NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 Kenyataan pahit

" Mau cari siapa neng? " Tanya Seorang satpam penjaga rumah. Menatap Arumi yang fokus dengan secangkir kertas

" Samudra, apakah ada Samudra disini? " Tubuh Satpam tersebut menegang mendengar nama yang tidak pernah di ucapkan, oleh orang rumah ia membuka kan pagar rumah tersebut " Silakan masuk neng, ibu sudah menunggu di dalam " Ucap Satpam tersebut

Lagi-lagi Arumi harus menelan ke herannanya, " Terimakasih "

" Sama-sama, " Langkah Arumi semakin berat kala ia berdiri di depan Pintu masuk yang begitu mewah sekali, pintu terbuka asisten rumah tangga langsung menyambutnya

" Mau bertemu siapa non? " Tanya Bi Ashi

" Samudra " Wajah bibi itu memucat ia menelan ludahnya pahit, nama majikan nya yang paling tabu di rumah tersebut " Non siapanya kalau boleh tahu? " Tanya bi Ashi

" Saya teman nya, Arumi Putri Zainal "

" Saya panggil ibu dulu, silakan masuk"

Dengan langkah berat Arumi masuk ke rumah mewah dan besar itu — kesunyian menyerang setiap sudut ruangan bercat putih tulang tersebut. Mata Arumi menangkap sebuah foto keluarga yang terpajang di ruang tamu Samudra terlihat tampan sekali dengan baju jas di sisi kanan nya sang mama dan papa,

" Maaf lama menunggu " Suara tersebut membuat Arumi menoleh, ia bergegas menyalami tangan wanita tersebut ia terka mama nya Samudra " Duduk nak "

" Terimakasih tante "

Keduanya duduk berhadapan satu sama lain, Wajah wanita itu menenangkan sekali ia jadi teringat oleh ibunya. " Sebenarnya ada perlu apa kamu kesini? " Tanya Erika

" Tante saya kesini ingin bertanya tentang abang Samudra. Apakah benar dia tinggal disini? " Tanya Arumi membuat wajah Erika terlihat sedih — ia menatap Arumi dengan tatapan tidak percaya

" Ya.. Dia memang tinggal disini " Sahut Erika pelan membuat Arumi tersenyum senang

" Dimana dia tante?, kenapa abang menjauh dariku? " Tanya Arumi dengan cepat

" Apakah kamu Arumi Putri Zainal? " Tanya Erika membuat Rumi mengangguk cepat tatapan nya berbinar. " Ternyata kamu sayang, Samudra pasti bahagia bertemu kamu" Ucap nya

" Maksud tante apa? " Tatapan Erika meredup kenangan pahit itu menyerangnya. " Samudra mencintai kamu dari dulu, makanya dia sentiasa ada di dekatmu. " Ucap Erika

" Maksud tante apa? " Arumi benar-benar di buat bingung oleh wanita itu.

" Samudra mencintai mu Arumi, tapi takdir berkata lain "

" Tante? "

" Samudra sudah meninggal satu tahun yang lalu, hari ini hari dimana ia meninggal dunia Rumi "

𝘑𝘭𝘦𝘥𝘦𝘳𝘳𝘳!

Arumi ter bengong mendengarnya, air mata mengalir deras rasa sakit itu menusuk di rongga dadanya. Erika bangkit dari duduknya pindah kesisi Rumi " Tante tahu kamu pasti tidak percaya bukan?, tante akan cerita "

" Dulu tante dan mama mu, berteman baik — dulu ibumu itu bidan dan membantu tante melahirkan Samudra. Tante berjanji akan menjodohkan anak tante dengan kamu Rumi, namun beberapa tahun lalu — saat Samudra hendak ke desa mu kapal yang ia tumpangi mengalami kecelakaan, " Cerita Erika dengan suara parau ia mengeratkan pelukan nya

Arumi menggeleng tidak percaya. Ia mengurai pelukan nya dengan cepat ia berdiri di depan Erika ' tante aku yakin abang masih hidup, buktinya dia yang selamatkan aku, dia selalu ajak aku kemana pun bahkan ke kebun lemon, naik wahana" Ujar Arumi Erika hanya Terisak mendengarnya

Rumi mengeluarkan ponselnya ia memperlihatkan fotonya dengan Samudra yang diambil, saat di kebun lemon

" Buktinya ini Tante! "

" Rumi sadar nak, kamu hanya sendiri di foto itu Samudra udah pergi! " Rumi terhanyak oleh perkataan Erika dengan cepat ia melihat foto itu cuman ada dirinya sendiri

Tersenyum mengarah ke sosok yang tidak berwujud di camera. " Ngga mungkin "

Sulit itulah hal yang sulit di terima terkadang, baru saja ia melihat pelangi setelah badai — ternyata pelangi itu layaknya senja yang menghilang berubah jadi corak yang tidak sama.

Senja dan Pelangi itu tidak abadi, begitupun Bulan yang selalu berubah bentuk. Sama dengan cinta yang tidak bisa di duga oleh mata orang lain,

..... **** .....

- 𝘈𝘬𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘉𝘢𝘣 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘉𝘢𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘢𝘯 -

" 𝘈𝘙𝘜𝘔𝘐 𝘗𝘜𝘛𝘙𝘐 𝘡𝘈𝘐𝘕𝘈𝘓 "

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!