NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Pertemuan

💞 Arjuna Adhitama (28 tahun)💞

💞 Kirana Anindita (22 tahun)💞

💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗

Hujan deras mengguyur jalanan sepi di pinggiran kota, membuat aspal basah berkilau seperti kaca hitam yang licin. Angin malam bertiup dingin menusuk tulang, membawa aroma tanah basah dan kesunyian yang mencekam.

Di dalam kabin mobil sport berwarna hitam pekat bernilai miliaran itu, Seorang pria memukul setirnya dengan kasar. Wajahnya yang tampan sempurna, bermata tajam, dan berwajah tegas itu kini terlihat jauh lebih gelap daripada malam di luar sana. Aura dinginnya seolah membekukan suhu udara di dalam mobil itu sendiri.

"Sialan!" umpatnya kesal.

Mobilnya mogok. Tepat di tengah jalan yang minim penerangan, jauh dari pemukiman warga, dan sialnya lagi, ponselnya tertinggal di ruangan kerjanya karena terlalu terburu-buru ingin memeriksa proyek pembangunan village barunya.

Pria itu menghela napas panjang, berusaha menekan ego setinggi gunung yang mulai terluka parah. Ia adalah Arjuna Adhitama. Pewaris tunggal kekayaan terbesar di negeri ini. Segala sesuatu yang ia sentuh selalu berjalan mulus. Orang-orang berlomba-lomba menyenangkan hatinya. Tapi malam ini? Dunia seolah bersekongkol menjatuhkan harga dirinya ke lumpur.

Ia turun dari mobil, menutup jas mahalnya dari bahan wol impor dengan rapat. Hujan langsung membasahi rambut hitamnya yang selalu tertata rapi. Ia berjalan mengelilingi mobilnya, menatap kap depan yang kini mengepulkan asap putih tipis seolah mengejeknya.

"Barang sampah," gerutunya penuh kebencian. Baginya, barang mahal yang tidak berfungsi sempurna sama saja dengan sampah.

Arjuna berdiri diam di pinggir jalan, menatap ke kiri dan ke kanan. Nihil. Gelap gulita. Tidak ada tanda kehidupan apa pun. Ia mulai berpikir apakah ia harus berjalan kaki sejauh lima kilometer ke kota terdekat. Sebuah pemikiran yang sangat memalukan bagi sosok Arjuna Adhitama.

Tiba-tiba, suara deru mesin terdengar dari kejauhan. Suaranya kasar, berat, dan tidak beraturan. Bukan suara mesin halus milik kendaraan mewah, melainkan suara motor tua yang butuh kasih sayang.

Tak lama kemudian, seberkas cahaya lampu redup mendekat perlahan. Sebuah motor klasik butut berwarna merah karat berhenti tepat di samping mobil mewah Arjuna, menciptakan kontras yang sangat menyakitkan mata.

Pengendaranya mengenakan jaket kulit tebal yang sudah lusuh dan kusam, helm model lama yang menutupi sebagian wajah, serta sepatu ket putih penuh noda hitam.

Pengendara itu mematikan mesin, lalu melepas helmnya perlahan dengan gerakan luwes.

Arjuna tertegun. Napasnya tertahan sepersekian detik.

Rambut hitam panjang yang sedikit bergelombang jatuh terurai bebas, yang langsung di sambut oleh rintikan hujan. Wajah yang terlihat bukan wajah pria kasar yang ia bayangkan, melainkan wajah seorang gadis muda yang sangat cantik. Mata besar berwarna cokelat terang itu menatapnya dengan rasa penasaran yang polos, hidung mancung, dan bibir merah alaminya yang kini menyunggingkan senyum ... senyum yang terasa lebih menyakitkan daripada makian.

"Eh, ada kuda besi pincang di sini ya?"

Suara itu. Lembut tapi tegas, renyah, dan ... sangat menyebalkan di telinga Arjuna.

Gadis itu turun dari motornya, sama sekali tidak peduli hujan yang membasahinya. Ia berjalan mendekati Arjuna dengan langkah santai, seolah tidak melihat ketampanan luar biasa maupun aura mengintimidasi yang dipancarkan Arjuna. Ia bahkan tidak menatap wajah Arjuna sedikit pun. Matanya langsung tertuju ke kap mobil yang berasap itu.

Arjuna mengerutkan kening dalam-dalam, merasa sangat tersinggung karena dianggap angin lalu. "Kuda besi? Kau tahu mobil apa ini? Ini mobil edisi terbatas, jumlahnya cuma sepuluh di dunia," ucapnya dingin, nada bicaranya penuh keangkuhan khas Tuan Muda.

Gadis itu berlutut begitu saja di aspal basah itu, mengusap bagian bemper mobil mahal itu dengan punggung tangannya yang kotor oleh noda oli. Ia mengangkat bahu acuh tak acuh, gerakannya sangat santai dan bebas.

"Tahu lah. Mobil yang harganya bisa buat bangun satu gedung sekolah lengkap sama perpustakaannya. Tapi kalau mogok di jalan begini, fungsinya sama saja sama gerobak soto, cuma jadi penghalang jalan yang ngabisin tempat," jawabnya enteng, lalu menoleh ke arah Arjuna dan tersenyum lebar. Senyum yang punya lesung pipi manis, tapi omongannya setajam pisau bedah.

Arjuna merasa darahnya mendidih hebat. Belum pernah ada, bahkan satu orang pun di sekitarnya, yang berani bicara padanya seperti itu. "Hei kau! Kau tahu siapa aku?!" suaranya meninggi, dingin dan mengancam.

Namun, gadis itu sama sekali tidak bergeming. Ia malah berdiri tegak, membersihkan debu khayalan di celana jeans tebalnya yang penuh noda. Ia menatap Arjuna dari ujung kaki yang bersepatu kulit impor sampai ke rambutnya yang basah, lalu kembali menatap mata Arjuna dengan tatapan polos yang bikin frustrasi.

"Enggak. Emangnya kalau aku tahu nama panjang, gelar, dan kekayaan Tuan, nanti mobilnya bisa jalan sendiri terbang ke angkasa? Kalau nggak bisa, ya sama saja. Tuan ... siapa tadi ... ah, pokoknya Tuan dingin," katanya santai tanpa rasa bersalah sedikit pun. Ia berjalan mengitari mobil itu sambil bersenandung pelan, lagunya terdengar ceria dan aneh.

"Dasar barang mahal, tapi rapuh. Cuma kena hujan dikit aja ngambek. Sama persis kayak pemiliknya kayaknya, mukanya udah merah padam gara-gara dikit masalah doang."

Arjuna menahan amarahnya sekuat tenaga sampai urat lehernya menonjol. Ia ingin marah besar, ingin mengusir gadis kurang ajar ini dengan ancaman hukum atau apapun, tapi ada sesuatu dalam diri gadis itu yang membuatnya terpesona sekaligus sangat penasaran.

Gadis cantik dengan wajah malaikat, tapi bicara seenaknya, berpakaian lusuh, dan berbau oli.

"Kau siapa? Penarik becak? Pengemis jalanan?" tanya Arjuna ketus, berusaha menjatuhkan mental gadis itu.

Gadis itu tertawa renyah, suara tawanya terdengar indah dan merdu di tengah suara hujan yang bising. Ia membuka tas kain besar yang dibawanya dari punggung, mengeluarkan kotak peralatan lengkap yang terlihat sangat profesional, rapi, dan bermerek mahal.

"Salah tebak, Tuan dingin. Aku ini Dokter Mesin. Dan kebetulan, malam ini jadwal jaga aku. Kalau Tuan mau di tolongin, minggir dikit ya. Nanti oli kotor kena baju mahalmu yang nggak boleh kotor itu, aku nggak mampu ganti lho," katanya sambil menyeringai nakal.

Ia membuka kap mobil itu dengan gerakan luwes dan terlatih, seolah sedang membuka pintu kamarnya sendiri. Arjuna terpaku di tempatnya. Ia melihat tangan gadis itu bergerak lincah di antara mesin dan kabel-kabel rumit dan berbahaya, matanya menyipit fokus tajam, sementara bibirnya masih terus mengoceh sendiri.

"Hmmm ... dasar mesin manja. Kekurangan kasih sayang nih kayaknya ... hei Tuan! Kau sering marah-marah sama mobilmu ya? Ini mesinnya stres lho, sampai kabelnya putus saking keselnya, pasti karena dikit-dikit disuruh lari kencang, nggak pernah diajak ngobrol!" serunya dari balik kap mesin, suaranya terdengar jelas dan serius seolah mesin itu makhluk hidup.

Arjuna hampir tidak percaya mendengar celotehan absurd itu. Alisnya berkerut makin dalam. "Kau ... kau bicara sama mesin?!"

"Ya lah, biar dia enak hati mau nyala lagi. Jangan kaku-kaku amat dong, Tuan Dingin. Semua benda itu ada hatinya, sama kayak manusia. Kalau disayang, dia bakal baik. Kalau cuma disuruh-suruh terus dan dianggap barang, ya kabur lah dia ke alam baka," jawab gadis itu tanpa menoleh, tangannya masih sibuk memutar baut-baut kecil dengan santai.

Arjuna berdiri diam di sana, membiarkan hujan membasahi dirinya sepenuhnya. Ia menatap punggung gadis itu yang kecil namun kokoh, berani, dan penuh percaya diri. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arjuna Adhitama kehilangan kata-kata di hadapan seseorang.

Gadis ini aneh. Gadis ini kurang ajar. Gadis ini sama sekali tidak terpesona padanya.

Dan yang paling parah ...

Gadis ini baru saja membuat jantungnya yang sudah beku bertahun-tahun itu berdetak sedikit lebih cepat.

"Nah, beres deh! Cuma gitu doang kok ribet banget!"

Suara ceria itu memecah lamunannya. Gadis itu menutup kap mesin dengan bantingan pelan dan mantap, lalu berjalan ke sisi pengemudi. Ia masuk sebentar ke dalam mobil yang pintunya dibiarkan terbuka, memutar kunci kontak.

BREUMM ... BREUMMM ...

Mesin menderu halus, hidup kembali dengan sempurna, suara tenang dan bertenaga.

Gadis itu kembali keluar, menghampiri Arjuna yang masih diam terpaku di pinggir jalan. Ia menyeka keringat di keningnya dengan lengan baju, lalu menatap mata Arjuna tepat sasaran. Di bawah sorot lampu mobil yang terang, kecantikannya terlihat nyata dan mempesona, hampir membuat Arjuna lupa cara bernapas.

"Sudah nyala lagi. Sekarang soal bayarannya ..." ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berpikir sejenak dengan wajah serius. "Bayarannya ... cukup janji sama aku satu hal aja. Murah kan?"

"Apa?" tanya Arjuna lirih, suaranya sedikit berubah, lebih rendah dan lembut tanpa sadar.

Gadis itu tersenyum jahil, matanya berkilat jenaka, lalu menunjuk tepat ke dada kemeja mahal Arjuna.

"Jangan emosian sama benda mati, apalagi sama manusia. Nanti mogoknya bukan lagi mobilnya, tapi hatimu yang akan mogok. Dan kalau hati yang mogok ... nggak ada montir di dunia ini yang sanggup benerin, kecuali diri sendiri."

Belum sempat Arjuna menjawab, menawar, atau bertanya lebih lanjut, gadis itu sudah melompat naik ke atas motor tuanya. Ia menyalakan mesin lagi, siap melesat pergi menembus tirai hujan.

"Tunggu! Siapa namamu?!" seru Arjuna penasaran.

Gadis itu menoleh ke belakang, wajahnya bersinar di tengah kegelapan.

"Panggil saja Kirana. Montir jalanan yang nggak mau di bayar sama uang, Tuan dingin!"

Deru mesin terdengar keras, dan dalam sekejap, sosok gadis cantik itu lenyap dibawa kegelapan malam, meninggalkan Arjuna yang berdiri terpaku, basah kuyup, penuh rasa kesal, marah, tapi juga rasa penasaran yang kini membakar seluruh isi kepalanya.

Malam itu, Arjuna tahu satu hal pasti.

Pertemuan ini ... hanyalah awal dari kekacauan besar yang akan mengubah hidupnya selamanya. Dan untuk pertama kalinya, ia tidak lagi merasa menjadi penguasa di dunianya sendiri.

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!