NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pagi ini, Miranda kembali mengecek suhu Tama. Ah, syukurlah... Bocah kecil itu menggeliat kecil, suhu tubuhnya juga sudah turun.

Miranda tersenyum kecil. Lalu berbisik di telinga Tama. Cara itu yang selalu Arya ajarkan untuknya. Dengan bisikan lembut, Tama tidak akan terkejut ketika bangun.

"Sayang... Mumpung masih pagi, kita ke taman kota yuk. Hari minggu ramai loh disana."

Tama mengerjapkan matanya. Lalu tersenyum memeluk erat lengan Bundanya. "Bunda... Ini sudah pagi ya?" suara serak khas itu membuat Miranda terkekeh.

"Let's go kita mandi. Bunda udah siapin air hangat untuk Tama."

Setelah semuanya siap, dan dalam keadaan rapi, Ibu dan anak itu akan menghabiskan akhir pekanya dengan menikmati keindahan alun-alun kota di pagi hari. Biasanya, kalau hari minggu banyak para pedagang; siomay, sate, ketoprak, gorengan, dan masih banyak lainnya yang mangkal dekat area alun-alun.

Tama sudah tidak sabar ingin menikmati sate ayam beserta lontong yang tersiram bumbu kacang.

Minggu ini keadaan jalan area alun-alun padat akan pengunjung. Bukan karena sekedar menikmati waktu libur. Disana, tepatnya di sebrang jalan, sebuah Gereja mewah berdiri megah di antara keramaian pusat kota.

Beberapa mobil dan motor juga sudah tampak memadati area parkir yang tersedia. Miranda rasa, Gereja itu baru di resmikan 1 minggu yang lalu.

"Bunda... Apa itu pusat pelmainan balu? Kenapa banyak anak kecil yang masuk ke sana juga?" kalimat polos itu keluar dari mulut Tama saat Miranda menuntunnya akan menyebrang.

Miranda dengan antusias menjelaskan terlebih dulu. "Sayang... Itu namanya Gereja-"

"Gereja? Apa itu, Bunda?"

"Gereja tempat untuk beribadah umat Kristiani, sayang. Sama kaya kita umat muslim yang sholat di Masjid," jelas Miranda.

Tama berpikir cukup keras. "Oh... Jadi mereka di dalam sholat juga ya, Bunda?"

"Iya sayang... Mereja juga sholat, tapi cara mereka sholat tidak sama dengan kita. Nanti kalau Tama sekolah SD, pasti tahu jika di Indonesia kita ini, ada 5 agama. Islam, kristen, budha, hindu, dan khonghucu. Dan tempat beribadah mereka juga beda-beda," jelas Miranda kembali.

Tatapan Miranda juga jatuh pada Gereja megah di sebrang itu. Dadanya mencelos, rasa sesak itu kembali hadir. Tanganya semakin erat menggenggam tangan sang putra. Seolah, ada sebuah keinginan untuk berkata, namun hatinya mencegah.

"Tama... Dan itulah tempat beribadah Ayah kandungmu...." kalimat itu tercekat dalam tenggorokan saja.

Miranda masih ingat betul, saat dulu ia keluar dengan Ezar mencuri waktu dari Majikannya. Dan di hari minggu seperti inilah ia selalu menunggu Ezar untuk beribadah.

Dan dimana ada Masjid, di situlah ada Gereja. Meskipun keduanya tidak berdiri sejajar, namun berdirinya bangunan yang bersebrangan itu; menggambarkan perasaan Miranda yang hanya mampu menatap tak mampu mengambil Ezar dari Tuhan nya.

"Mir... Tunggu aku sebentar ya! Aku mau berdoa dulu... Agar hubungan kita di restui oleh Tuhan!"

Dulu, Ezar adalah anak Tuhan. Meksipun berbeda, tapi Miranda selalu mendukung kekasihnya untuk selalu beribadah setiap minggunya. Terkadang, ada rasa perih, rasa yang selalu ia cemaskan setiap harinya. Perpisahan seolah selalu menunggunya setiap detik.

"Mas... Aku tunggu di masjid ya. Aku juga mau sekalian sholat dhuhur!" ucapnya.

Meskipun hanya berbeda tempat untuk ibadah; Ezar ke kanan dan Miranda ke kiri, tapi setiap hentakan langkah itu mampu menciptakan kesan menyakitkan.

Tiba-tiba saja...

Gas mobil itu reflek pelan dengan sendirinya. "Miranda?" lirihnya.

Seorang wanita cantik yang tak lain Sinta, kini menyipitkan mata dengan dahi berkerut melihat hal aneh pada kekasihnya. Padahal, di depan sedang tidak ada mobil atau sesuatu yang mengharuskan Ezar berhenti.

"Sayang... Kamu ngapain berhenti?" tegurnya merasa kesal. Sementara tatapan Ezar masih mengikuti langkah Miranda yang sudah menyebrang dengan putranya. "Kamu lihat apa sih?" Sinta penasaran. Di depan tidak ada apa-apa.

Dint!

Mobil di belakang mengklakson. Fokus Ezar teralihkan. Sambil melajukan mobilnya pelan, ia dapat melihat Ibu dan anak itu yang sudah memesan sate, dan segera duduk di karpet lesehan.

Sinta memekik, suaranya bak jeritan. "Sayangggg... Kamu lihatin apasih?"

Ezar menoleh sekilas. Menghembuskan napas lelah sambil membelokan mobilnya saat memasuki halaman luas Gereja. "Diem! Udah samapai Gereja!"

Sementara di belakang mobil Ezar, ada beberapa mobil mewah yang baru terparkir, salah satu di dalamnya ada Dewa yang terpaksa ingin ikut. Seorang sopir segera turun dan mebukakan pintu untuk Tuan Mudanya.

Seperti biasa, bukan Alkitab yang dibawa, melainan buku Antologi yang sangat tebal.

"Sayang... Tumben Mas Dewa mau ikut?" Sinta mengerutkan dahi melihat Dewa yang masih fokus menatap ke arah alu-alun.

Ezar menghampiri kakaknya, "Mas... Ayo kita masuk!" di tepuk lah bahu Dewa.

"Kalian masuklah dulu, nanti aku susul!" jawabnya tanpa mengalihkan tatapanya ke depan.

Sinta yang merasa kesal langsung saja menarik lengan Ezar untuk di ajaknya masuk. "Sayang, ayo! Eyang kamu sudah mengumandangkan doanya. Biarin aja Mas Dewa, nanti juga masuk sendiri."

'Dimana sekarang keberadaan Miranda? Kasian dia. Wanita iblis itu memang tanpa perasaan,' Dewa menatap luasnya alun-alun dari halaman Gereja.

Melihat bangku kosong di sudut halaman, Dewa memutuskan berjalan ke sana. Ia rasa, membaca buku lebih menarik daripada bernyanyi bersama keluarganya.

"Sinta... Ponselku ketinggalan di mobil. Aku mau ambil dulu," bisik Ezar di tengah khusuknya orang-orang berdoa.

Wanita cantik yang memejamkan matanya itu hanya mengangguk kecil. Ezar segera keluar tanpa sepengetahuan keluarga besarnya.

*

Aroma bumbu kacang itu menguar dalam hidung kecil Tama. Ia sudah bersiap-siap saat penjual tadi membawakan dua porsi untuknya dan sang Bunda.

Hem... Tama sampai memejamkan mata dalam-dalam.

Sate ayam itu terlihat semakin bertambah lezat, dan Tama sangat menyukai bagian kulit bercampur lemak yang masih juicy.

"Sayang baca doa dulu, ya!" Miranda sudah mengangkat tanganya sambil menatap Tama.

Tiba-tiba saja putranya itu meringsut pada pelukan Bundanya, reflek mata Tama menatap ke depan, disana ada seorang pembeli yang tengah menatap kearah Bundanya sangat kuat.

"Saya mau sate 1 porsi juga!"

Deg!

Miranda spontan menoleh. Matanya lebih terbuka dengan hentakan jantung yang mulai tak beraturan.

"Mas Ezar?" cepat-cepat Miranda memalingkan wajahnya ke samping. Ia tatap putranya yang masih menyembunyikan wajahnya. Miranda tahu, Tama takut sebab putranya waktu itu pernah menabrak mobil Ezar dengan sepedanya.

Suara kecil itu lolos dari mulut Tama. "Bunda... Tama takut kalau orang dewasa itu marahin Tama lagi."

"Nggak akan sayang! Ada Bunda di sini! Bunda akan lawan orang itu, (termasuk Ayah kandung kamu sendiri, Tama!) udah ya, kita nggak usah lihat. Kita makan saja," Miranda menggeser sepiring satu tadi demi mengalihkan perhatian putranya.

Tiba-tiba Ezar malah ikut duduk di karpet lesehan sebelah Miranda.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!