NovelToon NovelToon
Takut Gak Sih

Takut Gak Sih

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Rumahhantu / Mata Batin
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

terinspirasi dari film: Takut Gak Sih.

menceritakan seorang You Tuber dengan nama Chanel Takut Gak Sih yang membuat konten untuk membongkar kasus kematian para arwah gentayangan dari berbagai daerah dan pulau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misteri rumah gantung part 5

Setelah putus asa mencari Nino dan Bima terpaksa menyerah, mereka memilih untuk jujur saja kepada Santi yang merupakan kakak Gita.

Tetapi di perjalanan menuju rumah Santi, mereka berpapasan dengan Tim Takut Gak sih, membuat mereka gugup. Karena kebetulan di situ tidak ada Santi, Nino dan Bima pun memberanikan diri untuk jujur.

"Permisi, Mas Mbak.." ucap Nino.

"Ya, ada apa ya?" Tanya Cahaya.

"To.. tolong saya mbak mas, tadi kami bermain jalangkung di rumah gantung itu da--"

"Apa!!!" Kaget Galang, Atmo, Cahaya dan Vina secara bersamaan.

"Apa kalian sudah gila? Kalian tidak tahu yang kalian lakukan itu sangat berbahaya!!" Ucap Galang.

"Iya kami tau, kami sangat menyesalinya. Kami hanya ingin membuktikan bahwa rumah itu tidak angker... kami bermain jalangkung di sana bersama Gita da--"

"Gita! Pantas saja Gita hilang di mana dia?!" Tanya Atmo.

"Biarin mereka selesaikan ceritanya dulu, Ngat." Sahut Galang.

Atmo mengangguk.

"Kami bermain jalangkung di sana bersama Gita, ketika kami selesai membaca lagu jalangkung tiba tiba jalangkung itu terbang melayang spontan kami lari dari rumah itu, namun ketika kami keluar kami kembali di ruang tamu bukan di halaman. Kejadian itu berlangsung selama 9 kali, dan tepat ketika 10 kali kami berhasil keluar. Namun begitu kami sudah jauh kami batu menyadari Gita sudah tidak ada, kemungkinan dia jatuh..." ucap Nino.

"Tidak salah lagi, Gita berarti masih berada di sana. Kita harus kesana sekarang karena ini sangat berbahaya untuk Gita. Dan kalian berdua harus ikut mempertanggung jawabkan perbuatan kalian..."

Nino dan Bima hanya menunduk tidak berani menjawab. Akhirnya mereka semua termasuk Bima dan Nino pergi menuju ke rumah Gantung.

***

Sesampainya di halaman rumah gantung itu suasana di sini sangat berbeda, di dalam rumah itu terasa sangat suram, gelap dan hening. Udara di sini juga terasa lebih dingin.

Bahkan Galang bisa melihat wanita cantik dengan gaun pengantin jawa yang berdiri di balik jendela rumah memandangi ke arah mereka satu persatu.

Kreek!

Atmo membuka pintu rumah itu, mereka mulai melangkahkan kakinya kedalam.

"Lebih baik kita berpencar saja mencari Gitanya." Ucap Galang.

"Baiklah aku dengan Vina dan Galang. Sedangkan kamu Atmo sama mereka.."

"Baiklah, kalian harus hati hati.." ucap Atmo.

Mereka pun membubarkan diri mencoba mencari keberadaan Gita. Galang, Cahaya dan Vina mencari di sekitar lantai satu. Atmo, Bima, dan Nino mencari di sekitar lantai dua.

"Gita kamu di mana?" Panggil Vina.

"Gita! Gita!" Teriak mereka semua di dalam rumah gantung itu.

Di lantai dua Atmo, Bima, dan Nino membuka sebuah kamar secara bersamaan. Mereka masuk ke dalam kamar itu dan melihat sekeliling.

Tidak ada siapapun di sini, hanya kamar dengan isi kasur di atas ranjang, meja rias, dan rak.

Ketika Atmo, Bima dan Nino sedang melihat lihat isi di dalam kamar ini tiba tiba pintu tertutup dengan sendirinya.

Brak!

Sontak suara itu mengagetkan mereka. Hal ini langsung membuat Bima dan Nino ketakutan mereka berlari menuju pintu.

"Di mana mas Atmo?!" Mereka baru menyadari bahwa tidak ada Atmo di dalam ruangan ini. Mereka sontak menoleh kebelakang sesaat.

Bukannya mendapati Atmo mereka justru melihat jalangkung melayang di atas kasur.

Spontan Bima dan Nino semakin ketakutan mereka menggebrak gebrak pintu namun pintu itu tidak mau terbuka, sedangkan boneka jalangkung itu semakin mendekati mereka.

Namun tiba tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya, sontak Bima dan Nino langsung berlari tunggang langgang menjauh dari boneka itu.

Sementara itu ternyata Atmo berada di belakang rumah, "di lantai atas tadi ngga ada... terus di mana ya Gita itu, hiss nyusahin aja.." batin Atmo.

Tiba tiba Atmo melihat semak semak yang tidak jauh dari tempat ia berdiri mulai bergerak gerak.

"Gita, apa itu kamu?" Tanya Atmo tetapi tidak ada jawaban.

Karena penasaran Atmo mendekati semak semak itu.

Grusak!

Atmo menyingkap semak semak itu, namun tidak ada apapun di sana, "paling cuma kena angin..." batin Atmo, ia berbalik dan mencari di sekitar halaman belakang rumah.

Apa yang tidak di ketahui Atmo sesosok laki laki dengan tali tambang melilit di lehernya, mata putih polos, dan wajah pucat pasi berdiri tepat di semak semak yang baru saja atmo singkap. Sosok laki laki itu menatap sosok nenek tua menyeramkan dengan wajah gosong yang melotot ke arahnya. Nenek tua itu berdiri tepat di belakang Atmo.

Atmo sama sekali tidak bisa melihat mereka, karena mata batinnya tidak terbuka.

Sementara itu di lantai satu, ketika Galang, Cahaya, dan Vina sedang mencari di setiap sudut tiba tiba Vina melihat Gita berjalan pelan ke suatu kamar.

"Itu Gita!" Teriak Vina. Membuat Galang dan Cahaya menatap arah yang di tunjuk Vina, benar saja Gita terlihat berjalan di lorong.

"Gita!" Panggil mereka bertiga secara bersamaan, Gita tidak menoleh ataupun berhenti ia justru masuk ke dalam kamar.

Galang, Cahaya, dan Vina masuk ke dalam kamar itu dan ternyata kamar itu adalah kamar almarhum Melody, karena di sana masih tersusun rapi dengan hiasan seperti kamar pengantin.

Galang, Cahaya, dan Vina menatap Gita yang berdiri mematung di atas kursi platik.

"Gita.." panggil Vina lirih.

Galang melihat sosok melody duduk di meja rias, dengan kepala yang di goyangkan kekanan dan ke kiri, wajahnya tersenyum menatap Gita yang berdiri mematung.

"To.. tolong jangan sakiti teman kami." Ucap Galang. Melody sama sekali tidak menggubris ucapan Galang ia mengibaskan tangan kirinya seketika itu juga Galang, Cahaya dan Vina terhempas.

Wus...

Bruak!

Aarrgggh...!!!

Tiba tiba Melody melemparkan seutas tali tambang ke arah Gita, anehnya Gita bergerak dan melilitkan tali tambang itu ke lehernya sendiri dengan sangat erat kemudian ujungnya ia ikat di kayu langit langit kamar itu.

"Gita jangan!!!" Galang bangkit susah payah dan berlari dengan panik.

Kursi tempat berpijak Gita, sudah Gita geser. Namun bersamaan dengan itu Galang berhasil menangkap tubuh Gita.

"TOOOLOOOONGGG...!!!!" Cahaya dan Vina berteriak dengan sangat kencang.

Membuat Atmo, Nino dan Bima buru buru ke kamar itu.

Galang menatap kesamping, Tampak Melody bangkit dari duduknya wajahnya terlihat marah menatap Galang. Matanya melotot dan berjalan mendekati Galang.

Cahaya dan Vina hendak mendekat membantu Galang namun Galang berteriak, "jangan kesini!!! Bahaya ada Melody.." teriak Galang.

Sosok Melody semakin berjalan mendekati Galang dengan mata melotot dan ekspresi marah.

Namun tiba tiba semerbak bau kapur barus terpadu dengan bau pandan kental terasa di ruangan ini.

"Bau apa ini?! Kok kaya bau orang yang meninggal baru di mandikan.." ucap Vina.

Galang juga mencium bau itu, ia menatap sosok Melody di depannya berdiri waspada dengan mata yang menatap sesuatu di belakang Galang.

Galang mengernyit, ia menoleh kebelakang, matanya terbelalak. Berdiri sepuluh pocong setinggi 2 meter mungkin lebih di belakangnya.

Mereka hanya diam berdiri dengan wajah datar, wujud mereka berbeda beda, ada yang kain kafannya masih baru ada yang usang, ada yang terlihat wajahnya ada yang tidak, ada yang wajahnya gosong hitam legam. Ada yang wajahnya terluka dan mengeluarkan belatung, ada pula yang wajahnya bersih bahkan kapas masih berada di hidungnya.

1
Tini Nurhenti
next💪💪💪
Tini Nurhenti
lanjutttty 💪💪💪💪💪
Tini Nurhenti
abu2 thor
Tini Nurhenti
next 💪💪💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
dendam sama ibunya kok anaknya yang dibunuh 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
ohhh ga semua kru tinggal di rumah vina ya
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
harusnya yang ga bersalah ga usah diteror 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah parah nge jual anak sendiri 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!