NovelToon NovelToon
Warisan Darah Sang Mafia

Warisan Darah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Mereka pikir semuanya telah berakhir sejak kematian Leonardo Valerio. Namun dunia gelap tidak pernah benar-benar melupakan darah yang pernah berkuasa.

Leonardo Valerio memang telah mati, tapi warisan darahnya belum berakhir. Saat ancaman mulai mengincar Alessandro, Nadira dipaksa kembali ke dunia gelap yang pernah menghancurkan hidupnya.

Di balik bayangan, musuh lama bangkit, rahasia lama terbuka, dan sifat dingin Leonardo perlahan muncul dalam diri putranya.

Karena darah mafia tidak pernah benar-benar hilang, dan sang pewaris akhirnya mulai bangkit.

**RED ASHES SEASON II**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta di Dunia Gelap

Layar monitor di ruangan bawah tanah itu, menampilkan wajah seorang pria yang sudah tidak bernyawa.

Darah mengering di lantai beton, dan Alessandro hanya menatapnya tanpa ekspresi.

Beberapa detik berlalu, pria itu masih memohon ampun. Tapi sekarang sudah sunyi.

Viktor berdiri di belakangnya sambil menyalakan rokok, cahaya merah di ujung patung itu memantul samar di mata dinginnya.

"Perasaan bersalah itu akan hilang," ucap Viktor tenang. "Pertama kali memang selalu terasa berbeda."

Alessandro mengepalkan tangannya, bukan karena takut, bukan juga karena menyesal sepenuhnya.

Yang membuatnya muak adalah, fakta bahwa sebagian dari dirinya menikmati kendali itu.

Detik ketika ia menarik pelatuk, ketika semua suara menghilang, ketika hidup seseorang berakhir di tangannya. Dan pikiran itu membuat dadanya sesak.

"Sudah aku katakan berkali-kali, bahwa aku bukan dia," gumam Alessandro pelan.

Viktor tersenyum tipis, "Tapi dunia ini terus memaksamu untuk menjadi dirinya."

Malam sudah lewat pukul dua, ketika Alessandro kembali ke apartemennya.

Lampu ruang tamu masih menyala, perempuan itu tertidur di sofa dengan laptop yang masih terbuka di pangkuannya.

Namanya Selena Arkhova, seorang hacker independen yang sejak beberapa minggu terakhir membantu Alessandro melacak pergerakan RED ASHES.

Perempuan yang terlalu pintar untuk berada dekat dengannya, dan terlalu keras kepala untuk pergi.

Alessandro berdiri diam cukup lama, Selena tampak lelah. Ada lingkar gelap samar di bawah matanya, rambut hitamnya terlihat berantakan.

Jemarinya masih menggenggam flashdisk kecil berisi data organisasi mafia Eropa Timur.

Normalnya, perempuan seperti dia akan takut, tapi Selena berbeda. Ia justru berjalan masuk ke dunia gelap Alessandro, seolah sedang mencari sesuatu di dalam sana.

Mungkin kebenaran, kehancuran, atau mungkin dirinya sendiri.

Alessandro melepas jas hitamnya perlahan, lalu hendak berjalan pergi. Namun Selena sudah bangun sekarang, tatapannya langsung jatuh pada noda merah di manset kemeja Alessandro.

"Aku baik-baik saja," ucap Alessandro, seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Selena.

"Kamu selalu saja bilang begitu."

Nada suara Selena terdengar kesal, ia berdiri dan berjalan mendekat, lalu menarik tangan Alessandro tanpa izin.

Alessandro langsung menegang, tubuhnya terbiasa melihat sentuhan sebagai ancaman. Selena menyadari ketegangan dalam diri Alessandro, dan itu membuat tatapannya berubah pelan.

"Kamu nggak harus terus siaga setiap detik," bisiknya.

Alessandro tertawa kecil, "Di duniaku, lengah berarti mati."

Selena terdiam, kalimat itu terlalu dingin untuk diucapkan seseorang seusia Alessandro.

Ia membawa kotak P3K dari meja samping, lalu menyuruh Alessandro untuk duduk.

Awalnya Alessandro menolak, tapi Selena menatapnya tajam.

"Kalau kamu pingsan karena kehilangan darah, aku nggak bakal segan untuk menyeret tubuhmu."

Entah kenapa, ancaman kecil itu membuat Alessandro menurut.

Selena membersihkan luka di dekat rusuknya, aroma alkohol memenuhi udara. Dan Alessandro meringis kecil.

"Apa takut sakit?" ejek Selena.

"Tidak. Aku cuma nggak suka disentuh."

Jawaban itu keluar begitu saja, dan untuk pertama kalinya, malam itu ruangan terasa sunyi dengan cara yang berbeda.

Untuk sesaat, Selena berhenti bergerak. "Waktu kecil, kamu hidup di lingkungan yang buruk, ya?"

Alessandro tidak menjawab, karena jawabannya terlalu rumit. Ia dibesarkan dengan kasih sayang Nadira, tapi juga bayangan Leonardo Valerio. Dengan ketakutan, ancaman, dan juga darah.

Selena melanjutkan membersihkan lukanya tanpa bertanya lagi, sebagian besar orang terlalu penasaran, tapi Selena tidak.

Perempuan itu hanya tinggal, dab menerima sunyi tanpa memaksanya untuk bicara.

"Apa itu pertama kalinya?" tanya Selena pelan.

Alessandro langsung tahu apa maksud ucapan Selena, tatapannya berubah gelap. "Kenapa kamu bertanya?"

"Karena aku bisa melihat, bahwa matamu mulai berubah."

Jantung Alessandro berdetak pelan, Selena menatapnya luruh tanpa ada rasa ragu.

"Sekarang, ada sesuatu di matamu," lanjutnya lirih. "Seperti kamu lagi perang sama diri sendiri."

Alessandro mengalihkan pandangan, ia benci ketika seseorang bisa membaca dirinya terlalu jauh.

"Itu sangat berbahaya," ucapnya dingin.

"Apanya yang berbahaya?"

"Kamu yang terlalu memperhatikanku."

Selena tersenyum kecil, "Mungkin karena aku peduli padamu."

Kalimat itu sederhana itu terasa lebih mematikan daripada pistol, Alessandro menatapnya lama. Dan untuk sesaat, ia lupa bagaimana caranya bernapas normal.

Sudah lama tidak ada yang mengatakan itu padanya tanpa motif tersembunyi. Tanpa takut, tanpa ingin memanfaatkan nama Valerio.

"Jangan lakukan itu," ucap Alessandro. "Jangan memulai sesuatu yang nggak akan berakhir baik."

Selena meletakkan kapas berdarah ke meja, "Dan kalau aku tetap mau melakukannya?"

Alessandro menatapnya tajam, "Kamu nggak mengerti, dan nggak tahu dunia seperti apa yang kamu masuki."

"Aku tahu."

"Kamu bisa mati, Selena."

Selena mengangkat kepalanya, "Aku juga tahu itu."

Nada suara Selena tetap tenang, dan itu membuat pertahanan Alessandro perlahan mulai retak.

Perempuan ini gila, atau terlalu berani. Atau mungkin juga keduanya.

Selena berdiri tepat di depannya sekarang, jarak mereka terlalu dekat.

Alessandro bisa melihat detail kecil di wajahnya, bekas luka tipis di dekat leher.

Mata lelah yang tidak pernah memandangnya seperti monster, padahal semua orang mulai melihat Leonardo dalam dirinya.

"Aku takut sama kamu," bisik Selena jujur.

Kata itu begitu menusuk lebih dalam daripada hinaan apa pun, karena akhirnya ada seseorang yang berkata jujur padanya.

"Tapi anehnya," lanjut Selena pelan. "Aku tetap nggak bisa pergi begitu saja."

Napas Alessandro terasa berat, ada sesuatu dalam dirinya yang ingin menarik Selena menjauh.

Mengusirnya sebelum dunia mafia menghancurkan perempuan itu, tapi sisi lain dirinya, sisi gelap yang mulai tumbuh ingin Selena tetap tinggal, tetap disampingnya, tetap melihat dirinya bahkan saat seluruh dunia takut.

Dan itu sangat mengerikan, karena Alessandro sadar, ia mulai membutuhkan perempuan itu. Perlahan, berbahaya, dan menghancurkan.

Alessandro mengangkat tangan pelan, lalu menyentuh rahang Selena, seakan memastikan perempuan itu nyata.

Sentuhan itu sangat ringan, namun cukup membuat Selena menahan napas.

"Seharusnya kamu lari sekarang," bisik Alessandro, yang terdengar serak.

"Tapi aku belum mau untuk lari."

Tatapan mereka bertemu, tidak ada suara selain dengung kota dati balik kaca apartemen.

Lalu untuk pertama kalinya, setelah bertahun-tahun hidup dalam bayangan darah dan kematian, Alessandro mencium seseorang bukan karena nafsu.

Bukan karena permainan, bukan untuk melupakan luka, melainkan karena ia ingin merasakan sesuatu yang manusiawi.

Ciuman itu lambat, dan terasa ragu, seolah dua orang rusak sedang mencoba percaya, bahwa mereka masih bisa diselamatkan.

Di tengah hangatnya sentuhan itu, ponsel Alessandro bergetar. Sebuah pesan masuk di layar ponselnya.

"HELL SIGMA ACTIVE TARGET IDENTIFIED SELENA ARKHOKA."

Tubuh Alessandro membeku, darahnya terasa dingin. Karena itu berarti satu hal.

Sistem warisan Leonardo sudah mulai membaca Selena sebagai ancaman, dan sejak detik itu, perempuan yang baru saja ia cium resmi masuk ke dalam dunia gelap keluarga Valerio.

1
fitryfirna
semngat dek comelku..🥰
Leo Virello: mkasih akaa😚😚
total 1 replies
fitryfirna
ahhh nanggung banget upx thor.🤭lgi seru2 baca eh udah abis aj ayuk semagat untk up selanjutx🥰
Vie
aahhh.... akhirnya nongol juga lanjutanya.... 🥰🥰🥰🥰
Vie
lanjut kak.... makin seru aja... penasaran aku.... 👍👍👍
viandranovel
saling mampir bg 🙏
fitryfirna
lnjut dek🥰
Vie
lanjut kak 👍👍👍👍🤭🤭🤭🤭🤭
Vie: sama2 kak.... ceritanya seru juga.... 👍👍👍👍tetap semangat ya kak.... 👍👍👍
total 2 replies
fitryfirna
luar biasa dek🥰
Leo Virello: Mkasih kak😉
total 1 replies
Lovelynzeaa🌷
kak ada romance nya nggak kak? buat Alessandro jatuh cinta sama perempuan yg hatinya benar" lembut kak, agar dia nggak jdi seperti ayahnya
Leo Virello: Insya allah nanti di season 3 ya kak😉🙏🙏
total 1 replies
Vie
lanjut kak....
fitryfirna
keren dek keren pake banget 😘🥰
Vie
dan itu tidak bisa diubah sampai kapanpun... darahnya ada ditubuhmu.... dan kamu tidak bisa mengelak hal itu.....
Vie
kalau aku jadi kamu.... aku akan mencari diseluruh ruangan cctv tersembuyi itu... karena dengan dia tahu apa yang sedang kamu lakukan dimanapun kamu berada, berarti kamu telah diawasi 24 jam penuh, dan itu bisa ketahuan kalau itu ada diruangan makan ada kamera pengintai disitu...... bukanya hanya membiarkan semua itu terjadi dengan datangnya ancaman2 itu sudah pasti terbukti adanya....
fitryfirna
is is is makin seru aja thor🥰
Vie
iiihhhh.... jadi greget deh.... lanjut kak..... 👍👍👍👍👍👍
fitryfirna
bangun dekk lanjutin upx🤭
Vie
lanjut kak 👍👍👍👍👍 tetap semangat
Vie
lanjut kak.... makin seru juga penasaran lanjutanya.... 👍👍👍👍
Vie: selalu.... 👍👍👍👍😊😊😊
total 2 replies
fitryfirna
bakalan stay nungguin up selanjutx😆
Leo Virello: mkasih kak☺🙏
total 1 replies
fitryfirna
keren skli😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!