NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Dari Timur

Pendekar Pedang Dari Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ginza

Di dunia Murim yang dikuasai oleh sekte-sekte besar dan tipu daya, Mu Jin hanyalah seorang tukang kayu dari desa terpencil. Hidupnya berubah total ketika desanya dibantai dalam satu malam oleh pasukan yang tak dikenal.

Tanpa tenaga dalam dan tanpa latar belakang beladiri, Mu Jin memulai perjalanan panjang ke utara. Di tengah perjalanan, dia berhadapan dengan kenyataan kejam dunia Murim: orang kuat menindas yang lemah, keadilan hanyalah topeng, dan dendam adalah satu-satunya hal yang membuatnya terus melangkah.

Sementara itu, di Puncak Awan Putih, Lu Chen, sosok yang dipuja sebagai pelindung keadilan, menggerakkan pengaruhnya di balik layar. Di utara, pemberontakan perlahan menguat di bawah pimpinan Lin Yu, anak haram yang ditolak oleh dunianya sendiri.

Di antara salju, darah, dan konspirasi, seorang tukang kayu biasa terus berjalan. Tanpa mengetahui apakah dia akan menjadi pahlawan, monster, atau hanya satu lagi mayat di jalanan Murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Uap pahit dari belanga-belanga racun membumbung tinggi, memenuhi lantai atas gua bawah tanah Sekte Racun Jiwa. Di ruangan yang dipenuhi rak-rak berisi botol spesimen dan tengkorak hewan berbisa, Du Kang berdiri di hadapan meja kayu besar, mengamati gulungan perkamen yang penuh dengan coretan resep racun terlarang.

Langkah kaki yang halus namun mantap terdengar mendekat. Seorang pria paruh baya bergaun hijau tua dengan sulaman kalajengking emas melangkah masuk. Dia adalah Zhao Kang, Pelindung Kiri Sekte Racun Jiwa, salah satu petinggi yang mengawasi seluruh kegiatan eksperimen di wilayah utara.

Zhao Kang menghentikan langkahnya, menatap lengan kanan Du Kang yang masih terikat kayu penopang dan terbungkus perban tebal bertumpuk.

“Aku mendengar kabar dari para murid,” kata Zhao Kang, suaranya berat dan berwibawa, bergema tipis di antara dinding gua. “Dua lenganmu remuk dihantam oleh seorang manusia biasa dari perbatasan Kota Karang Es. Apakah berita menyedihkan itu benar, Tetua Du?”

Du Kang tidak menunjukkan rasa malu atau amarah atas ejekan tersebut. Sebaliknya, pria tua berkerut itu justru melepaskan tawa terkekeh yang serak dan memanjakan kegilaannya.

“Remuk?” Du Kang memutar kepalanya, memperlihatkan sepasang mata keruh yang memancar kencang oleh obsesi. “Lengan ini hanyalah kepingan daging tua yang tak berguna, Pelindung Zhao! Sepasang tulang rusuk dan dua tanganku patah adalah harga yang terlalu murah untuk apa yang baru saja kutemukan di bawah sana!”

Zhao Kang menaikkan sebelah alisnya, sedikit tertarik oleh reaksi gila seniornya itu. “Apa maksudmu?”

Du Kang melangkah mendekati belanga kaca besar di sudut ruangan, tempat cairan racun bening sedang mendidih pelan.

“Pria bertubuh kusam itu... dia tidak memiliki sebaris pun qi atau tenaga dalam di tubuhnya,” pamer Du Kang dengan nada penuh gairah yang menjijikkan. “Namun saat aku memasukkan Tujuh Organ Pembusuk, Bisa Kalajengking Es, hingga Cacing Darah Murni ke dalam rongga dadanya, jaringan fisiknya tidak hancur menjadi bubur seperti manusia biasa. Tubuhnya memakan racun-racun itu! Dagingnya bermutasi, mengeras, dan mengasimilasi setiap tetes hisapan bisa menjadi pertahanan baru!”

Zhao Kang melangkah lebih dekat, menatap intens pada gulungan catatan eksperimen di atas meja. “Kau bermaksud mengatakan... dia selamat dari tingkat konversi racun murni?”

“Bukan sekadar selamat!” potong Du Kang melengking, tangannya yang tersisa mengepal kencang. “Aku baru saja memoles tubuhnya dengan Minyak Sembilan Akar Pualam. Daging barunya tumbuh keabu-abuan seperti batu karang, dan sarafnya menjadi sepuluh kali lebih peka! Hari ini, aku bisa menjejalkan dosis racun yang sanggup membunuh seratus pendekar ranah menengah sekaligus ke dalam darahnya, dan dia akan tetap hidup untuk menerima siksaan esok hari!”

Du Kang mengusap perban di tangannya yang remuk tanpa memedulikan rasa sakitnya sendiri. Senyum lebar yang gila dan mengerikan kembali terukir di wajah keriputnya.

“Biarkan tangan tua ini remuk!” seru Du Kang histeris. “Biarkan tulang-tulangku hancur! Jika aku bisa melahirkan sebuah Boneka Racun Bernyawa yang sanggup meremukkan pembawa pedang terkuat di dunia Murim tanpa butuh qi, maka kehilangan sepasang tangan ini adalah berkah terbesar dalam hidupku!”

Zhao Kang membisu sejenak, lalu pandangannya berganti menjadi tatapan dingin yang sarat akan ambisi.

“Bawa aku ke bawah,” perintah Zhao Kang pelan. “Aku ingin melihat sendiri calon mahakarya bencana milik Sekte Racun Jiwa.”

1
Ginza
bantu retting teman-teman
SilentNovels
saling support tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!