melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prinsip ku harus jadi dia
Di sebuah dimensi hutan malam
Di dalam dimensi itu beberapa pertarungan murid murid masih terjadi dan salah satu nya adalah pertarungan antar murid agreta melawan odler.
Selesia ansha penyihir bulan melawan Lyssara aetherin sang penyihir summon senjata.
Di hutan itu Lyssara sedikit meringis kesakitan karena sihir bulan milik selesia.
Sakit nya, tapi setidak nya luka nya tak fatal.
Kalau aku ingin jadi kak Seraphina itu sendiri apa yang akan aku lakukan sekarang.
Lyssara sedikit berfikir kritis apa yang di lakukan Seraphina saat di posisi sekarang.
Lyssara mengangkat kepala nya sedikit seolah olah dia menemukan sebuah ide.
Scene di selesia yang melompat dari satu pohon ke pohon lain nya.
Ia mendarat dengan mulus di depan Lyssara dan menodongkan mace berduri nya di depan Lyssara.
"Kau kalah." kata nya dengan percaya diri
"wleee."
Selesia dengan percaya diri nya menjulurkan lidahnya seperti mengejek.
Lyssara membuka mata nya sedikit dan terlihat mata hitam dan merah yang berbentuk bintang.
Mata yang aneh menurut sebagian orang tapi itu ada di dalam Lyssara itu sendiri.
Tiba-tiba
KRRKT...
logam tebal itu terbelah oleh suara kering.
Kini mace berduri selesia tanpa itu dan seperti tongkat panjang.
Benar Lyssara yang memukul dengan sangat cepat.
Dengan sebuah tongkat panjang bahkan selesia hanya menatap tajam.
Dan kini selesia menoleh ke belakang karena Lyssara sudah tak ada lagi di depan nya.
Lyssara di belakang selesia dengan tongkat yang ia tancap di tanah.
Lyssara memeluk tongkat panjang itu dengan tatapan mata kosong dan datar.
"Heii kau pikir aku kalah hmm?"
"Salah, salah, salah sekali."
"Aku baru saja mulai looo."
selesia tersenyum lebar dan penuh kegilaan.
"JADI KALAU KAU MASIH BISA BERTARUNG LAGI YA."Teriak selesia dengan kegilaan nya
"SERU NYAA AHAHAAHHAHA."
Selesia tak menumbuhkan bagian kepala mace berduri nya dan akan bertarung tongkat melawan tongkat.
"kalau begitu kita mulai pertarungan tongkat melawan tongkat ini?"tanya selesia dengan senyum yang sama
Lyssara langsung berlari dan memukul bagian bawah kaki selesia.
Selesia melompat dan memukul dari atas namun di tangkis oleh Lyssara.
selesia dan Lyssara sekarang adu pukulan
TAK! TAK! KLACK!
Dua tongkat saling adu dalam gerakan cepat
Lyssara memukul dan menghentakkan tongkat panjang itu dan selesia berhasil menangkis nya.
Namun—
Lyssara mengambil kembali tongkat panjang nya dan mengarahkan tongkat panjang itu di bagian kepala selesia.
Kepala selesia berdarah.
Darah pelan pelan menetes dari kepala selesia.
Lyssara berhenti dan berjalan berputar dengan sangat sangat lambat.
tatapan Lyssara masih sama kosong tetapi mata hitam dan mata merah dengan berbentuk bintang.
Masa lalu yang menyakitkan
Di sebuah rumah sederhana yang jauh dari pusat kerajaan sebuah desa yang mayoritas seorang petani.
Seorang bayi perempuan lahir dengan mata hitam namun mata sebelahnya mata merah dengan bentuk bintang.
seorang wanita yang melahirkan bayi itu tapi tetap menerima nya apa ada nya karena mau bagaimanapun itu tetap darah daging nya.
"tenang ya sayang mama akan terus menerima mu walau semua orang menolak mu."kata nya dengan tulus
Benar wanita itu tak lain dan bukan adalah ibu dari Lyssara aetherin yaitu liara aetherin.
Bertahun tahun berlalu Lyssara selalu saja di rumah nya yang Kecil.
Ia selalu di penjara di rumah itu bukan karena ibu nya jahat tapi takut di jauhi bahkan di anggap sebagai iblis.
Saat umur 7 tahun Lyssara mendaftar ke akademi sihir dasar walau penghasilan ibu nya pas Pasan.
Di akademi itu Lyssara tetap saja di suruh ibu nya tetap memejamkan mata nya.
"Sayang kau bisa selalu memejamkan mata mu saja?"tanya ibu nya dengan lembut
Lyssara mengangguk dan tersenyum kecil.
"ibu bukan nya mengekang mu sayang, tapi mata mu membuat orang lain pasti menjauhi mu."
"Hal itulah yang membuat ibu tak mau kau kau di jauhi."
Saat masuk ke dalam kelas nya Lyssara seperti orang buta tapi tetap ia biasakan.
Sampai Lyssara menabrak seseorang.
"Ma... Maaf kan aku."kata nya dengan tenang
Seseorang itu melangkah dengan langkah tegas dan percaya diri dan membantu Lyssara berdiri yang membuat Lyssara sedikit heran kenapa ada yang mau membantu nya?
"Kau, pasti tak bisa melihat lagi ya"kata nya dengan tegas
"maafkan aku, sangat lancang nya diri ku tak memperkenalkan diri ku."
Anak itu menarik nafas panjang dan hendak berkata Dengan nada tinggi.
"NAMA KU SEIM VAIDA, salam kenal."kata nya dengan teriak kemudian tenang kembali
lyssara hanya menunduk dan tak berani ingin bicara.
"Kau tak perlu takut kau berbeda, karena di sini kau tak akan di jauhi." kata nya dengan tenang
"karena di sini adalah tempat kau wajib memiliki teman, mau kah kau menjadi teman ku."
Lyssara mengangkat bibir nya hendak bicara namun sedikit gugup.
"A... Aku... Mau..."kata nya dengan terbata bata
Seim mengangkat kepala nya dan mempersilahkan Lyssara masuk dan mulai memperkenalkan semua teman teman di kelas.
Alasan ku ingin jadi Seraphina
Saat umur 15 tahun Lyssara yang sedang pulang ingin kembali ke desa nya.
Ia di cekik dari belakang oleh seseorang.
Orang yang mencekik nya adalah penyihir jahat yang sedang dalam pengejaran high magnus.
"To.... Long."kata nya dengan lirih
Seseorang maju ia adalah seraphina lyricelle high magnus suara.
"Lepaskan tangan mu dari anak yang tak berdosa itu."kata Seraphina dengan tenang
Penjahat itu hanya tersenyum kecil dan mengeluarkan sebuah senjata dari tubuh nya.
"Boleh tapi, aku harus mencincang nya."
Lyssara selama bertahun-tahun jarang membuka mata nya dan dia membuka mata nya membiarkan melihat dunia.
Ia tertegun melihat Seraphina lyricelle high magnus itu di depan mata nya.
"Sera... Phina... Tolong."kata nya dengan lirih
Seraphina tak menghiraukan perkataan dan mengangkat biwa nya dan memetik biwa itu.
TENGG!
Suara buwa itu membuat penjahat itu melihat kedua arah.
Sebuah tangan raksasa yang di balut oleh melodi melodi yang panjang memukul nya sampai lumpuh.
Lyssara lepas dari cekikan penjahat itu kemudian tak lama ibu Lyssara datang dan memeluk Lyssara.
"Terimakasih banyak bantuan anda."kata ibu Lyssara.
Seraphina mengangguk dan menunduk sopan.
"sekarang aku ingin membawa penjahat ini dulu, kalian jangan panik lagi ya."
Sebelum Seraphina pergi Lyssara berlari menghampiri seraphina.
"anu... Boleh aku tahu siapa anda?"tanya Lyssara sambil menatap seraphina
"Aku?"
"Aku adalah seraphina lyricelle, high magnus suara,"
"Oh ya rahasiakan ini dari orang orang ya, kalau aku adalah tunanetra."
Lyssara makin kaget ada seorang tunanetra yang menjadi high magnus.
Lyssara tersenyum kecil dan memejamkan mata nya.
Kemudian Seraphina pun pergi meninggalkan Lyssara dan ibu nya.
Prinsip Lyssara pegang selama ini adalah
......Aku, harus jadi kak Seraphina itu sendiri......
Karena itu dia menjadi orang lain bukan diri nya sendiri.