Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.
Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.
Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.
Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bakar!
Meksiko.
Begitu jet mendarat di pangkalan udara pribadi, Rakanza langsung menuju markas taktis Teratai Hitam. Suasana ruang komando yang remang terasa mencekam, beberapa anak buah senior berdiri tegang menunggunya.
"Peta," perintah Rakanza singkat, nada suaranya sedingin es.
Seorang bawahan menyodorkan tablet digital dengan jemari sedikit gemetar. Rakanza memicingkan mata menatap titik merah yang berkedip menyala di tengah kegelapan hutan terpencil.
"Markas mereka di sini?"
"Benar, Bos. Itu fasilitas bawah tanah yang disamarkan."
"Berapa banyak personel mereka?"
"Sekitar lima puluh orang bersenjata berat, Bos. Lengkap dengan sistem pertahanan otomatis."
Rakanza manggut-manggut pelan.
"Pengkhianat kita?"
"Terdeteksi di dalam, tapi kami belum bisa mengonfirmasi identitas pastinya."
"Sisakan saksi hidup yang bisa bicara. Sisa pengacau lainnya... ratakan," cetus Rakanza tanpa keraguan.
"Bergerak sekarang."
Malam merambat pekat saat pasukan Teratai Hitam mengepung fasilitas tersembunyi itu. Bau tanah basah dan mesiu menyengat udara.
Tiba-tiba—
Brak!
Boom!
Ledakan dahsyat memporak-porandakan gerbang utama, memicu raungan sirene bahaya yang memekakkan telinga. Cahaya merah darurat berkedip-kedip liar, memantulkan bayangan pertempuran yang brutal.
TA-TA-TA-TA!
DOR!
DOR!
Rentetan tembakan otomatis saling membalas di lorong-lorong. Bau darah segar mulai bercampur dengan asap tembakan. Rakanza melangkah tenang di tengah kekacauan, mengendalikan pertempuran dengan kalkulasi dingin. Setiap kali ada musuh yang menerobos mendekat, dua tembakan presisi dari tangannya langsung melumpuhkan mereka tanpa ragu.
Kurang dari tiga puluh menit, jeritan musuh runtuh menjadi keheningan yang mencekam.
"Bos!" Gavin berlari mendekati Rakanza dengan napas terengah, rompi anti-pelurunya bersimbah noda darah musuh. "Lantai utama dan area luar sudah bersih. Tapi pengkhianatnya sudah membakar dokumen di ruang penyimpanan sebelum kabur!"
"Cari lorong tersembunyi," perintah Rakanza tajam. "Tempat seperti ini selalu punya ruang rahasia."
Gavin mengangguk cepat. Beberapa menit menyisir dinding berlapis baja, sebuah pintu tersembunyi berhasil dibongkar secara paksa. Pintu besi tebal itu terbuka dengan decitan berat yang mengerikan.
Ssshh...
Uap dingin membumbung keluar, membawa bau busuk zat kimia pekat, debu lembap, dan getir darah cair yang menusuk hidung. Seketika, gelombang mual dan jijik menghantam tubuh Rakanza. Mysophobianya bergejolak hebat. Tenggorokannya serasa tercekik bayangan jutaan kuman berbahaya yang mengapung di udara. Ia membetulkan posisi sarung tangan kulit hitamnya dan topeng maskernya, memaksakan kedua kakinya menuruni tangga besi menuju kegelapan bawah tanah.
Suasana di tingkat terbawah itu sunyi mati. Hanya ada detak jarum indikator laboratorium yang rusak dan tetesan air bersahutan dari atap beton.
Di ujung lorong, di dalam sebuah kurungan besi yang berembun, matanya menangkap siluet yang meringkuk tak berdaya.
Seorang gadis. Tubuhnya begitu kurus dan ringkih, tergeletak di atas lantai semen kotor yang dingin. Pakaiannya lusuh robek-robek, dan bagian wajahnya tertutup kain cadar hitam kusam yang ternoda bercak cairan kimia membeku.
Gavin membelalakkan matanya, memajukan senter taktisnya. "Bos... tempat ini laboratorium eksperimen ilegal. TaPi... gadis ini masih bernapas."
Dada gadis itu naik-turun sangat lemah, seolah setiap helaan napasnya adalah perjuangan menyakitkan melawan kematian.
Rakanza membeku di tempat. Logika dinginnya menyuruhnya berbalik pergi. Tempat ini terpolusi, kotor, dan penuh risiko kontaminasi biologis yang paling ditakutinya. Gadis ini bisa saja membawa virus mematikan.
Namun, saat sorot matanya bertabrakan dengan jemari mungil gadis misterius itu yang gemetaran menahan dingin di tanah basah, sebuah getaran aneh yang tak masuk akal menghantam nalurinya. Ada sesuatu yang menahan langkah Rakanza untuk berbalik.
"Angkat dia," perintah Rakanza, suaranya berat dan tertahan.
Gavin terperanjat. "Bos?! Tapi area ini penuh zat asing berpotensi racun! Mysophobia Bos—"
"Bawa dia keluar. Obati sampai sembuh," potong Rakanza dengan nada tak terbantahkan.
Saat Gavin membawa gadis kotor itu, Rakanza otomatis mundur selangkah, rahangnya mengeras, ia menyemprotkan hand sanitizer ke sarung tangannya berkali-kali.
"Lalu laboratorium dan seluruh fasilitas ini, Bos?"
Rakanza membalikkan badannya, membelakangi kegelapan ruangan yang dinilainya amat kotor itu.
"Bakar semuanya. Jangan tinggalkan jejak."
Sebelum menaiki tangga, Rakanza melirik tajam ke arah tubuh ringkih bercadar yang kini dievakuasi oleh timnya.
"Dan ingat, Gavin... pastikan dia tidak mati."
Rakanza tidak pernah membayangkan bahwa keputusannya di tengah kobaran api malam itu akan memutarbalikkan takdir hidupnya. Karena gadis yang baru saja diselamatkannya dari neraka bawah tanah itu bukan sekadar korban biasa, melainkan pemegang kunci rahasia besar yang kelak akan mengguncang pondasi keluarga Elson dan Winston selamanya.
...****************...
Visual Para tokoh...
🍀 [LUVIANA WINSTON]
🍀 [RAKANZA ELSON]
🍀 [ANNABELLA ARUMI)
🍀 [LUCIAN WINSTON DAN LUCKY WINSTON]
🍀 [RAFANDRA ELSON]
dasar anabella hantu gila astaga 😡😡😡
jangan lama ya thor 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻