NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Sarah menatap seekor kucing yang beberapa waktu lalu ia dapat dari orang yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Si putih, nama yang diberikannya pada kucing itu. Saat ini Sarah sedang berbaring di atas kasur ditemani oleh Budi yang sudah dari tadi bergerak gelisah di atas tempat tidur, berusaha untuk beradaptasi.

"Kamu bener ditemuin Marvin terlantar di jalan?"

Sarah mengajak itu untuk berbicara dan tentu saja tidak ada respon dari bukti yang masih sibuk mencari posisi nyaman.

"Kasihan ya Putih, pasti kamu kesepian di jalan."

Putih pun mengeluarkan suaranya. Sarah tersenyum tipis, bahasa ucapannya ditanggapi oleh putih.

"Putih sekarang udah punya aku, setidaknya aku juga punya putih sekarang yang nggak mungkin menghianati aku."

Tangan Sarah lagu bergerak mengelus bulu putih yang halus. Sepertinya besok Sarah harus membawa putih ke pet shop untuk melakukan perawatan.

Tiba-tiba pintu kamar Sarah terbuka, sehingga membuat sarat terlunjak kaki karena dibuka dengan begitu kasar. Sarah sampai lompat dari kasur dan bersembunyi entah di mana.

"Sarah!"

"Mamah?"

Ibunya segera menghampiri Sarah yang terduduk di kasur. Bisa wanita itu lihat mata anaknya yang memerah dan sembab, wajahnya yang pucat dan badannya yang terlihat semakin kurus. Sepertinya benar, anaknya itu sedang sakit.

"Ayo ke rumah sakit,"ajak ibunya dengan nada khawatir, lalu menarik tangan Sarah untuk belanja dari kasur.

"Ngapain mah?"

"Kata guru kamu, Kamu lagi sakit?"

"Guru aku nelpon mama?"makanya Sarah tidak percaya.

"Iya, guru kamu nanyain keadaan kamu, katanya kamu sakit. Kok Mamah nggak tahu kalau kamu sakit? Mbok mana? Kenapa Mama nggak lihat siapapun selain kamu di rumah?"ibunya menyerang Sarah dengan berbagai pertanyaan sehingga Sarah bingung harus menjawab pertanyaan yang mana.

"Aku baik-baik aja aku mah, mbok dan yang lain aku liburin untuk beberapa hari."

"Kenapa?"tanya ibunya heran.

Tapi salah hanya diam saja karena ia sendiri bingung harus menjawab apa. Sejujurnya ia tidak menyangka jika ibunya akan pulang secepat ini. Pasti karena gurunya yang menelepon itu menyebabkan ibunya ada di sini sekarang.

"Ya udah nanti aja jawabnya, Sekarang kita ke rumah sakit dulu."

"Gak usah mah, lagi pula aku juga baik-baik aja."

Ibunya menetap Sarah dengan khawatir."Mama telepon papa ya? Kayaknya papa kamu udah ada di kota ini."

"Gak mau!"

Ibunya terkejut dengan teriakan Sarah, bahkan mimik wajah gadis itu berubah, meskipun secepat mungkin cara mengubah ekspresinya kembali. Tapi ibunya tersebut bisa melihat kemarahan di wajah anaknya itu.

"Kenapa? Kamu ada masalah sama papa kamu?"

Sarah segera menggelengkan kepalanya." Enggak kok mah, Ya udah deh kita ke rumah sakit aja,"ucap Sarah pada akhirnya. Ia tidak mau membahas soal ayahnya lebih jauh.

Sarah pun beranjak dari kasur bersiap pergi ke rumah sakit. Sedangkan Ibunya sudah lebih dulu turun ke bawah dan menunggu di dalam mobil.

"Putih, Aku pergi dulu ya. Nanti pulang dari rumah sakit aku bawain makanan, oke?"ucap Sarah sembari melirik ke bawah kasur, tempat di mana putih bersembunyi dari tadi.

Sesampainya di rumah sakit, siaran langsung diperiksa oleh dokter.

"Bagaimana keadaan anak saya?"tanya ibunya khawatir kepada dokter setelah selesai memeriksa keadaan Sarah.

"Kondisi tubuh anak ibu cukup menurun. Sepertinya anak ibu sedang stres atau banyak pikiran sehingga membuatnya tidak nafsu makan, akhirnya dia kekurangan asupan gizi. Untuk sementara malam ini sebaiknya anak ibu dirawat di rumah sakit terlebih dahulu, besok pagi sudah boleh pulang. Nanti saya akan buatkan resep obat untuk membantu pemulihannya. Saran saya sering-sering diajak bicara ya anaknya Bu,"ucap sang dokter.

"Baik dok, terimakasih banyak."

Ibunya menatap Sarah melalui kaca jendela pintu kamar, di sana Sarah sedang tertidur pulas dengan infus yang menempel di punggung tangan nya.

Ibunya lalu menghubungi nomor seseorang." Kamu dimana?"

....

Keesokan harinya, langkah kaki ibu Sarah berderap cepat membelah lorong kantor yang sunyi. Setiap pegawai yang memandang, segera memberi hormat dengan raut wajah penuh tanya. Napasnya terasa berat, sebuah pertanda buruk menerpa dadanya.

"Suami saya ada di dalam?" tanyanya, suaranya terdengar getir, mencoba menekan kegugupan yang berkecamuk di dada.

"Iya Bu, Bapak ada di dalam," sahut sekretaris suaminya, sambil tersenyum mencoba menenangkan. Dengan napas yang tersengal, ibu Sarah meraih gagang pintu, membukanya perlahan.

"Loh, sayang kenapa kamu ada di sini? Aku kan sudah bilang akan segera pergi ke rumah sakit," suaminya berujar terkejut melihat kehadiran istrinya di ruang kerjanya. Langkahnya gontai menuju meja, matanya penuh rasa bersalah. Tanpa ragu, wanita itu melempar deretan amplop coklat ke atas meja, amarahnya memuncak. "Sudah kubilang, jangan sampai anak kita tahu kalau kamu bermain api di belakangku!" teriaknya, dengan pandangan tajam yang mampu menembus jiwa.

Laki-laki itu menggigil, tubuhnya seakan kehilangan kekuatan saat menatap amplop yang tersebar di meja, tahu betul setiap surat itu merupakan bukti pengkhianatannya.

"Sa-sarah tahu?" suaranya bergetar, matanya memohon, mencari celah di antara kemarahan istrinya, berharap kata-katanya salah terdengar. Namun, pandangan tajam itu tidak sedikit pun melunak, membenamkannya lebih dalam ke dalam pusaran ketakutan dan penyesalan.

"Saya sudah memperingatkanmu, Devan, jangan sampai membawa wanita itu kembali ke tanah air kita! Tapi apa yang terjadi? Kamu malah dengan terang-terangan membawanya kesini!" teriak ibu Sarah, suaranya lantang, dadanya naik turun dipenuhi amarah yang mendidih.

"Jawab aku, Sinta! Apakah Sarah sudah mengetahui ini?" Devan dengan kasar mencengkram pergelangan tangan istrinya. Sinta segera menepisnya dengan kekuatan yang tersisa.

"Saya tidak tahu, lebih baik kamu yang memastikannya," balas Sinta sambil membelakangi suaminya. Tangannya meraih vas bunga yang berada di atas meja dengan gerakan tajam. "Ingat, Devan, kita mempertahankan hubungan ini demi Sarah, demi putri saya!"

"Tapi, dia juga anak saya, Sinta!" protes Devan, suaranya meninggi. Dalam puncak ketegangan, Sinta melemparkan vas bunga tersebut ke arah Devan. Bunga itu melayang di udara, hampir menyentuh kepala Devan sebelum akhirnya jatuh dan pecah berkeping-keping di lantai. Namun, Devan tetap tegar berdiri, tak bergeming, matanya tetap tajam menatap Sinta dengan penuh penolakan dan kekecewaan mendalam.

Sinta tersenyum pahit."tapi kamu gagal menjadi seorang ayah yang baik."

Sorot mata Sinta perlahan sendi setelah mengatakan itu. Ia lalu berjalan mendekat ke arah Devan.

"Ingat satu hal ini Devan, Kalau benar Sarah sudah tahu semuanya, hubungan palsu ini akan segera saya akhiri,"Sinta menjeda ucapannya." Saya akan menghancurkan kamu, Devan."

Setelah itu Sinta benar-benar keluar dari ruang kantor suaminya dengan membanting pintu.

Devan masih diam di tempat, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Menerka-nerka kalau saja salah tahu semuanya.

Rasanya Devan tidak sanggup menatap wajah anaknya itu.

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!