Brakkk..!
"Apa yang kakak lakukan?" teriak Laura terkejut,pasalnya kakak iparnya,Lexi menerobos kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Apa yang kulakukan? tentu saja menemui wanita yang berhasil membuatku berhasrat!" kekehnya tidak tahu malu.
"keluar kak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Iren ke Indonesia..
Entah berapa lama dia tertidur pulas,,tau tau saat dia terbangun matahari sudah condong ke barat,bahkan perutnya sudah keroncongan minta diisi.
Laura menguap malas,meregangkan otot ototnya lalu menatap jam dinding yang bertengger di tembok.
"Astaga,,aku tertidur sampai 4 jam? aku tidur apa pingsan tadi sih!" gumamnya heran sekaligus terkejut.
"Nyonya sudah bangun?" bik Nah menyapa yang baru datang dari depan.
"Bik,kenapa tidak membangunkan aku? sampai sore begini bibik membiarkan ku tidur," protes Laura terkekeh.
"Bibik tadi sudah bangunin nyonya,tapi nyonya hanya menggeliat menanggapi,jadinya bibik biarkan sampai nyonya bangun sendiri,mungkin nyonya kelelahan sampai sampai tidur seperti orang pingsan," tawa bik Nah.
Laura meringis malu.
suara perutnya kembali kedengaran memberi alarm kalau lambungnya saatnya di isi.
"Bibik masak apa? aku lapar," Laura berdiri menuju meja makan.
"Bibik sudah masak banyak menu nyonya,,terserah nyonya mau makan yang mana."
Bik Nah menghidangkan makanan untuk majikannya.
Laura langsung melahap makanannya sampai dia benar benar kenyang.
"Nyonya,kata tuan Lexi buka pesannya,,," ujar bik Nah setelah selesai bertelepon,mungkin Lexi lah yang baru saja meneleponnya.
"Ponsel ku di atas meja bik,nanti saja,aku belum selesai makan."
"Mau bibik ambilkan nyonya?"
Laura menatap pelayan itu lekat,setelahnya mengangguk,"Kalau bibik tidak keberatan silahkan ambil," ujarnya santai.
Dia tidak mau menghentikan makannya demi mengambil ponsel nya dan membuka pesan dari pria yang dibencinya itu.
"Ini ponsel nya nyonya," bik Nah menyerahkan benda pipih itu kepadanya.
"Terimakasih bik,"
Laura membuka pesan berlogo hijau menggunakan satu tangan.
benar saja,ada beberapa pesan yang masuk dari nomor tidak ada nama,dia hapal nomor itu,milik Lexi,yang sengaja tidak di simpannya ke dalam kontak.
(Jangan kelamaan tidur,,tidak baik.)
Laura memutar bola matanya dengan malas.
(Sudah waktunya kamu bangun Laura aku tidak suka ibu dari anakku seorang pemalas.)
"Ckkk,siapa suruh menyemaikan benih mu di rahim ku sialan!" umpatnya pelan.
(Laura,,jangan telat makan,kamu bisa menghambat nutrisi pada calon anakku.)
"Berisik banget jadi orang,,"
Terakhir isi pesan Lexi membuat nya seketika kesal sekesal kesalnya,
(Jangan merindukan ku,karena aku tidak pulang malam ini,tapi kalau kamu tidak bisa menahan perasaan mu,kamu bisa menelepon ku,video call.)
"Kepedean tuh orang!"
Laura selesai makan langsung naik ke kamar.
Drrtt..
Ponsel nya berdering.
Laura melihat siapa yang menelepon nya.
teman nyanya waktu sekolah SMA dulu.
tanpa menunggu lama dia segera mengangkat.
"Hallo Iren,tumben menelepon."
pekik Laura senang.
pasalnya Iren adalah teman baiknya.
Mereka berpisah karena Iren melanjutkan kuliahnya ke luar negeri,sementara dia memilih bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan rendah.
Dua tahun kemudian dia memilih menikah dengan Alex.
Jadi mereka berpisah selama kurang lebih tiga tahun.
"Apa kabar kamu Ra? sudah lama kita nggak bertemu, kebetulan aku dijakarta sekarang,ketemuan yuk? apa kamu sibuk bekerja?" tanya Iren.
"Aku tidak bekerja lagi Ren,aku sudah menikah."
"What? yang benar saja! siapa pria beruntung yang menikahimu hmm? kenalkan padaku,"
Mendengar itu Laura tersenyum pahit.
Beruntung apanya? yang ada dia lah yang beruntung memiliki Alex,sayangnya takdir nya begitu buruk memiliki kakak ipar sejahat Lexi.
"Ra,kamu masih disana?"
"Ahh,iya Re,nanti kalau ada waktu kukenal kan kamu dengan suamiku ya? kebetulan suamiku sedang perjalanan dinas ke luar kota."
"Cieee,,,ternyata suaminya seorang pengusaha sukses ya,ayo kita bertemu hari ini,aku mau mendengar kisahmu selama tiga tahun ini,"ajak Iren.
"Sekarang?"
"Hmm,sekarang,," ucap Iren pasti.
"Baiklah,,aku akan bersiap,share lok tempat pertemuan kita,oke?"
Ujar Laura mengakhiri panggilan.
Laura sangat senang akhirnya dia bertemu dengan Iren kembali,setelah sekian lama hilang kontak.
Laura berdandan sangat cantik.
Yang hampir tidak pernah dia tunjukkan selama ini.
karena Laura anak rumahan,jadi dia tidak pernah dandan,hanya sekedar saja,itupun kadang kadang saja.