawai lain terkejut melihat ekspresinya yang begitu ramah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!