NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**

setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26--Simfoni yang Terputus: Retaknya Sayap Sang Bidadari Merah

Suasana aula itu mendadak jadi hening. Penampilan dua dewi sekolah jadi pusat perhatian, bahkan beberapa orang luar bersedia datang jauh-jauh kesini cuma untuk melihat Kanaya Arcelia yang terkenal itu. 

Sekolah SMA Garuda hari ini ramainya minta ampun, antrian membludak. Puluhan, bahkan ratusan berada di aula itu siap melihat pentas apa yang akan tampil. 

Beberapa Agensi yang mencari talent muda bahkan ikut tampil, pemandangan mereka tertuju kepada Alya-gadis dengan seragam idol merah yang mencolot.  melihat gadis dengan seragam merah itu mereka menyadari satu hal, anak itu berpotensi masuk dunia hiburan dan bisa bersaing dengan Kanaya.

Selain para orang luar, beberapa murid SMA lain juga pada berdatangan. Termasuk Bella dari SMA Garuda yang ikut melihat konser pentas seni ini.

“Maya! Kita ketemu lagi.” Bella yang melihat rekan kerjanya berada di sana langsung berjalan heboh, memeluk gadis introvet pemalu itu.

Mendapat pelukan tiba-tiba, ia jadi malu dan kikuk. “B-bella… kamu datang juga ternyata …”

“IYALAH … aku lihat penampilan kak Rahmat soalnya!”

Suara MC berseru d panggung. Tanda bahwa acara akan segera dimulai. Dan sat itu juga suasana jadi makin heboh antara teriakan dan kegaduhan mereka.

Bella dan Maya jadi terhimpit dari kerumunan itu, namun Bella berusaha, matanya itu mencari sosok yang dia cari …. Rahmat dan mata dia terbuka lebar. Hari ini orang yang dihormati tampil lebih elegan dan tampan maksimal. Tangannya siap memegang piano. Gadis kelas 10 itu jadi bertanya-tanya jenis permainan seperti apa yang.

“Kak Rahmat ternyata bisa main piano?!”

Maya menganggukan kepala. “Lihat saja sehebat apa dia. kamu pasti akan terkejut.”

Sebelum mulai. Rahmat terlihat melakukan peregangan, beberapa meremehkan rahmat atau lebih tepatnya iri bukan main karena dia dihimpit dua dewi cantik.

“Semoga saja si sultan belagu itu tidak mengacau acara!”

“Setuju modal kaya dan ganteng doan. Awas sampai merusak suasana!”

“EKSEKUSI SAJA KALAU BUSUK!”

Gema teriakan penonton seperti tidak ada habisnya, memenuhi setiap celah oksigen di dalam aula yang semakin pengap. Di barisan depan, Rozak masih dalam kondisi "semi-koma" dengan wajah bahagia yang aneh, sementara Alfian sibuk mengipas-ngipas wajahnya sendiri menggunakan rumbai-rumbainya, berusaha tetap sadar agar tidak pingsan sebelum lagu dimulai.

“Anjing panas banget, buruan mulai woi! Ini udah kebanyakan narasinya!”

Rahmat menarik napas dalam. Ia bisa mendengar bisikan-bisikan dengki dari arah penonton. Hinaan tentang "Sultan Belagu" atau "Modal Ganteng" masuk ke telinganya seperti angin lalu.

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[Kemampuan Analisis sosial aktif]

[ REPUTATION CRUSHER]

 * Misi Sampingan: Bungkam mulut para pembenci dalam 30 detik pertama.

 * Skill Rekomendasi: [Master of Music - Phantom Overture].

 * Target: Keheningan Total dan mereka semua bungkam dengan kemampuan anda.

   ━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat meletakkan jarinya di atas tuts piano. Sudut bibirnya terangkat tipis, sebuah senyuman meremehkan yang justru terlihat sangat karismatik di bawah lampu sorot kuning keemasan.

TING!

Satu dentingan nada tinggi, sekejap mata, membelah kegaduhan aula. Bunyinya begitu nyaring dan murni, seolah-olah suara itu tidak berasal dari piano kayu biasa, melainkan dari kristal yang pecah di udara.

Para pembenci yang tadi sibuk mengumpat mendadak terdiam. Lidah mereka seolah kelu.

“Serius?”

“H-hebat!”

Lalu, tanpa aba-aba, jemari Rahmat mulai menari. Bukan melodi lambat yang membosankan, melainkan sebuah komposisi neoclassical yang agresif dan megah. Tempo permainannya begitu cepat hingga tangan Rahmat terlihat membayang—sebuah teknik tingkat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh maestro kelas dunia.

"Gila... cepat banget!" gumam salah satu pencari bakat di barisan kursi depan, matanya terbelalak hingga pulpen yang ia pegang jatuh. "Itu bukan teknik amatiran... dia memanipulasi tempo!"

Bella di kerumunan hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya. Matanya berbinar-binar. 

"Kak Rahmat... Kak Rahmat gila keren banget!! Biasanya udah keren tapi sekarang makin tambah keren!”

“Gila Bella, kamu punya kenalan gak ngotak… duh udah tajir, ganteng, pinter main musik. Rahimku jadi anget,” ucap teman Bella yang ikutan konser. Si rambut kuncir kuda.

Teman Bela si kacamata bulat menambah. “Gila sih, kamu kudu dapetin dia Bell. Kami dukung!”

Maya mengangguk pelan, meski wajahnya tetap datar, ada binar bangga di matanya. Dia yang sering melihat latihan tim trio star paham bahwa ini hanya permulaan.

“Hm, sudah pasti keren. Dia bos Rahmat soalnya!” Suara dari seorang pria yang mendak, membuat mereka terkejut dan menengok.

Siapa? Di belakang ada seorang pria yang juga tampan, namun aura yang dia kasih terlihat garang seperti serigala yang tidak bisa dikontrol.

Tubuhnya memang sedikit pendek, setara dengan Bella. Namun sorot matanya yang tajam membuat dua teman Bella sontak terkejut.

Menutup mulut. Mereka ikut kagum, orang ini tampan juga!

“Ah, kamu kan!?’ bella yang merespon pertama kali. Dia familiar dengan  orang ini karena dia pernah bertemu saat olimpiade bahasa inggris.

“Si anak kelas 10 yang menempel sama kak Rahmat… kamu Aksa kan!?”

Aksa tersenyum. “Senang bertemu denganmu lagi, nona nomor 5.”

Nomor 5 dia jelas menyindir peringkat kemenangan bella saat di olimpiade.

“Tapi ini baru pemanasan, Bella. Lihat itu.” ucap Aksa. “Bos Rahmat lebih hebat dari yang kamu kira.”

*

Di atas panggung, Kanaya dan Alya yang tadinya berdiri membelakangi penonton, kini berbalik secara sinkron seiring dengan transisi musik yang berubah menjadi beat pop-modern yang catchy.

"SMA GARUDAAA! Tunjukkan suara kalian!" teriak Kanaya, suaranya menggelegar penuh tenaga.

Alya, dengan kostum merah menyalanya, melangkah ke depan. Keraguannya hilang total. Di bawah panduan melodi piano Rahmat yang begitu suportif, Alya merasa seperti memiliki panggung itu sendiri. Ia mengangkat mikrofonnya, dan suara jernihnya mulai mengalun, mengisi setiap sudut aula yang kini sudah berubah menjadi lautan energi.

"Sial... bidadari merah itu... dia benar-benar nyata!" seru seorang murid SMA lain yang baru pertama kali melihat Alya.

“BAJINGAN SMA GARUDA PUNYA DUA BIDADARI! BAWA SATU KE SMA KITA NGAPA!!”

“BETUL-BETUL IRI GUE BANGSAT!”

Suara Alya membelah keheningan aula dengan nada tinggi yang sangat bening, menyatu sempurna dengan vokal powerhouse milik Kanaya yang mengisi frekuensi rendah. Ini adalah pemandangan yang mustahil: Si Bintang Nasional dan Si Gadis Sekolah yang selama ini hanya jadi rumor, kini berdiri sejajar. Kostum hitam dan Merah mereka berkilau tertimpa cahaya matahari yang masuk dari celah ventilasi, menciptakan efek visual yang membuat seisi aula serasa berada di konser kelas dunia.

"Gila! Sinkronisasinya nggak masuk akal!" seru salah satu pencari bakat yang kini sibuk mencatat di bukunya. "Mereka berdua punya harmoni yang organik, seolah-olah sudah latihan bertahun-tahun!"

Kanaya melakukan gerakan tari yang energik, sementara Alya mengimbanginya dengan gerakan yang lebih anggun namun tetap bertenaga. Rahmat di belakang mereka terus memacu tempo piano, jemarinya menari di atas tuts layaknya badai yang teratur. Penonton mulai melompat, rumbai-rumbai Rozak dan Alfian bergoyang gila-gilaan sampai keringat mereka bercucuran.

“ANJIRR!!”

“GILA BRAVO UNTUK SI SULTAN!”

“TERNYATA DIA JAGO! GAK MODAL TAMPAN DOANG!”

“RESPEK BANG!!”

Lampu panggung berubah menjadi merah dan perak yang berkedip cepat. Kanaya melangkah ke depan dengan mikrofon peraknya, suaranya menggelegar penuh aura bintang.

​(Lirik Kanaya - Power High)

​"Di bawah cahaya yang membara, aku bersinar!"

"Takkan goyah walau dunia coba mengguncang!"

"Langkahku takkan berhenti—ini jalanku!"

"Aku bintang yang takkan pernah padam!"

​Penonton bersorak. Suara Kanaya stabil dan tajam. Tak mau kalah, Alya yang mengenakan kostum merah menyala menyambut dengan vokal sopran yang sangat murni, memberikan kontras yang manis namun berani.

Rozak sudah seperti diambang batas. Ini adalah perfom terbaik yang pernah dia lihat. Ia yang hampir pingsan kini benar-benar pingsan. 

Penonton bersorak. Suara Kanaya stabil dan tajam. Tak mau kalah, Alya yang mengenakan kostum merah menyala menyambut dengan vokal sopran yang sangat murni, memberikan kontras yang manis namun berani.

​(Lirik Alya - Emotional Melodic)

​"Merah di nadiku... keberanian yang kupilih..."

"Meski pernah jatuh, aku bangkit kembali..."

"Suara ini milikku—takkan lagi bersembunyi!"

"Hari ini... aku berdiri sebagai diriku sendiri!"

​Harmonisasi mereka di bagian chorus benar-benar menghancurkan ekspektasi agensi bakat di barisan depan. Mereka saling mengisi—Kanaya dengan tekniknya yang matang, dan Alya dengan emosinya yang jujur.

Tapi dari semua pencari bakat yang menyadari satu hal. “Anak baju merah memang berpontensi, tapi untuk orang yang melakukan konser debut … sampai mana dia bisa bertahan.”

​Dan benar saja, memasuki menit ketiga, saat lagu mencapai bagian Bridge yang sangat cepat dan penuh sinkronisasi koreografi, bencana kecil itu datang.

​Alya, yang baru pertama kali merasakan panasnya lampu spotlight siang hari dalam durasi lama, mulai merasakan keringat membasahi pelipisnya. Dadanya sesak karena oksigen di aula mulai menipis. Saat ia harus melakukan spin (putaran) sembari mengambil nada tinggi, keseimbangannya sedikit goyah.

​Sret!

​Kaki Alya terpeleset. Ia tidak jatuh, tapi ketukannya meleset jauh.

​"Eh?!" Alya tersentak. Suaranya pecah di tengah nada.

​Vokal Alya mendadak tertinggal dua ketukan dari Kanaya. Musik piano Rahmat yang cepat terus melaju, sementara Alya terdiam kaku di panggung, kehilangan arah melodi. Suasana yang tadinya megah mendadak terasa canggung. Beberapa penonton di barisan tengah mulai berbisik sinis.

Mereka para yang menikmati konser kanaya merasa risih dengan gangguan anomali berbaju merah yang mereka anggap beban—walau masih pemula itu.

​"Tuh kan, si merah mulai ngaco."

"Yah, mental amatiran emang beda sama Kanaya..."

"Sayang banget, padahal tadi udah keren."

“GAK PAPA ALYA SEMANGAT!”

Kanaya panik. Ia mencoba melambatkan vokalnya untuk menunggu Alya, tapi itu justru membuat lagu semakin berantakan. Ritme piano dan vokal jadi balapan tak beraturan.

Konser itu sudah tidak bisa dibilang konser lagi, suara mereka saling bertabrakan dan hancur. Beberapa penonton mulai risih, terganggu, dan memandang rendah.

Sementara Alya terlihat gemetaran, keringat membasahi pelipisnya. Diantara tatapan tajam para penonton ia tahu bahwa dia bersalah. 

'Sial ini salahku karena konser jadi berantakan! Maaf kana!’

“Sial apa-apaan konser ini!”

“BERANTAKAN BANGET!”

“TURUNKAN SI BAJU MERAH ITU, MERUSAK PANDANGAN SAJA!”

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hampir lupa belom komentar 🤣🤣🤣balik lagi pokoknya asik dah luu Rahmat keren
Manusia Biasa: tiba tiba jadi protektif jir wkwk, orang ada agensi yang mau nawarin malah🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ajib banget mantappp dah udah sultan tampan skill music mumpuni walupun dapet dari sistem 🤭🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian Alya namanya juga baru pertama kali perform maklumi lah
Manusia Biasa: tenang ada mc yang siap mengatasi semua
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mau ketawa lihat reaksinya Rozak parah 🤣🤣😭😭😭
Manusia Biasa: sampai pingsan 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhh ide Rahmat memang mantap sudah tau kalo di kuntit paparazi yang mau menjatuhkan mental Alya dan Kanaya🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selidiki itu Alfian ini keknya punya skill tersembunyi dia nih 🤭🤔
Manusia Biasa: oya tuh mencurigakan
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah Alfian ini punya sistem juga kek Rahmat tapi sepertinya nggak deh 🤔
Manusia Biasa: yang jelas bukan orang biasa dan pasti penting😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
koplakkkk alias somplak nih jadi ketawa 🤣🤣🤣🤣dahlah kalian berdua siap siap jadi tim sorak pakai rumbai rumbai🤭🤣
Manusia Biasa: wkwkw yang nulis kemarin juga ngakak ngakak sendiri 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat edaaaan dikelilingi cewek cantik semua baru semuanya punya kelebihan masing-masing gileeee bener 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: namanya orang ganteng sama kaya sih kak bebas
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya Alya sudah jatuh cinta sama Rahmat kan dan bisa jadi memang nanti akan jadi calon mantu ibu Dewi mungkinnnnn🤭😛
Manusia Biasa: waduhh gimana ya. nantikan saja yang jadi pendamping siapa😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wesss pokoke semua skill apapun dikuasai oleh Rahmat wong punya sistem analisis sendiri 🤭
Manusia Biasa: serba bisa jadinya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat emang keren 🤭🤣🤣🤣 akhirnya Kanaya sama Alya bisa jadi satu karena mereka akan perform bersama Rahmat juga trio wik wik🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: efek wkp kak, bangun malam malam masak mie rebus😭 haha
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah pass bertiga sama Kanaya lah kan dia juga tadinya mau ngajak luu Mat🤭🤣🤣
Manusia Biasa: siap siap bikin geger para murid laki di sana😂😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
duhhh Rahmat hoki permintaan Alya sangat sederhana ternyata 🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa
HEI GAYS judul novel saya ganti jadi sistem analisis nilai : Bangkitnya sang penguasa bisnis karena masalah kontrak doaka semoga berjalan lancar agar novel ini bisa berlanjut, semoga kalian gak bingung kenapa judulnya tiba-tiba ganti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo Rahmat semangat pasti Alya masih marah sama kamu wkwkwk usahain pakai rayuan apa kek 😛🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw harus sedia gombalan🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayahnya Alya pasti akan membantu Rahmat supaya ibu Dewi tak curiga anaknya melakukan pekerjaan ilegal🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo dikasih tau yang sebenarnya malah bingung nanti ibunya jadi dikasih penjelasan seperti tadi dapat bonus hadiah dari hotel dibelikan rumah buat ibu Dewi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren emang analisa Anissa ini cocok jadi anggota police iyalah bapaknya komandan 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw emang udah jalur takdir ya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian deh luuu malah kau sendiri yang diusir keluar secara Rahmat itu owner hotel Al Faris dudul luu den🤣🤣🤣
Manusia Biasa: lagian belagu sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!