NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 19

Disisih lain tepatnya di sebuah mansion mewah.

"Ini data istri tuan Devan,boss"!! Kata seorang laki laki sambil menyerahkan sebuah tab nya kepada damar. Sepupu Devan yang memiliki dendam pribadi dengan dirinya.

"Cantik" kata damar dalam hati sambil memandang lekat lekat Sebuh foto yang tertera pada layar tersebut.

"Clara, gadis yang menarik"senyum menyeringai pun terbit dari sudut bibir Devan ,entah apa yang akan di rencanakan laki laki tersebut setalah ini, akankah dendam yang di buatnya sendiri akan berdampak kepada Clara,entahlah.

Kembali ke kamar hotel.

Ceklek..! Terlihat pintu kamar mandi di buka oleh Devan setelah 20 menit di habiskan oleh laki laki tampan tersebut bersemedi didalam kamar mandi.

Glek"!!

Clara hanya mempunyai menelan ludahnya kasar ,lagi lagi pesona lelaki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya itu membuat nya susah payah menelan ludahnya sendiri.

"Dia seksi sekali sih"! Gumanya dengan mata yang masih menatap ke arah Devan tanpa berkedip.

Laki laki tersebut yang menyadari akan tatapan dati sang istri,malah semakin percaya diri dan sengaja menggoda gadis cantik tersebut.

Rambut yang masih basah ,kulit putih,perut kotak kotak,lengan yang kekar,membuat pesona devandra menyala.

"Anjirr,,seperti nya dia memang sengaja menggodaku," gumam Clara sambil mencoba berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi ,namun tatapan matanya masih tertuju kepada Devan yang sedang berdiri membelakanginya,mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil,sesekali Devan mengibas ngibaskan rambut basah nya ke udara.

Bruk"!!

"Sialan"!! Pekik Clara saat dirinya sudah terjatuh akibat kakinya menginjak gaun nya sendiri.

"Bodoh ,kenapa kau mempermalukan dirimu sendiri,Clara"! Umpatnya lagi di dalam hati sambil menunduk kan kepanya.

Devan yang melihat nya pun berjalan mendekat dan mengulurkan tangan nya untuk membantu Clara berdiri.

Namun siapa sangka tangan Clara malah meraih handuk putih yang masih melekat dan menutupi sebagian tubuh  Devan,hingga handuk tersebut terlepas begitu saja .

"Aaaaaah"!! Pekik Clara kaget setangah ingin semaput saat matanya menangkap sebuah benda keramat yang hanya pernah dilihatnya pada gambar di ponselnya.

Mata Devan tak kalah melotot saat menyadari burung kesayangan terekspos sempurna dibawah sana.

"Gadis nakal"! Umpatnya sambil meraih handuk dan segera menutupi benda keramat tersebut kembali.

Entah sadar atau tidak Clara lansung bisa berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi begitu saja

"Apa tadi,apa aku benar melihat nya,jadi begitu ya bentuk punya dia, bukankah tadi masih tidur ,bagaimana jika benda tersebut bangun pastinya besar dan panjang bukan,ya tuhan otak ku"! Clara memukul mukul kepala nya pelan mencoba menghilangkan pikiran tentang burung coklat milik devan yang baru saja dia lihat.

20 menit  berlalu clara yang sudah selesai membersihkan diri begitu nampak segar saat ini.

Diraihnya handuk putih yang terlipat rapi di depan kaca di dekat closet.clara melilitkan handuk tersebut pada tubuh putihnya,namun saat akan memegang  handel pintu , niatnya terhenti seketika .

"Apa aku yakin akan keluar dengan penampilan seperti ini,bagaimana jika nanti dia membalas dendam dan menarik handuk ku lalu terlihat lengkungan tubuhku yang indah ini.aaaaarg,,ini tidak boleh terjadi ". Kata Clara lirih membuat nya dilema dadakan.

Tok. Tok. Tok.

Pintu kamar mandi pun di  ketuk oleh Devan yang sepertinya sedang sakit perut.

"Clara cepat ,perutku sakit". Pekik Devan dari luar sambil mengetuk ngetuk pintu secara brutal.

"Whaatt"!! Pekik Clara Tanpa suara.

"Clara ," panggil Devan lagi.

Mau tidak mau Clara pun harus membuka pintu kamar mandi tersebut .

Ceklek"!!

Pintu pun di buka dengan kasar oleh Devan saat kunci kamar mandi tersebut terlihat di buka.

Deg"!!

Mata Devan pun membulat sempurna,sepertinya rasa sakit di perutnya hilang seketika saat melihat tubuh putih yang hanya berlilitkan handuk dihadapanya.

Dengan cepat Clara berlari keluar dan mendorong tubuh Devan untuk masuk ke dalam kamar mandi.

" Seksi sekali"! Gumam Devan bayangan tubuh indah Clara seketika menari nari di otaknya.

"Perutku"! Pekik Devan sambil memegangi perutnya yang tiba tiba terasa melilit,sepertinya sesuatu didalamnya ingin segera di keluarkan.

"Aku selamat saat ini,entah dengan hari hari selanjutnya". Kata Clara bergegas meraih sebuah totelbag yang teronggok di atas meja .

"Untung Tania bawakan baju ganti " dengan senyum bahagia Clara pun membuka totelbag tersebut dan mengambil isinya.

"Apa ini"!! Pekik Clara saat mendapati sebuah lenseri merah marun yang saat ini berada di tanganya ,diangkatnya tinggi tinggi baju yang sudah mirip dengan sarangan tahu tersebut ke udara.

"Teman gila,tiada akhlak,apa benar benar ingin melihatku di eksekusi oleh psikopat mesum itu."!geruntuh Clara kesal ,Dengan cepat Clara menghubungi Tania kembali ,namun sudah beberapa kali panggilan nya tidak di jawab ya, gadis tersebut sudah pulang dan langsung bekerja di caffe setelah menghadiri pesta pernikahan sang sahabat tersebut.

"Bik titin,ya siapa tahu bik Titin bawa ganti". Gumam Clara segera menghubungi sang bibi yang menginap di kamar hotel sebelah Clara.

Namun sama saja bahkan parahnya nomor bik Titin tidak aktif.

"Sial,bagaimana ini"!  Kembali Clara mondar mandir tidak jelas dengan handuk putih yang masih melilit pada tubuh putihnya tersebut.

Ceklek.

Deg"!!

Jantung Clara seakan ingin lompat dari tempatnya karena kaget,di saat kepanikan yang melanda dirinya tiba tiba pintu kamar mandi di buka dan terlihat laki laki tampan nampak keluar dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Devan berjalan mendekat ke arah Clara ,matanya masih tertuju pada kulit putih dan tubuh seksi yang hanya berlilitkan handuk tersebut.

Deg. Deg. Deg .

Detak jantung Clara semakin tak karuan saat ini melihat langkah Devan semakin dekat dengan nya.

"Jangan mendekat,jangan macam macam ya'! Kata Clara sambil mendekat dadanya erat erat.

Devan terus berjalan mendekat dan matanya tak sengaja melirik sebuah lenseri merah maron yang teronggok di lantai,pastinya Devan mengerti kenapa Clara masih belum mengganti bajunya.

Brak"!! Tubuh Clara pun mentok menatap lemari dua pintu yang berada di kamar hotel tersebut.

"Jangan mendekat atau aku tendang lagi burung mu itu"! Ucap clara dengan tangan yang sudah menunjuk ke arah burung yang masih tertutup celana di hadapannya.

"Kau berani menendangnya,maka aku akan menerobos paksa lubang dibawah sana"! Jawab Devan tak sambil melirik kearah paha Clara.

Glek"!!

Susah payah clara menelan ludahnya kasar dengan tangan yang reflek mendekap serambi miliknya yang masih tertutup handuk putih tersebut.

Clara menahan nafasnya saat wajah Devan mendekat ke arahnya ,semakin dekat dan dekat,Clara sudah menutup rapat rapat matanya,pasrah entah apa yang akan di lakukan suaminya kepadanya saat ini.

Tangan Devan meraih handel lemari dan membukanya,mengambil sebuah totebag didalamnya .

"Ganti bajumu"! Bisik Devan tepat di telinga Clara dan menjilat nya dengan lembut.

Mata Clara terbelalak sempurna, seiring dengan desiran darah yang mengalir hebat dari ujuk kaki tembus ke ujung ubun ubunya saat lidah Devan mendarat tepat pada telinga Clara.

Dengan cepat Clara meraih totelbag yang berada di tengah Devan dan mendorong dada bidang Devan begitu saja.

Clara berlari terbirit-birit masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh yang gemetar dan jantung yang sudah tertinggal di tempatnya.

Devan hanya tersenyum menyeringai melihat tingkah istrinya,sepertinya ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat Clara tegang saat di hadapannya.

1
Ananda Fibrianti
lnjut min seru bangettt
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!