NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Mengintip Lewat Pintu

Setelah beberapa saat tidur, Sarah tiba-tiba terbangun dengan tergesa-gesa karena ingin buang air kecil. Dia dengan hati-hati bangkit dari sofa agar tidak mengganggu Rizky dan Dede lalu keluar kamar dengan pelan.

Setelah selesai dan merasa lega, dia berjalan kembali menuju kamar 217. Sesampainya di depan pintu, dia mengintip sebentar melalui kaca kecil berbentuk persegi yang ada di tengah pintu. Dari sana, dia melihat Rizky yang sudah tidur pulas menyamping di sofa, dan juga melihat adiknya yang masih duduk di ranjang dengan fokus memegang hp nya.

"Hmm, bukannya harus tidur? Masih saja main handphone..." gumam Sarah pelan dengan nada sedikit menyalahkan tapi penuh kasih sayang.

Dia mencoba memutar gagang pintu untuk membukanya, tapi tidak berhasil pintu tetap terkunci erat.

"Loh kok gak bisa dibuka ya?" ucapnya sedikit terkejut, mencoba membukanya lagi dengan sedikit lebih kuat.

Namun hasilnya sama saja pintu tetap tidak mau terbuka.

"Apa terkunci dari dalam?" pikir Sarah dengan sedikit cemas. Dia melihat sekeliling koridor yang sudah sepi dan sunyi, hanya diterangi oleh lampu darurat yang redup.

"Kalau aku gedor pintu, kasian pasien lain pasti terbangun..." ucapnya pelan sambil mengerutkan kening. Lalu dia menyadari sesuatu yang membuatnya semakin cemas: "Handphone ku ketinggalan di dalam! Gak bisa telpon Dede untuk minta tolong..."

Sarah mulai merasa sedikit panik. Dia mengerjepit gagang pintu dengan kuat dan mencoba menariknya perlahan, tapi tidak ada gunanya. Koridor semakin terasa dingin dan sunyi, bahkan dia bisa merasakan ada hembusan udara dingin yang menerpa dari arah ujung koridor.

Sarah buru-buru mengintip lagi melalui kaca pintu Dede masih fokus pada hp nya tanpa menyadari bahaya yang menghampiri. Tiba-tiba, dari arah jendela kamar yang terbuka sedikit, muncul sesuatu yang melayang perlahan ke arah ranjang Dede.

"Apa itu...?" bisik Sarah dengan suara gemetar, mencoba melihat lebih jelas meskipun pandangannya terbatas oleh kaca pintu kecil. "Itu kan Rini...?"

Betul sekali sosok wanita berjubah putih dengan rambut panjang yang menyebar, wajah pucat tanpa warna, dan mata yang menyala dengan cahaya merah pekat sedang menatap langsung ke arah Dede.

"Enggak... enggak boleh... dia ngapain ada di sana?!" ucap Sarah dengan suara terbata-bata, tangan nya sudah mulai menggoyangkan gagang pintu dengan kuat.

Pada saat itu, hp yang sedang digenggam Dede tiba-tiba terlempar dengan kuat jatuh ke lantai dengan suara benturan yang keras. Dede menatap ke depan dengan mata yang melebar lebar penuh ketakutan.

"Siapa kamu...?" ucap Dede dengan suara gemetar, tubuhnya mulai menggigil. "Kamu... kamu... hantu...!"

Tanpa berpikir panjang lagi, Sarah menggedor pintu dengan sangat kencang "BANG! BANG! BANG!" suara gedorannya bergema di koridor yang sunyi. Dia tidak perduli lagi jika pasien lain terbangun; satu-satunya yang dia pikirkan adalah menyelamatkan adiknya.

Dede mendengar suara gedoran itu dan langsung melihat ke arah pintu. "Kakak! Tolong aku! Buka pintu nya De!!" teriaknya dengan suara penuh takut.

Baru saja Dede ingin beranjak turun dari ranjang, kedua tangannya yang sudah mulai meraih ujung ranjang tiba-tiba terhenti di udara. Tubuhnya secara perlahan-lahan diangkat melayang ke atas, dan sebuah tangan yang putih pucat muncul dari baliknya, mencengkeram lehernya dengan kuat!

Dede mulai tercekik, wajahnya menjadi kemerahan dan tangannya menggoyangkan-goyangkan mencoba melepaskan diri dari cekikan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!