Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Bertindak
Ruang kerja daren.
Daren sedang memikirkan cara bagaiamana supaya dia bisa menangkap ariana.
Daren menghubungi agen mata mata terkemuka untuk membantu mencaritahu keberadaan ariana.
"Akhirnya aku bisa menemukan mu ariana haha",ucap daren penuh kemenangan.
Zein yang sejak tadi berdiri didepan pintu ruangan ayah nya memberanikan diri untuk menghampiri ayahnya.
"Ayah,apa yang akan ayah lakukan?",ujar zein.
Namun daren memilih untuk tidak melibatkan zein dengan urusan ini,mengingat anaknya itu sejak tadi seperti tidak suka ayah nya berbuat jahat.
"Apa urusanmu?",tanya daren.
Zein masuk keruang kerja ayahnya dan duduk tepat di kursi depan sang ayah.
"Ayah ingin terlibat kriminal lagi?",tanya zein.
Daren yang selalu lolos dari kejaran polisi hanya bisa menghela nafas,"Apa aku dipenjara sekarang?tidak kan?".
Kekuasaan memanglah segalanya namun apa daya,zein tidak bisa menentang kehendak ayahnya.
"Aku hanya memperingatkanmu ayah,tahun lalu mungkin bisa lolos tapi untuk sekarang tidak ada yang tahu",jelas zein.
Emosi daren terpancing oleh zein,namun dengan sekuat tenanga daren menahan nya supaya tidak membeludak kepada anaknya sendiri.
"Sudahlah,jangan pikirkan hal ini",ucap daren.
Zein kesal pada sikap ayahnya yang sulit sekali untuk berubah,bukanya menjadikan masalalu sebagai pelajaran dia justru semakin lama semakin berbuat seenaknya.
Memang kekuasaan itu disalah gunakan oleh ayahnya,dirinya sudah memberitahu mana yang benar dan yang salah namun tetap saja ayahnya tidak perduli.
"Baiklah terserah ayah saja",zein beranjak dari tempat duduk nya lalu pergi meninggalkan daren.
Lain halnya dengan keluarga alveric,willy justru merencanakan untuk pindah lagi ke kota lain.
Willy tahu bahwa daren itu akan melakukan segala car demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Apa kita harus pindah lagi?",tanya vivian pada willy.
Willy masih sibuk dengan ponselnya untuk memesan tiket pesawat ke korea.
"Iya aku sudah memesan tiket untuk ke Korea,seperti nya daren akan terus mencari ariana",jelas willy.
Vivian mulai mengingat kembali kejadian masalalu dimana anaknya alveric dan ariana putri dari anita saakan hendak diculik.
Vivian teringat bahwa ayah ariana masih hidup,"Sayang bukankah ayah ariana masih hidup?".
"Benar tapi kita tidak tahu keberadaan nya dimana sekarang",jawab willy.
Memang benar, dunia seluas ini mencari keberadaan satu orang memang sangat sulit.
"Sudahlah kita pikirkan itu besok",ucap willy.
Willy dan vivian pun bersiap untuk tidur,setelah seharian ini memikirkan cara bagaimana melindungi ariana.
Ariana yang malam itu tak bisa tidur hanya bisa menatap jendela kamarnya,melihat bulan sabit terang dimalam hari yang begitu indah bisa menenangkan hatinya.
"Ayah,ibu,deo aku rindu kalian"
Ariana sangat merindukan kasih sayang kedua orangtuanya,walaupun keluarga alveric begitu menyayangi dia namun ariana sadar bahwa kehadiran nya justru membawa bahaya untuk keluarga alveric.
"Bukannya aku tidak mau tinggal disini,tapi aku takut bahaya itu justru mengincar keluarga kak alveric juga"
Ariana menangis,mengusap pipinya yang basah karna air mata.
Ariana tidak mau jika sesuatu terjadi pada keluarga alveric,sudah terlalu jauh mereka terlibat karena dirinya.
"Besok akan aku pikirkan lagi,apa aku harus kabur?tapi kabur tidak akan menyelesaikan masalah"
Ariana berbaring diranjang empuknya,ranjang kingsize berwarna pink tak lupa dia memeluk boneka kesayangannya.
"Selamat tidur ariana"
Baru saja ariana terlelap.
Kaca jendela miliknya pecah dilempar oleh batu oleh seseorang.
"Hah apa itu"
Ariana mengambil batu tersebut yang di balut oleh sebuah kertas.
"Apa ini teror lagi"