Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Serena keluar dari kamar Logan dengan pakaian yang sudah rapi, untuk pakaiannya semalam, dia tidak tau kemana pakaiannya pergi.
Perutnya terasa sangat lapar karena semalaman belum makan dan juga melewatkan sarapan, Serena pergi menuju meja makan yang pastinya sudah disediakan Elsa.
"Wah, kapan kamu bangun?" Tanya Elsa setengah meledek. Meskipun terkadang judes dan nyebelin, tapi Elsa sebenarnya juga bisa humoris tergantung tempatnya saja.
"Kenapa tidak membangunkanku?" Serena menarik kursi lalu duduk, ia menuang air putih lalu meneguknya setengah gelas.
"Semalam terjadi malam yang indah, jadi aku tau kalau kau pasti kelelahan!"
Uhuk! Uhuk!
Seketika Serena tersedak mendengar kata-kata wanita itu yang memang benar, semalam terjadi malam yang panjang tapi tidak tau, indah atau tidak. Serena memang merasa menikmatinya tapi karena naluri hatinya, ia hanya terpaksa dan dipaksa, hanya itu!
"Aku lapar, bisa cepat siapkan makanannya!" Serena mengalihkan pembicaraan.
Elsa terkekeh pelan lalu mengambil makanan didalam microwave dan menyajikannya diatas meja. "Silahkan makan, tuan putri!"
.....
""Tuan, sebenarnya ada yang mau saya sampaikan. Semalam Elsa mengatakan kalau tujuan nona Serena datang ke klub malam itu untuk mencari ibunya. Bukan untuk hal lain! Jadi sebenarnya mungkin semalam tuan salah paham terhadap nona Serena!"
Logan diam mendengar kata-kata Max yang menjelaskan tentang yang dilakukan Serena semalam, benarkah begitu? Logan tidak tau dimana ibunya Serena, dia hanya tau kalau ibunya Serena bekerja sebagai kupu-kupu malam karena faktor ekonomi.
Saat menjadi kekasihnya Serena lima tahun yang lalu, Logan tidak tau banyak hal tentang Serena. Dia hanya taunya kalau Serena kabur dari ayahnya, tapi tidak pernah tau menderitanya Serena apalagi setelah dijebak dihotel malam itu.
"Max, aku mau kau menyelidiki ulang kejadian lima tahun yang lalu! Dan cari juga keberadaan ibunya Serena!" Logan berkata sembari memijat tulang hidungnya. Tiba-tiba saja kepalanya sedikit pusing mengingat kembali masa lalu dan kenyataan bahwa Serena masih gadis suci.
"Baik tuan! Akan segera saya dapatkan informasinya secepatnya!" Jawab Max.
Drrrtttt
Drrrtttt
Suara ponsel yang berbunyi membuat Logan menoleh mengeceknya, tapi melihat nama yang tertera dilayar ponsel ia tidak berniat mengangkat panggilan. Elena
Tidak menyerah satu kali tidak diangkat, begitu mati suara ponselnya kembali berbunyi hingga membuat pria itu menghela nafasnya.
"Ada apa?"
[Logan, ayahku sedang sakit dan dipindahkan kerumah sakit di Satar. Besok bisakah kamu menemaniku untuk menjenguknya?]
"Aku sibuk, kau pergilah sendiri!" Balas Logan dengan dingin.
[Aku mohon Logan. Kali ini saja, jangan membuat ayahku salah paham pada hubungan kita!] Elena terus memohon.
"Aku pikirkan nanti! Aku sibuk sekarang!" Setelah mengatakan itu sembari berfikir sejenak, Logan langsung memutuskan sambungan telepon sepihak.
Pria itu meletakkan ponselnya, sebenarnya besok dia juga harus ke Satar untuk bertemu klien pentingnya. Meskipun perusahaanya sudah besar dan terkenal, dia tetap butuh sokongan dari perusahaan lain terutama perusahaan dari luar negeri.
Dan sepertinya, ide untuk ke Satar besok bersama Elena bukanlah sesuatu yang buruk. Logan ingin tau apakah Serena marah mengetahui itu atau memang tidak perduli padanya.
"Max, kau siapkan dua tiker penerbangan untuk ke Satar! Aku akan pergi dengan Elena dan kau urus semuanya selama aku tidak ada!" Pria itu mengutarakan isi pikirannya dengan senyum smirk.
Sebenarnya Max sedikit bingung karena bos-nya tidak pernah pergi untuk urusan bisnis bersama Elena, tapi kali ini sepertinya Max mengerti suasananya. Dia mengangguk dengan paham dan akan menjalankan sesuai perintah tuannya. "Akan segera saya siapkan tuan!"
.....
Elena's House
Tentu saja mendapatkan kabar kalau Logan bersedia pergi bersamanya ke Satar membuat Elena bahagia. Sebenarnya ayahnya tengah liburan, tapi dia mengatakan itu supaya Logan mau ikut dengannya.
"Akhirnya, kami akan pergi Honeymoon. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, aku akan buat Logan menjadi milikku seutuhnya!" Elena duduk dengan nyaman di kursi sembari membayangkan berduaan dengan suaminya di Hotel.
Dia nanti akan membawa baju seksi koleksinya yang baru dibeli beberapa hari lalu, khusus disiapkan untuk bersama Logan. Elena akan menggunakan kesempatan ini untuk menjerat Logan kedalam pelukannya, Logan harus menjadi miliknya.
"Lihat saja, siapa yang akan kalah Logan, suamiku tercinta. Aku sudah mencintaimu sejak sebelum kamu mengenal wanita murahann itu! Sekarang, aku satu-satunya wanita dihidupmu, jadi kamu tidak akan bisa menolak pesonaku!" Gumam Elena dengan percaya dirinya.
Malam telah tiba, disaat Elena tengah antusias menyiapkan segala keperluan untuk pergi besok ke Satar, Serena justru ikut tidak bisa tidur. Hatinya terasa sangat gelisah dan bahkan memejamkan mata saja rasanya sulit.
Ia berada didalam kamarnya sendiri, hanya membolak-balikkan badan diatas ranjang besar yang nyaman dan hangat, tapi ternyata dinginnya salju yang turun tipis tetap saja menusuk kulitnya, berbeda saat dekapan hangat Logan yang melingkupinya. Serena langsung merasa nyaman dan nyenyak.
Serena mengapit selimut diketiak sambil tidur menghadap atas. "Kenapa aku terus memikirkan dia? Serena, kamu tidak boleh kecanduan racun pria itu. Ingat, Logan yang membuat hidupmu menderita! Jangan sampai aku terperangkap lagi!" Ia menasehati dirinya sendiri lalu memejamkan matanya.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Dan setengah jam, ternyata Serena masih kesulitan tidur. Wanita itu akhirnya beranjak duduk dan menoleh mencari ponselnya untuk mengecek jam. Rupanya sudah pukul dua belas malam, seharusnya Logan sudah pulang kan.
Duduk diruang tengah sembari menyalakan televisi, Serena menoleh kearah pintu kamar Logan yang tertutup rapat, ia tidak tau apakah Logan sudah pulang atau belum. Kalau Logan mendengar suara televisi, pasti pria itu akan keluar kamar.
Serena duduk bersandar sembari memeluk bantal, tidak terasa ngantuk mulai datang hingga membuat kelopak matanya tertutup rapat.
.....
Pagi hari, Elsa tiba di apartemen seperti biasa, tapi terkejut melihat Serena yang tertidur disofa ruang tengah. "Serena! Serena!" Ia menggoyangkan lengan kiri Serena, sampai akhirnya wanita itu membuka matanya. Menoleh kesana kemari.
"Elsa!" Serena beranjak bangun, ia menatap jarum jam didinding yang menunjukkan pukul lima pagi, ternyata dia ketiduran di sofa.
"Kenapa kau tidur disini?" Tanya Elsa.
"Aku tidak bisa tidur, jadi ku pikir nonton televisi bisa membuatku ngantuk, tapi malah ketiduran disini!" Jawab Serena, ia menatap kamar Logan yang masih tertutup rapat. "Kalau begitu aku mau kekamar!" Serena meletakkan bantal lalu berdiri.
Entah kenapa moodnya begitu buruk saat bangun tidur, ia tidak mengerti kenapa tidak melihat Logan semalaman hatinya gelisah.
"Oh ya Serena, aku mau ngasih kabar kalau tuan Logan tidak akan ke apartemen selama satu minggu. Tuan sedang Honeymoon ke Satar bersama istri pertamanya!"
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗