Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belah Duren Di Pagi Hari
Bab ini ada sedikit unsur 21+++ ya. Harap bijak membacanya ya!!!!
WO yang digunakan oleh John dan Ella dalam mengurus pernikahan mereka, sudah mulai mengerjakan pekerjaan mereka merapikan gedung. Sementara petinggi - petinggi angkatan laut sedang rapat membahas kegiatan kunjungan kerja mereka bersama istri - istri. Dan kali ini mereka akan mengunakan kapal perang. Dalam kegiatannya ini ada pengobatan, dan nama dokter Pamella Christine Giardini atau nyonya John Lantang juga ada dalam daftar nama yang akan ikut berlayar menggunakan kapal perang dimana suaminya berdinas.
John yang mengira hanya dua puluh atau tiga puluh menit waktu pertemuan bersama pimpinan berubah menjadi dua jam. Dan wajib bagi ibu - ibu pengurus yang suaminya bertugas di kapal perang ikut. Dan besok pagi Kapal mereka sudah akan bertolak dari Surabaya ke Jakarta.
John sampai di kamar menjumpai istrinya sudah tertidur. Akhirnya dia mandi dan tidur bersama istrinya. Di ambil tubuh yang sudah sah itu dibawa dalam pelukannya.
"Harusnya malam ini mas sudah bisa mendapatkan kamu seutuhnya sayang." John berbicara kepada Ella yang sudah tertidur pulas. Tidak lama, John pun tertidur. Subuh pukul lima, John merasa ada pergerakan dari istrinya dia langsung memeluk tubuh itu.
"Mas mau minta hak mas, bisa tidak sayang???" Suara serak - serak habis bangun tidur menambah kesan seksi dari seorang John Christo Nagasaki. "Mas kira semalam, mas sudah bisa, ternyata....."
"Siapa yang salah, mas janji cepatkan. Ade tunggu kok." John tersenyum, dia langsung melahap bibir itu. Dan semua kain penutup di tubuh mereka sudah berpindah ke lantai kamar hotel. Ciuman itu berpindah ke leher dan lanjut ke area - area sensitif dari Ella. Ketika John merasa istrinya sudah siap. Dia mencium bibir itu sekali lagi.
"Sayang, mungkin ini akan sakit pada awalnya. Tetapi kata orang akan enak selanjutnya." Ella menjadi malu, semua mukanya sudah berwarna merah.
"Mas mulai ya sayang." Pecobaan pertama rudal John belum bisa menembus pertahanan Ella, Tentu Ella merasa sakit. Karena ada sesuatu yang berbeda mau masuk ke dalam organ sensitifnya.
"Sayang sakit." John mencium kening istrinya dan di lanjut dengan percobaan kedua. Ella merasa ada sesuatu yang sudah merobek pertahanannya. Rudal John masuk, setelah dilakukan percobaan yang sedikit keras. John melihat air mata istrinya lolos dari pelupuk matanya.
"Sakit sayang. Mas keluarkan saja ya."
"Jangan sayang, kalau di keluarkan juga akan sakit."
"Mas boleh ya bergerak." Ella hanya mengangguk.
Gerakan awal sangat lembut, dan John merasa bahwa ada sesuatu yang mengalir keluar membasahi rudalnya. Dan John tahu, bahwa dia laki - laki pertama yang sudah membobol serta merobek selaput pelindung organ intim istrinya. Kecepatan gerakan tubuh sudah semakin cepat. Sehingga Ella berkali - kali mendesah.
"Mas......."
"Ya sayang. Tahan ya sayang, kali ini kita harus sama - sama mencapai puncak suatu kenikmatan."
Terdengar suara tubuh yang menyatu semakin meningkatkan adrenalin antara pasangan suami istri ini. Akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan bersama. John melepaskan serum - serum terbaiknya , kedalam rahim istrinya. Selesai itu John mencium kepala, kening, pipi kiri dan kanan, dan berakhir di bibir istrinya.
"Terima kasih sayang, Kamu milik mas seutuhnya. I love you sayangku."
"I love you more mas. Jangan tinggalin adek ya."
"Kamu tanggung jawabku sekarang. Untuk dijaga, di lindungi dan di sayangi."
John mengangkat tubuh istrinya untuk di bawah ke kamar mandi dan benar ada noda merah di seprei hotel.
"Mas, sepreinya???"
"Itu urusan mas sayang.
John meletakan istrinya di atas meja wastafel dan dia mengisi air hangat di dalam bathtub dan diberi aroma terapi.
"Adek tidak lama, hanya sepuluh menit. Habis itu mandi, bersama mas di shower, mas urus seprei dulu."
John langsung menelepon petugas yang membersihkan kamar untuk menganti seprei. Tidak sampai lima menit, mungkin hanya dia menit petugas itu sudah datang, bersamaan dengan Jefry saudara kembarnya yang melewati kamar pengantin.
"Wah belah duren juga bro."
"Iya dong. Makanya cepat cari pendamping. Kamila Sari tuch, kan singel."
"Doain ya bro."
"Siap kakakku. Pokoknya semua kebahagiaan kakak."
"Mana adik iparku."
"Mandi kak, sana Ella malu." Jefry tertawa.
"John....."
"Ya mami."
"Mami sudah pesan seragam jalasenastri buat Ella dua pasang semua sampai olahraga. Mereka akan antar ke rumah mami."
"Terima kasih mi." John mencium pipi kiri dan kanan maminya. John langsung masuk dan mandi menemani istrinya. Orangtua dan saudara mereka sudah di restoran untuk sarapan. Sebentar sore baru orangtua Ella bersama om - om dan tante - tantenya kembali ke Papua, tepatnya di pulau Biak.
"Sayang terima kasih. Mas orang yang menjebol keperawananmu."
"Mas, adek malu."
"Mas ini suamimu loh." Ella langsung memeluk suaminya. Dia tidak mau suaminya melihat dia seperti itu. Karena saat ini Ella sedang tidak di bungkus oleh sehelai kain pun.
"I love you."
"Love you more."
John menceritakan bahwa Ella akan ikut dengan ibu - ibu pengurus mengunjungi anggota mereka dari sabang sampai ke timur.
"Sungguh mas??"
"Iya sayang. Kamu bahagia??"
"Ya ini pertama kali aku berlayar dengan kapal perang bersama suamiku, melihat kota - kota bahkan pulau yang ada di Indonesia."
"Mami dan papi juga ada."
"Ah.... bahagia sekali."
"Maaf kita belum bisa bulan madu, karena mas harus bekerja."
"Its oke mas. trip ini juga bisa menjadi waktu buat kita bulan madu."
"Selesai pelayaran ini ya sayang."
"Oke sayangku."
Ella sudah bergabung dengan dua keluarga besarnya. Selesai sarapan, kita masih mengajak rombongan dari Papua jalan - jalan membeli ole - ole. Ella berjalan sambil mengandeng papanya, sedangkan John mengandeng mama mertuanya. Pokoknya John mentraktir keluarganya Ella.
Tadi di kamar sebelum, mereka turun kerestoran, John sudah menyerahkan ATM gajinya kepada istri tercinta. Yang membuat Ella sedih sampai dia menangis memeluk suaminya. Gaji John selama beberpa bulan ini utuh. Sampai tunjangan- tunjangan lainnya. Selesai mereka membeli ole - ole. Mereka makan siang bersama dan kembali ke hotel.
Sementara Kamila Sari dan Jefry juga sedang jalan - jalan. Sedangkan si bungsu kuliah. Papi sudah berpesan, sore hari semua harus berkumpul di hotel, karena besan papi dan mami akan kembali ke Papua.
Dan betul setelah cek in, papi mami, Jefry dan Jesica juga Kamila sudah ada di lobi hotel. Mereka akan mengantar keluarga Ella ke bandara. Kembali lagi iring - iringan empat mobil menuju bandara udara. Jefry dan John menggunakan hak istimewanya menbantu proses lapor sampai mengantar ke ruang tunggu VIP room.
Ella masih ada dalam pelukan papanya. Air mata mertuanya mau keluar, namun dia tahan takut Ella menangis. Waktu mereka tiba di bandara. Esau juga tiba, karena dia membawa ole - ole buat orangtua Ella. Waktu boarding terlihat Ella sudah menangis. Namun sehari sebelum menikah, Ella tidur bersama kedua orangtuanya, sudah banyak nasehat yang orangtuanya berikan.
"Papa harus sehat ya. Ella dan John akan meluangkan waktu untuk melihat mama dan papa." Papanya langsung mencium putri tercintanya.
Hai pembacaku.💌💌💌
Aku sangat mengharapkan kritik dan saran kalian ya. Biar aku semakin semangat menulisnya.
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏