NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Suasana di kantor berubah pelan-pelan.

Tatapan yang dulu hormat kini jadi berbeda.

Saat Zara masuk pantry.

Percakapan berhenti.

Saat ia lewat di Lorong.

Bisik-bisik terdengar lebih pelan, tapi cukup jelas.

“Kasihan Aveline ya…”

“Dia yang berjuang, tapi…”

Zara berdiri tegak.

Ia tetap profesional.

Tetap rapi.

Tetap tersenyum.

Tapi di dalam.

Ada retakan kecil.

Sementara itu, Eve justru terlihat seperti tokoh utama tragedi.

Karyawan menyapanya dengan empati.

Menawarkan bantuan.

Bahkan beberapa secara terang-terangan berkata,

“Kak Eve hebat banget bisa kuat kayak gini.”

Dan setiap kali Ken ada.

Eve memainkan perannya dengan sempurna.

 Suatu siang di ruang kerja Ken, suasana tegang.

Ken menatap Zara.

“Kamu kelihatan capek.”

“Aku baik-baik aja.”

Eve masuk perlahan.

“Ken… aku mau ngomong.”

Ken menoleh.

“Gosip itu… mungkin salahku.”

Zara menahan napas.

“Aku terlalu terbuka soal masa lalu kita,” lanjut Eve dengan wajah menyesal.

“Mungkin tanpa sadar bikin orang salah paham.”

Ken mendesah.

“Sudahlah bukan salah kamu.”

“Tapi kalau aku nggak cerita… mungkin Zara nggak akan diperlakukan seperti ini.”

Nada itu lembut.

Penuh pengorbanan.

Zara hampir ingin tertawa.

Karena ia tahu.

Api itu bukan “tanpa sadar”.

Tapi sengaja disiram pelan-pelan.

Ken melangkah mendekati Zara.

“Mulai sekarang aku yang atur. Nggak ada lagi yang berani macam-macam.”

Dan untuk pertama kalinya,

Ken menggenggam tangan Zara di depan Eve.

Terang-terangan.

Tanpa ragu.

Eve tersenyum kecil.

Tapi kuku jarinya hampir menembus telapak tangannya sendiri.

 Beberapa hari kemudian…

Ken membuat keputusan mendadak.

“Zara...kita akan liburan.”

Zara terkejut. “Hah gimana….Apa?”

“Kamu butuh healing.”

“Ken, tapi kerjaan….”

Ken menutup mulut Zara dengan satu ciuman singkat.

Zara salting, senyum malu, pipinya merona.

“Kerjaan…ada Kakek dan Rendy yang handle.”

Dan dua hari setelah itu….

Mereka berdiri di bawah langit biru Labuan Bajo.

Lautnya jernih.

Angin semilir menyapa lembut.

Zara berdiri terpaku memandangi birunya laut.

“Sayang…Ini cantik banget…”

Ken berdiri di belakangnya.

“Belum. Tunggu sampai kamu lihat bawah lautnya.”

Mereka naik speed boat menyusuri pulau-pulau kecil.

Air laut memercik di kaki Zara dan ia tertawa lepas.

Ken jarang melihatnya sebahagia itu.

Dan ia menyukainya.

Sangat.

Saat diving…

Zara menggenggam tangan Ken di bawah air.

Terumbu karang warna-warni.

Ikan-ikan kecil berenang bebas.

Zara memberi isyarat dengan mata berbinar.

Ken membalas dengan anggukan dan senyum di balik masker oksigen.

Zara menikmati kebahagiaan saat ini...sangat.

Di atas kapal, Zara tertawa sambil mengacak rambutnya yang basah.

“Kamu kelihatan beda kalau bahagia,” kata Ken.

“Beda gimana?”

“Lebih hidup.”

“Memangnya aku kelihatan seperti mayat hidupkah.” Zara menggerutu

Dan ken memeluknya dari belakang menikmati indahnya lautan.

Malamnya mereka makan seafood di tepi pantai.

Lampu-lampu kecil menghiasi meja.

Angin laut berbisik pelan.

Ken menatap Zara lama.

“Maaf ya.”

“Untuk apa?”

“Karena kamu harus kuat sendirian di kantor.”

Zara menggeleng.

“Aku nggak sendirian.”

Ken tersenyum.

“Ya...Akan selalu ada aku di sisimu.”

Zara terdiam sejenak.

Lalu berbisik,

“Jangan tinggalin aku ya...terutama hatimu.”

Ken mendekat.

“Aku dan hatiku nggak akan ke mana-mana.”

Dan malam itu.

Ciuman mereka lebih dalam.

Lebih yakin.

Seolah mengukuhkan sesuatu.

Bukan sekadar tunangan.

Tapi pilihan.

Di rumah tamu,

Eve melihat foto dan Video liburan yang di unggah di media sosial Ken.

Ken dan Zara di atas speed boat.

Zara tertawa.

Ken memegang pinggangnya.

Caption sederhana.

Break well spent.

Eve menjatuhkan ponselnya ke meja.

Dadanya terasa sesak.

Ia pikir,

Gosip akan melemahkan Zara.

Ia pikir,

Masa Lalunya bersama ken akan membuat Ken mulai ragu.

Tapi justru sebaliknya.

Ken semakin dekat.

Semakin terang menunjukkan pilihannya.

Eve berdiri di depan cermin.

“Aku sudah berkorban…”

Aku menjauh demi nyawamu.

Aku menahan semuanya sendiri.

Dan sekarang…

aku harus lihat kamu bahagia dengan wanita lain?

Tidak.

Jika Ken semakin yakin dengan Zara…

Maka kesempatan Eve akan hilang selamanya.

Dan ia tidak siap kehilangan laki-laki yang ia anggap,

Cinta sejatinya.

Hidupnya.

Pelindungnya.

Kalau cara lembut tidak berhasil,

Mungkin ia harus berhenti bermain lembut.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!