NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19 : Paperbag

Suasana di dalam lift pribadi menuju lobby Menara Kusuma terasa sunyi, hanya deru halus mesin yang terdengar. Jimmy berdiri tegak dengan aura dominannya, sementara Crystal bertahta di dalam gendongannya, menyandarkan kepala kecilnya di bahu sang Daddy dengan raut wajah kemenangan setelah berhasil "menyingkirkan" Alice dari meja makan tadi pagi.

​Namun, sebelum pintu lift terbuka, Jimmy memberikan tanda pada Clyde yang berdiri di belakang mereka. Clyde dengan sigap menyerahkan sebuah paper bag kecil berwarna hitam elegan dengan logo merek ternama yang sangat eksklusif.

​"Pegang ini, Crystal," ujar Jimmy sambil menyerahkan tas itu pada tangan mungil putrinya.

​Crystal menerimanya dengan bingung. Ia meraba bahan tas yang halus dan mencium aroma parfum mewah yang menguar dari dalamnya. Di dalamnya terdapat kain sutra tipis yang sangat lembut—sebuah lingerie yang sengaja Jimmy pilihkan untuk Alice. Bagi Jimmy, perasaan benci atau status perceraian tidak mengubah fakta bahwa ia adalah pria logis yang memiliki kebutuhan biologis, dan hanya tubuh Alice yang bisa memuaskannya.

​"Ini apa, Daddy? Mainan baru untuk Crystal?" tanya Crystal dengan suara polos, jemari kecilnya hampir saja menarik isi tas itu keluar.

​"Bukan. Itu untuk Mommy," jawab Jimmy datar. "Nanti saat pulang, berikan itu pada Mommy. Katakan padanya untuk memakainya malam ini."

​Seketika, raut wajah Crystal berubah. Senyum kemenangannya luntur. Meskipun ia belum paham apa fungsi pakaian di dalam tas itu, ia cukup pintar untuk menangkap maksud tersembunyi daddynya. Kata "malam ini" dan "untuk Mommy" memicu alarm bahaya di otak kecilnya yang posesif.

​"Kenapa untuk Mommy? Mommy nakal, Daddy! Kenapa dikasih hadiah?" Crystal mulai merengek, matanya mulai berkaca-kaca, bersiap untuk melancarkan drama air mata andalannya. "Daddy mau tidur sama Mommy ya malam ini? Tidak boleh! Daddy harus sama Crystal! Crystal mau tidur di tengah!"

​Crystal mulai meronta di gendongan Jimmy, kakinya menendang-nendang kecil sebagai tanda protes. Ia membayangkan bahu daddynya yang luas itu akan kembali menjadi milik Alice sepanjang malam, dan itu membuatnya merasa sangat terancam.

​Jimmy menghentikan langkahnya tepat di depan pintu mobil yang sudah dibukakan oleh pengawal. Ia tidak membujuk Crystal dengan kata-kata manis kali ini. Sebaliknya, ia menatap mata putrinya dengan tatapan tajam yang membuat Crystal seketika membeku.

​"Dengar, Crystal. Daddy sudah menuruti semua maumu pagi ini. Tapi malam ini, Daddy punya urusan dengan Mommy yang tidak boleh kamu ganggu," suara Jimmy terdengar rendah dan mutlak.

​"Tapi... tapi Crystal takut kalau Daddy tidak ada..." isak Crystal, mencoba mencari celah.

​"Tidak ada drama lagi, Crystal," potong Jimmy dingin. "Berikan tas itu pada Mommy saat pulang nanti. Dan malam ini, kamu akan tidur di kamar Gavin. Kamu bisa bermain dengannya sampai mengantuk."

​Crystal hendak berteriak kencang, ia sudah menarik napas dalam-dalam untuk melengkingkan suaranya agar seluruh lobby Menara Kusuma mendengarnya, namun kalimat Jimmy berikutnya membungkamnya seketika.

​"Jika kamu menangis atau menolak tidur di kamar Gavin, Daddy akan menitipkanmu di daycare selama satu minggu penuh. Kamu tidak akan ikut ke kantor, tidak akan melihat Daddy, dan tidak akan ada udang tempura dari Arum. Pilihannya ada di tanganmu."

​Mendengar kata "daycare", nyali Crystal menciut. Baginya, daycare adalah tempat pembuangan di mana ia harus berbagi mainan dengan anak-anak lain dan tidak menjadi pusat perhatian. Itu adalah mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan daripada melihat Alice memakai hadiah dari daddynya.

​Crystal menelan kembali tangisannya. Ia memeluk paper bag hitam itu dengan erat, meski hatinya sangat ingin merobek isinya. Ia terdiam seribu bahasa, bibirnya mengerucut tajam, menunjukkan protes yang disenyapkan oleh ancaman.

​"Pintar. Sekarang masuk ke mobil," ujar Jimmy, mendudukkan Crystal di kursi bayi yang mewah.

​Sepanjang perjalanan menuju kantor, Crystal hanya menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong yang dingin. Di dalam kepalanya, ia sedang menyusun rencana baru. Jika malam ini ia terpaksa menyerahkan daddynya pada Alice karena ancaman daycare, maka besok ia akan memastikan Alice membayar dua kali lipat atas waktu yang dicurinya.

​Silakan bersenang-senang malam ini, Mommy, batin Crystal sambil meremas pinggiran tas belanja itu. Tapi jangan harap besok Daddy akan melirikmu lagi. Aku akan pastikan Daddy merasa sangat bersalah karena sudah meninggalkan ratunya tidur bersama Gavin.

​Sementara itu, Jimmy hanya melirik sekilas ke arah putrinya melalui spion tengah. Ia tahu ia baru saja melakukan langkah berisiko, namun ia juga tahu bahwa di balik segala manipulasinya, Crystal tetaplah seorang anak yang bisa dikendalikan dengan otoritas yang tepat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!