NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:172.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selidik Sana Sini

Dua arwah gabut itu pun menuju RS Bhayangkara dan bertemu dengan seorang ( atau sesuatu? ) suster ngesot yang berada di depan ruang operasi. Suster itu menatap dingin ke Mbak Susi dan Tole.

"Kalian bukan arwah sini. Mau apa kalian kemari?" tanya Suster Ngesot itu. "Kalian mau ambil teritorial aku?"

"Eh bukan Sus. Kami dari Polda. Sebenarnya kami sedang membantu tim divisi kasus dingin soal kematian pasien-pasien dari dokter Westin. Kita tidak mau ambil teritorial kamu karena kita sudah punya teritorial sendiri," ucap Mbak Susi.

"Dokter Westin katamu? Apa masalahnya?" Suster Ngesot itu melihat Mbak Susi dan Tole bergantian.

"Lima pasiennya meninggal setahun lalu. Lima itu termasuk hal yang tidak wajar kan?" tanya Tole.

Suster Ngesot itu tersenyum smirk. "Dokter itu lagi. Kalian dapat informasi dari siapa?"

"Dokter Rahmat," jawab Mbak Susi.

"Orangnya polos dan memakai kacamata ... Itu?" Suster Ngesot itu menunjuk ke arah Dokter Rahmat yang sedang berdiskusi dengan seorang perawat.

"Benar!"

Suster Ngesot mengangguk. "Dia memang dokter yang lurus. Baru setahun disini tapi sudah membuat banyak orang suka. Dia masih residen tapi sudah merasa ada yang janggal."

"Jadi ... Memang Dokter Westin melakukan sesuatu?" tanya Mbak Susi dengan wajah kepo.

Suster Ngesot hanya tersenyum smirk.

***

Di sebuah rumah pasien bernama Anton

AKP Dean Thomas datang bersama dengan Iptu Rayyan ke sebuah rumah sederhana di daerah Klender. Berdasarkan catatan yang diberikan dokter Rahmat, mereka pun mendatangi pasien Anton yang meninggal awal tahun lalu.

"Operasi hernia," ucap Iptu Rayyan, "yang seharusnya tidak fatal kan?"

"Seharusnya." AKP Dean Thomas berjalan ke pagar lalu memencet bel.

Tak lama keluar seorang wanita paruh baya dan dia merasa bingung melihat dua polisi di depan pagar. Sedikit tergopoh, wanita itu membuka pintu pagarnya.

"Selamat pagi Bu Elok. Perkenalkan saya AKP Dean Thomas dan ini rekan saya Iptu Rayyan. Kami ingin berbincang dengan anda tentang saudara Anton," sapa AKP Dean Thomas.

Elok menatap bingung ke kedua polisi muda itu. "Tapi ... anak saya sudah meninggal pak. Apa dia melakukan kesalahan?" tanyanya dengan nada cemas.

"Tidak Bu. Kami hanya ingin memastikan sesuatu dan ini penting. Bolehkah kami masuk dan kita berbicara di dalam?" senyum AKP Dean Thomas.

Elok melihat dua polisi ganteng itu dan merasa bahwa mereka polisi yang baik. Jarang kan polisi mukanya bersih dan ganteng begini.

"Boleh pak ...." Elok membuka gembok pagar rumahnya dan mempersilahkan kedua polisi itu masuk. Elok juga melihat sebuah mobil Nissan Magnite tahun lama terparkir di depan rumah. Dia yakin itu adalah mobil dua polisi itu. "Mari, silakan masuk bapak-bapak."

"Terima kasih Bu Elok." AKP Dean Thomas dan Iptu Rayyan melepaskan sepatu mereka lalu masuk dengan mengenakan kaus kaki hitam. Mereka melihat rumah sederhana itu dengan seksama. Perabotan rumah Elok tampak simpel tapi semuanya pas di rumah yang luasnya sekitar 100m² diatas tanah 120m².

"Sebentar ya bapak-bapak." Elok masuk ke dalam dan AKP Dean Thomas melihat foto-foto Anton bersama Elok dan seorang pria yang lebih tua. Mereka menduga itu pasti ayah Anton.

"Rupanya dia anak Trisakti," bisik AKP Dean Thomas saat melihat foto wisuda Anton. "Lalu bekerja di dinas PU."

"Sepertinya dia anak tunggal bang ...." Iptu Rayyan melihat tidak ada anak lain. "Macam di rumahnya Oom Valentino karena anaknya cuma mas Kaivan ya fotonya cuma dia saja. Untung ganteng."

AKP Dean Thomas melirik tajam ke Iptu Rayyan. "Lu belok?"

"Belok kemana bang? Wong kita duduk disini, di rumah orang, nggak naik mobil," jawab Iptu Rayyan polos.

AKP Dean Thomas menggeleng sebal. "Lu tuh habis nikah, malah makin ngaco!"

"Jeng Nala mau nunda punya anak dulu, bang. Dia mau ambil magister ilmu kedokteran gigi. Jadi mau balik ke UNPAD lagi. Aku kan bingung ya. Satu sisi aku senang istriku sekolah tinggi tapi kok aku kalah sama peruntuan ( untu \= gigi bahasa Jawa )." Iptu Rayyan menghela napas panjang.

"Lho, dik Nala mau ambil bidang apa?"

"Apa itu ... Smart and Greenpeace eh ... Green dentistry. Aku nggak paham. Dia juga masih galau mau ambil forensik di Trisakti. Mbuh Wis, karepe Jeng Nala. Sing penting dia bahagia. Bukankah kalau istri bahagia, rejeki ngalir terus ya kan bang?" jawab Iptu Rayyan.

"Kalau dik Nala jadi ambil magister, nanti aku bilang kalau dia tenang saja. Suaminya dalam pengawasan ketat aku dan bang Jarot!" cengir AKP Dean Thomas usil.

"Ya kali aku mau nakal sama Jeng Nala. Masa nggak tahu Jakarta itu sempit bagi keluarga klan Pratomo. Nggolek molo kalau aku bikin ulah! Bisa-bisa aku dilempar dari gedung PRC sama pak Quinn. Bahaya, bisa saingan sama arwah di ruang kerja kita bang!" sungut Iptu Rayyan.

"Kan lumayan, kamu kalau jadi arwah gentayangan, bisa larang Tole buat nyolong terus," balas AKP Dean Thomas tanpa beban.

"Innalilahi, serius doain aku metong bang? Teganya ...."

Mereka pun berhenti mengobrol ketika Elok keluar bersama dengan seorang asisten rumah tangga yang membawa nampan berisikan tiga cangkir teh dan sepiring camilan.

"Duh, kok repot-repot Bu Elok," ucap AKP Dean Thomas basa basi.

"Nggak papa pak." Elok pun duduk dan asisten rumah tangga itu pun mengundurkan diri masuk ke dalam rumah. "Silakan diminum bapak-bapak."

"Terima kasih Bu." AKP Dean Thomas menyikut pelan tangan Iptu Rayyan. Kedua pria itu pun mengambil cangkir teh itu dan menyesapnya.

"Jadi, bapak-bapak kemari ada keperluan apa ya?" tanya Elok setelah AKP Dean Thomas dan Iptu Rayyan meletakkan cangkir nya diatas piring kecil.

"Begini Bu. Kami sedang menyelidiki beberapa kasus lama berdasarkan laporan anonymous atau anonim bahwa ada malpraktek yang terjadi. Dan ... kami membuat log atau catatan bahwa ada beberapa pasien yang meninggal tidak lama usai operasi padahal bisa dibilang, itu bukan operasi yang rumit. Seperti saudara Anton yang operasi hernia. Jarang terjadi komplikasi kan? Kami juga sudah berdiskusi dengan dokter ahli yang menyatakan ini operasi aman, resiko komplikasi kecil dan memang kemungkinan kambuh bisa terjadi ...."

Elok terkesiap. "Ya Tuhan ... Bapak-bapak mengira bahwa kematian anak saya itu termasuk kematian tidak wajar?"

"Apakah ibu merasakan sesuatu? Atau menemukan sesuatu?" tanya Iptu Rayyan.

"Saya ... hanya punya rasa curiga. Bagaimana bisa operasi hernia bisa ke serangan jantung? Anton tidak punya riwayat jantung dan rutin medical check up! Semua bagus! Saya masih ada datanya sebulan sebelum operasi!" jawab Elok emosi.

"Bisa kita lihat?" tanya AKP Dean Thomas.

"Sebentar pak!" Elok pun masuk ke dalam ruang tengah.

"Setahu aku, hernia memang operasi yang aman. Kecuali ...."

"Ada yang membuatnya tidak aman!" seru kedua pria itu.

***

Yuhuuuu up Siang yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
putra jaya
artinya rio emang sempat gabung tim. gabut tapi cman sebentar karna ga lolos seleksi alam 🤣
D_wiwied
wiih kosannya cantik banget macam vila2 mungil di daerah pegunungan ya 😍
This Is Me
ini kost²an masih ada yg kosong?
aq mau sewa 1
😁😁😁
awesome moment
smg rio ttp amanah
This Is Me
Keliatannya Rio polisi baik
Meeta Baggio
Semoga bener yaa feeling Rio klo kasus perampokan dan pembunuhan saling berkaitan, dan mereka bisa mendapatkan bukti dan petunjuk siapa pelaku nya
Noey Aprilia
Mreka puyeng..
laahhh...aku ikutn puyeng....🤣🤣🤣....
awesome moment
keyen ish. sdh mengerucut jd 5. msh nunggu knp rio g muncul di GD berikutnya
D_wiwied
kode morse.. jd keingat wkt masih SD dulu, slh 1 cara biar ga gampang ketahuan kalo ada yg liat/ baca ya pak Jarot 👍
tan_wiedya
mba susi anak pramuka ya? paham kose morse 🤭
Meeta Baggio
Bener kata pak Jatot Rusit. pelakunya pintar sembunyi,moga2 mereka menemukan petunjuk dan pelaku nya cepat di tangkep
Elsa Fanie: OOO pak Jarot jarang jarang lho tapi gpp y pak tim gabut jg keluarga bapak,tole tole belajar dulu sandi Morse ny😁😁😁 AQ jg sama g paham 😁
total 1 replies
amilia amel
semoga pelakunya segera ketemu
Nien April
paham 🤭
Noey Aprilia
Mngkn rio cma nmpang lewat,pnghuni ttpnya y cma mreka doang.....anggp aja sbg selingn....😁😁😁
~AruN~
hihihi...Lempongsari mana ini?
rumahku d Lempongsari 🤭
Hana Reeves: mana yaaaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
Meeta Baggio
Hmmm.....seperti air yg mengalir penjelasan Rio tetang kasus yg di tangani dan keluarga nya.
Septi Lahat
😅😅😅
INDRA
kayaknya prnah baca part Rio yg ktm mantan trus diajak balikan sm mantanya Rionya gx mau
Hana Reeves: itu Ghafar 🙏🙏🙏
total 1 replies
D_wiwied
daaan si air mineralpun sdh beraksi, secara tdk sadar Rio sdh menceritakan ttg siapa dirinya setelah minum.. fix kudu ati2 nih kalo main ke divisi kasus dingin mending sangu tumbler sendiri 😆😅
btw Rio dah lgs lolos seleksi di divisi gabut, selain krn dia absurd jg krn dia jujur dan punya analisis yg tajam
Ita Xiaomi
Udah pakai serum kejujuran ya😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!