NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolong Damar

"Mereka marah, selain tak suka tempat mereka di usik. Sahabatmu, berani mengambil barang yang seharusnya tak boleh di sentuh. Dan kamu... di sukai salah satu penghuni tempat itu, dia terus mengikuti mu." ucap Ghaffar, wajahnya terlihat santai.

DEG

Bukan hanya Damar yang terkejut, namun Akbar sama terkejutnya. Ia langsung menggeser kursinya, lebih dekat pada Ghaffar.

Meski sudah lama ikut dengan Ghaffar, membantu orang atau pun para arwah. Namun, rasa takut pada sosok tak kasat mata itu. Tetap menguasainya, sulit untuknya merubah hal itu.

"A-apa.. apa sosok itu akan terus mengikuti ku?" tanya Damar

"Sampai kamu menyerah dan memilih bunuh diri" jawab Ghaffar, tentunya membuat Damar terkejut bukan main.

"TIDAK... ITU GA BOLEH SAMPE KEJADIAN GHAF, AKU GA MAU NINGGALIN NENEK." ucap Damar, spontan berteriak. Akbar terkejut, Ghaffar menatap datar padanya dan menyadarkan Damar.

"M-maaf... Aku... Aku terkejut, a apa ada solusinya??" tanya Damar, suaranya terdengar bergetar. Ia tak ingin meninggalkan neneknya, yang hanya tinggal berdua dengannya. Neneknya sudah sangat sepuh, meski masih bisa berjalan ke sana kemari. Tetapi kedua matanya, sudah tak bisa melihat jelas. Pendengarannya pun, sudah mulai berkurang.

"Kita ke tempat itu sekarang" ajak Ghaffar, ia pun bangun dari duduknya. Di susul Akbar, yang langsung menempel pada Ghaffar. Sesekali melihat ke belakang, takut bila sosok yang mengikuti Damar. Tiba-tiba mendekat, lalu menampakkan wajahnya.

Damar berlari, kini ia berdiri di sisi lain Ghaffar.

"Bila di bandingkan temanku, yang kamu bilang mengambil barang di sana. Aku masih lebih beruntung, karena hanya sulit tidur dan tidak nafsu makan. Sedangkan Bayu, dia kini ada di ICU." ucap Damar, Akbar kembali terkejut mendengarnya.

"Serius kamu teh Damar, dia koma?" tanya Akbar

"Iya Bar, padahal semua nampak normal. Dokter pun bingung, dengan apa yang terjadi." jawab Damar, Ghaffar menghentikan langkahnya.

"Di rumah Bayu, ada siapa jam segini? Apa orang tuanya, berjaga di rumah sakit?" tanya Ghaffar

"Tidak, orang tuanya ada di rumah. Setau ku yang berjaga malam hari, kakak laki-lakinya." jawab Damar

"Kita ke rumah temanmu dulu, meminta salah satu orang tuanya untuk meminta maaf. Juga membawa kembali, barang yang di ambil oleh putranya." Damar mengangguk

"Kita pakai mobilku saja" Ghaffar memberikan kunci mobilnya pada Akbar, lalu duduk di kursi penumpang depan. Akbar yang sudah biasa, hanya menurut. Bukan apa, baginya Ghaffar adalah penolong keluarganya. Terutama sang ibu, mm... begitulah, terlalu banyak kebaikan yang dilakukan Ghaffar pada nya. Damar duduk di kursi belakang, hal lain ia rasakan begitu masuk mobil. Entah kenapa, ia merasa begitu hangat dan nyaman. Rasa gelisah dan takut yang ia rasakan selama ini, seolah menguap begitu saja.

"Alamat rumah Bayu dimana?" tanya Akbar

"Di perum xxx, no 3." Akbar mengangguk, ia menyalakan mobil dan meninggalkan pekarangan kafe.

.

.

"Kenapa saat masuk mobil ini, aku merasa begitu nyaman?" tanya Damar, Akbar tersenyum

"Karena Ghaffar selalu mengaji di mobil ini, lihat.. Dan sepertinya sosok yang mengikuti mu, dia tak berani masuk." Akbar menunjuk Ghaffar, menggunakan dagunya. Tanpa mengalihkan fokusnya, dari jalanan di depannya.

Barulah Damar ngeh, bila suara Ghaffar samar terdengar. Begitu merdu, membuatnya semakin tenang dan mengantuk.

"Tidur saja, meski cuma sebentar. Di jamin, tubuh kamu teh bakal lebih segar nanti." ucap Akbar, tanpa tau bila Damar sudah terlelap sebelum ia mengatakannya.

15 menit kemudian, mereka tiba di depan rumah Bayu. Akbar membangunkan Damar, benar saja tubuhnya kini terasa begitu segar. Padahal ia sudah tak tidur berhari-hari, tapi terobati hanya 15 menit memejamkan mata di dalam mobil.

'Ini luar biasa, sepertinya kalau aku perempuan. Aku sudah tergila-gila padanya, pantas saja si gila Alexa begitu terobsesi padanya.' ucap Damar dalam hati, ia berjalan lebih dulu untuk mengetuk pintu.

"Loh, nak Damar. Ada apa malam-malam ke rumah?" ternyata yang membukakan pintu, adalah ayahnya Bayu.

"Om Guna, Damar ada perlu sebentar sama om dan tante. Ini penting, mengenai sakitnya Bayu." Gunawan... ayahnya Bayu, segera meminta ketiganya masuk

"Mau minum apa?" tanya om Guna

"Nggak perlu om, kita ga lama soalnya. Bisa panggilkan tante?" meski bingung, om Gunawan memanggil sang istri.

"Tunggu sebentar ya, om panggilkan dulu tante Tania nya." Damar mengangguk

Begitu om Gunawan pergi ke kamar, Ghaffar berdiri. Ia melihat ke sekitarnya, ada aura hitam di salah satu kamar.

"Apa itu kamar Bayu?" tanya Ghaffar, seraya menunjuk ke lantai dua. Damar melihat, ke arah yang di tunjuk.

"Ya, kamu tau?" tanya Damar terkejut, Ghaffar mengangguk

"Aura itu, begitu pekat dari sana." jawabnya, mendadak Akbar dan Damar merasakan dingin di punggungnya.

"Nak Damar, ada apa? Om bilang, kamu ingin bertemu dengan kami." tanya tante Tania, sepertinya ia tengah bersiap untuk tidur.

"Tante, maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat tante. Tapi ini penting, sebelumnya kenalkan ini teman Damar. Ghaffar dan Akbar" jawab Damar, seraya memperkenalkan dua remaja tampan. Damar dan Akbar maju sedikit, mereka mencium punggung tangan orang tua Bayu. Membuat Damar malu, karena tadi ia tak melakukannya. Lebih tepatnya, ia tak pernah melakukannya. Sehingga Damar, akhirnya mengikuti apa yang di lakukan Ghaffar dan Akbar.

"Om, tante... maaf bila pembicaraan ini, kurang berkenan di hati om dan tante. Tapi, sebelum Bayu mengalami koma. Kami berdua pergi ke sebuah gedung terbengkalai, yang ada di pinggiran kota. Kami mengalami hal ini, setelah pulang dari sana. Parahnya Bayu, karena dia sudah berani mengambil barang yang ada di gedung tersebut." jelas Damar, mengejutkan orang tua Bayu

"Kamu ini bicara apa, maksud kamu sakitnya Bayu. Ada hubungan dengan hal mistis?" tanya tante Tania, Damar mengangguk

"Saya meminta bantuan teman saya, Ghaffar. Karena dia bisa berkomunikasi dengan mereka, dia memiliki indra ke enam. Bahkan tanpa di ceritakan, dia bisa tau apa saja yang sudah terjadi pada Damar dan Bayu." om Guna dan tante Tania saling tatap, Ghaffar tersenyum kecil. Karena mendengar, bila keduanya tak mempercayainya.

"Om, tante... Damar tau, bila ini terdengar tak masuk akal. Tapi, bila om dan tante tak percaya. Bukankah sebaiknya, ikut saja. Biar om dan tante lihat langsung, apa yang sudah terjadi pada Bayu. Menurut Damar, daripada tidak di coba sama sekali. Membiarkan Bayu terbaring di rumah sakit, sedangkan dokter saja tak mengetahui apa sakitnya." lanjut Damar

"Kamu benar, ini memang aneh. Om akan coba percaya, lalu apa yang harus kami lakukan?" jawab om Gunawan, seraya bertanya

"Ijinkan saya ke kamar putra om, kita harus mengembalikan barang yang sudah di ambil olehnya malam ini juga. Karena bila sampai terlambat, nyawanya tidak akan tertolong." jawab Ghaffar, Damar mengangguk

"Baiklah, mari om antar ke kamarnya." kelima orang itu pun menaiki anak tangga, menuju kamar Bayu. Semakin dekat, Ghaffar bisa merasakan aura sesak dan terasa panas di sekitarnya.

ceklek

"Ini kamar putra om, silahkan cari barang yang kamu maksud." ucap om Gunawan, Ghaffar menggelengkan kepalanya.

"Bukan saya, tapi om atau tante yang mengambil benda itu." balas Ghaffar, ia melihat ke sekitar kamar Bayu. Penuh dengan kabut hitam, yang berasal dari laci meja belajar Bayu.

"Benda itu ada di laci meja belajar" ucap Ghaffar, mengejutkan om Guna dan tante Tania

'Bagaimana anak ini bisa tau?'

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Kristal Offical
widih tambah banyak aja personilnya
Hasnawiyah Ansar
kendaraan umur apaan itu teh🤔🤔🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): typo, harusnya umum
total 1 replies
Hasnawiyah Ansar
aku juga HADIIIRRRR 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
akhirnya Ghaffar punya temen buat membantu hal-hal yang baik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cover baru ya thor🫶
ule_keke (IG: ule_keke26): betuuuullll😌
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah namana lucu 🤗 Mingyu
Zahbid Inonk
ah Mak othor gantung turuyeun 🤭🙏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mingyu? panggilan na Aming nya mak 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): ngajak ribut sih, tapi ok lah
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
kendaraan umum maksudnya mak
ule_keke (IG: ule_keke26): iya kaaaaakkkk
total 1 replies
Ayuk Witanto
namanya unik ya bulan
Eliermswati
kirain slh satu keluarga zandra eh bukan pdhl q kangen bngt sm aa sama dede🤣🤣🤣🤣
Aquarius26
kirang thoooorrrr,,, sikik kalee
Aquarius26
keren lah author 1 ini,,kendaraan ada umurnya jg ya👏👏
Aquarius26: aq gk nyindir thor,tp ngmng lngsung itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nisa
makk lanjutttt,,,,
☕️nya emak😘
mama_im
anjaaayy si gapura desa nyasar kesini, mana indihome pula 🤣🤣🤣
ismi🌹🌹
mingyu namanya kayak cewek gk taunya cowok
mama_im
kirain cowok mak 🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): blm kepikiran
total 4 replies
mama_im
nu kumaha kendaraan umur mak? di pisah kitu anak anak jeung kolot? 🤣🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 8 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah seru nih tpi pasti mak gk akan nambah lagi kan🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!