Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra
Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya
Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu
Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTPS 30
Reya menjelaskan semuanya, ia tak ingin Darren menjauhinya, entah kenapa ia ingin Darren selalu disampingnya
"Kenapa kamu mengatakan semua ini?" Tanya Darren
"Aku gak mau kamu marah dan menjauhi aku!" Cicit Reya
"Reya" Darren menggenggam tangan sang wanita "Aku gak mungkin bisa menjauhi kamu"
Reya menatap wajah tampan pria dihadapannya "Memangnya aku kenapa?"
"Karena aku mencintai kamu Reya Albert!"
Reya terkejut, sungguh pernyataan cinta dari Darren tak pernah terbayangkan olehnya
Darren tersenyum, ada ketulusan dalam tatapannya. Cinta yang tak pernah menuntut untuk terbalaskan
"Darren kamu"
"Kamu gak perlu jawab sekarang! Aku sudah menunggu kamu selama bertahun-tahun, bukan masalah besar jika aku harus menunggu lagi!"
Darren tersenyum hangat, entah kenapa hati Reya menghangat mendengar ungkapan cinta dari pria itu
"Darren, tapi aku kan janda, terlebih aku juga punya anak!" Reya merasa tidak setara dengan Darren dari sisi manapun
"Aku mencintai kamu Reya, semua yang ada pada kamu. Termasuk Arlo!" Ujar Darren meyakinkan
Reya tersenyum, ia peluk tubuh tegap pria dihadapannya membuat si empunya membeku
"Apa ini artinya?"
"Aku juga cinta sama kamu!" Darren terkejut, ia peluk wanita itu dengan erat
"I LOVE YOU REYA.." Darren berteriak
Mungkin saking bahagianya hingga mereka tak sadar jika tengah berada di lobby perusahaan
Riuh tepuk tangan membuat dua sejoli itu terkejut, Reya segera menarik diri dari dekapan Darren
Reya menunduk malu, wajahnya memerah, sungguh rasanya Reya ingin menghilang saja
Ia mendongak, mantap kearah Darren yang terlihat biasa saja, seolah riuh teriakan dari pada karyawan nya bukanlah apa-apa
"Kamu gak malu?" Lirih Reya
"Aku bahagia Reya, untuk apa malu" Darren tersenyum
Sungguh, ia merasa begitu bahagia. Cinta yang telah ia pendam sangat lama akhirnya terbalas
Rasanya Darren ingin segera menikahi wanita dihadapannya ini
"Ayo!" Darren menggenggam tangan kekasihnya membuat Reya menatap kearahnya
"Kita mau kemana?"
"Keruangan aku" Darren melangkah dengan menggenggam tangan sang kekasih, seolah memberi tahukan pada semua orang jika keduanya adalah sepasang kekasih
"Aku sudah menunggu tuan Darren selama ini, malah wanita itu yang mendapatkan tuan Darren!"
Seorang wanita cantik dengan pakaian minim nya mengepal, sungguh hatinya terasa remuk melihat pria yang telah ia impikan selama ini malah menggandeng tangan wanita lain
***
"Ruangan kamu luas banget, semuanya juga rapi!" Reya melihat sekeliling, ini pertama kalinya ia masuk keruangan seorang pengusaha ternama di kota
"Setelah ini kamu harus ajak Arlo kesini!" Darren duduk di kursi kebesarannya sementara Reya berkeliling
"Makasih yaa Darren!"
Pria tampan itu mengerutkan keningnya "Untuk apa?"
"Karena kamu sudah mau menerima Arlo!" Ujar Reya, langkahnya mendekat kearah sang kekasih
"Dibanding kamu, mungkin aku lebih sayang sama Arlo!"
Reya tersenyum, tanpa terasa air matanya luruh membasahi pipinya membuat Darren cemas
"Ada apa? Kamu nangis?" Darren mendekati kekasihnya
"Aku cuma terharu aja, aku pikir akan sulit menemukan pria yang menyayangi Arlo!" Ujar Reya
Darren tersenyum, ia peluk kekasihnya itu, lalu satu kecupan lembut pada puncak kepalanya
"Aku mencintai kamu Reya, sangat!"
Keduanya larut dalam ungkapan cinta, Reya seperti menemukan lagi cinta yang ia inginkan
Reya berharap jika Darren tidak akan memberi luka sebesar luka yang Reyhan berikan
***
Hari yang dinanti tiba, malam ini adalah malam yang spesial bagi Reya. Malam ini adalah malam pagelaran busana miliknya
Reya tersenyum berjalan diatas panggung setelah para modelnya selsai memperagakan busananya
Tepat didepan semua orang, Darren naik. Reya memberi isyarat lewat mata apa yang ingin pria itu lakukan
Darren bersimpuh didepan kekasihnya, ditangannya sebuah kotak kaca berisi sebuah cincin berlian yang begitu indah
Acara malam ini memang terselenggara berkat perusahaan milik Darren. Perusahaan raksasa itu memang kerap menjadi sponsor untuk penyelenggaraan acara seperti ini
"Reya Albert" semua orang diam, hingga hanya terdengar suara Darren saja "Will you marry me!"
Reya terkejut, ia tutupi mulutnya dengan telapak tangan. Lamaran ini tak pernah Darren bahas sebelumnya
Pria tampan itu masih bersimpuh, menunggu jawaban dari wanita cantik dihadapannya
Reya mengangguk, matanya mengembun "Yes, I Will"
Cincin berlian itu tampak berkilau dijari manis Reya, seisi ruangan riuh akan tepuk tangan dan sorak teriakan para tamu yang hadir
Darren bangkit, keduanya berpelukan dengan diiringi suara tepuk tangan, bahkan Reya tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya
Ia pikir kisah cintanya akan berakhir pada perceraiannya dengan Reyhan, tapi ia salah. Kisah cintanya akan kembali dimulai bersama Darren, pria yang telah menunggunya selama bertahun-tahun
"Sial! Darren nyolong start!" Revan yang ikut menyaksikan pagelaran busana Reya, kesal bukan main
Revan hanya bisa meratapi patah hatinya, menyaksikan wanita yang tengah ia incar kini telah resmi menjadi milik orang lain
"Harusnya gue lebih cepat!"
"Selamat mbak!" Teriak Sisil yang ikut terharu melihat sang atasan menemukan cintanya
"Nih! Buat lo aja! Gue gak butuh!"
Sisil mengerutkan keningnya begitu pria disampingnya memberikan seikat bunga mawar
"Dasar aneh!" Gumamnya saat pria tersebut berlalu begitu saja, gadis cantik itu kembali membawa pandangannya pada pasangan kekasih yang berada diatas panggung
***
Beberapa hari setelah lamaran malam itu, kini Reya membawa calon suaminya itu kehadapan sang putra
Bagaimanapun Darren harus mendekatkan dirinya pada calon anak sambungnya itu
"Arlo sayang!" Reya mendekati sang putra, didepannya Darren duduk disebuah sofa single
"Arlo sayang gak sama om Darren?" Tanya Reya
"Sayang! Om Darren baik, suka beliin mainan untuk Arlo!" Ujarnya jujur, jawabannya polos khas anak-anak
"Emm" Reya menatap lekat putra semata wayangnya itu "Kalau om Darren jadi papanya Arlo, Arlo mau kan?"
Bocah tampan itu menatap kearah sang Mama, ia seperti mencerna apa yang coba ibunya itu katakan
"Emangnya Papa kenapa?"
"Papa gak pa-pa kok, hanya om Darren juga akan jadi papanya Arlo!" Ujar Reya lembut
"Arlo gak mau Papa yang lain, Arlo cuma mau Papa Reyhan" Teriaknya membuat dua orang dewasa itu diam
"Arlo dengar dulu sayang!" Reya menggenggam tangan putranya "Papa Reyhan tetap jadi Papanya Arlo, tapi om Darren juga"
"Maksud Mama, Papanya Arlo ada dua?"
"Emm" Reya terlihat ragu "Iya"
"Enggak, Arlo gak mau! Arlo gak mau punya papa dua! Papanya Arlo cuma satu aja!"
Arlo menolak, bocah tampan itu berlari menaiki tangga menuju kamarnya
Reya menghela napasnya berat, harusnya ia lebih dulu membahas ini bersama Arlo sebelum menerima lamaran dari Darren
Darren menatap kekasihnya itu lalu tersenyum, ia bangkit dan duduk disamping Reya sembari memegangi tangannya
"Maaf" lirih wanita cantik itu menatap kearah sang kekasih