NovelToon NovelToon
Bu CEO Korban Makcomblang

Bu CEO Korban Makcomblang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Berondong / Cinta Beda Dunia / Wanita Karir / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Dafsa Ramadan (30 tahun), ASN biasa aja yang siangnya sibuk urusan negara dan sorenya membuka lapak biro jodoh di Blok M. Tangannya “dingin” soal jodoh. Banyak testimoni pasangan yang ia jodohkan nyaris selalu berhasil.

Sampai satu anomali bernama Arcila Astoria (31 tahun) datang.

Seorang CEO perempuan yang cerdas, tajam, cepat bosan, dan mengalami emosi malfungsi minta dicarikan jodoh. Arcila terpaksa kesana karena Ayahnya mengancam akan menjodohkannya sama duda anak lima kalau sampai tahun ini belum menikah.

Dafsa mulai bekerja. Memasangkan dengan banyak kandidat unggulan, tapi semua pria yang ditawarkan ke Arcila gagal total. Bukan karena mereka nggak layak, tapi karena Arcila emang dari awal nggak pernah benar-benar niat cari jodoh.

Untuk pertama kalinya Dafsa merasa ini mustahil. Dan tanpa disadari malah dia sendiri yang mulai terjebak perasaan absurd itu.

Cover Ilustrasi by ig pixysoul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Arcila nggak pernah main-main sama omongannya. Kalau dia bilang Dafsa nggak bakalan jadi calon suaminya, artinya emang bener. Arcila udah kadung sakit hati sama omongan Dafsa waktu itu. Dan setelah ngomong di depan Dafsa terus disaksiin sama Andra yang kayaknya kesenengan, Arcila ngerasa lebih lega. Dia nganggap bebannya berkurang sedikit.

"Cil, sepertinya kita harus bicarakan semuanya di restoran sambil makan siang."

Suara Andra masuk ke telinga. Bunyinya nggak merdu sama sekali, malah mirip kaleng rombeng, padahal suara cowok itu berat alias suara yang diidam-idamkan para cewek kalau lagi sleepcall. Tapi bagi Arcila pribadi, suara Andra nggak ada istimewa-istimewanya. Mungkin karena sejak awal, dia nggak suka sama cowok itu.

Selain karena duda anak lima, Andra juga terlalu narsis. Oke, mukanya emang ganteng, badannya tinggi proporsional, tapi Arcila beneran nggak suka sama cowok yang terlalu kepo ngurusin idup orang lain.

Ah, susah buat ngejelasinnya. Arcila mutusin nutup laptopnya, terus natap Andra. Mereka ada kerja sama. Arcila bakalan bangun hotel di kota lain, dan perusahaan yang ngurusin soal pembangunannya adalah perusahaan Andra.

"Saya mau langsung pulang, Mas."

Kelihatannya Andra kecewa, padahal dia berharap bakalan ada makan siang romantis di restoran mewah sama Arcila. Tapi kayaknya Arcila belum juga luluh. Hatinya masih sekeras batu.

"Kenapa kamu selalu nolak ajakan makan dari saya?"

"Saya takut diracun, atau dipelet," jawab Arcila frontal, berhasil bikin Andra ketawa. Hampir jungkir balik, karena dia nganggap Arcila lagi ngelucu. Tapi faktanya nggak sama sekali.

Oke, Arcila ini manusia modern. Dia nggak percaya sama yang mistis-mistis. Tapi buat kali ini, dia harus waspada. Kata orang, cowok yang berkali-kali ditolak itu bisa ngelakuin apa aja alias nekat. Arcila nggak mau ngasih nyawanya secara cuma-cuma. Dia masih mau hidup sampai puluhan tahun ke depan.

"Saya pamit, Mas." Arcila udah berdiri, siap banget buat pergi. Hari ini, dia mau santai-santai setelah jalanin dua minggunya dengan otak ngebul.

"Tunggu, Cila," cegah Andra menahan pintu yang tadinya mau dibuka Arcila. "Kamu serius tidak akan menikah dengan Dafsa? Dia bukan level kamu, kan?" tanyanya sungguh ingin memastikan.

Arcila balik lagi sama kebiasannya, yaitu natap datar lawan bicaranya. "Saya serius, tapi kalau keluarga saya maksa, saya nggak bisa apa-apa."

"Ini nggak adil, Cila," protes Andra kentara sakit hati. "Waktu kamu dijodohkan dengan saya, kenapa kamu bersikeras menolak?"

"Mas Andra tau jawabannya."

"Karena saya duda?"

"Salah satunya itu. Alasan lainnya, Mas nggak pernah bisa bikin saya terpesona," jawab Arcila sejujurnya.

"Lantas dengan Dafsa, kamu terpesona? Dia cuma—"

"Nggak ada kata percuma untuk semua sifat Mas Dafsa," sela Arcila tegas. Dia jujur soal ini, walaupun masih kesel banget sama si makcomblang itu.

"Artinya dia lebih baik dari saya?"

Pertanyaan itu nggak perlu jawaban. Cukup kasih tatapan datar tanpa berkedip, Arcila yakin Andra udah paham. Dan ya, si duda anak lima itu langsung mundur, biarin Arcila keluar dari ruangannya.

"Dia nanya-nanya terus," gerutunya melangkah pasti ke basement kantor.

Arcila nggak akan langsung pulang. Dia punya rencana mampir dulu ke rumah Sri. Udah lama mereka nggak ngobrol, dan Arcila kangen sama ibu dari calon suaminya.

Eh, calon suaminya?

Arcila ketawa tipis. Dia bakalan bikin Dafsa ketar-ketir sama perubahannya. Bukan buat jadi pemenang, tapi buat ngebuktiin kalau harga dirinya masih utuh. Soal ngejar-ngejar? Iya, sih, Arcila ngelakuin itu. Tapi semuanya bukan karena cinta. Arcila punya kepentingan bisnis dan satu-satunya batu loncatan yang bisa dia manfaatin adalah Dafsa.

"Biar dia sendiri yang repot ngobrol sama keluargaku," kata Arcila licik.

Sudah diputuskan, Arcila akan memilih bungkam. Ia yakin dengan cara ini, Dafsa bakalan kelabakan sendiri. Cowok itu 'kan nggak bisa bikin orang tua sakit hati. Dia mah baik, kecuali sama Arcila. Nyebelin banget, kan?!

***

Arcila sampai di rumah Sri satu jam kemudian. Nggak cuma bawa makanan, dia juga bawain Sri kerudung sama gamis baru. Warnanya senada biar Sri seneng.

Baru turun dari mobil terus harus jalan sedikit ke pekarangan rumah Sri, Arcila batal ngucap salam karena dia gagal fokus. Dengan mata kepalanya sendiri, dia ngeliat Dafsa lagi nyanyi-nyanyi nggak jelas sambil nyuci motor.

Dafsa yang lagi gosok-gosok ban motornya supaya kinclong juga kaget sama keberadaan Arcila. Terlebih, sekarang ini dia cuma pake boxer warna kuning terang sama kaos kutang yang warnanya udah lusuh. Rambut Dafsa acak-acakan, baru banget tidur siang terus ngide nyuci motor mumpung dia ada di rumah dan cuaca lagi bagus. Tapi, eh tapi, tamu nggak diundang malah dateng, natap lurus tanpa ekspresi, sementara Dafsa udah malu banget! Mukanya merah, bisa dibilang hampir gosong saking malunya!

"Eh, Bu—" Dafsa gantungin kalimatnya sendiri. Tiba-tiba aja dia lempar gayung sama sikat ban. Sikat itu jatuh ke ember, yang mana percikan airnya melesat ke wajah Arcila. Terus dia lari ke dalam rumah.

"Aduh!" Arcila langsung mundur, kesel banget mukanya jadi basah!

"Kurang ajar!" gerutunya marah sekali. Arcila bisa aja langsung ngomel panjang, tapi dia inget sekarang ini lagi ada di rumah Sri.

Satu hal yang bisa Arcila lakuin adalah ngusap wajahnya. Tapi percuma aja, jejak basah itu nggak bisa ilang karena ternyata rambutnya juga jadi korban.

Sementara di dalam kamar, Dafsa langsung nutup seluruh tubuhnya pake selimut. Kakinya nendang-nendang. Sumpah demi Tuhan, Dafsa mau banget ngilang waktu!

Tadi pagi dia ditolak mentah-mentah. Sekarang di siang bolong, di mana matahari bersinar terik tapi terangnya masih kalah sama warna kolor Dafsa, dia malah kepergok nyuci motor dengan penampilan kayak gembel!

"Mau kamu taro di mana muka kamu, Dafsa?!" Dia ngomel sama dirinya sendiri.

Seolah belum cukup rasa malunya hari ini, Sri malah nambahin dengan bilang, "kan udah Ibu bilang, Daf, kalau ke rumah itu pake celana panjang, meski pun kamu cuma nyuci motor di depan. Sekarang akibatnya apa? Kamu malu sendiri 'kan sama Arcila. Udah, sini keluar. Temenin dulu Arcila, Ibu mau ke rumah Bu RT sebentar, tadi dia minta fotocopy KK."

Aduh, gimana, dong? Dafsa nggak mau ketemu Arcila.

"Daf! Ini pacarnya jangan dianggurin aja!"

Dafsa buntu, nggak bisa nolak perintah Sri. Dia buka lemari, buang kolor terkutuk itu setelah ganti pake celana training panjang warna abu-abu. Keluar kamar, Sri udah nggak ada, sedangkan Arcila lagi duduk-duduk di meja makan sambil makan manisan pepaya buatan Sri. Perempuan itu kelihatannya anteng, tapi nggak tau dalam hatinya kayak apa.

Dafsa refleks dehem-dehem. Sayangnya Arcila nggak noleh sama sekali, seolah manisan pepaya warna-warni di dalem toples lebih menarik dari muka Dafsa yang kata orang ganteng berkarisma.

Aura dingin langsung kerasa waktu Dafsa duduk di depan Arcila. Bingung mau ngomong apa, jadi dia mutusin lap-lap sendok yang sebenernya udah bersih. Sebagai pengalihan aja biar nggak keliatan canggungnya.

"Saya nggak nyangka," kata Arcila sengaja ngasih jeda, terus natap Dafsa sambil bilang, "seorang ASN yang punya gaji tetap, punya sampingan menjanjikan di kawasan Blok M, ternyata nggak mampu beli kolor sama kaos kutang yang lebih layak."

Glek!

Dafsa nelen ludah, hampir keselek padahal dia nggak lagi makan apa-apa. Dafsa udah mau bela diri kalau kenyamanan itu letaknya nggak selalu pada barang baru. Tapi sebelum dia ngomong, nyalinya mendadak ciut. Penyebabnya satu, barusan Arcila ngomong pake nada dingin, kayak nggak lagi bercanda. Dia serius. Tata kalimatnya teratur.

Kesimpulan diambil Dafsa, kalau emang bener Arcila udah nggak mau ngejar dia lagi. Dan yang jadi alesan Arcila dateng ke sini bukan lagi Dafsa, melainkan Sri. Kenyataan itu rasanya pait banget, bikin Dafsa minum teh manis sebanyak-banyaknya. Sayangnya, rasa pait itu tetep ada, nggak pernah bisa ilang karena sumbernya bukan di lidah, tapi di hati.

1
yuma
ngakak bangettt anjirr, lgian cuci motor cma pke kolorrr mna wrna kuning🤣🤣
yuma
udahlah daf, klau itu udh jd keputusan arcila. toh gak ada ruginya bagi km
Wulandaey
aihh cila walaupun kesel masi belain kang mas dafsa
Wulandaey
yeu andra suka ikut campur deh🤣 dah nyingkir lah cila sukanya ama mas dafsaa
Nurani Putri
mungkin ini alasan dy di cerai sma istri nya trdahulu kali ya rempong
Nurani Putri
ayoo daf tinggal blg maaf susah btul
ainnuriyati
hahahaa maluu nya sampe ke kolor kolor tu🤣
ainnuriyati
cila bgitu jg krn kepepet daf aslinya ma bener itu
brilliani
ah, tipe cowo rempongg ama sok ngatur ya
brilliani
🤣🤣 dafsa mulai jilat ludah sendiri
Hardy Greez
dicariin cilaa 🤭 papa mertua jg nanyanya ke dafsa yaa
yuma
kasian udah pedeee bgtt🤣🤣
yuma
akhirnya ada hilal cemburu wkwkw
yuma
awass nyesel dafsa🤭
yuma
njrr trnyta udh di jodohin dri orokkkk, cma bda nasib aja
yuma
njrrr smpe di kirain teronggg, aduhhh pusing jga dgn arcilaaa
Caramel
tapii dafsa udh mulai pedulii Ihkk, kecarian jga dia gaada arcila
Caramel
gak espekk bgtt dudanya msh muda, tapi gacor bgtt udh pnya anak 5
Caramel
hmmm yukkk dafsa buka hati, Terima aja cegil itu
Caramel
gak bisa berkata-kata lgi dengan kelakuan gila arcila😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!