NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13 : Arumtala

Sebulan telah berlalu kasus bunuh diri Stella ditutup dengan kemenangan Kusuma Family. Stella terbukti bersalah melakukan tindakan ektrem dihadapan anak-anak.

Kedua orang tuanya harus menelan kenyataan pahit. Mendekam dibalik jeruji besi selama sisa usia mereka karena gagal membayar denda senilai lima belas miliar rupiah kepada keluarga Kusuma.

"Bibi" suara lembut milik Crystal memanggil pelan seorang staf yang tengah memasak di pantry.

"Crystal__" sahut wanita berusia tiga puluh lima tahunan, berbalik menatap Crsytal penuh semangat. "Apa yang kamu lakukan disini?" Merunduk pelan.

"Kamu sedang memasak?" Tanyanya pelan melihat ke sekeliling area pantry yang dipenuhi cipratan minyak dimana-mana. Bahkan lantai di bawah sepatu Crystal pun genangan minyak goreng.

Sabtu sore wanita bernama lengkap Arumtala Kandiya dengan jabatan Chief Human Resources Officer, kerap kali memasak di pantry lantai delapan puluh lima sebelum ia melanjutkan pekerjaan lemburnya.

Jimmy? Tentu dia mengizinkannya. Kusuma Corp membutuhkan orang-orang berbakat, setia, dan tidak memiliki pemikiran lain. Arum salah satunya.

"Bibi punya udang tempura," Arum mengambil satu ekor udang yang masih mengepulkan uap panas, meniupnya dengan hati-hati agar tidak melukai lidah mungil sang nona muda. "Crystal mau?" Arum menyuapkan sepotong kecil bagian ujungnya yang sangat renyah.

​Crystal mengangguk pelan, menerima suapan dari tangan Chief Human Resources Officer daddynya. Ia mengunyah perlahan, merasakan sensasi gurih dan manis dari udang segar yang dibalut tepung rahasia.

Masakan Arum memang yang terbaik bahkan koki di hotel bintang tujuh milik Alice pun rasanya tak sanggup menandingi kelezatan tempura yang dimasak di pantry kantor ini.

Apalagi cara memasaknya. Crystal sangat menyukainya. Ingin rasanya ia menyantap masakan Arum setiap hari di perusahaan Jimmy.

​"Sangat enak," puji Crystal tulus. "Aku mau lagi," tukasnya lembut dengan binar mata yang sulit ditolak oleh siapapun.

​Arum terkekeh geli, merasa tersanjung masakannya disukai oleh putri bos besarnya. Ia segera mengambil sebuah wadah stainless steel berukuran sedang, menumpuk beberapa ekor udang tempura emas yang baru saja matang ke dalamnya.

​"Ini untukmu. Tapi ingat pesan Bibi," Arum memberikan wadah itu pada tangan mungil Crystal. Wajahnya yang semula jenaka berubah menjadi serius dan penuh proteksi. "Jangan makan di atrium. Pergilah ke meja Sekretaris Helena. Duduk di sebelahnya dan makanlah di sana sampai habis."

​Arum menghela napas panjang, bayangan tragedi jatuh dari ketinggian yang menimpa Stella sebulan lalu masih menghantui pikirannya. "Bibi tidak mau tragedi sebulan lalu terulang kembali. Area atrium terlalu terbuka, Bibi takut kamu pusing atau melihat sesuatu yang buruk lagi di dekat kaca. Mengerti?"

​Crystal menatap Arum dengan tatapan polosnya yang mematikan, lalu mengangguk pelan. "Iya Bibi, terima kasih," ucapnya sopan.

​Gadis kecil bergaun putih itu kemudian membalikkan badannya, melangkah keluar dari pantry lantai 85. Arum menatap punggung kecil itu menghilang di balik pintu otomatis, merasa lega karena mengira Crystal akan patuh menuju meja Helena.

Namun, begitu pintu tertutup rapat, senyum di bibir Crystal perlahan memudar, berganti dengan kilatan mata yang penuh rahasia.

​Crystal tidak melangkah ke arah lorong menuju ruangan Helena. Kakinya yang mungil justru membawanya menuju pintu darurat di ujung lorong.

Sebuah area yang jarang dilewati oleh staf kecuali dalam keadaan genting. Ia membuka pintu berat itu dengan susah payah, masuk ke dalam area tangga yang dingin dan sunyi.

​Crystal menuruni anak tangga satu demi satu hingga tiba di lantai 80. Baginya, perintah Arum hanyalah angin lalu. Ia tidak menyukai keramaian di meja Helena, ia butuh ruang untuk menikmati kemenangannya atas keluarga Stella sendirian.

​Duduk di salah satu anak tangga lantai 80, Crystal membuka wadah stainless steel-nya. Aroma udang tempura memenuhi ruang tangga yang kedap suara itu. Ia mengambil satu ekor, menggigitnya dengan suara kriuk yang bergema di keheningan.

​"Enak... sangat enak," bisiknya pada diri sendiri. Biasanya ia tidak menyukai makanan manusia pada umumnya. Crystal hanya menyukai buah atau sayuran mentah yang segar. Tetapi udang buatan Arum masuk ke dalam pengecualian.

​Sambil terus mengunyah, Crystal mulai melakukan rutinitas anehnya. Ia berdiri, lalu berjalan menuruni tangga menuju lantai 79 sambil membawa wadahnya.

Sesampainya di lantai 79, ia berbalik arah dan mendaki kembali ke lantai 80. Terus begitu, naik dan turun, seolah-olah tangga itu adalah taman bermain pribadinya.

​Bayangan kedua orang tua Stella yang kini membusuk di penjara melintas di benaknya. Crystal merasa sangat puas. Lima belas miliar rupiah bukan jumlah yang sedikit, dan ia tahu orang-orang itu tidak akan pernah bisa membayarnya. Baginya, itu adalah harga yang pantas karena Stella sudah berani mencoba mengambil perhatian daddynya.

​"Satu langkah... satu udang," gumam Crystal kecil saat kakinya menapak di anak tangga lantai 79.

​Suara gesekan sepatunya di atas lantai semen terdengar berirama. Ia tidak merasa lelah sama sekali. Justru, aktivitas fisik ini membuatnya merasa lebih berkuasa.

Di gedung sebesar ini, di bawah kekuasaan daddynya, Crystal merasa seperti seorang ratu kecil yang bisa melakukan apa saja tanpa ada yang berani melarang.

​Tanpa disadarinya, ia sudah menghabiskan hampir setengah dari isi wadahnya. Minyak dari udang tempura itu sesekali menetes ke lantai tangga, meninggalkan jejak transparan yang licin.

Crystal menatap tetesan minyak itu sejenak, lalu teringat bagaimana Stella terpeleset sebulan lalu. Senyum sinis kembali terukir di wajahnya.

​"Lantai ini juga licin, Bibi Arum," bisiknya sambil tertawa kecil yang terdengar mengerikan di lorong sunyi itu.

​Ia terus berjalan naik turun, menikmati kebebasannya di area yang dianggap 'aman' oleh orang dewasa, padahal di tangan Crystal, tempat paling aman pun bisa berubah menjadi perangkap mematikan.

Pikirannya melayang, membayangkan siapa lagi yang akan mencoba menjadi "rubah ekor satu" berikutnya. Crystal sudah siap, dengan wajah polos dan rencana-rencana gelapnya yang tersembunyi rapat di balik gaun putihnya.

​"Daddyy... daddyy cuma boleh sayang Crystal," ia berbisik sambil menelan potongan udang terakhir di tangannya. Wadah itu kini hampir kosong, menyisakan remahan tepung yang ia bersihkan dengan jarinya.

​Keheningan tangga lantai 80 itu seolah menjadi saksi bisu bahwa nona muda Kusuma Family bukanlah anak kecil biasa. Di balik trauma palsu yang ia tunjukkan pada psikiater dan daddynya, ada iblis kecil yang sedang tumbuh dengan sangat baik, dipupuk oleh rasa cemburu dan kekuasaan yang tak terbatas.

​Crystal menutup wadah stainless steel-nya dengan bunyi klik yang tajam. Ia berdiri tegak, merapikan gaunnya yang sedikit kusut, lalu bersiap kembali ke atas.

Ia harus memastikan dirinya sudah berada di dekat meja Helena sebelum daddynya selesai bekerja, agar aktingnya sebagai anak penurut tetap terjaga sempurna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!