NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Introgasi dan Tekad Tersembunyi

Lin Feng tidak tidur malam ini, Ia duduk di lantai kamarnya sambil punggungnya bersandar ke dinding.

Zhao Ming melihatku bisa bertarung. Dia pasti akan cerita ke semua orang terutama ke para Tetua. Aku perlu rencana untuk besok.

Lin Feng berpikir keras menimbang beberapa opsi, opsi pertama, Lari sekarang dan tinggalkan akademi di tengah malam, pergi sejauh mungkin dan mulai hidup ditempat lain.  Tapi itu berarti meninggalkan satu-satunya kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang kultivasi.

Opsi kedua, Tetap dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Jika Zhao Ming cerita, katakan saja bahwa ia berbohong karena dendam. Tetapi masalahnya dua teman Zhao Ming juga melihatnya.

Atau Opsi ketiga, Mengakui, katakan saja bahwa ia memang pernah belajar seni bela diri dasar dari ayahnya dulu, sebelum keluarganya dibunuh. Tidak ada hubungannya dengan kultivasi, hanya teknik bela diri biasa.

Ini mungkin opsi yang paling masuk akal. Tapi tetap berisiko menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Lin Feng menghela napas panjang.

Tidak ada opsi yang sempurna. Semua punya risiko.

Ia menutup matanya dan menarik napas dalam dalam.

Lebih baik aku akan tunggu sampai pagi. Lihat apa yang Zhao Ming lakukan. Lalu putuskan apa yang akan aku lakukan.

Dengan rencana itu Lin Feng akhirnya jatuh ke dalam tidur nya.

Lin Feng terbangun dengan ketukan keras di pintu.

"Lin Feng.!"

Suara itu adalah Tetua Shen?

Tidak kerasa waktu sudah pagi, Lin Feng akhirnya melompat dari kasurnya, dan dengan cepat merapikan pakaian dan membuka pintu.

Di luar berdiri Tetua Shen dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca. Sementara di belakangnya Zhao Ming dan dua temannya berdiri dengan wajah pucat, tapi juga ada kilat kepuasan di mata Zhao Ming.

Sial, ternyata lebih cepat dari yang aku kira.

"Tetua Shen," Lin Feng membungkuk dalam. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Ikut aku sekarang," perintah Tetua Shen tanpa penjelasan.

Lin Feng Tidak ada pilihan selain mematuhi.

Ia akhirnya mengikuti Tetua Shen dengan Zhao Ming dan teman-temannya di belakangnya. Mereka berjalan melewati halaman latihan dan menuju gedung administrasi.

Beberapa murid yang kebetulan lewat menatap mereka dengan penasaran.

"Bukankah itu pelayan Lin Feng..."

"Iya, dipanggil Tetua Shen..."

"Wah ini pasti ada masalah besar..."

Mereka akhirnya tiba di ruangan interogasi, Tetua Shen duduk di kursi utama. Kemudian ia menunjuk kursi di seberangnya. "Duduklah."

Lin Feng duduk dengan hati-hati.

"Zhao Ming," Tetua Shen kemudian memanggil Zhao Ming tanpa memalingkan pandangannya dari Lin Feng.

"Ulangi apa yang kamu katakan padaku tadi pagi."

Zhao Ming melangkah maju dan tersenyum tipis di bibirnya. "Ya, Tetua. Tadi malam, saya dan dua teman saya mendengar suara aneh dari kamar Lin Feng. Kami khawatir ada pencuri atau sesuatu, jadi kami pergi untuk mengeceknya. Tapi saat kami masuk ke kamarnya, Lin Feng tiba-tiba menyerang kami!"

Lin Feng tidak bereaksi, ia mencoba mendengarkan semuanya terlebih dahulu.

"Dia bergerak dengan sangat cepat," lanjut Zhao Ming. "Tekniknya tidak seperti gerakan orang yang tidak berkultivasi. Dia melempar saya ke dinding tanpa hambatan, dan melumpuhkan dua teman saya dalam hitungan detik. Tetua, saya yakin Lin Feng telah menyembunyikan kemampuan kultivasinya selama ini!"

Tetua Shen akhirnya menatap Lin Feng. "Benarkah seperti itu Lin Feng?"

Lin Feng menarik napas dalam dalam, dan mencoba menjelaskan dengan opsi ketiga yanga sudah ia rencanakan.

"Tetua Shen, sebenarnya saya tidak menyerang mereka. Saya cuman membela diri."

"Membela diri?" Tetua Shen menaikkan alisnya.

"Ya Tetua. Kakak Senior Zhao dan teman-temannya masuk ke kamar saya tengah malam tanpa izin, menggeledah barang-barang saya. Saat Kakak Senior Zhao hendak menyentuh saya saat saya tidur, saya bereaksi refleks dan mendorong dia. Itu bukan teknik kultivasi, itu hanya seni bela diri dasar yang diajarkan ayah saya sebelum... sebelum dia meninggal."

Zhao Ming mendengus. "Bohong. Tidak mungkin, gerakan itu terlalu cepat untuk manusia biasa tanpa kultivasi"

"Saya memang latihan setiap hari," Lin Feng menjawab dengan tenang. "Meskipun saya tidak bisa berkultivasi, saya tetap melatih tubuh. Itu satu-satunya yang bisa saya lakukan."

Keheninganpun terjadi di antara mereka

Tetua Shen menatap Lin Feng dengan lama, seperti mencoba membaca kebohongan di wajahnya. Tapi Lin Feng sudah terbiasa menjaga ekspresi netral seperti itu.

"Zhao Ming," akhirnya Tetua Shen berkata tanpa memalingkan pandang dari Lin Feng. "Kenapa kamu masuk ke kamar Lin Feng tengah malam?"

Zhao Ming tersentak. "S-saya sudah bilang Tetua. Kami mendengar suara aneh..."

"Suara aneh seperti apa? Coba jelaskan secara jelas."

"Eh... seperti... seperti sesuatu yang jatuh?"

"Dan kamu sebagai murid dalam yang seharusnya fokus pada turnamen besok, memutuskan untuk menyelidiki suara yang jatuh dari kamar pelayan, bukannya melaporkannya pada tim patroli malam?"

Wajah Zhao Ming memerah. "S-saya hanya ingin membantu Tetua..."

"Atau," potong Tetua Shen dengan suara dingin, "kamu sedang mencari sesuatu yang bisa kamu gunakan untuk mempermalukan Lin Feng, seperti yang sudah kamu lakukan beberapa minggu lalu dengan tuduhan pencurian manual?"

Zhao Ming membeku.

"Aku tahu lebih banyak dari yang kamu kira Zhao Ming," lanjut Tetua Shen. "Aku tahu kamu sering mengganggu Lin Feng. Aku membiarkannya karena itu masih dalam batas 'persaingan normal' antara murid. Tapi masuk ke kamar orang lain tengah malam? Itu sudah menjadi pelanggaran serius."

"Tetua, saya..."

"Diam." Tetua Shen mengangkat tangannya. "Kamu dan dua temanmu akan mendapat peringatan resmi. Jika ada laporan lain tentang kalian mengganggu Lin Feng atau pelayan lainnya, kalian akan didiskualifikasi dari turnamen dan mendapat Hukuman Batu Dingin. Mengerti?"

Zhao Ming menggertakkan giginya, tapi mengangguk. "Mengerti, Tetua."

"Sekarang pergilah"

Setelah Zhao Ming dan teman-temannya keluar dengan wajah penuh kebencian, Tetua Shen kembali menatap Lin Feng.

"Sekarang, ceritakan yang sebenarnya Lin Feng."

Lin Feng menelan ludahnya. "Aku sudah menceritakan yang sebenarnya, Tetua?"

"Lin Feng, aku sudah mengajar di akademi ini selama 50 tahun. Aku bisa membedakan gerakan bela diri dengan teknik yang terlatih, tidak mungkin teknik bela diri biasa bisa melukai seorang kultivator seperti Zhao Ming dan teman temannya." Elder Shen kemudian bersandar di kursinya.

"Apa yang kamu lakukan semalam mungkin tidak menggunakan Qi, tapi itu bukan gerakan biasa.."

Lin Feng terdiam, pikirannya berputar dengan cepat.

"Tapi, aku juga tahu bahwa kamu memiliki Akar Spiritual Kekacauan. Aku sendiri yang mengujimu sepuluh tahun lalu saat kamu pertama kali datang ke akademi. Tidak ada cara kamu bisa berkultivasi dengan kondisi itu."

"Jadi pertanyaanku bukan apakah kamu bisa kultivasi," Tetua Shen menatap Lin Feng dengan tajam. "Tapi kenapa kamu tetap berlatih meskipun tahu itu sia-sia? Dan apa yang sebenarnya kamu cari dengan tetap tinggal di akademi ini?"

Ini... Lin Feng mengira Tetua Shen akan menuduhnya berbohong tentang kultivasi dan teknik yang digunakannya. Tapi sebaliknya, Tetua Shen itu bertanya tentang motivasinya.

Lin Feng memutuskan untuk memberikan kebenaran, setidaknya bagian yang aman untuk dibagikan.

"Tetua Shen, sepuluh tahun lalu keluarga saya dibantai oleh kultivator bertopeng. Saya satu-satunya yang selamat. Sejak itu, saya bersumpah untuk menemukan pembunuh mereka dan membalas dendam."

Tetua Shen tidak terlihat terkejut. "Aku tahu cerita itu. Itu ada di berkas penerimaan mu pada waktu itu."

"Maka Tetua tahu kenapa saya tetap di sini," lanjut Lin Feng. "Meskipun saya tidak bisa kultivasi, saya tetap ingin belajar tentang dunia kultivasi. Tentang teknik, tentang klan, tentang apapun yang bisa membantu saya menemukan pembunuh keluarga saya suatu hari nanti."

"Dengan melatih seni bela diri?"

"Itu satu-satunya yang bisa saya lakukan, Tetua. Jika saya tidak bisa berkultivasi, setidaknya saya bisa membuat tubuh saya lebih kuat. Lebih cepat dan lebih tajam." Lin Feng menatap tangannya sendiri. "Mungkin itu tidak cukup untuk melawan kultivator sejati. Tapi lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa."

Tetua Shen diam lama, mengamati Lin Feng dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

Lalu ia menghela napas.

"Lin Feng, aku akan mengatakan sesuatu yang mungkin terdengar kejam untukmu. Tapi ini untuk kebaikanmu sendiri." Ia bersandar ke depan.

"Lepaskan obsesimu dengan balas dendam. Sepuluh tahun sudah berlalu. Kultivator yang membunuh keluargamu bisa saja sudah mati, atau sudah sangat kuat sekarang. Bahkan jika kamu latihan seni bela diri selama 100 tahun, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan kultivator sejati."

Kata-kata itu seperti pisau di dada Lin Feng. Tapi ia tidak membantah. Tidak bisa membantah.

"Hidupmu masih panjang," lanjut Tetua Shen. "Kamu masih muda. Cari kehidupan yang lebih baik. Buka toko, jadi pedagang, nikahi gadis baik, punya keluarga. Jangan buang hidupmu untuk balas dendam yang mungkin tidak akan pernah tercapai."

Lin Feng menunduk. "Terima kasih atas nasihatnya, Tetua. Saya akan mempertimbangkan itu semua."

Tapi di dalam hatinya, ia tahu ia tidak akan pernah melepaskan semua itu. Tidak setelah sejauh ini. Tidak setelah ia akhirnya punya kekuatan untuk mengejar kebenaran.

Tetua Shen mengangguk, seperti sudah menduga jawaban itu. "Baik. Kamu boleh pergi sekarang. Dan Lin Feng?"

"Ya, Tetua?"

"Jauhi Zhao Ming. Murid itu punya ego yang rapuh dan sifat pendendam. Jika dia merasa dipermalukan, terutama setelah aku menghukumnya tadi, dia akan mencari cara untuk membalasmu. Berhati-hatilah."

"Mengerti, Tetua. Terima kasih."

Saat Lin Feng keluar dari gedung administrasi, matahari sudah tinggi. Hari kedua turnamen akan segera dimulai.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!