NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Lemitless

Reincarnation Of The Lemitless

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Kael seharusnya tidak mati, tetapi kesalahan seorang dewa mengubah takdirnya selamanya. Diberi tubuh baru yang sempurna dan tiga kemampuan luar biasa—Adaptation, Infinite Growth, dan Absolute Regeneration—ia direinkarnasikan ke dunia Elyndra. Namun, alih-alih terlahir di tempat aman, Kael justru terlempar ke Death Forest, wilayah terlarang yang dipenuhi monster mematikan. Sambil mencari jalan keluar, ia mulai memahami kultivasi, sihir, dungeon, kerajaan, dan ras-ras kuat yang menghuni dunia tersebut. Pertemuannya dengan seorang Ancient Vampire bernama Seraphina menjadi awal perjalanan panjangnya. Di tengah konflik sekte, peperangan, rahasia kuno, dan cinta, Kael perlahan menyadari bahwa kedatangannya mungkin bukan sekadar kesalahan yang belum pernah diketahui manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 — Tantangan Terbuka

Dua minggu setelah insiden pesan ancaman, ketegangan di Heavenly Sword Sect tidak juga mereda—justru semakin memanas ketika mendekati hari keberangkatan menuju arena Kingdom Tournament.

Kael menghabiskan waktunya dengan lebih fokus dari sebelumnya, berlatih dari fajar hingga larut malam, menyerap setiap sumber daya kultivasi yang diberikan sekte kepadanya sebagai Holy Son.

Perpustakaan sekte memberinya akses ke ratusan manual teknik yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, dan dia melahap semuanya dengan rasa lapar yang hampir tidak wajar.

[Qi Gathering 2★ — Progres: 78%.]

Kemajuannya jauh melampaui ekspektasi siapa pun, termasuk dirinya sendiri. Setiap teknik yang dia pelajari, Adaptation membantunya menguasai dengan kecepatan yang membuat para tetua pengawas semakin sering menggelengkan kepala dengan campuran kagum dan sedikit khawatir.

Namun kemajuan ini juga memperburuk situasi dengan Reyes dan pendukungnya.

Suatu pagi, ketika Kael sedang berlatih pedang sendirian di lapangan latihan, Reyes muncul bersama tiga murid lain, semuanya dengan ekspresi yang tidak menyembunyikan permusuhan mereka.

"Holy Son," Reyes berkata dengan nada mengejek, menekankan gelar itu seolah itu sebuah lelucon. "Kudengar kau sangat berbakat. Aku penasaran apakah bakat 'tak terukur'-mu itu nyata, atau hanya kebetulan yang dibesar-besarkan."

Kael menghentikan latihannya, menatap kelompok itu dengan tenang. "Ada yang bisa kubantu?"

"Aku menantangmu," Reyes berkata langsung, tanpa basa-basi.

"Duel resmi, disaksikan oleh tetua sekte. Jika kau benar-benar layak menyandang gelar Holy Son, buktikan di depan semua orang, bukan hanya lewat hasil ujian aneh yang bahkan tidak bisa dijelaskan dengan benar."

Murid-murid lain yang kebetulan berada di lapangan latihan mulai berkumpul, mendengar tantangan itu dengan antusiasme yang tidak tersembunyi—drama semacam ini jarang terjadi secara terbuka di sekte sebesar ini.

Kael mempertimbangkan tantangan itu sejenak. Dia bisa saja menolak, tetapi Aria sudah memperingatkannya: dalam politik sekte, persepsi adalah segalanya.

Menolak tantangan terbuka seperti ini hanya akan memperkuat keraguan orang-orang terhadapnya.

"Baiklah," Kael akhirnya menjawab. "Aku terima."

Senyum puas Reyes melebar. "Bagus. Besok, di Arena Pengujian, saat matahari tepat di atas kepala. Aku akan menunjukkan kepada seluruh sekte bahwa gelar itu seharusnya milikku, bukan pendatang baru yang bahkan tidak tahu asal-usulnya sendiri."

Kabar tentang duel itu menyebar cepat ke seluruh sekte sebelum matahari terbenam hari itu. Ketika Kael kembali ke pavilionnya malam itu, dia menemukan Seraphina sudah menunggu dengan ekspresi khawatir yang jelas.

"Aku dengar tentang duelnya," katanya tanpa basa-basi. "Kau yakin ini ide yang bagus?"

"Aku tidak yakin ada pilihan lain yang lebih baik," Kael menjawab, duduk untuk beristirahat setelah hari yang panjang.

"Kalau aku menolak, itu hanya akan membuat orang semakin curiga. Kalau aku terima dan menang, setidaknya sebagian keraguan akan mereda."

"Dan kalau kau kalah?"

Kael terdiam sejenak, mempertimbangkan kemungkinan itu. "Aku sudah menghadapi hal-hal yang jauh lebih berbahaya daripada duel murid sekte, Seraphina. Aku tidak berencana kalah."

Seraphina menatapnya lama, mengenali keteguhan yang sudah mulai dia kenali sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter pemuda ini. "Aku tahu kau kuat. Tapi Reyes sudah lima tahun menjadi Elite Disciple. Dia punya pengalaman bertarung dengan aturan dan format duel resmi yang mungkin belum pernah kau hadapi."

"Maka aku akan belajar aturannya besok, sambil bertarung," Kael berkata dengan senyum santai yang membuat Seraphina menghela napas panjang.

"Kau benar-benar tidak pernah berubah, ya?"

"Kenapa harus berubah kalau caraku selama ini berhasil?"

Seraphina menggeleng, tetapi ada senyum kecil yang tidak bisa dia sembunyikan sepenuhnya. "Baiklah. Aku akan hadir besok, mengawasi dari kejauhan seperti biasa. Jangan buat aku harus turun tangan."

"Aku akan berusaha," Kael tertawa kecil.

Keesokan harinya, Arena Pengujian dipenuhi ratusan murid dan beberapa tetua yang datang untuk menyaksikan duel yang sudah menjadi buah bibir seluruh sekte.

Aria berdiri di antara penonton, wajahnya menunjukkan campuran kekhawatiran dan rasa penasaran, sementara Tetua Marcus dan Tetua Godric duduk di kursi pengawas bersama beberapa tetua lainnya.

Reyes sudah berdiri di tengah arena ketika Kael tiba, mengenakan zirah ringan yang jelas dirancang khusus untuk pertarungan, jauh berbeda dari pakaian sederhana Kael.

"Sudah siap untuk kalah, Holy Son?" Reyes bertanya dengan seringai percaya diri.

"Kita lihat saja," Kael menjawab tenang, melangkah ke posisinya di sisi berlawanan arena.

Tetua Marcus berdiri untuk mengumumkan aturan duel. "Pertarungan ini akan berlangsung sampai salah satu pihak menyerah, tidak bisa melanjutkan, atau keluar dari batas arena. Penggunaan pembunuhan langsung dilarang keras. Apakah kedua belah pihak memahami aturan ini?"

"Dipahami," Reyes menjawab tegas.

"Dipahami," Kael mengikuti, menyesuaikan diri dengan format yang jelas berbeda dari pertarungan hidup atau mati yang selama ini dia jalani di Death Forest.

"Kalau begitu," Tetua Marcus mengangkat tangannya, "duel dimulai!"

Reyes melesat maju dengan kecepatan yang mengesankan, pedangnya berkilau di bawah sinar matahari saat menebas ke arah Kael dengan teknik yang jelas sudah dilatih selama bertahun-tahun.

Kael mengangkat pedangnya untuk menangkis, dan dentingan logam pertama menggema di seluruh arena, menandai dimulainya pertarungan yang akan menentukan banyak hal lebih dari sekadar kebanggaan pribadi.

 

Dentingan pedang pertama itu menggetarkan udara, dan Reyes langsung melanjutkan dengan rentetan serangan cepat—tebasan, tusukan, sabetan menyamping—semuanya mengalir dalam kombinasi yang jelas hasil dari latihan bertahun-tahun.

Kael bertahan, membiarkan dirinya membaca pola serangan lawannya terlebih dahulu sebelum mulai membalas.

Ini berbeda dari monster di Death Forest yang menyerang dengan naluri murni, atau roh kuno yang menyerang dengan kekuatan mentah.

Reyes bertarung dengan teknik formal Heavenly Sword Sect, gerakannya efisien dan terukur, dirancang untuk mengeksploitasi kelemahan lawan secepat mungkin.

[Adaptation terhadap Teknik Pedang Formal Heavenly Sword Sect: 7%.]

"Kenapa hanya bertahan?" Reyes menggeram di tengah rentetan serangannya. "Takut menyerang balik, Holy Son?"

"Hanya mengamati," Kael menjawab tenang, menangkis tebasan lain dengan gerakan minimal.

Penonton yang menyaksikan mulai berbisik-bisik.

Beberapa menganggap Kael terlalu defensif, tanda bahwa dia tidak seyakin yang diperlihatkan hasil ujiannya.

Yang lain, terutama yang memiliki mata terlatih untuk membaca pertarungan, mulai menyadari sesuatu yang berbeda—setiap gerakan bertahan Kael semakin presisi, semakin efisien, seolah dia belajar dengan kecepatan yang tidak wajar di tengah pertarungan itu sendiri.

[Adaptation: 23%.]

Reyes melancarkan kombinasi andalannya—tiga tebasan cepat diikuti tusukan mematikan yang biasanya cukup untuk mengakhiri pertarungan melawan murid seangkatannya.

Kael menghindari dua tebasan pertama, menangkis yang ketiga, dan pada saat tusukan terakhir datang, dia sudah bisa memprediksi arahnya dengan tepat.

Dia menyamping, membiarkan tusukan itu melewati sisinya hanya dengan selisih beberapa senti, lalu membalas dengan tebasan cepat yang mengenai lengan Reyes.

Reyes tersentak mundur, menatap goresan di lengannya dengan mata melebar. "Kau ..."

"Kombinasi yang bagus," Kael berkata jujur, tanpa nada mengejek. "Tapi terlalu bisa diprediksi setelah diulang dua kali."

Wajah Reyes memerah karena marah dan malu. "Jangan sombong dulu!"

Dia menyerang lagi, kali ini dengan intensitas yang lebih tinggi, mengerahkan Qi lebih besar ke setiap serangannya. Tekanan di sekitar arena mulai terasa, membuat beberapa penonton di baris terdepan mundur sedikit.

Kael merasakan peningkatan tekanan itu, dan alih-alih terus bertahan, dia mulai memasukkan elemen Tebasan Seribu Prajurit ke dalam pertahanannya—teknik warisan Jenderal Vorn yang masih dia pelajari, tapi cukup dikuasai untuk situasi seperti ini.

[Tebasan Seribu Prajurit — Pemula 41%.]

Setiap tangkisannya kini membawa gelombang balik kecil yang membuat Reyes semakin kesulitan mempertahankan momentum serangannya.

Perlahan, keseimbangan pertarungan mulai bergeser.

"Bagaimana bisa ..." Reyes bergumam, napasnya mulai terengah-engah sementara Kael masih terlihat relatif tenang.

"Kau baru menjadi murid sekte kurang dari sebulan!"

"Aku belajar cepat," Kael menjawab sederhana, meluncurkan serangan balasan pertamanya yang benar-benar ofensif.

Tebasannya membawa aliran Qi yang terpusat sempurna, dan Reyes hanya sempat mengangkat pedangnya untuk menangkis sebagian dari kekuatan itu.

Getaran hebat menjalar melalui lengannya, membuat pedangnya nyaris terlepas dari genggaman.

Penonton mulai riuh, suasana yang tadinya berpihak pada Reyes perlahan berubah menjadi kekaguman campur keterkejutan melihat performa Kael yang semakin meningkat.

"Dia benar-benar menyesuaikan diri di tengah pertarungan," salah satu tetua senior berbisik kepada rekannya di kursi pengawas, nada suaranya penuh ketidakpercayaan.

Reyes, yang menyadari keseimbangan mulai berbalik melawannya, memutuskan untuk mengeluarkan kartu terakhirnya—sebuah teknik rahasia yang dia pelajari khusus dari gurunya, salah satu tetua senior sekte yang juga merupakan pendukung diam-diamnya.

"Teknik Rahasia," Reyes berseru, "Seribu Bayangan Pedang!"

Tubuhnya bergerak dengan kecepatan yang jauh melampaui sebelumnya, menciptakan puluhan bayangan pedang yang menyerang dari segala arah secara bersamaan.

Ini jelas teknik tingkat tinggi yang seharusnya belum dikuasai murid seusia Reyes, kemungkinan besar dipelajari secara ilegal atau diberikan secara khusus oleh gurunya untuk situasi seperti ini.

Kael merasakan tekanan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, puluhan titik serangan yang mustahil dihindari semuanya dengan cara konvensional.

[Peringatan: Teknik tingkat tinggi terdeteksi.]

[Adaptation memerlukan waktu untuk analisis penuh.]

Untuk sesaat, Kael merasakan kepanikan kecil—ini pertama kalinya sejak duel dimulai dia benar-benar terancam.

Namun kepanikan itu segera digantikan oleh fokus yang tajam, insting yang sama yang membantunya bertahan hidup melawan Blood Bear dan Crimson Knight.

Dia tidak mencoba menangkis semua bayangan itu. Sebaliknya, dia memusatkan seluruh kesadarannya untuk mencari satu hal: sumber asli dari semua bayangan itu, tubuh nyata Reyes yang tersembunyi di antara ilusi kecepatannya sendiri.

[Adaptation terhadap Seribu Bayangan Pedang: 34%.]

Dia melihatnya—perbedaan kecil dalam intensitas Qi di salah satu bayangan, sedikit lebih padat dari yang lain karena itu adalah sumber aslinya, bukan sekadar gema kecepatan.

Kael melangkah maju, bukan mundur, langsung menuju titik itu, mengabaikan bayangan-bayangan lain yang menebas tubuhnya dan hanya meninggalkan luka-luka superfisial yang segera ditangani Absolute Regeneration.

Dia menangkap pergelangan tangan asli Reyes tepat sebelum tebasan finalnya mendarat, menghentikan momentum serangan itu sepenuhnya.

Keheningan menyelimuti arena.

"Bagaimana ..." Reyes berbisik, wajahnya pucat pasi menyadari posisinya yang rentan sepenuhnya.

"Kau menyembunyikan diri di antara bayangan," Kael menjawab tenang, "tapi kau tidak bisa menyembunyikan kepadatan Qi aslimu."

Dengan gerakan cepat namun terkendali, Kael memutar pergelangan tangan Reyes, membuat pedangnya jatuh berdenting ke tanah, lalu mendorongnya mundur hingga terjatuh di luar batas arena yang ditandai.

[Reyes keluar dari batas arena.]

[Duel dimenangkan oleh Kael.]

Sorak-sorai riuh pecah dari sebagian besar penonton, meski beberapa—terutama yang berdiri dekat dengan faksi Tetua Godric—tampak tidak senang dengan hasil ini.

Kael mengulurkan tangan untuk membantu Reyes berdiri, gestur yang membuat Reyes menatapnya dengan campuran kebingungan dan rasa malu yang mendalam.

"Pertarungan yang bagus," Kael berkata tulus.

"Teknik rahasiamu benar-benar mengejutkanku."

Reyes menatap tangan yang terulur itu lama sebelum akhirnya menerimanya, meski enggan. "Aku... aku masih tidak percaya kau bisa mengalahkannya."

"Aku juga baru belajar melihat perbedaan kepadatan Qi hari ini," Kael mengakui jujur, membuat Reyes menatapnya dengan ekspresi yang semakin sulit dibaca.

Di kursi pengawas, Tetua Godric berdiri dengan wajah tegang, sementara Tetua Marcus tersenyum puas menyaksikan hasil yang membuktikan keputusannya memberikan status Holy Son bukanlah kesalahan.

Namun jauh di sudut arena, tersembunyi di antara kerumunan penonton, seseorang yang mengenakan jubah dengan lambang kecil tersembunyi di kerahnya—lambang yang hanya bisa dikenali oleh mereka yang tahu tentang keberadaan pengikut rahasia Dravos—mencatat setiap detail pertarungan itu dengan seksama, khususnya kemampuan adaptasi Kael yang luar biasa, untuk dilaporkan kepada tuannya yang sedang menunggu dengan sabar di kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!