NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:776
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benarkah itu Dia

Galau maksimal terasa pada diri Tio yang terus memikirkan tentang Rosa. Yang harusnya Dia ditugaskan untuk menjemput Meri setelah selesai acara di Singapura tapi Dia memilih masih tetap bertahan untuk mencari kebenaran tentang apa yang Dia lihat. 

"Lebih baik aku menghubungi Nona Meri terkait masalah ini, aku yakin Dia pasti lebih paham dan bisa mengerti dari pada Tuan Santana."

Tio mengambil ponselnya dan menghubungi Meri yang masih berada di Eropa. 

Seperti yang dikatakan Tio, Meri sangat mendukung tindakan Tio selama itu sesuai dengan tujuan awal mereka. 

{Baik Tio selesaikan tugas mu di situ, kalau untuk masalah Tuan Muda biar aku yang selesaikan}

Lega sudah apa yang dirasa Tio dengan jawaban Meri, sebelum menjalankan rencana selanjutnya, Dia memilih untuk beristirahat sejenak di hotel yang sama sempat Dia tinggali sebelumnya. 

Hari selanjutnya, Tio masih memanfaatkan waktu untuk terus mencari tahu tentang keberadaan Rosa di tempat itu. Berjam-jam Dia duduk di taman dekat hotel sambil menikmati udara yang tidak begitu banyak polusinya. 

Tidak sia-sia Dia duduk di taman itu, setelah lama menunggu datanglah sosok wanita yang ternyata benar adalah Rosa. Berjalan sambil menjinjing tas, Rosa terlihat terburu-buru. Dengan cepat Tio beranjak dari duduknya dan menghadang Rosa yang berjalan menuju area parkir. 

Seketika berhenti tidak bisa leluasa bergerak , Rosa tercengang di depannya berdiri sosok pria yang selama ini diam-diam dikaguminya. 

"Ti.. Tio kenapa kamu ada di sini?"

"Justru aku yang tanya padamu, kenapa kamu pergi tanpa pesan!"

"Ak.... Aku... (tidak, jangan sampai Dia tahu apa yang terjadi sebenarnya. Aku harus mencari alasan yang tepat agar bisa lepas dari nya) Tio... Aku sebenarnya di sini karena menemui saudaraku."

Tatapan sinis Tio membuat Rosa menjadi merasa takut. Dia terus mengelak dan berusaha mengalihkan semua pertanyaan dari Tio. 

Merasa ada yang tidak beres dengan sikap dan ucapan Rosa, tanpa basa basi lagi Tio langsung menarik tangannya dan membawa Rosa ke taman tempat Dia duduk tadi. Tidak bisa menolak ataupun melawan lagi Rosa terpaksa mengikuti langkah Tio yang berjalan dengan cepat. 

"Saudara...? Saudara yang bagaimana, kamu tidak perlu berbohong padaku Rosa!"

"Maksud kamu apa Tio? Sudah kubilang Aku kemari cuma ingin menemui saudaraku saja!"

"Oh.. maksud kamu saudara laki-laki yang keluar bareng dari kamar hotel!?"

'PLAK... ' spontan tangan Rosa melayang di wajah Tio. (Astaga... apa yang kulakukan...? Kenapa jadi begini?) 

Tio hanya bisa memandang Rosa dengan tatapan tajamnya. Dia berharap setelah tamparan itu akan mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari Rosa. 

Tapi ternyata tanpa berdosa Rosa malah pergi meninggalkan Tio dengan rasa bersalahnya. Tio hanya bisa diam dan tidak mencegah kepergian Rosa. Meskipun dalam hati mereka masing-masing masih berharap bisa dapat menjalani kehidupan seperti semula. 

Dengan rasa sedih dan kecewa Tio kembali ke kamar hotel. 

Sambil mengemasi baju dan barangnya, Tio memutuskan untuk meninggalkan hotel dan kembali dengan tugas pemberian Tuannya. Dia berencana terbang ke Eropa untuk menjemput Meri esok hari. 

Melewati malam dengan penuh pikiran dan bayangan tentang kenangannya bersama Rosa, Dia terlihat begitu sulit untuk memejamkan kedua matanya. 

Hingga pagi tiba Dia sudah siap dengan rencananya untuk berangkat ke Bandara. Wajah lesunya berubah menjadi serius ketika Dia membuka pintu kamar hotel untuk keluar. Suara yang lirih dan lembut memanggil namanya membuat Dia semakin terpaku lama di depan pintu. 

"Rosa..?"

"Tio aku... aku ingin bilang pada mu suatu hal."

"Apa... katakanlah!"

Masih teringat akan perlakuan Rosa kemarin padanya, Tio seakan ragu dengan sikap Rosa yang berubah tiba-tiba. 

Rosa meminta Tio untuk ikut dengannya. Dan sampailah mereka di area parkir hotel. Rosa meminta Tio untuk masuk ke dalam mobilnya. Tio sementara terus tetap mengikuti apa keinginan Rosa. Dia berharap kepergiannya dengan Rosa kali ini bisa membuahkan hasil.

Di dalam mobil mereka hanya terdiam tanpa suara. Rosa terlihat begitu serius dengan kemudinya. Sedangkan Tio merasa tidak enak jika Dia harus melontarkan pertanyaan pada Rosa saat itu.

Mobil terhenti di depan paviliun yang terlihat biasa dan terasa sepi. Rosa turun lebih dulu dari mobil. Tio menyusul Rosa dari belakang dan berjalan dengan keraguan. Banyak sebenarnya yang ingin Dia tanyakan, tapi Dia lebih memilih untuk bertahan pada diamnya.

Begitu berada di dalam paviliun Rosa meminta Tio untuk duduk. Susana hening membuat perasaan Tio semakin penasaran. Sudah tidak bisa menahan keingin tahuan nya Tio mulai membuka bibir nya.

"Rosa, jangan buang waktuku. Katakan apa yang ingin kamu katakan?"

Rosa duduk sambil memperlihatkan foto Antoni pada layar ponselnya yang berada di suatu tempat bersama beberapa anak lainnya .

"Apa maksudmu dengan foto ini?"

"Selamatkan Antoni."

Semakin bingung dengan ucapan Rosa, Tio mulai mendekat dan meminta nya untuk menjelaskan maksud dari ucapannya.

Dengan terbata-bata Rosa menceritakan tentang masalah yang Dia hadapi saat ini. Dia juga minta maaf karena tidak bisa menyelamatkan Antoni. Terlebih lagi Dia tidak bisa menemukan Haya hingga saat ini.

Mendengar cerita Rosa, Tio jadi mengerti apa alasan mereka pergi tanpa pesan.

"Baiklah aku akan coba membantumu karena sebenarnya aku juga punya tujuan tertentu untuk masuk dalam kehidupan kalian."

"Apa itu Tio?"

Mulailah Tio jujur dan menceritakan misi yang diberikan Santana. Dengan ragu Rosa memperjelas kembali dengan misi Tio.

"Jadi apa menurutmu Antoni anak dari Bos kamu dan Haya adalah istrinya dulu?"

"Yang pasti bukan, cuma Haya pasti tahu di mana anak dan istri Tuanku berada saat ini."

Mereka diam dan berusaha mencerna kata demi kata dari cerita mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!