NovelToon NovelToon
Kau Harus Rela Melepasnya

Kau Harus Rela Melepasnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anto Sabar

Ryan adalah seorang mekanik yang sangat mencintai Arini namun karena status yang sangat jauh sehingga arina tak mau membuat Ryan kecewa karena Arini sudah di jodohkan dengan pemuda lain pilihan orangtuanya.Bagaimana kisah lengkapnya,ayo kita simak bersama perjuangan Ryan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anto Sabar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lawan Yang Sebenarnya

Suasana lintasan masih terasa panas.

Sisa suara mesin masih menggema di udara.

Namun perlahan—

semuanya kembali tenang.

Ryan berdiri di samping mobil.

Keringat masih terlihat di dahinya.

Namun napasnya sudah stabil.

Tatapannya mengarah ke depan.

Namun pikirannya—

masih memproses kata-kata Adrian.

“Kalau kamu bawa beban ke lintasan… kamu akan kalah sebelum mulai”

Ryan mengepalkan tangannya pelan.

Beban.

Ia tahu apa maksudnya.

Arini.

Namun—

ia juga tahu.

Itu bukan sesuatu yang bisa ia buang begitu saja.

Langkah kaki terdengar mendekat.

Raka kembali ke sampingnya.

“Performa naik banyak” katanya santai.

Ryan mengangguk.

“Tapi belum cukup”

Raka tersenyum tipis.

“Kamu cepat belajar”

Ryan melirik ke arah mobil.

“Kalau lawannya bukan biasa… kita juga tidak bisa biasa”

Raka tidak menjawab.

Namun matanya sedikit berubah.

Seolah—

ia mulai melihat sesuatu dalam diri Ryan.

Di kejauhan—

sebuah mobil lain masuk ke area lintasan.

Suara mesinnya berbeda.

Lebih dalam.

Lebih berat.

Beberapa orang langsung menoleh.

“Dia datang…” bisik salah satu teknisi.

Ryan menyipitkan mata.

Pintu mobil itu terbuka.

Seorang pria keluar.

Tinggi.

Berpakaian rapi.

Dengan aura yang langsung terasa berbeda.

Ryan langsung mengenalinya.

Meskipun belum pernah benar-benar diperkenalkan.

Itu dia.

Pria yang akan menikahi Arini.

Langkah pria itu tenang.

Namun penuh percaya diri.

Ia berjalan mendekat.

Langsung ke arah Adrian.

Mereka berbicara sebentar.

Tidak terdengar jelas.

Namun dari cara mereka berdiri—

terlihat jelas.

Mereka setara.

Atau bahkan—

lebih.

Ryan memperhatikan tanpa bergerak.

Tangannya perlahan mengepal.

“Jangan sekarang” suara Raka terdengar pelan.

Ryan melirik.

“Maksudnya”

Raka menatap lurus ke depan.

“Kamu belum di posisi itu”

Ryan terdiam.

Namun matanya—

tidak lepas dari pria itu.

Beberapa detik kemudian—

pria itu menoleh.

Dan pandangan mereka—

bertemu.

Sunyi.

Tidak ada kata.

Namun cukup.

Untuk saling mengerti.

Pria itu tersenyum tipis.

Bukan ramah.

Lebih ke arah—

menilai.

Lalu ia berjalan mendekat.

Langkahnya santai.

Namun jelas—

menuju Ryan.

Beberapa teknisi mulai saling pandang.

Suasana kembali menegang.

Ia berhenti tepat di depan Ryan.

Jarak mereka dekat.

Cukup untuk merasakan tekanan.

“Kamu Ryan” katanya.

Nada suaranya tenang.

Namun mengandung sesuatu yang sulit dijelaskan.

Ryan tidak menghindar.

“Iya”

Pria itu mengangguk kecil.

“Aku sudah dengar tentang kamu”

Ryan tidak menjawab.

Ia hanya menunggu.

Pria itu melirik ke arah mobil.

“Kerja bagus”

Pujian.

Namun tidak terasa seperti pujian.

Lebih seperti penilaian.

Ryan akhirnya berkata,

“Masih bisa lebih”

Pria itu tersenyum tipis.

“Bagus”

Ia kembali menatap Ryan.

“Orang seperti kamu… biasanya cepat naik”

Ia berhenti sejenak.

“Dan cepat jatuh”

Sunyi.

Beberapa orang menahan napas.

Ryan tetap tenang.

“Kalau tidak kuat ya jatuh” jawabnya santai.

Pria itu tertawa kecil.

“Menarik”

Ia melangkah sedikit lebih dekat.

“Semoga kamu kuat”

Ryan tidak mundur.

Tatapannya tetap tajam.

“Kalau tidak… saya tidak akan sampai sini”

Beberapa detik—

tidak ada yang bicara.

Lalu pria itu tersenyum.

Namun kali ini—

lebih dingin.

“Kita lihat di lintasan”

Ia berbalik.

Kembali ke mobilnya.

Suasana masih tegang.

Ryan menarik napas pelan.

“Siapa dia” tanyanya meski sudah tahu jawabannya.

Raka menjawab singkat,

“Faris”

Nama itu—

langsung terasa berat.

Ryan menatap ke arah mobil Faris.

Matanya sedikit menyempit.

Sekarang—

semuanya jelas.

Ini bukan hanya soal kompetisi.

Ini—

pertarungan langsung.

Bukan hanya untuk menang.

Tapi untuk membuktikan—

siapa yang pantas berada di posisi itu.

Ryan menatap mobilnya sendiri.

Tangannya perlahan mengepal.

“Kalau memang harus lawan…”

gumamnya pelan.

“…aku tidak akan mundur”

Dan untuk pertama kalinya—

arah pertarungan itu benar-benar terlihat jelas.

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
baru juga mau mulai belum apa² udah ada yang gak suka 🤦
Nur Wahyuni
seru
Nur Wahyuni
lanjut
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
O,oh .., tidak!!! jangan bikin aku nangis bawang kak .
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
ih ko sedih ya bayangin nya, jangan terlalu rumit lah kasian yang baca, next lanjut... semoga bagus ceritanya
Anto Sabar: insyaallah,makasih bnyk atas dukungannya senior.
total 1 replies
Nur Wahyuni
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!