"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Isvara baru sampai rumah ayahnya pukul 23.00 malam karena membantu kakek penjual martabak melayani para pelanggan.
Isvara menenteng plastik martabak pemberian dari kakek penjual martabak dengan gembira ,"Aku bisa meletakkannya di kulkas dan bisa aku makan besok pagi" ucap Isvara.
Saat Isvara baru masuk ke dalam rumah ,terlihat ayahnya yang melihat dirinya masuk dengan wajah yang menahan amarah sambil meremas sebuah buku.
Isvara bersikap tidak peduli dan ingin langsung masuk ke dapur ,namun saat baru akan berjalan ke arah dapur ,ayah Isvara menghentikan Isvara.
"Kesini kamu" ucap ayah Isvara.
Isvara menatap ayahnya ,namun langsung acuh . Ayah Isvara yang sedang tersulut emosi pun langsung berjalan cepat ke arah Isvara dan langsung mencekal lengan Isvara dengan erat.
"Kenapa kamu keras kepala sekali hah " teriak marah ayah Isvara.
Isvara tersenyum sinis ,"Sama seperti mu kan ,hanya aku tidak bersikap kasar sama seperti yang kamu lakukan ini tuan " ucap Isvara penuh penekanan.
Ayah Isvara menghempaskan lengan Isvara yang ia cekal tadi . Ayah Isvara lalu membanting sebuah buku tepat di wajah Isvara.
Isvara menolehkan kepalanya ,agar wajahnya tidak terkena lemparan buku dari ayahnya. "Lihat kelakuanmu ,baru satu hari bekerja mengantikan kakakmu kamu mau menghancurkan hotel itu ,dasar bodoh" teriak ayah Isvara sambil menunjuk nunjuk wajah Isvara.
Bibi doroty yang berada di dapur menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar oleh ayah Isvara dan Isvara.
Isvara menatap ayahnya dengan sinis ,"Tuan yakin kalau yang menyelundup uang di hotel itu adalah saya ,padahal saya baru satu hari bekerja ,bagaimana caraku mencairkan uang dalam waktu 1 hari saja ,eh bukan ,bukan satu hari tapi setengah hari ,pikirkan secara logika tuan Birendra " ucap Isvara.
Ayah Isvara terdiam sebentar untuk merenungkan perkataan Isvara yang ternyata masuk akal juga .
"Aku tidak mau mendengar alasanmu lagi ,bisa jadi kamu bersekongkol dengan karyawan di hotel itu dengan waktu yang lama ,dan baru sekarang kamu bisa bertindak ,semua bukti mengarah padamu ,kamu tidak bisa menyangkalnya " ucap ayah Isvara.
"Bukti apa yang sampai tuan yakin jika aku yang menkorupsi uang di hotel anda ,tunjukan pada saya sekarang juga" ucap Isvara.
Birendra langsung mengeluarkan handphone miliknya dan memperlihatkan sebuah vidio pada Isvara .
Isvara tersenyum sinis melihat vidio itu ,"Apakah tuan tidak bisa membedakan antara vidio settingan dengan vidio asli , memang diawal itu saya ,tapi di vidio selanjutnya wajah perempuan itu diedit menjadi wajah saya ,bukalah mata anda lebar lebar tuan Birendra" ucap Isvara.
Ayah Isvara mengepalkan tangannya ,"Jangan bilang bukti ini settingan hanya karena ingin menutupi kejahatanmu,dan lihat juga laporan keuangan di buku itu,terlihat namamu banyak di sana,mau menyangkal apa lagi kamu" ucap ayah Isvara.
Isvara membuka buku keuangan itu ,"Kenapa bisa menjadi namaku yang mengambil sebagian uang di hotel ,aku bahkan baru mau menyelidikinya ,jangan jangan ada yang ingin menjebakku" batin Isvara.
Ayah Isvara berdecih ,"Lihatkan kamu langsung diam ,sudahlah kejahatanmu sudah terbongkar dan sebagai jaminannya ,aku ingin kamu Menganti rugi pada kakakmu ,bahkan karena kamu menyelundup uang di hotel milik kakakmu ,kakakmu harus banting tulang agar keuangan di hotel miliknya bisa stabil lagi ,dan karena ulahmu hari ini perjuangan kakakmu hampir sia sia " ucap ayah Isvara menaikkan intonasinya.
"Aku bisa memberikan bukti yang asli pada anda " ucap Isvara.
"Bagaimana jika bukti yang ingin kamu berikan untukku justru malah yang settingan " ucap ayah Isvara.
"Aku bisa menjamin bahwa bukti yang aku bawa asli,tapi untuk mencari siapa dalang sebenarnya yang menyelundup uang di hotel aku butuh sedikit waktu lagi" ucap Isvara.
Ayah Isvara terdiam ,"Baiklah aku akan memberikan satu kesempatan untukmu ,dan ini adalah kesempatan terakhir seumur hidupku untukmu ,jangan kamu sia siakan" ucap ayah Isvara lalu berjalan meninggalkan Isvara sendiri.
Isvara memandang kepergian ayahnya dengan wajah yang sedikit kecewa ,"Jika ada kehidupan kedua ,aku tidak akan memilihmu untuk menjadi ayahku lagi ,aku akan memilih menjadi anak orang lain" batin Isvara lalu berjalan ke arah dapur.
Di dapur Isvara melihat bibi doroty yang menangis di pojokan .Isvara langsung berlari ke arah bibi doroty,"Bibi ,bibi kenapa ,apa bibi sakit ,ayo kita ke rumah sakit " ucap khawatir Isvara.
Bibi doroty mengelengkan kepalanya ,"Saya tidak sakit nona ,hanya saja ,saya sangat tidak tega melihat perlakuan ayah kandung nona pada nona ,saya benar benar tidak tega ,saya merasa gagal melindungi nona" ucap bibi doroty .
Isvara mengelengkan kepalanya ,"Bibi jangan seperti ini ,Isvara baik baik saja ,nanti Isvara akan mencari bukti jika bukan Isvara pelakunya setelah itu Isvara akan pergi dari rumah ini ,bibi ingin ikut Isvara kan ,nanti bibi bisa aku ajak ke rumah Isvara ,jika Isvara sudah punya rumah sendiri nanti ,aku janji Jika Isvara sudah menyelesaikan masalah ini Isvara akan langsung kembali ke butik dan mengumpulkan lebih banyak uang lalu setelah itu Isvara akan mencari rumah dan mengajak bibi untuk tinggal di rumah Isvara nanti ,bibi jangan nangis lagi ya" ucap Isvara panjang lebar.
Bibi doroty mengangguk ,Isvara langsung memeluk bibi doroty . "Sudah jangan menangis ,bibi aku ingin makan sup buatan bibi ,Isvara lapar ,walaupun sudah tengah malam tapi jika terbayang sup buatan bibi Isvara tidak bisa tidur ,tolong buatkan ya" ucap Isvara .
"Iya nona bibi buatkan dulu ya ,nona mandi dulu saja ,nanti jika nona sudah selesai mandi bibi juga sudah selesai memasak supnya " ucap bibi doroty .
Isvara mengangguk sambil memberikan martabak pada bibi doroty,"Ini jika bibi mau bibi bisa memakannya " ucap Isvara.
"Bibi tidak terbiasa makan di tengah malam ,bibi taruh dikulkas saja ya ,nanti sewaktu waktu nona mau makan tinggal dipanasi" ucap bibi doroty diangguki Isvara.
Isvara pun berjalan meninggalkan bibi menuju kamarnya.
"Saya harap ,harapan nona Isvara bisa terkabul ,ya Allah tolong kabulkan harapan nona Isvara " doa bibi doroty.
Tak lama kemudian Isvara telah selesai mandi dan langsung menuju meja makan.
Terlihat sudah ada semangkuk sup di atas meja ,juga ada sebuah note di samping mangkuk , Isvara membaca note itu.
------------------------
"Nona Isvara , Supnya sudah bibi bikinkan ,jika ada yang kurang bisa panggil bibi di kamar,maafkan bibi tidak bisa menemani nona makan ,karena bibi sudah tua tidak bisa tidur terlalu larut ,maafkan saya nona "
------------------------
"Bibi ya ampun ,apa aku sudah merepotkan bibi doroty ya ,astaga seharusnya aku bisa menahannya sampai besok pagi ,tapi kalau teringat bibi doroty yang sedih tadi aku hanya ingin menghiburnya ,sudahlah aku akan meminta maaf besok ,aku akan makan dulu ,wahhh masih hangat ,emm nikmat banget ,langsung hilang rasa lelahku" ucap Isvara sendiri.
Di balik dinding dapur ,seseorang melihat Isvara yang makan dengan lahap sendirian di meja dapur.
Air mata orang itu menetes sambil mengelus sebuah foto perempuan di tangannya.
"Maafkan aku ,aku tidak bisa membuat putrimu bahagia ,dan hanya ada sengsara saja ,tapi kamu harus tahu jika aku hanya ingin mendidiknya menjadi orang yang bertanggung jawab dan tidak semua keinginan bisa dikabulkan ,aku hanya ingin mendidik putri kita agar menjadi orang yang kuat" batin orang itu.