Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.
Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu
Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara
happy reading 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 30
seseorang sedang menabur bunga di atas tempat peristirahatan terakhir seorang pria yang sangat ia cintai. Tidak lupa sebotol air ia tumpahkan juga setelah itu ia mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Natan Nugraha.
"Mas, aku datang," ucap Arumi dengan suara lirih sambil menggendong Ayumi yang menatap makam itu lalu pandangannya beralih menatap sang ibu yang menangis.
"Jangan di tangisi lagi sekarang ada aku yang akan membalas perbuatannya," seru Narendra mengusap air mata Arumi lalu menggendong Ayumi.
"Keponakan om pasti kamu bingung," Ayumi hanya tersenyum, terapi Arumi sangat bingung mengapa Narendra selalu menyebut Ayumi sebagai keponakannya?
"Dia anak Kenan, kenapa kau selalu mengatakan jika dia keponakan mu," Mereka berdiri Narendra membenarkan gendongannya takut Ayumi terjatuh.
"Tidak tau, apakah mungkin ini bukan anaknya Kenan? Tapi anaknya Natan," jawab Narendra santai.
"Tidak mungkin, aku dan Mas Natan belum pernah melakukannya jadi aku yakin jika dia adalah anak Kenan," tegas Arumi.
"Kita lakukan tes DNA," kekeuh Narendra.
"Kalau begitu aku harus bertemu dengannya lagi. Aku tidak mau," Arumi menggendong kembali Ayumi ia berlalu pergi meninggalkan Naren yang hanya tersenyum.
"Kenapa memang kalau bertemu dengannya apa kau mulai mencintai nya?" batin Naren melangkah pergi menyusul Arumi yang terlihat kesal.
Arumi telah sampai di mobil bersiap untuk masuk tapi tahannya di tahan seseorang ia pun mendongak matanya membulat karena ia sangat terkejut."Di mana putri ku!"
"Putri? Kau siapa?" tanya Arumi menarik tangannya dan berusaha menghindar, tetapi orang itu terus saja mendekat tangannya terangkat dan hampir mendarat ke wajah Arumi.
Untung saja Naren datang tepat waktu dan menahan tangan orang itu,"Singkirkan tangan mu nenek tua!" pekik Narendra menghempaskan tangan orang itu.
"Narendra, kembalikan putri ku! Ceraikan dia! Hanya dia yang ku punya sekarang, hiks!" dengan lantai sedikit terisak Jeni meminta agar Narendra mengembalikan Helen.
"Apa? Hanya dia yang kau punya? bagaimana dengan ayah ku dan juga ibu ku yang tiada karena ulah mu! Kalau saja aku tau sejak awal kau telah mengambil ayah ku dari ibu ku sampai kapan pun aku tidak akan mencintai nya!
"Soal menikahinya aku memang terpaksa! Tapi aku tidak akan menceraikannya sampai kapan pun kau dengar!" ancam Narendra ia langsung membuka pintu mobil menyuruh Arumi masuk ke dalam.
Lalu Naren mengitari mobilnya Jeni berusaha menarik tangan Naren walaupun akhirnya pria itu melepaskannya dan langsung masuk kedalam mobil.
Jeni berteriak dengan kata yang sama ia menepuk kaca mobil walaupun Naren sudah menginjak pedalnya mobil itu pun melaju Jeni masih mengejarnya dengan berteriak.
Arumi menatap ke arah belakang sebenarnya ia merasa kasihan dan tidak ingin melibatkan Helen, tetapi keluarganya justru ada hubungan yang sangat rumit menurutnya. Arumi tidak menyangka jika Natan mempunyai adik.
Arumi melihat kesedihan yang amat dalam di mata Narendra, ia sangat tau jika Helen adalah cinta pertamanya tapi mengapa nasib selalu mempermainkan, cinta, dendam, paksaan selalu menghiasi kehidupan.
Brugh
Jeni terjatuh menangis histeris ia tidak kuat lagi mengejar mobil Narendra,"Helen ... Mama sangat rindu nak. Narendra kembalikan putri ku, hiks. Kembalikan ...,"
Tubuh Jeni tiba tiba lemas mata nya perlahan tertutup dan ia pun pingsan,"Tante ... Bangun!"
***
Wajah wanita paru baya itu tampak pucat, beberapa saat kemudian alisnya bergerak. Kelopak mata itu bergetar lalu perlahan terbuka. Tatapannya kosong melihat sekitar ia berusaha bangun lalu seseorang datang membantunya untuk duduk.
"Kau," lirih Jeni terdiam sejenak menatap pria yang sangat ia kenal,"Kenan, kau kah itu," Jeni mendadak panik tubuhnya bergetar ia menangis seolah meminta pertolongan pada Kenan untuk segera membebaskan Helen dari Narendra.
"Tenang dulu Tante sekarang makanlah dulu agar Tante punya tenaga," ujar Kenan menyiapkan makanan untuk Jeni.
Kenan membawa Jeni pulang ke rumahnya saat ia baru sampai di pemakaman, sebenarnya ia ingin ke makam Danu dan membenarkan cerita Jimmy yang mana ia mendapat info dari orang suruhannya.
Perlahan Jeni makan dengan hati yang sesak menahan tangis pikirannya yang kacau membuatnya beberapa hari ini tidak nafsu makan. Apalagi semenjak kepergian Danu hidupnya benar-benar kacau.
Bagaimana tidak Narendra membuat rumah itu menjadi miliknya dan mengusir Jeni membawa Helen pergi di hadapan Jeni. Sakit rasanya melihat putrinya harus menanggung dosa yang ia perbuat di masa lalu yang begitu haus akan memiliki Danu.
"Sudah, Tante kenyang," ujar Jeni.
Tina membereskan semuanya, Arsyad dan Tiara menghampiri Jeni karena menerima kabar jika Jeni berada di rumahnya langsung saja ia pulang setelah dari rumah sakit untuk mengecek kesehatan Arsyad.
Tiara langsung memeluk Jeni tangisan itu pecah ia meminta maaf atas kesalahan Helen saat hampir mencelakai cucunya. Tiara memaafkannya ia tidak ingin membahasnya lagi.
"Tante bisa ceritakan yang sebenarnya pada kami. Mengapa Narendra berbuat begitu pada Helen padahal yang aku tau dia sangat mencintai Helen," ujar Kenan.
"Dia memang mencintainya tapi setelah tau kebenaran jika ternyata Danu ternyata ayah dari Narendra pria itu langsung membenci kami semua," terang Jeni.
"Kenapa bisa begitu? Bukannya dia harusnya senang telah bertemu ayah kandungnya yang selama ini dia cari," tanya Kenan.
"Itu karena aku ...,"
Awal nya Danu dan Mira juga Jeni mereka bersahabat. Jeni sudah menyukai Danu walaupun ia tau Mira dan Danu itu di jodohkan. Walaupun di jodohkan memang dari awal Danu sudah menaruh hati pada Mira yang kala itu selalu menolaknya. Sedangkan Jeni ia merasa sakit hati mendengar berita pernikahan Mira yang saat itu mengatakan jika ia tidak akan menerima perjodohan itu.
Saat mengandung Natan mereka sering cekcok tapi setelah Natan lahir mereka harmonis dan Mira mulai mencintai Danu. Akan tetapi, Danu salah paham ketika ada pria yang mendekati Mira atas suruhan Jeni yang mana pria itu adalah ayah Helen karena imbalan untuk membuat hancur pernikahan sahabatnya pria itu meminta Jeni untuk tidur dengannya sampai dia hamil saat itu pria yang merupakan ayah nya malah menghilang tidak ingin bertanggung jawab.
Jeni meminta Danu untuk segera menikahinya tapi Danu tidak mau ia memilih bersama Mira tapi karena Jeni sangat licik ia berpura-pura memohon hingga berlutut agar Mira mau bercerai dengan Danu akhirnya Mira setuju dan ingin mengatakan hal itu pada Danu.
Namun, karena Jeni sangat licik ia membuat drama agar Danu membenci Mira.Saat lamaran Mira datang dan terkejut melihat besannya adalah Danu.
"Saat itu juga kami cekcok Mira tidak merestuinya apalagi aku. Tatapan Mira penuh kebencian padaku mereka pergi begitu saja Danu menghampiri Narendra yang dibawa paksa oleh Mira. Narendra bingung dan bertanya kenapa Mira terlihat marah,"
"Danu itu adalah ayah mu"
Kata itu membuat raut wajah Narendra berubah menjadi marah karena memang dia tau cerita Mira sebelum nya. Danu yang mendengar pun langsung memeluk merasa bahagia karena ia masih memiliki putra bersama Mira.
Namun, Narendra melepaskan paksa pelukan itu dan memakai Danu, memperlihatkan kebenciannya pada Ayah kandung nya. Padahal Danu berusaha menjelaskan kalo itu hanya salah paham karena ia sudah tau kebenaran nya oleh Jeni tapi Narendra tidak ingin mendengar.
Mira menanyakan keberadaan putra pertamanya alangkah terkejutnya Mira karena Danu mengatakan jika ia sudah tiada akibat kecelakaan. Mira syok dan akhirnya kesehatannya drop akhirnya dia meninggal.
Narendra mencari tau penyebab kematian dan akhirnya dia menemui Arumi.Narendra syok mengapa harus sahabatnya yang melakukannya walaupun ia tidak sengaja tapi tetap saja Narendra tidak terima.
Kenan meminta Jeni untuk stop bercerita ia benar-benar tidak sanggup mendengarnya semua terdiam menatap kepergian Kenan.
"Kenapa jadi rumit seperti ini aku sampai bingung memutuskan siapa yang salah dan benar," ujar Arsyad yang sepertinya kepikiran tentang nasib putranya apalagi ia sangat merindukan cucunya.
"Sedangkan di kamar Kenan berbaring di atas ranjang sambil menatap ponselnya ia sangat merindukan anak dan istrinya dipandanginya Wallpaper ponselnya hingga tidak terasa air mata jatuh di pelupuk matanya.
Kenan berusaha tegar ia mengusap air matanya, kesalahan nya membuat semuanya menjadi kacau ia berpikir dengan menikahi Arumi semuanya akan selesai karena ia ingin menebus dosa nya melenyapkan Natan yang sebenarnya tanpa ia sengaja.
Dreet
Dreet
Nomor tidak di kenal muncul di layar ponsel Kenan, dengan sedikit ragu ia berusaha menggeser tombol hijau lalu mendekatkan benda pipih itu di telinganya.
"Halo, siapa ...,"
"Kakak tolong aku!"
"Riana ...," pekik Kenan terperanjat kaget mendengar suara adiknya.
*
*
Bersambung.