NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERASAAN TIDAK NYAMAN

"Ya, Yang Mulia? Ada yang Anda butuhkan?" tanya Gale, sopan.

Erik tidak langsung menjawab, pria itu berdiri dari kursi kebesarannya, berjalan ke arah jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah taman kediaman nya.

Jantungnya masih berdegup kencang, sangat tidak biasa dan membuat nya gelisah.

"Apa kau... merasakannya?" tanya Erik tanpa menoleh, tatapannya menerobos kegelapan malam di luar sana.

Gale mengerjap, bingung dengan pertanyaan tuannya.

"Merasakan apa, Yang Mulia? Apakah ada penyusup? Biar saya kerahkan pasukan pengawal untuk memeriksa keliling pagar-"

"Bukan," potong Erik dingin.

"Sesuatu... tiba-tiba berdenyut di sini," ucap Erik, mencengkeram dada nya.

"Yang Mulia, apa perlu saya panggilkan Tabib untuk memeriksa Kondisi Anda?" tanya Gale, khawatir.

Erik memejamkan matanya sejenak, bayangan samar tentang masa lalu nya, darah, jeritan, dan rasa kehilangan tiba-tiba kembali melintas di kepalanya.

"Maaf...aku gagal melindungi mu," batin Erik, dengan hati berdenyut sakit.

Rasa sakit dan debaran ini terlalu nyata, membawa rasa rindu yang sudah terkubur ribuan tahun lamanya.

Erik mengepalkan tangannya kuat, meskipun dia tidak tahu apa arti debaran ini, instingnya mengatakan ada sesuatu yang memanggil nya di luar sana.

"Keluar," titah Erik, tegas.

Tanpa bersuara, Gale mundur perlahan dan menutup pintu ruang kerja Erik.

Di balik jendela, Erik menatap langit malam dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara tangannya masih mencengkeram erat dada kirinya yang bergemuruh.

"Siapa..." bisik Erik pada angin malam, suaranya sarat akan luka dan kerinduan yang membara.

"...siapa yang berani memanggilku malam ini?"

Sementara itu, di dalam gubuk reot yang dikelilingi hutan gelap gulita, Kalyca atau yang kini jiwanya sepenuhnya dikuasai oleh sang alkemis agung, Cassandra Hart, tengah berjuang memulihkan diri.

Luka bakar di lengan kirinya akibat cairan dari Edelyn masih mengeluarkan bau hangus yang menyengat, rasa sakitnya luar biasa, menusuk hingga ke tulang, namun, bagi Cassandra yang pernah melewati siksaan keji dan kematian ribuan tahun lalu, rasa sakit ini hanyalah angin lalu, yang jauh lebih membakar adalah api dendam di dadanya.

"Hanya cairan murahan seperti ini..." gumam Cassandra pelan, suaranya terdengar serak namun dingin.

Dengan sisa-sisa tenaga dan jari-jarinya yang gemetar, dia meraba lantai tanah di dekat dipannya.

Berbekal insting tajam nya yang tertanam di dalam jiwanya, dia meraba beberapa akar tanaman liar dan serbuk tanah khusus yang kebetulan tumbuh di sekitar gubuk lembap itu, tanaman penawar racun alami yang tidak diketahui oleh manusia zaman sekarang.

Sssss...

Asap tipis kembali mengepul, kali ini diiringi sensasi dingin yang langsung meredakan panas membara di lengannya, pori-pori kulitnya berangsur menutup, menghentikan pendarahan dan rasa sakit itu dalam hitungan detik.

Cassandra mendengus pelan, menatap lengannya yang kini mulai membaik.

"Tabib istana macam apa yang meracik racun murahan dan menyebutnya sebagai penemuan hebat? Sungguh memalukan," ucap Casandra sinis.

Cassandra mendudukkan dirinya bersila di atas dipan, matanya yang tajam menatap lurus ke luar celah dinding kayu yang bolong, menembus gelap nya malam di tengah hutan.

Di kejauhan, dia bisa merasakan sisa-sisa energi sihir pelindung istana yang megah, tempat di mana ayah kandungnya berada, sekaligus tempat di mana musuh-musuhnya hidup dalam kemunafikan.

"Tubuh gadis ini benar-benar lemah, tapi darah murni yang ada di dalam dirinya tidak bisa di musnahkan dengan racun mana pun," bisik Cassandra, merasakan hawa hangat di sekitar dada nya.

Cassandra Hart, yang sekarang menjadi Kalyca Veldora.

"Tunggu sebentar lagi, Ayah," bisik Kalyca lirih, sorot matanya berubah melembut.

"Putrimu yang dulu bodoh dan dibuang ini sudah kembali, dan kali ini aku akan membersihkan istana itu dari sampah-sampah berkedok bangsawan," lanjut Kalyca dingin.

"Selain itu aku juga harus mencari wanita tua bangka yang menjadi dalang dari penderitaan tubuh ini, orang yang telah menukar Kalyca dengan si iblis Edelyn," batin Kalyca mengepalkan tangannya kuat.

Pagi hari nya, di istana kerajaan Veldora, Edelyn sedari tadi sibuk, memaki-maki pelayan pribadi nya.

Plak

"Bodoh! Itu terlalu sederhana, aku ini calon istri dari Grand Duke, ganti dengan yang lebih mewah!" bentak Edelyn, menampar pipi Mia.

"M-maaf Putri..." cicit Mia takut.

Mia, pelayan pribadi Edelyn, hanya bisa menunduk dalam-dalam sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan keras itu.

Air matanya menggenang di pelupuk mata, tetapi dia tidak berani mengeluarkan suara isakan sekecil pun.

Di istana ini, semua orang tahu bahwa Sang Putri Mahkota yang tampak begitu anggun dan lembut di hadapan Raja dan Ratu, adalah sosok monster yang kejam di balik punggung mereka.

"Cepat bereskan gaun-gaun ini dan ambilkan perhiasan yang kubeli dari kemarin!" bentak Edelyn lagi dengan nada melengking, menendang gaun sutra di lantai dengan ujung sepatu bot mewahnya.

"B-baik, Putri... Saya akan segera mengambilnya," cicit Mia buru-buru

Edelyn mendengus kesal, hari ini dia akan pergi ke kediaman Grand Duke Klaus, dia tadi malam mendapatkan informasi bahwa sang Grand Duke telah kembali dari medan perang.

"Grand Duke Erik Klaus, sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut pada ku," gumam Edelyn percaya diri.

Siapa yang tidak tertarik dengan seorang Erik Klaus, pria itu adalah incaran para gadis-gadis bangsawan, mereka semua berlomba-lomba, mencari perhatian sang Grand Duke, termasuk Edelyn yang sangat terobsesi dengan Erik.

"Kalau aku berhasil menduduki posisi sebagai Grand Duches Klaus, tidak akan ada satu pun orang di kerajaan ini yang bisa meremehkan posisiku, bahkan jika rahasia masa laluku terbongkar..." gumam Edelyn menyeringai lebar.

Ceklekk

Suara pintu kamar Edelyn kembali terbuka.

"Mia cepat! kau lama sekali!" bentak Edelyn tanpa melihat siapa yang datang.

"Edelyn, apa ibu mengganggu mu Nak?" tanya Ratu Alice, lembut.

Deg

Mendengar suara Ratu Alice, Edelyn langsung menegang dan merubah raut wajah nya.

"Ibu, maaf, aku pikir bukan ibu tadi," ucap Edelyn, tersenyum kecil.

Ratu Alice hanya tersenyum dan mengelus lembut tangan Edelyn.

"Kamu mau kemana, pagi-pagi sudah rapi begini?" tanya Ratu Alice, melihat penampilan Putri nya.

"Aku mau ke kediaman Klaus, aku dengar Erik sudah kembali dari medan perang," jawab Edelyn tersenyum lebar.

Ratu Alice menghela nafas nya panjang, menggenggam kedua tangan Edelyn.

"Boleh hari ini kamu tinggal di istana, ada beberapa pekerjaan yang harus ibu urus, tolong kamu gantikan ibu Nak, karena ibu harus menemani Ayah mu," ucap Ratu Alice, menatap Edelyn.

Senyum di wajah Edelyn langsung hilang, dengan kasar dia melepaskan tangan Ratu Alice, dan mendengus kesal.

"Tidak mau, lagipula itu bukan urusan ku," jawab Edelyn ketus.

"Edelyn, Ibu mohon Nak, pagi ini penyakit Ayah mu kambuh, Ibu harus menemani nya," mohon Ratu Alice.

"Tidak! Aku ingin bertemu dengan Erik!" tolak Edelyn keras.

"Tapi Ed-"

1
Nawi
kenapa cuma 1 up nya thor nanggung
Tiara Bella
thor kurang....
kaylla salsabella
semoga gagal kabur nya
Nawi
cemungut thor lanjut 💪
TT: Jejaktinta14: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
kaylla salsabella
sabar bentar lagi... ratu kamu tahu siapa kalyca
Anisa Tanjung
👍👍gas tor
kaylla salsabella
dia bukan lawan mu Joel
kaylla salsabella
seru..... lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt
makaci crazy up nya 😍👍
kaylla salsabella
semangat kalyca dan erik
kaylla salsabella
lanjut
Tiara Bella
kompaknya kalyca sm Erik....
Maria Lina
😍😍
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Kusii Yaati
oalahhh pantes orang emak kandungnya edelyn ternyata seorang penyihir hitam pantes anaknya kayak Dajjal,...
Kusii Yaati
bukannya sadar akan kesalahannya semakin menjadi brutal iya.lagian aneh ibunya lembut ayahnya juga lembut hatinya nah anaknya kayak Mak Lampir suka teriak", kasar, sombong dan angkuh. di tes DNA aja biar tahu itu anaknya atau anak demit
Tiara Bella
wow makasih thor up nya banyak puas bngt bacanya.....
TT: Jejaktinta14: kembali kasih sayangggg
total 1 replies
kaylla salsabella
cari mati aja kamu carollita
kaylla salsabella
ratu alice terlalu lembek
Maria Lina
heran deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!