NovelToon NovelToon
“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Banto

Amara rela menerima perjodohan dengan Tobias William Larsen demi cinta, berharap hatinya bisa memenangkan pria yang dingin dan sempurna itu. Ia memberi segalanya—kesetiaan, pengorbanan, bahkan seluruh rasa cintanya. Namun, semuanya hancur saat mantan Tobias muncul kembali.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, dunia Amara runtuh. Tobias menuntut cerai tanpa ampun, bahkan menyisakan ancaman yang menusuk hatinya. Dengan hati remuk, Amara akhirnya melepas semua harapan, memutuskan untuk pulang ke rumah keluarganya dan menjalani takdirnya sebagai pewaris keluarga Crawford.
Kini, ketika Amara dan Tobias bertemu lagi, mereka bukan lagi suami-istri. Mereka adalah dua rival, saling menatap dengan luka dan dendam yang tersimpan.
"Tuan Larsen, apakah Anda ingin saya mengingatkan sekali lagi? Kita sudah bercerai."
"Amara… ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kumohon… kembalilah padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Banto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Permintaan Amara yang begitu lugas sukses membuat Helios tertegun. Selama beberapa tarikan napas, pria itu hanya berdiri mematung, menatap Amara dengan ekspresi seolah ia sedang menunggu kalimat ralat—atau mungkin berharap bahwa semua ini hanyalah lelucon yang terucap di bawah pengaruh alkohol.

​Namun, Amara sama sekali tidak menarik kata-katanya.

​Tatapan wanita itu tetap lurus, penuh ketegasan yang dingin. Wajahnya tenang, tanpa secuil pun keraguan. Dari sorot matanya, jelas terlihat bahwa ia sedang tidak bermain-main.

​Helios mengerjapkan mata, mencoba mencerna realitas yang baru saja menghantam pendengarannya. Apakah Amara benar-benar memintanya untuk memukul Tobias? Pria yang selama enam tahun ini selalu ia perlakukan layaknya permata berharga? Pria yang mendapatkan seluruh cinta dan pengabdian Amara—cinta yang begitu besar hingga membuat dada Helios sering kali terasa sesak karena cemburu?

​Sebagai anak yang tumbuh di bawah bayang-bayang penolakan, Helios selalu iri pada kehangatan yang diterima Tobias dengan mudah. Dan sekarang, wanita yang memuja Tobias tanpa syarat justru memintanya untuk menghancurkan wajah pria itu.

​“Kau ingin aku memukulnya?” tanya Helios akhirnya, suaranya parau karena rasa tidak percaya. Tangannya menunjuk ke arah Tobias yang masih berdiri mematung. “Dia?”

​Amara mengangguk tanpa jeda. “Ya. Bisakah kau melakukannya untukku?”

​Helios menoleh ke arah Tobias. Mantan suami Amara itu berdiri dengan alis bertaut, memperhatikan interaksi mereka dengan senyum tipis yang merendahkan. Helios menghela napas, lalu seringai samar muncul di bibirnya. “Yah, jika dia memang membuatmu muak, aku tidak punya alasan untuk diam—”

​“Apa kalian sudah selesai berdrama?” potong Tobias dingin, suaranya membelah udara malam dengan ketajaman silet.

​Helios hanya membalas dengan senyum santai, seolah situasi ini hanyalah hiburan baginya. Sebaliknya, kemarahan Amara justru semakin memuncak. Rahangnya mengeras saat ia menatap pria yang pernah ia cintai itu.

​“Apakah ini taktik barumu untuk menarik perhatian pria, Amara?” tanya Tobias sinis. “Menggunakan orang lain untuk memukulku?”

​“Sama sekali tidak,” jawab Amara tegas. Suaranya jernih dan tajam seperti mata pisau. “Justru setiap kali kau membuka mulut, rasanya aku ingin memukulmu sendiri. Karena aku masih ingin menjaga tanganku tetap bersih, aku memilih alternatif yang lebih baik.”

​Tobias terdiam. Kata-kata Amara menghantam egonya tepat di sasaran. Tobias benci kehilangan kendali, terutama kendali atas Amara.

​“Jadi, untuk menjawab pertanyaanmu,” lanjut Amara dengan senyum yang membeku, “aku tidak sedang mencari perhatian siapa pun. Aku hanya ingin menyingkirkanmu dari pandanganku. Mengerti?”

​Kemarahan berkilat di mata gelap Tobias. Amara merasa puas melihat riak emosi itu. Tanpa menunggu balasan, Amara berbalik dan melangkah pergi menuju klub, berniat mengajak Melanie pulang.

​Namun, saat Tobias hendak mengejar, Helios bergerak lebih cepat. Dengan sigap, pria itu menghalangi jalan Tobias.

​“Biarkan dia pergi,” ucap Helios dengan nada rendah namun penuh ancaman. “Jangan membuat keributan di sini.”

​“Minggir,” tuntut Tobias singkat, suaranya bergetar menahan amarah.

​Helios tidak bergeming. Bahunya yang kokoh tetap memblokir jalan. “Pulanglah, Tobias. Malam ini sudah berakhir bagimu.”

​Tobias mencibir, matanya menyipit penuh kebencian. “Kau seharusnya tahu posisimu, Helios. Jangan melampaui batasmu.”

​“Kau yang melampaui batas, Tobias,” balas Helios tenang. Tantangan dalam suaranya membuat Tobias terkejut. Ini adalah pertama kalinya Helios secara terang-terangan menentangnya demi seorang wanita.

​Tobias tertawa pendek tanpa humor. “Kau menyukainya? Dari sekian banyak wanita, kau memilih mantan istriku?” Tatapannya mengeras. “Kau punya nyali besar, berani menyentuh apa yang pernah menjadi milikku—”

​“Dia bukan milikmu lagi,” potong Helios dingin. “Kalian sudah bercerai.”

​Kesabaran Tobias habis. Melupakan segala aturan keluarga, ia mencengkeram kerah kemeja Helios dan melayangkan pukulan keras ke pipi kiri pria itu. Bugh!

​Helios terhuyung, namun segera membalas. Pukulannya menghantam wajah Tobias hingga pria itu mundur beberapa langkah.

​“Brengsek!” umpat Tobias, menyeka darah di sudut bibirnya. Ia menerjang Helios, menjatuhkannya ke trotoar. Keduanya bergulat di tanah. Tobias berada di atas, menghujani Helios dengan pukulan bertubi-tubi sementara Helios berusaha menangkis dan membalas dengan lututnya.

​Setelah beberapa saat pertarungan yang brutal, Tobias akhirnya berdiri dengan napas memburu. Dadanya naik turun, tangannya berlumuran darah dan debu. Di bawahnya, Helios terduduk sambil terbatuk, serpihan gigi yang patah jatuh ke lantai.

​“Jauhi Amara,” ucap Tobias datar namun mematikan. “Pikirkan baik-baik jika kau masih ingin hidup tenang bersama keluargamu.”

​Tanpa menoleh lagi, Tobias melangkah pergi dengan perasaan yang berkecamuk. Ia muak. Mengapa Amara selalu dikelilingi pria-pria yang siap membelanya?

​Dering ponsel yang tiba-tiba memecah keheningan malam membuat emosinya semakin buruk. Ia merogoh saku dan menjawab panggilan itu dengan kasar. “Halo?!”

​“Kakak!” Suara Fiona terdengar histeris di seberang sana, penuh dengan isakan panik.

​Tobias langsung menegang. “Fiona? Ada apa? Kenapa kau menangis?”

​“Celestine, Kak!” tangis Fiona pecah menjadi raungan. “Dia sekarang di IGD… Dia mencoba mengakhiri hidupnya sendiri!”

1
Nina Melliana
malas nerusin bacanya, knp amara jd gk punya power, lemah gitu.
Siti M Akil
lanjut kn
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
YuWie
opooo kuwiii..wis begini jadinya amara..busyettt tiwas kubela2in..gak taunya sama si tobi2 lagi... yg bener aja thir monitor..emosi boleh gak pembaca nya... atau malah di block
YuWie
suami nya bethani itu jeremy atau jason? mau rol ke atas kok sdh malaz..lihat kebodohan amara..dan lagi2 dipertemukan dg si tobi2.. niatnya mau kau jodohkan kembali dg si tobi arau kau hadirkan laki2 lain yg lebih segalanya di atas tobi2 gak sih... manaaaa kekuatan kel.crowford mu amaraa..omong besar terus.
YuWie
semoga terwujud omonganmu amara... janjimu seminggu lho u membungkam para tua2 di synergi
YuWie
sungguh malaz klo diset ketemu terus menerus dan si amara hy bisa omong besar tanpa mewujudkan ancaman nya.
YuWie
kok beda dg bab sebelumnya ya..kasus bethany yg mau digunakan amara sbg jurus jitunya.
YuWie
lhaaa helios KO..kupikir dia diatas si tobi2 ternyata
YuWie
ternyata kau masih membutuhkan bantuan org lain buat menghadàpi si tobi2..omong besar kau amara.
YuWie
mobe on amara..masih sempat2 aja mencuri pandang..menyebalkan klo kau akhirnya takluk lagi dg si tobi2
YuWie
masih mau sembunyi lagi dari nama keluarga mu amara.... ishhh aku aja sebel kau ditunduh punya sugar dady..malah ini masih main rahasia2 an
YuWie
hedeww..omonganmu pedas sekali amara..tapi kenapaaa tak kau buka id mu sesungguhnya
YuWie
ohh..sistem cerainya begitu..ttd langsung putus cerai keluar..hmmm
YuWie
serius ini... punya kuasa besar keluarga amara dan masih tetap mengemis tanda tangan tobi2
YuWie
selak rak sabar amara lepas dari Si Tobi2
YuWie
elahh, lha kok masih ngancam dg status istrinya terus menerus sih... amara jg omong doang..klo ketemu aja ancamannya membahana tapi action nya lambattt
YuWie
lho lho..sdh ditanda tangani blm itu surCer nya..amplop coklat kok masih di meja tobias.
YuWie
hatha dorimu sdh dikatihkam tonias dg begitu rendahnya amara, klo sampe balik ya fix..bodoh. melempar kartu hitam tapi hy dikasih 50jt..remahan bgt buatmu kan amara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!