#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Kota Tianwen
"Seingatku bukan kesini jalan kekota." Ucap song Xinglan ia sudah mulai kelelahan, ia kira fisiknya sudah kuat, tetapi masih kelelahan saat menempuh jalan mendaki yang sedikit jauh.
"Ini jalan memutus hanya aku yang tahu, jalan ini kita lebih cepat sampai di kota." Ucap Wei Jingguo lagi, lalu ia melihat song xinglan yang terengah-engah.
"Apa kamu lelah!." Ucapnya lagi, song xinglan gengsi mengakuinya, " tidak lelah, setelah minum air energiku pasti pulih lagi." Ucapnya lalu ia minum air yang sudah dicampur air spiritual.
"Hm segar kembali, ayo berangkat!." Ucapnya lagi dengan semangat, wei Jingguo hanya bingung melihat song xinglan padahal dia melihatnya sendiri kelelahan tetapi entah kenapa ia bersemangat lagi, lalu ia memperhatikan botol minum Song Xinglan.
Waktu ia terluka song xinglan juga pernah memberikan air itu padanya, ia merasakan itu bukan air biasa, dia seorang bela diri tentu ia tahu perubahan air itu, saat masuk kedalam tubuhnya, dan juga obat yang dia berikan sangat ajaib.
"Nona Song, saranku lebih baik masa depan kamu harus hati-hati menggunakan sesuatu! Jangan bertindak gegabah, itu demi keselamatanmu." Wei Jingguo hanya memperingatinya, entah kenapa instingnya mengatakan song xinglan, punya harta karun yang menentang dunia.
Deg!
Jantung song xinglan berdegub, bukan karena jatuh cinta pada pandangan pertama, tetapi karena cemas dan gugup apakah Wei Jingguo mencurigai sesuatu.
Ia melihat Wei Jingguo bersikap santai setelah mengatakan itu padanya, tidak berniat mengungkit masalah ini lebih jauh lagi, Song Xinglan bernafas lega.
Wei Jingguo tidak menggunakan ini untuk menekannya, tidak buruk orang yang dapat di percaya pikirnya.
Tetapi....!
Kedepannya ia harus hati-hati sekarang Wei Jingguo mulai mencurigainya hanya beberapa kali bertemu ia sudah mengetahui sesuatu yang ganjal,
apalagi kalau dia bertemu orang yang lebih hebat lagi dari pada Wei Jingguo, dan tidak sebaik wei jingguo mungkin hidupnya dalam bahaya.
"Ka..mu...!" Song Xinglan tergagap karena gugup lalu ia menenangkan dirinya supaya Wei Jingguo tidak curiga lagi.
"Aku selalu berhati-hati, lagian aku hanya gadis desa, bukan siapa-siapa! Siapa juga yang melirik! Dan terimakasih telah memperingatiku, Aku hargai itu." Ucapnya santai lalu ia melangkah lebih dahulu.
Wei Jingguo hanya terdiam, ia tidak lagi memperpanjangnya, ia tahu Song Xinglan tidak mau mengungkit masalah ini, kedepannya ia akan melindungi gadis ini pikirnya.
Lalu ia menggelengkan kepalanya, " apa yang aku pikirkan, mengapa aku ingin melindunginya!, mungkin karena dia dekat ketiga adikku, ya hanya karena itu!" Gumamnya lalu ia melangkah kakinya melihat song Xinglan yang jalan duluan, lalu ia memanggilnya.
"Nona song! Kamu mau kemana, jalannya sebelah sini." Ucapnya santai sambil menahan senyum.
"Apa sich!, itu kan biasa aku tidak tahu jalannya, kamu hanya diam saja dari tadi tidak mengakatakannya!." Ucapnya lagi.
"Aku sudah mengakatakannya,padamu karena itu aku memanggilmu supaya kamu tidak lebih jauh berjalan kearah sana." Jawab Wei Jingguo lagi.
Ah...
Song Xinglan tidak bisa membantah lagi, dari Ucapnya Wei Jingguo ia pasrah kalah berdebat dengan Wei Jingguo, ia kira Wei Jingguo dingin datar dan jarang berbicara panjang, ternyata ia suka berdebat dengan perempuan pikirnya.
Tidak lama setelah itu mereka sampai di gerbang kota, ada tulisan di gerbangnya kota 'Tianwen' song Xinglan membacanya dengan pelan.
Saat sampai di gerbang ada dua penjaga yang sedang menjaga gerbang, untuk meminta karcis masuk, bagi pertama kali datang membayar biaya masuk 10 wen, sedangkan yang sudah memiliki plakat tanda masuk kota Tianwen hanya membayar 2 wen.
"Ada biaya masuk!" Ucap Song Xinglan ia tidak membawa uang,. " aku tidak bawa uang bagaimana caraku masuk, hiis mengapa pula aku lupa, minta pada ayah." Gumamnya pelan, wei jingguo mendengar gumamannya.
Saat masuk kota banyak orang yang antri berbaris dengan tertib, setelah itu tiba giliran mereka, Wei Jingguo menunjukan plakatnya yang terbuat dari kayu yang sudah di poles, terukir disana namanya dan lambang kota Tianwen.
Wei Jingguo memberikan 12 wen kepada penjaga tersebut. " tuan temanku belum memiliki tanda pengenal." Ucapnya sambil menyerahkan koin tersebut, penjaga menghitung lalu mengangguk puas.
"Masuklah, segera buat tanda pengenal masuk untuk temanmu itu." Ucapnya dengan suara tegas, " Terimakasih tuan!" Ucap Wei Jingguo lalu ia membawa song Xinglan masuk.
Song Xinglan hanya mengikutinya dari belakang, " Terimakasih, nanti setelah aku punya uang akan aku ganti!." Ucapnya pelan sambil minta Terimakasih kepada wei jingguo.
"Tidak usah ganti, aku ikhlas membantumu karena kamu sudah baik pada adikku, anggap saja ini salah satu tanda pengucapan terimakasihku padamu." Ucapnya santai, lalu ia mengajak Song Xinglan membuat plakat pengenal.
Wei Jingguo kembali mengeluarkan koin 5 wen, lalu ia memberikannya kepada Song Xinglan.
"Sekarang kamu bisa masuk kekota ini tanpa hambatan, simpanlah jangan sampai hilang." Ucapnya lagi sambil memberikan tanda pengenal itu.
"Wei Jingguo kamu baik sekali, terimakasih banyak, kamu sekali lagi membantuku." Ucapnya senang dan mengambil tanda itu, ia memang butuh karena ia sering kekota masa depan.
"Mudah sekali membuat dia senang." Gumam Wei Jingguo dalam hati sambil memperhatikan Song Xinglan yang fokus memegang tanda pengenal tersebut, lalu tersenyum kepada wei jingguo.
"Baru kali dia tersenyum tulus padaku." Gumamnya lagi, setelah itu ia kembali memasang wajah datar, lalu mengajak song xinglan ke restauran terkenal di kota itu, dalam perjalanan kesana Wei Jingguo bertanya dimana ia menyimpan hewan yang dia temukan itu.
"Dimana kamu menyimpan, hewan yang kamu temukan? Oh ya aku juga penasaran bagaimana caramu masuk kedalam kota, padahal kamu tidak memiliki tanda pengenal." Tanya Wei Jingguo lagi.
"Aku menyembunyikan di tempat tersembunyi." Ucapnya sambil melihat sekeliling untuk melihat dimana tempat yang cocok ia mengeluarkan ular itu.
Setelah ia melihat bangunan usang tidak ada penghuni disana juga sepi, matanya berbinar.
Ia melangkah kesana sambil menjawab pertanyaannya Wei Jingguo.
"Aku minta bantuan kepada seseorang yang lewat, ia memiliki gerobak sapi dengan bayar 2 wen dia bersedia membantuku, katanya hewan itu dia simpan disana." Ucap Song Xinglan santai, meskipun dalam kata song xinglan ada yang ganjil tetapi wei Jingguo tetap mempercayainya.
Setelah sampai di depan pintu Song Xinglan membukanya, ia masuk sendiri terlebih dahulu.
"Kamu tunggu disini aku memeriksanya terlebih dahulu." Ucapnya segera menutup pintu itu, setelah itu ia kembali lagi.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊