NovelToon NovelToon
Kau Harus Rela Melepasnya

Kau Harus Rela Melepasnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anto Sabar

Ryan adalah seorang mekanik yang sangat mencintai Arini namun karena status yang sangat jauh sehingga arina tak mau membuat Ryan kecewa karena Arini sudah di jodohkan dengan pemuda lain pilihan orangtuanya.Bagaimana kisah lengkapnya,ayo kita simak bersama perjuangan Ryan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anto Sabar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Yang Berbicara

Suasana di ruangan itu lebih sunyi dari biasanya.

Namun bukan karena tidak ada aktivitas.

Melainkan karena…

semua orang menunggu.

Ryan berdiri di samping mobil itu.

Tangannya masih sedikit kotor.

Wajahnya tenang.

Namun matanya tajam.

Fokus pada satu hal—

hasil.

Beberapa hari terakhir—

ia hampir tidak berhenti.

Dari pagi hingga malam.

Mengubah.

Menyesuaikan.

Menyempurnakan.

Setiap detail kecil tidak ia lewatkan.

Karena ia tahu—

perbedaan besar…

selalu datang dari hal-hal kecil.

“Sudah?” tanya pria itu dari belakang.

Ryan tidak langsung menjawab.

Ia menatap mobil itu beberapa detik.

Lalu berkata pelan,

“Coba nyalakan.”

Semua orang langsung siaga.

Salah satu teknisi masuk ke dalam mobil.

Menarik napas.

Lalu—

menekan tombol.

“Vrrr…”

Mesin menyala.

Namun kali ini—

berbeda.

Suaranya lebih halus.

Lebih dalam.

Dan… lebih bertenaga.

Beberapa orang langsung saling pandang.

“Kedengarannya… beda,” bisik seseorang.

Ryan tidak bereaksi.

Ia masih memperhatikan.

“Gas sedikit,” katanya.

Teknisi itu menginjak pedal.

“VROOOM!”

Suara mesin menggelegar.

Namun tetap stabil.

Tidak liar.

Tidak kasar.

Semua orang terdiam.

Karena mereka tahu—

itu bukan hasil biasa.

“Bawa keluar,” kata Ryan.

Mobil perlahan keluar dari ruangan.

Menuju area uji coba.

Semua orang mengikuti.

Tidak ingin melewatkan momen itu.

Di lintasan—

mobil itu berhenti sejenak.

Seolah bersiap.

Ryan berdiri di pinggir.

Matanya tidak lepas.

“Gas penuh,” katanya singkat.

Teknisi itu mengangguk.

Lalu—

“VROOOOOOM!!!”

Mobil melesat.

Cepat.

Sangat cepat.

Namun tetap stabil.

Tanpa goyangan.

Tanpa kehilangan kontrol.

Semua orang terpaku.

Beberapa bahkan tidak sadar—

mereka menahan napas.

Mobil itu berputar.

Kembali.

Dan berhenti dengan sempurna.

Hening.

Beberapa detik.

Lalu—

tepuk tangan.

Satu orang.

Dua orang.

Lalu semuanya.

Bukan karena formalitas.

Tapi karena—

mereka benar-benar terkesan.

Ryan hanya berdiri.

Tidak tersenyum lebar.

Tidak menunjukkan kebanggaan berlebihan.

Namun dalam hatinya—

ia tahu.

Ia berhasil.

Pria itu mendekat.

Wajahnya jelas puas.

“Lebih dari yang saya harapkan,” katanya.

Ryan menoleh.

“Masih bisa lebih.”

Jawaban itu membuat pria itu tertawa.

“Kamu ini… tidak pernah puas ya.”

Ryan tidak menjawab.

Karena baginya—

itu bukan soal puas atau tidak.

Tapi soal potensi.

Pria itu mengambil sesuatu dari sakunya.

Sebuah amplop.

Ia menyerahkannya pada Ryan.

“Ini bagianmu.”

Ryan menerimanya.

Membuka sedikit.

Dan untuk pertama kalinya—

matanya sedikit berubah.

Jumlahnya…

besar.

Sangat besar.

Jauh lebih besar dari yang biasa ia dapatkan.

Ia terdiam beberapa detik.

Namun segera menutup kembali.

Wajahnya kembali tenang.

“Terima kasih.”

Pria itu mengangguk.

“Itu baru awal.”

Kalimat itu sederhana.

Namun artinya dalam.

Sore itu—

Ryan kembali ke bengkelnya.

Tempat yang sama.

Namun perasaannya berbeda.

Ia melihat sekeliling.

Peralatan lama.

Tempat sempit.

Dan beberapa hal yang mulai terasa…

kurang.

Salah satu pekerjanya mendekat.

“Bang, dari mana?”

Ryan tidak langsung menjawab.

Ia hanya tersenyum tipis.

“Dari masa depan.”

Pekerja itu bingung.

Namun Ryan hanya berjalan masuk.

Malam itu—

Ryan duduk sendiri.

Memikirkan banyak hal.

Tentang peluang.

Tentang perubahan.

Dan tentang langkah berikutnya.

Ia melihat amplop itu sekali lagi.

Lalu berkata pelan,

“Sudah waktunya…”

Keesokan harinya—

Ryan berdiri di depan bengkelnya.

Namun kali ini—

dengan keputusan baru.

“Mulai hari ini…”

Ia menatap tempat itu dengan serius.

“Kita ubah semuanya.”

Dan tanpa disadari—

langkah kecil itu…

akan mengubah hidupnya secara perlahan.

Dari bengkel kecil—

menuju sesuatu yang jauh lebih besar.

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
baru juga mau mulai belum apa² udah ada yang gak suka 🤦
Nur Wahyuni
seru
Nur Wahyuni
lanjut
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
O,oh .., tidak!!! jangan bikin aku nangis bawang kak .
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
ih ko sedih ya bayangin nya, jangan terlalu rumit lah kasian yang baca, next lanjut... semoga bagus ceritanya
Anto Sabar: insyaallah,makasih bnyk atas dukungannya senior.
total 1 replies
Nur Wahyuni
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!