NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Batas Fisik Sang Pemburu

​Rintik hujan mulai turun membasahi tanah batu di luar Gerbang Putih. Setiap tetesnya memantul dingin pada armor hitam tembaga milik Jenderal Kaelen, yang berdiri tegak tanpa kehangatan napas kehidupan.

​Pria itu telah memotong seluruh saraf sensoriknya. Bagi Kaelen, rasa sakit, keseimbangan biologis, dan rasa takut tidak lagi ada. Tubuhnya kini hanyalah sebongkah mesin pembunuh kasta Sovereign Puncak yang didorong oleh kemauan baja mutlak.

​CRACK!

​Tanpa ada peringatan, tanah di bawah kaki Kaelen meledak. Kecepatannya melampaui seluruh kalkulasi refleks yang pernah dihadapi Ren. Kaelen tidak lagi menggunakan alur Qi yang teratur; ia meledakkan energi secara kasar langsung ke dalam serat otot paha dan betisnya—memaksa tubuhnya meluncur melampaui batas anatomis manusia.

​Dalam hitungan milidetik, pedang hitam Kaelen sudah menyapu leher Ren.

​Ren menggeser tubuhnya sebesar empat derajat. Kecepatan reaksi Mata Persepsi Kosmik milik Ren masih bekerja sempurna, namun massa momentum Kaelen yang tak terikat oleh rasa sakit menciptakan variabel baru yang mengerikan.

​SRETT!

​Ujung bilah pedang Kaelen tidak menembus jubah perak Zeon secara penuh, namun gelombang tekanan udara murni yang tercipta dari tebasan kaku tanpa Qi itu menghantam dada Ren secara brutal.

​BANG!

​Ren terlempar sejauh sepuluh meter, meluncur menyeret batu jalanan. Tulang rusuk kirinya retak seketika oleh gelombang kejut fisik. Ren terbatuk, memuntahkan darah pekat ke atas tanah yang basah.

​【Peringatan Struktur Organik: Kerusakan Parah Pada Tulang Rusuk Ke-4 dan Ke-5】

【Kalkulasi Musuh: Target Tidak Memiliki Respon Biologis Terhadap Kerusakan Organ】

​"Aku tahu kau membaca jeda saraf kami, Ren Vaelen," suara Kaelen bergema dari balik helmnya, berat dan dingin seperti besi tua. "Tapi saat seorang prajurit tidak peduli apakah ototnya sobek atau tulangnya hancur saat mengayunkan pedang... kalkulasi refleksmu kehilangan titik tumpunya."

​Kaelen menerjang lagi.

​Bilah pedang kirinya menusuk lurus ke arah jantung Ren. Ren berguling di atas tanah yang becek, mencoba menyelinap ke bawah sudut tumpuan kaki Kaelen untuk menghantam sendi lututnya—teknik yang sama yang ia gunakan untuk melumpuhkan Barek.

​THUD!

​Taring babi raksasa di tangan Ren menghantam bagian belakang lutut Kaelen dengan presisi anatomis 100%. Sendi lutut Kaelen hancur terlipat ke depan.

​Namun, Kaelen tidak tumbang.

​Karena sarafnya telah diputus, Kaelen tidak mengalami syok refleks. Alih-alih kehilangan keseimbangan, Kaelen justru memanfaatkan patahnya kaki kirinya sebagai tumpuan mati untuk memutar tubuhnya 180 derajat di udara, mengayunkan pedang kakunya tepat ke bahu kanan Ren.

​JSSSH!

​Bilah baja tebal itu menebas dalam, menembus jubah perak dan memotong otot trapezius serta sebagian tulang belikat Ren.

​Darah segar menyembur deras. Tangan kanan Ren mendadak mati rasa, membuat taring rakitannya terlepas dan jatuh ke dalam kubangan air hujan.

​Ren terhempas keras ke dinding batu parit benteng. Napasnya memburu keras, berbunyi sengau karena paru-parunya tertekan oleh darah dan retakan tulang. Pemandangannya mulai berbayang; mata kirinya tertutup oleh aliran darah hangat yang mengalir dari pelipisnya.

​Di hadapannya, Kaelen menyeret kakinya yang telah patah dengan sudut yang tak wajar. Pria itu terus berjalan maju seperti mayat hidup berarmor, mengangkat kedua pedangnya tinggi-tinggi.

​"Selesai sudah, Zero-Core," ucap Kaelen. "Langkahmu berakhir di sini."

​Ren bersandar pada dinding batu yang dingin. Tubuh manusianya—manifestasi terendah dari Zero-Core di Aethelgard—kini berada di ambang kematian biologis. Pandangannya meredup, detak jantungnya melemah hingga tinggal desiran halus.

​Namun, di dalam kesadaran paling dalam yang berada di balik jaringan otak biologisnya, tidak ada ketakutan.

​Melalui mata yang sekarat, Mata Persepsi Kosmik tidak lagi sekadar membaca vektor fisik manusia. Di titik kritis kematian ini, simulasi mata itu bergeser, membaca kerusakan permanen pada seluruh struktur internal Kaelen sendiri.

​【Anomali Biologis: Target Memaksa Serat Otot Bekerja Di Atas Toleransi 300%】

【Estimasi Waktu Kelumpuhan Total Target: 3,2 Detik】

【Kondisi Terpenuhi: Mengalami Titik Kematian Murni】

【Memproses Akses: Level 4 — Absolute Null】

​Ren tidak tersenyum, namun matanya yang tertutup darah mendadak terbuka kembali. Pandangan hitamnya kini benar-benar kosong—bebas dari respon rasa sakit biologis, bukan karena dipotong seperti Kaelen, melainkan karena kesadarannya telah melampaui definisi rasa sakit itu sendiri.

​Dengan tangan kirinya yang masih berfungsi, Ren mencabut belati kecil yang terikat di pinggangnya.

​Saat kedua pedang Kaelen mengayun turun untuk memenggal kepalanya, Ren tidak mencoba menghindar. Ia membiarkan bilah pedang Kaelen menembus bahu kirinya secara murni, menggunakan dorongan tebasan itu untuk mengunci posisi tubuh Kaelen dalam sudut mati absolut.

​STAB!

​Dalam jarak nol sentimeter, Ren menusukkan belati kecilnya bukan ke jantung atau leher Kaelen, melainkan tepat ke arteri femoralis utama di pangkal paha kanan Kaelen—satu-satunya tumpuan kaki Kaelen yang tersisa.

​JSSSH!

​Tekanan darah bertekanan tinggi yang dipompa gila-gilaan oleh jantung Kaelen menyembur keluar seperti pipa bocor. Tanpa tumpuan pada kaki kanan, dan dengan kaki kiri yang sudah hancur, seluruh struktur fisik Kaelen roboh seketika ke atas tanah.

​Kaelen mencoba menggerakkan lengannya untuk mengayunkan pedang, namun karena kehabisan darah dalam hitungan detik, oksigen ke otaknya terputus secara mendadak. Tubuh raksasa berarmor hitam itu terjerembab kaku di atas kubangan air hujan, tepat di depan kaki Ren.

​Jenderal Kaelen telah tewas—bukan karena dikalahkan oleh kekuatan yang lebih besar, melainkan karena tubuhnya hancur oleh pemaksaan mekanisnya sendiri.

​Ren berdiri bersandar pada dinding benteng. Tubuhnya penuh luka tembus, darah terus mengucur dari bahu dan dadanya, serta napasnya tersedak oleh darah. Ia sekarat secara biologis di tengah hujan yang makin deras di depan Gerbang Putih yang kini terbuka lebar tanpa penjaga.

​Di dalam sudut penglihatannya, tulisan samar itu bergetar pelan.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!